Detective Wasabi

Detective Wasabi
Virus Komputer



Di Kediaman Tuan Kiyoshi. Ada ruangan khusus miliknya yang disulap menjadi kantor. Juga ada bagian ruangan lain yang menangani masalah keamanan. Selain mengelola kampus, Kiyoshi adalah pebisnis.


"Bos... Ada seseorang yang berusaha menerobos informasi Anda," ujar anak buahnya yang berada di bagian keamanan. Ia menelepon Bosnya padahal mereka berada di satu rumah.


"Sudah ku duga. Jalankan rencana C lalu rencana B, biarkan mereka masuk lalu hancurkan," ucap Kiyoshi. Yang dimaksud adalah hancurkan lewat sistem komputer.


"Baik Pak," ucap anak buahnya yang bernama Bryan.


Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya. Bryan sengaja membiarkan seseorang yang berhasil membuka sistem keamanannya yang tak lain adalah Andi. Sebentar lagi pria itu akan masuk ke sistem dan membaca semua data mengenai Kiyoshi.


Namun disamping itu, Bryan terus menuliskan sebuah program perusak yang disebut Virus. Ia terus mengetik dan bergelut dengan waktu.




COMPLETED


Tertera tulisan completed yang artinya Virus berhasil dirancang. Bryan tinggal mengirim balik Virus tersebut agar masuk kedalam protokol IP. Bryan sudah tau dimana lokasi Andi.



"Pengiriman selesai Bos," tulis Bram pada pesannya dan kemudian ia kirim


"Kerja bagus Bryan," balas Kiyoshi lewat ponselnya


.


.


Sementara di Kediaman Emi. Layar monitor laptop Emi mendadak muncul guratan seperti pelangi, lalu berkedip-kedip. Secara bersamaan keyboardnya terasa panas, padahal Andi tidak sedang mencolokkannya ke stop kontak.


Bagian samping laptopnya, keluar asap dan percikan api tak berapa lama laptopnya pun meledak





Andi terkejut dan langsung lompat dari kursi, beruntung tangannya tidak terkena ledakan.


"Astaga! Kenapa bisa meledak begini? Padahal tadi aku bisa membuka proteksinya. Shiiit Sial!" umpat Andi.


Kemudian segera mencari handuk lalu membasahinya. Setelah itu ia membungkus Laptop yang terbakar tersebut agar api tidak menjalar.


Di Kediaman Pak Kiyoshi


Seorang pria yang baru saja bergelut dengan Andi lewat sistem komputer, tertawa keras


"Bry dilawan haha," tawanya renyah sembari memasang ekspresi sombong.




Setelah membereskan ledakan kecil di rumah Emi, Andi langsung menghubungi Wasabi. Untung saja rumah Emi sepi, kedua orang tua Emi telah tiada, hanya ada Paman yang sering kerja lembur dan selalu keluar kota.


"Sial Wasabi dan Emi tidak bisa dihubungi. Aku tidak bisa memantau mereka lagi," gumam Andi


Sementara itu Wasabi sudah berada di depan rumah Pak Kiyoshi. Mereka bersembunyi dibelakang mobil


"Dimana Pak Setya berada? Aku tidak bisa menghubungi Andi," bisik Emi karena mendadak sinyal ponselnya menghilang


"Aku juga tidak tahu. Kalau begitu biar Aku yang akan masuk. Kamu alihkan perhatiannya dengan pura-pura mencari Naomi," sahut Wasabi berbicara berbisik


"Oke," jawab Emi seraya menganggukkan kepala


Saat Emi mengetuk pintu. Seseorang membuka pintunya dengan lebar, hingga Wasabi dapat masuk dengan kekuatan tak terlihatnya.


"Selamat malam. Apakah Ini benar rumah Naomi," tanya Emi


"Hemm lya benar. Kamu siapa? Tengah malam begini mencari Naomi ada perlu apa? Besok saja. Naomi sudah tidur," ucap seorang wanita paruh baya dan dengan dandanannya yang tebal. Padahal ia sedang berada dirumah tetapi memakai riasan tebal seperti mau kondangan.


"Saya Avi, Saya sedang terkena musibah dan ingin. menginap disini sebentar saja boleh Bu?" karang Emi dengan ekspresi wajah memelas


"Maaf tempat ini bukan tempat penampungan orang miskin," ucap wanita paruh baya itu dengan sarkas


Wasabi masuk ke ruangan satu persatu. Ada pintu dan langsung berhadapan dengan tangga kebawah tanah.


Wasabi menerkanya dengan membatin, "Mungkinkah Ayah disana?"


Ada beberapa orang mengobrol dibawah ruangan itu. Ruangan itu tak kalah mewahnya dari ruangan di atas. Wasabi bisa melihat Setya sedang bermain Bilyard bersama Tuan Kiyoshi dan beberapa bodyguardnya yang berdiri di belakangnya.



"Haha Aku menang lagi," tawa Setya sembari memegangi perutnya yang masih sedikit celekat-celekit


"Rupanya lama tak bermain. Bilyard, malah membuat mu semakin mahir," puji Kiyoshi


"Aku sudah jago sedari lahir," canda Setya


"Bullshit," dan mereka tertawa bersama


"Apa-Apaan ini? Sandiwara apakah yang mereka mainkan. Kenapa Ayah ikut tertawa? Apakah Ayah terlibat?" batin Wasabi


Tak berapa lama ada seorang wanita menghampiri keduanya sambil menggerutu


"Sudah dibilang Naomi sudah tidur masih saja mengganggu," gerutu wanita itu


"Ada apa Cen sayang?" ucap Kiyoshi


Wanita paruh baya itu rupanya bernama Cen, namun tampak lebih muda dari Kiyoshi. Mereka sama-sama keturunan Jepang namun bukan orang tuanya yang Jepang melainkan Kakek dan Neneknya. Bisa dikatakan keturunan dari beberapa era.


"Ada seorang anak perempuan dia ingin menemui Naomi. Dia bilang ingin menginap disini. Aku usir saja dia. Aku takut dia penjahat.


"Siapa namanya?" tanya Kiyoshi


"Namanya Avi," ucap Cen


"Cen kamu jahat sekali mengusirnya, siapa tahu dia sedang benar-benar membutuhkan pertolongan," sahut Setya blak-blakan


"Aku memang jahat tapi itu semua untuk melindungi putriku. Meskipun dia hanya putri tiriku," Cen membela diri. Ia khawatir Naomi bergaul dengan orang yang tidak terdidik, licik dan miskin.


"Sudahlah tidak usah berdebat," Kiyoshi menengahi


Jadi Pak Kiyoshi menolong Ayah?, batin Wasabi yang masih bersembunyi menyelinap masuk


"Sama-sama Setya. Kamu hanya butuh obat khusus. Karena kita sama-sama korban percobaan mereka," ujar Kiyoshi


"Ku kira kamu sudah meninggal saat itu,"


"Aku juga hampir mengira kalau aku mati saat itu juga. Tetapi aku hanya pingsan lama, istilahnya mati suri. Aku tersadar kembali tapi kekuatanku menjadi musnah," jelas Kiyoshi


"Sabarlah sayang, jangan bersedih," Cen menepuk bahu Kiyoshi karena saat itu adalah saat dimana keadaan Kiyoshi sangat kritis.


"Terimakasih sayang," ucap Kiyoshi sambil tersenyum, ia melanjutkan ceritanya lagi. "Lalu aku mencuri botol yang berlabel Wasabi. Aku selalu memperhatikan saat kita kesakitan, mereka selalu menyuntikkan obat itu. Kemudian sakitpun hilang,"


"Jadi formula itu tidak ikut terbakar?" selidik Setya


"Ya, aku sempat mencurinya sebelum terbakar," aku Kiyoshi


Oh jadi Kiyoshi adalah teman Ayah yang ikut dijadikan bahan percobaan. Kalau tidak salah Ayah pernah mengatakan kekuatan yang didapat itu adalah menghilang. Rupanya dia tidak musnah. Wasabi berbicara dalam hati


"Tapi tetap saja aneh...Yang jadi pertanyaan, bagaimana dia bisa tahu jika Ayah di rumah sakit tersebut," Wasabi bergeming dalam hati)


"Kalau begitu aku pulang dulu Kiyoshi," pamit Setya


"Menginapkan disini dahulu kawan," pinta Kiyoshi


Setya menolaknya, "Maaf mungkin lain waktu saja. Sudah malam dan Wasabi pasti mencariku,"


"Ayolah menginap disini dulu. Telepon lah Wasabi dan katakan kau akan pulang besok," Kiyoshi memaksa


"Huh baiklah aku akan menginap disini. Tapi aku telepon Wasabi dahulu," Setya mengambil ponselnya kemudian


"Duh jangan... Aku lupa mematikan bunyi ponsel ku," pikir Wasabi kemudian ia menghilang dengan kekuatan teleportasinya


Sementara itu Emi mencoba Andi di luar rumah Naomi. Beberapa kali panggilan akhirnya tersambung juga. Sementara itu Wasabi muncul tepat disebelah Emi.


"Wasabi bikin kaget saja," Emi terkejut


" Ya," angkat Andi dari seberang telepon


"Haloo sayang bagaimana keadaannya apakah Aman," tanya Emi bertanya pada Andi lewat ponsel tetapi Wasabi yang menjawab karena dia tidak tahu jika Emi sedang menelpon.


"Aman Emi, Maaf aku harus menjawab telephone Ayah,"


"Emi leptopmu habis terbakar. Saat aku berhasil masuk dan ingin menyaring semua datanya. Tiba-tiba eror dan keluar asap, lalu dalam hitungan detik, Duor... Habis sudah," jelas Andi


"Apa!..."pekik Emi kemudian ia tersadar jika dirinya masih ada di depan rumah Naomi


"Kamu harus mengganti laptopku," lanjut Emi dengan suara pelan


"Mintalah pada pacarmu Wasabi," Andi mengira Emi dan Wasabi sudah berpacaran karena tadi Wasabi menjawab pertanyaan Emi


"Sayang... Hatiku masih milikmu,"


"Lalu apa yang kulihat tadi. Kedua bibir menyatu," Andi emosi ia berteriak lewat telepon hingga Emi menjauhkan ponselnya


"Maaf... Aku hanya khilaf. Aku juga tidak tahu kenapa aku menciumnya mungki karena ketampanannya. Sudahlah jangan cemburu. Aku mencintaimu," ucap Emi


"Cih.. cinta palsu,"


"Aku tidak bohong. Aku mencintaimu Andi," Emi terus berkata jika dirinya masih mencintai Andi


Wasabi masih berbicara dengan Ayahnya di telepon. Setelah selesai menelepon, Wasabi menghampiri Emi. Dan dia mendengar apa yang dikatakan Emi. Jelas sudah, Emi hanya mencintai Andi.


"Oh kamu sedang telepon...Andi?" terka Wasabi Emi menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Berikan ponselmu pada Wasabi," pinta Andi


Emi lalu memberikannya pada Wasabi


"Wasabi. Cepat pergi dari rumah itu. Aku rasa ada yang tidak beres. Pulanglah sudah malam. Aku mengkhawatirkan Emi," ujar Andi


"Oke. Aku akan pulang,"


Untuk kesekian kalinya Wasabi pulang kerumah Emi dengan menggunakan kekuatan teleportasinya. Benar-benar menghemat alat transportasi


Whuss


Sesampainya di rumah Emi. Andi menceritakan ulang kejadian sebenarnya


"Aku sempat melihat data informasi itu. Dia anggota militer yang juga pernah menjadi bahan peneletian," ujar Andi


"Aku sudah tahu itu barusan saat disana,"


"Ada satu informasi lagi yang pasti akan membuatmu terkejut," kata Andi yang membuat Wasabi langsung penasaran


"Apa itu?"


"Dia pernah menjadi Detective. Dia menjadi partner dengan seseorang saat aku hendak ingin membaca siapa namanya, tiba-tiba informasi itu hilang dan mereka mengirimkan virus hingga membuat laptop Emi terbakar,"


"Astaga Virus itu sampai meledakkan laptop. Benarkah Kiyoshi itu Shi, aku tidak tahu dia baik atau jahat. Lalu apakah Ayah aman disana? Aku tadi sempat mendengar mereka tertawa dan berbincang bersama. Tapi aku rasa semua aman-aman saja," ungkap Wasabi


"Mungkin ada baiknya kita menyelidiki nya dahulu Wasabi. Bukankah kamu pernah bilang kalau Tuan Paldo juga ingin membantu menyelidiki kematian Orang tuamu. Atau kita minta bantuan saja padanya," ucap Emi


"Biarkan aku berfikir. Aku butuh istirahat,"


"Istirahat lah dirumahku. Jangan disini," sahut Andi yang takut jika Wasabi akan menginap dirumah Emi


"Aku tidak mungkin menginap disini. Oke. Terimakasih Andi,"


Andi dan Wasabi pun pamit pulang.


_____________




Terimakasih sudah membaca Wasabi, comot aja Avanya kalo suka. Semoga ga pusing ya sama persoalan kasus, Karena authornya juga pusing bikinnya 🤣🤣🤣🤣


Salam Wasabi