
Wasabi pulang ke rumah dan melihat Setya asyik bercanda dengan Sill dan anak kecil itu di ruang tengah.
Wasabi berjalan menuju lemari es yang letak nya tak jauh dari ruang tengah, dimana mereka sedang bercanda ria.
"Kalian terlihat seperti keluarga," sahut Wasabi
Setya kemudian memberanikan diri berbicara pada Wasabi. Dia menggenggam tangan Sill dan memulai pembicaraan. Wasabi melihat Ayahnya menggenggam jemari Sill. Hingga kedua matanya terbelalak.
"Wasabi, Aku akan memberitahumu suatu hal. Ku harap Kau menyetujuinya," ucap Setya
"Aku dan Sill akan menikah," timpalnya lagi
Sill menundukkan kepala karena malu
Wasabi tersedak air minumnya hingga terbatuk-batuk.
"Uhuk-uhuk, hah apa? Benarkah?" tanya Wasabi sambil memasukkan kembali air botol minum ke lemari es
"Tentu Aku menyetujuinya. Ayah sudah 18 tahun menyendiri Ayah," ucap Wasabi
"Wah selamat paman, tante ku pikir kalian sudah menikah tadinya," ucap Bav
"Hey adik kecil, kenapa Kau beranggapan mereka suami istri? Apakah mereka melakukan hal aneh?" tanya Wasabi seraya menyelidik
"Ya paman tampan, tadi Paman tua itu mencium pipi tante Sill dan mereka berkata tentang cinta, lalu saat aku datang, si paman tua malah berkata jika mata tante itu kemasukan Debu," sahut Bav dengan polosnya
"Astaga Bav, jadi kau tadi melihat kami," tanya Sill
"Pffft Kau anak yang tidak mudah ditipu. Kau juga pintar," ucap Wasabi
"Ayah aku tak menyangka. Kau selalu jual mahal tapi nyatanya kau jatuh juga. Haha," ledek Wasabi
"Aku juga heran dengan diriku," aku Setya
"Haha, dan Sill haruskah aku memanggilmu dengan sebutan Mama sekarang? Astaga. Aku tak pernah menyangka memanggilmu Mama," kekeh Wasabi
"Hehe Wasabi jadilah anak yang penurut," sahut Sill
"Ya mama haha, lucu sekali. Sahabatku jadi mamaku. Selamat Ayah, kapan Kau akan menikah?" ucap Wasabi seraya menepuk bahu bagian kanannya
"Terimakasih Wasabi, Ah...," Setya menahan lukanya yang di tepuk-tepuk Wasabi dengan merintih pelan, tapi Wasabi mengetahuinya
"Kenapa bahumu Ayah?"
"Tidak apa, Aku kecelakaan tadi pagi,"
"Tidak, Kau bohong," Wasabi menatap curiga
"Ceritanya panjang Wasabi," ucap Sill yang mendapat tatapan tajam oleh Setya. Namun Sill tidak takut lagi. Dia lebih takut dengan keselamatan Setya, akan lebih baik jika Wasabi mengetahuinya.
"Kenapa masalah penting seperti ini tidak diberitahukan padaku?"
"Aku ingin Kau fokus pada kasusmu yang sedang Kau tangani sekarang," ujar Setya.
"Ayahku sudah tahu siapa pelakunya. Hanya tinggal mencari jejaknya saja," sahut Sill
"Ini yang tak aku suka, Ayah selalu menyembunyikan masalahnya pada ku. Ayah tak apa kan? Jika terjadi sesuatu padamu. Jangan sungkan untuk meminta bantuan ku. Aku anakmu kan," ucap Wasabi
"Ya Wasabi maafkan aku,"
"Sepertinya klien paman belum pergi jauh. Dia punya kekuasaan dan banyak orang yang melindunginya, pasti Dia akan merasa aman," ucap Bac
Pemikirannya dewasa sekali. Dia bahkan bisa berfikir seperti ini di usia kecilnya. Atau jangan- jangan anak ini di culik karena mereka sedang membutuhkan sesuatu. Yang mengandalkan kecerdasan anak ini. batin Wasabi
"Hei anak kecil. Siapa namamu?" tanya Wasabi
"Aku Bav, "
"Apa Kau tahu mereka menculikmu karena apa?"
"Aku tidak tahu tapi kudengar dari paman-paman disana, Aku ingin dijual ke luar negri," ucap Bav
"Oh begitu. Bav, Aku Wasabi. Kau akan ku kembalikan pada keluargamu. Sore ini, jadi bersiaplah,"
"ok paman tampan,"
"Oh ya Bav, paman ingin menanyakan sesuatu. Sebelum Mama mu meninggal, Mama mu sakit apa?" tanya Wasabi pelan
"Mama sakit jiwa, tapi mama ku belum meninggal Dia masih hidup!" ujar Bav
Apakah anak ini menderita traumatik sehingga menganggap Mamanya masih hidup, batin Wasabi
"Bagaimana keadaan nenek buyutku. Kemarin saat aku di bawa. Kulihat dia tertidur pulas di sofa, " tanya Bav
"Hemm Bav, yang tabah ya. Dan doakan yang terbaik untuk nenek mu. Beliau sudah tenang di Surga," jelas Sill
"Apa maksud tante? Nenekku masih hidup!"
"Kenapa, kenapa semua orang yang ku sayangi kalian bilang ada di Surga. Nenekku masih hidup. Mamaku juga masih hidup! Mereka selalu ada buatku!" pekik Bav seraya menangis dan pergi ke kamar membanting pintu
"Astaga malang sekali Bav, Dia terpukul sampai-sampai dia masih menganggap mama dan nenek buyutnya masih hidup," sahut Sill
"Dia juga belum tahu kalau Neneknya juga meninggal. Dia anak yang cerdas Wasabi. Sebelum ini dia menjawab soal teka-teki di buku itu dan Dia menjawab semuanya dengan benar," ujar Setya
"Ada kemungkinan Bav di culik karena ingin memanfaatkan kecerdasannya,"