Detective Wasabi

Detective Wasabi
Jejak Malam



Wasabi kembali ke pertokoan yang membuatnya curiga. Dia muncul dan langsung membuat dirinya tak terlihat. Dengan begitu kemunculannya tak membuat orang curiga.


Kompleks itu banyak pertokoan kecil yang berblok-blok sehingga banyak gang kecil dan jaraknya, antara gang satu dengan gang lainnya tidak jauh.


"Cat dinding ini dengan yang lain berbeda," gumam Wasabi


lalu meraba dinding. Tekstur dindingnya pun berbeda dengan dinding di sebelah.


Dinding yang satu kasar dan catnya menempel di dinding seperti cat yang sudah lama dan terkena lembab. Jika disentuh, cat itu sedikit rontok. Berbeda dengan dinding yang satu, catnya halus dan lebih licin bahkan tidak rontok sama sekali.


Bisa saja pemilik toko mengganti warna cat tetapi bisa terlihat dinding yang lama lebih lapuk dan dinding dengan cat baru lebih kokoh.


Wasabi kemudian masuk ke dalam toko yang berdinding kokoh. Dari luar tokonya gelap dan tidak beroperasi dimalam itu.


Setelah Wasabi masuk dengan menggunakan teleportasinya, pria itu terkejut


"Ahh apa ini?!" pekik Wasabi dalam hatinya


Ini bukanlah sebuah toko. Melainkan jalanan. Seperti gang kecil di sebelah. Kemana tujuannya gang ini? batin Wasabi


Wasabi mengikuti arah gang kecil yang gelap gulita itu. Ia pun hampir jatuh. Ia tidak lihat ada tangga di bawah karena yang mengandalkan cahaya dari fentilasi. Ketika kakinya sampai tangga, terlihat tangga tersebut menuju ke bawah. Ada ruangan lagi di bawah. Wasabi menuruni tangga kecil itu.


Sesampainya di dasar tanah, Wasabi mengikuti arah jalannya. Tidak ada cahaya, sangat gelap, pria itu pun mengeluarkan senter kecil di balik sakunya. Ia selalu membawanya untuk berjaga-jaga. Semakin lama berjalan, jalanan itu semakin sempit. Wasabi terus mengikuti arah gang kecil. Hingga akhirnya ia menemukan tangga menuju ke atas.


Wasabi naik dengan ragu. kemudian ia menemukan sebuah pintu. Pria itu pun menggunakan kekuatan teleportasinya lagj.


"Wow ruangan ini besar seperti toko. Sangat luas dan terlihat mewah," gumam Wasabi pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri


Bau bangunan baru. Ahh itu ada tangga keatas. Dikunci. Haha untung aku bisa berteleportasi. batin Wasabi


"Hei Revi, makan dulu nih," sahut seorang pria sambil menyodorkan nasi berbungkus sterofoam


"Thanks ya Sok," ucap Revi mengambil bungkusan berisi nasi pada temannya


"Panggil yang jelas dong Asoka jangan sok doang," jelas Asoka


"Hmhh kepanjangan, kan enak manggil sok-sok," dengus Revi. Wajahnya serdang serius membuat sesuatu


"Lagi apa bro serius amat," tanya Asoka


"Ada penyusup? Kenapa gak dibuka aja si. Kita bisa culik cewek lagi. Bosen nih ngadepin bocah, " timpalnya lagi


"Aku lagi bikin pembaruan virus dan program pengalihan. Mereka berhasil meretas lokasi kita. Untung aja aku segera kirim virus. Nah ini mau aku perbarui, jaga-jaga takutnya mereka bisa nyusul lagi," ujar Revi


Wah mereka seperti Andi canggih dalam teknologi, jadi benar dugaanku di tempat ini merekalah yang menculik anak-anak dan remaja, batin Wasabi


"Kita ikuti Bos aja, kalau dia nyuruh nyulik anak-anak ya ikuti, jangan bertindak sembarangan," sahut Revi sambil makan


"Wow.. Hebat kamu Rev. Iya deh kita ikutin bos," jawab Asoka


Wasabi lalu mencari kesana kemari, kalau ada jejak tentang Joy. Tetapi semuanya kosong. Ketika dia berada di salah satu kamar. Ada koper yang menarik hatinya. Wasabi kemudian membuka isi koper itu.


Hah ini bukannya baju-baju yang pernah dipakai Joy batin Wasabi


Wasabi kemudian memastikan kembali apakah benar koper itu milik Joy. Dia merogoh sesuatu di kantong-kantong kecil di dalam koper.


Apa ini? Astaga Joy. Ini foto ku dan dia yang pernah dia ambil, batin Wasabi seraya tersenyum kecil mengingat saat Joy mengambil foto dengan dirinya


"Dimana mereka menyembunyikan Joy," gumam Wasabi


Wasabi keluar dari kamar itu dan menyusuri ruangan lain. Ia masuk ke sebuah kamar di lantai atas. Ternyata diatas adalah ruang kerja. Pria itu mencari petunjuk apapun. Dia melihat kalender, membuka laci dan membuka buku-buku.


"Dapat! Ini dia buku jadwal pertemuan," gumam Wasabi


Apa yang harus ku lakukan! Aku tak pernah berteleportasi sejauh itu. pikir Wasabi


"Woy siapa itu!" ucap Asoka


Spontan Wasabi langsung sembunyi dibawah meja kerja. Dia lupa bahwa dirinya sedang menggunakan ilmu tak terlihatnya.


"Aneh tidak ada orang. Tapi tadi seperti ada suara orang bicara," gumam Asoka


Wasabi mengeluarkan ponselnya lalu memfoto orang yang terduga sebagi penculik dan sekaligus merekamnya lewat video.


"Kenapa bro!" tanya Revi


"Aku tadi seperti mendengar seseorang bicara. Tapi setelah ku buka pintu, tidak ada siapapun," sahut Asoka


"Nyalakan penguncian laser di setiap ruangan. Alat deteksi juga," perintah Revi


"Ok siap,"


"Jika benar ada penyelinap maka dia tidak akan selamat dari laser-laser ini. Haha. Cepatlah! Kau lama sekali," sahut Revi


Sial aku harus bergerak cepat sebelum dia menyalakan laser dan alat pendeteksi. batin Wasabi


Whusss


"Getaran apa itu. Apa ada penyusup? Apakah itu dia?" sahut Revi


Wasabi berhasil melarikan diri. Dia juga sempat mengambil gambar kedua orang disana.


"Bodoh kau terlambat. Dia sudah menghilang," pekik Revi


"Apa maksudmu menghilang? Dia manusia kah?" Asoka berpikir dengan keras


"Iya dia manusia yang memiliki kekuatan teleportasi. Rupanya yang ku dengar saat itu, bukanlah gosip semata," sahut Revi


"Kita harus segera telepon Bos,"


"Jangan! Kamu mau kita dimarahi habis-habisan! Kita harus segera ke lokasi B. Pindahkan bocah-bocah ke lokasi C. Ingat jangan pukul mereka. Harganya akan berkurang jika ada goresan sedikitpun," perintah Revi


"Untuk apa aku memukulnya? Bukankah mereka dalam pengaruh hipnotis? Tinggal suruh saja, mereka akan lakukan yang kita mau," sahut Asoka


"Aku tidak yakin itu akan bertahan lama. Sebagai jaga-jaga saja,"


"Ok baiklah. Aku segera mengamankannya,"


Wasabi sudah merekam pembicaraan Revi dan Asoka. Ia juga sudah menaruh kamera mini di tempat kerja itu. Kemudian ia mengirim foto dan video kepada Sill dan juga link kamera yang dia taruh di ruangan itu.


Brrrtttzz


Ponsel milik Sill bergetar. Sill yang sudah bersiap untuk tidur pun terkejut saat membaca pesan Wasabi. Dia lalu menyalakan komputernya dan mulai bekerja lagi.


"Semangat!" pekik Sill menyemangati dirinya sendiri



"Aku akan mengaktifkan program baru buatan ku," balas Sill di pesannya setelah mendapat pesan berupa video bukti dari Wasabi


"Kamu urus mereka. Aku harus mengejar Joy dan para remaja yang juga diculik," Wasabi membalas pesan Sill


"Ok Wasabi. Aku akan bekerja dengan baik kali ini,"