
Little Tokyo, Jakarta
Wasabi sampai di lokasi yang mempunyai istilah Little Tokyo. Lebih tepatnya di Blok M Jakarta Selatan
Ada 5 Hotel yang terdekat di kawasan itu. Wasabi mulai mencari keberadaan penculik yang menculik Joy.
"Wasabi bagaimana kita mencarinya. Kita tidak tahu. namanya penculik itu kan?" tanya Setya
"Di catatan itu tertulis, keterangan party. Itu berarti mudah bagi kita menanyakan siapa saja yang mengadakan pesta. Dan apakah mereka juga menginap di hotel tersebut," sahut Wasabi
"Baiklah kalau begitu ayah mulai mencari kesebelah sana," sahut Setya sambil menunjuk
"Ayah, ini bawalah," Wasabi menyodorkan surat dari kepolisian, untuk memudahkan penyelidikan. Setelah itu mereka berpencar
Beberapa menit kemudian. Wasabi memasang muka kesalnya. Semua nihil. Ayah Wasabi pun demikian, sama sekali tidak menemukan info tentang penculik.
Mereka kembali bertemu di depan gang yang bertuliskan Little Tokyo.
Sambil mengamati tulisan Little Tokyo. Wasabi teringat akan nama hotelnya. Park Hotel. Park Hotel memang ada di Tokyo tetapi juga ada di Jakarta
"Park Hotel Ayah. Kita harus mencarinya kesana juga. Ayo," terka Wasabi dan kemudian mengajak Ayahnya.
"Park Hotel Tokyo?"
"Bukan. Melainkan Park Hotel di Jakarta,"
"Ayo Ayah,"
Whuss
Wasabi menggandeng Ayahnya berteleportasi. Tak berapa mereka telah sampai di halaman parkir Park Hotel Jakarta. Segera saja mereka masuk kedalam.
PARK HOTEL
"Selamat Malam. Selamat datang di Park Hotel. Saya Nova. Ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis ketika Wasabi mendatangi mejanya
"Saya mencari sese..." belum selesai Wasabi berbicara, ada seseorang dibelakangnya yang berbicara dengan nada marah.
"Dasar Imha! Tak dapat dipercaya, dia membawa kabur uangku. Brengsek!" gerutunya seraya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
Astaga pria ini berbicara sangat keras dan lantang. Aku sampai tak bisa bertanya. Batin Wasabi
"Asoka! Dimana kamu?
"Apa jadi Revi bersama Imha! Sialan!!," Mr.Vin kemudian menyuruh anak buahnya untuk menangkap Joy hanya dengan sebuah isyarat dari tangannya.
Wasabi tak menaruh curiga pada Mr. Vin. Dia hanya mengira kalau dia mengejar orang yang telah membawa kabur uangnya. Vin sendiri juga ikut keluar mencari Joy.
Sedangkan Wasabi melanjutkan pertanyaannya kepada front officer tersebut.
Joy merasa lelah dia yakin sudah berjalan jauh. Kakinya kesakitan karena memakai high heels yang ukurannya sedikit kecil dari kakinya.
Dia ingin segera pulang tapi sepanjang jalan dia tidaj menemukan taksi kosong yang lewat.
Tepat di tepi jembatan itu dia berhenti untuk untuk mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Dia menyenderkan badannya di pagar jembatan sambil melihat sungai yang mengalir deras dibawahnya.
Tak berapa lama Vin datang menangkapnya kembali dari arah belakang.
Baru saja Joy merasakan udara bebas. Kini dia harus tertangkap kembali.
"Haha mau lari kemana kamu. Mudah sekali menemukan mu, Angel," sahut Vin yang menyebut Joy dengan sebutan Angel karena kulitnya mulus putih dan cantik seperti bidadari
Vin menarik rambut Joy hingga kepalanya mendongak ke atas
"Ahh...Lepaskan!" pekik Joy sambil memegang pergelangan tangan Vin agar melepaskannya. "Namaku bukan Angel. Kamu salah orang,"
Vin bersama kelima anak buahnya mengelilingi Joy. Menatapnya dengan tatapan liar dan seperti ingin menerkamnya.
Disisi lain Wasabi tak menemukan keberadaan Joy di hotel itu. Sesuai kesaksian satpam lobby yang melihat wanita dengan rambut yang dicat berwarna warm hazelnut.
Wasabi berjalan mengikuti arahan satpam lobby itu. Disisi lain Joy merasa ketakutan, dia pun berteriak.
"Tolong....!!!" pekiknya
"Ada yang meminta tolong. Seperti suara Joy," gumam Wasabi
Joy menggigit tangan Mr. Vin. Pria itu pun kesakitan dan mendorong Joy dengan kuat hingga Joy terjungkal jatuh ke sungai.
"Toloooong.." Joy berteriak. Teriakannya lebih melengking dari sebelumnya karena wanita itu jatuh ke sungai
Wasabi menghilang menggunakan kekuatan teleportasinya menuju arah suara. Tapi dia datang terlambat.
Visualnya seperti ini kira-kira
"Joooooy.... (Teriak Wasabi)
Gawat aku tak sengaja mendorongnya, Vin kemudian kabur dari tempat kejadian dia berlari sekencang mungkin.
Wasabi langsung menyelamatkan Joy yang sudah tenggelam. Aksinya penyelamatannya membuat orang-orang berdatangan melihatnya.
(Kurang lebih visualnya kayak gini)
Wasabi berhasil menangkap Joy dan segera membawanya ke daratan, dia segera di baringkan. Wasabi mengecek pernafasan Joy.
"Joy tidak bernapas, tapi denyut nadinya ada," pekik Wasabi dengan panik
Ia lalu melakukan pertolongan pertama. Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dengan menekan telapak tangan di bagian tengah dada.
Wasabi menekan sedalam kurang lebih 5 cm dengan hati-hati, sebanyak 30 kali dalam waktu sekitar 20 detik.
Ayah Wasabi mendekati kerumunan di dekat jembatan. Dia terkejut mendapati Wasabi sedang melakukan pertolongan pertama pada seorang wanita.
Joy belum juga bernafas. Wasabi mencoba tenang.
"Wasabi. Joy masih belum bernafas. Berikan nafas buatan untuknya," ujar Setya
"Hah,"
"Napas buatan, bukan ciuman. Ini tidak seperti drama Korea," sahut Ayahnya setengah menggoda saat keadaan genting
Wasabi lalu memencet hidung Joy, kemudian meniupkan udara ke arah mulut. Sebanyak dua kali dalam satu detik. Lalu dia menekan ulang di bagian dada kembali.
Tak berapa lama Joy pun bernafas serta memuntahkan air yang sempat terminum. Sambil terbatuk-batuk Joy berusaha duduk. Pandangannya buram beberapa menit dan kembali normal
"Joy kau baik-baik saja," tanya Wasabi yang sudah basah kuyup seraya memegang kedua bahu Joy
"Wasabi," ucap Joy lirih seraya mengatur nafas
"Iya, aku baik-baik saja. Apa kamu yang menolongku?" tanya Joy
Tetapi Wasabi tidak menjawabnya. Dia hanya tersenyum sambil berucap, "Syukurlah,"
"Ayah, tolong bawa Joy ke rumah sakit," pinta Wasabi
Wasabi pergi mengejar penjahat yang lari entah kemana. Tetapi amarah Wasabi membuatnya dapat mencium jejak langkah penjahat itu. Penjahat itu kembali ke Park Hotel.
Mr.Vin tidak berani membangunkan klien yang dia tidurkan itu. Dia pun bergegas ke kamar dan segera berkemas. Disaat dia hendak keluar dan membuka pintunya.
Wasabi telah berada tepat di depan pintunya. Wasabi geram. Tangannya berubah membiru bercahaya dengan kilatan tak terduga.
Apa itu? Sepertinya kekuatan baru yang muncul karena dendam
"Mau lari kemana kamu," desis Wasabi
Wasabi lalu teringat dia memiliki kekuatan yang alirannya seperti listrik meskipun dia belum pernah mencobanya. Dan muncullah ide untuk melakukan percobaan terhadap Vin.
Diulurkan tangan kirinya ke arah Vin dan kemudian kekuatan listrik muncul dari tangan Wasabi memberikan setruman ke tubuh Vin.
Vin tersengat aliran listrik yang berasal dari kekuatan Wasabi. Wasabi menyetrumnya hingga pria itu hampir mati.
"Stop Wasabi! Kamu bisa membunuhnya," pekik suara wanita yang Wasabi kenal
Wasabi menghentikan kekuatan itu dan melepaskannya. Wasabi menoleh ke arah asl suara yang menghentikan dirinya. Vin terlihat lemas dan pingsan tergeletak.
"Alice. Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Wasabi