Detective Wasabi

Detective Wasabi
Skateboard Girl



Sabtu sore, hari yang baik meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi hubungan Wasabi dan Ayahnya yang sempat terpisah dan mulai terjalin kembali.


Mereka ke Taman Kota berolah raga, lari mengelilingi lapangan. Banyak masyarakat ke taman itu dari balita hingga dewasa. Beberapa diantaranya berolahraga jogging, bermain sepeda, bermain bola, dan bahkan ada yang bermain skateboard di arena skate.


Setelah 15 putaran berlari, Wasabi kemudian berjalan kaki melihat sekeliling. Matanya tertuju pada seorang wanita berhijab dengan kamera yang di kalungkan dileher. Dia memfoto apa saja di taman itu.


Kemudian Ayahnya menyuruh Wasabi untuk duduk di bangku taman.


Tak berapa lama ada suara wanita meminta tolong


"Tolooong..jambret.." Wanita itu sambil ikut berlari mengejar penjambret


Wasabi mencari asal suara yang ternyata adalah wanita yang tadi dilihatnya sedang membawa kamera.


Mata Wasabi menangkap penjambret itu yang berlari kencang, Wasabi mengejarnya. Ingin rasanya dia berteleportasi, tapi tidak mungkin. Karena itu tempat umum dan sangat ramai. Bisa-bisa akan menggemparkan seluruh Jakarta dan menjadi berita yang menghebohkan


Dari arah belakang ada seseorang gadis yang memakai skateboard, dia membantu mengejar penjambret. Tak lama si gadis itu sudah dekat dengan si penjambret.


Si penjambret menuruni tangga dan ini memberikan kesempatan emas kepada gadis pemain skateboard itu. Si gadis melayang ke udara dan menghantam kepala penjambret dari arah belakang. Penjambret terjatuh tersungkur


"Daebak!" ungkap Wasabi takjub


"Hebat sekali perempuan itu," gumam Wasabi, tetapi dia seperti mengenali postur tubuh gadis itu


Si gadis pemain skate mengambil kamera dan memberikannya kepada si empunya


Wasabi penasaran dan ingin mendekatinya. Karena ia tidak jelas melihatnya dari kejauhan. Dia gadis berambut panjang dan memakai topi hingga menutupi wajahnya.


Saat Wasabi sudah dekat, si gadis pemain skate itu pergi bersama skateboard nya.


"Hey terimakasih sudah ikut membantu," ucap si pemilik kamera mendatangi Wasabi


"Ah iya, syukurlah kamera itu kembali," sahut Wasabi


Si penjambret terbangun dan kemudian pergi berlari sekencang-kencangnya. Dia melarikan diri.


"Huh payah, penjambret itu keburu pergi," gerutu Wasabi


"Tidak apa, yang penting kameraku selamat," ucap wanita itu. "Aku sepertinya pernah melihatmu. Dimana ya..."


"Maaf tapi aku rasa kita belum pernah bertemu." desis Wasabi


"Kamu Wasabi kan?" tanya wanita itu


"Hah darimana kamu tahu,"


"Kenalkan namaku Revanie. Kita satu kampus, tentu saja semua anak di kampus itu mengenalmu. Kamu hebat dan tampan,"


"Hmm jadi begitu. Maaf aku balik kesana dulu ya. Aku meninggalkan Ayahku disana, bye," pamit Wasabi


"Oh ok. Cepatlah kasian dia jika menunggu lama,"


Wasabi kembali ke taman.


"Bagaimana apakah penjambret ya sudah ditangkap?"


"Penjambret itu kabur, tetapi ada seorang gadis yang jago bermain skate. Dia berhasil menimpuk Penjambret dengan skateboardnya lalu mengambil kamera itu dan mengembalikannya, Dia hebat sekali," cerita Wasabi


"Haha bermain skate itu tidak mudah. Butuh keahlian khusus,"


"Ayah meragukan kemampuanku?" desis Wasabi, "Aku bisa bermain surfing itu pasti sama dengan bermain skateboard kan?"


"Kalau begitu buktikanlah. Aku akan membelikanmu skateboard," ucap Setya


"Jangan menghabiskan uangmu Yah. Aku akan membelinya sendiri," jawab Wasabi


Aku masih penasaran siapa perempuan yang hebat itu. Aku ingin belajar darinya, gumam Wasabi


Setya tahu jika Wasabi sedang mengagumi seseorang, dia pun menyuruh Wasabi kembali lagi ketempat itu di waktu yang sama. Wasabi menyetujuinya


.


.


.


Malam harinya di kediaman Wasabi


Setya membuka pintu, "Andi. Silahkan Masuk,"


Andi langsung mencium tangan Tuan Setya dan berkali-kali meminta maaf


"Paman Setya maafkan aku,"


"Maaf untuk apa?"


"Atas nama pamanku Franc Ichiro, Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Andi yang masih berdiri di depan teras


"Sudahlah. Masuklah. Dia sudah ditahan. Dia melakukannya dengan tidak sadar. Aku sudah mencoba memaafkannya meskipun berat," ujar Setya


"Mau apa kamu kemari," Wasabi berkacak pinggang dan berkata dengan nada sinis


"Wasabi. Maafkan aku...Wasabi," pinta Andi


"Aku tidak akan memaafkanmu," desis Wasabi


"Apa yang harus ku lakukan agar kamu memaafkan ku dan keluargaku?"


"Berhentilah meminta maaf.. Kawan," Wasabi lalu memeluk Andi. Sebenarnya dia hanya berakting berpura-pura marah


"Untuk apa meminta maaf atas sesuatu yang bukan menjadi kesalahan mu," timpal Wasabi


"Kita masih berteman kan?" tanya Andi


Wasabi tersenyum tipis mengiyakan pertanyaan Andi


"Tipis sekali senyummu, terimakasih Wasabi," ucap Andi


"Ini malam Minggu, Kamu tidak malam mingguan di rumah Emi?" tanya Setya


"Emi sedang ada acara keluarga. Saudara sepupunya mengadakan acara Aqiqah," sahut Andi sambil masuk kedalam rumah


"Seharusnya kau ikut bersamanya," sahut Wasabi


"Emi tidak enak dengan saudaranya jika mengajak orang lain. Kamu sendiri tidak kerumah Joy?" tanya Andi balik


"Uhuk Uhuk.." Wasabi terkejut hingga terbatuk-batuk


"Kenapa? Ucapanku benar kan hehe,"


"Siapa Joy. Laki-laki atau perempuan?"


"Tentu saja perempuan. Dia cantik dan selalu mengejar Wasabi,"


"Wah sudah punya fans ya anakku ini,"


"Paman Setya tidak tahu? hampir rata-rata perempuan dikampus mengidolakan Wasabi.Terutama si cantik Joy," ujar Andi


"Kenapa kamu senang sekali menjodohkanku dengannya?"


"Aku rasa kamu cocok dengannya. Sama-sama sombong dan keras kepala. Hahaha,"


"Sialan,"


Mereka bertiga pun bercanda tawa di ruang tamu hingga malam mencekam.


Keesokan Paginya. Wasabi lari pagi di sekitar taman. Jika pagi ini Wasabi tidak menemui gadis yang dimaksud, maka dia akan datang lagi ke taman itu pada sore harinya.


Wasabi ingin menemui gadis berskateboard kemarin. Dia hanya menandai topi dan warna skateboardnya saja.


"Hemm sudah lama aku di taman. sudah hampir siang. sepertinya dia tak kemari pagi ini. Aku akan kembali sore hari lagi," gumam Wasabi


Sebelum pulang pun, Wasabi membetulkan tali sepatunya. Tak berapa lama skateboard yang tak asing itu melewatinya..


"Hey tunggu," teriak Wasabi tapi orang yang dimaksud tidak menoleh ke arahnya


"Hey kamu, perempuan baju putih dengan skateboard," jelas Wasabi saat memanggil


Perempuan itu berhenti dan kemudian membalikkan badan. Wasabi tercengang melihatnya.


"Kamu..." seru Wasabi