Detective Wasabi

Detective Wasabi
HAPPY ENDING



Tiga Hari Kemudian


"Astaga anak gadisku jam segini masih tidur," pekik Noura yang kewalahan menghadapi Joy yang sering kesiangan


"Joy sayang....." ucap Noura sambil menggoyang-goyangkan badannya Joy


"Bangun Joy.. Hari ini Ayah Setya mau menikah. Kalau Kau terlambat datang malu lah!" ucap Noura


Joy masih tidur dan sedikit menggelayut manja pada gulingnya


"Ayo bangun! Joy!!! " teriak Noura melengkung hingga membuat Jig terkaget dan langsung duduk


"Jam berapa ini, " tanya Joy


"Tak usah tanya jam nanti kamu shock. Ayo buruan mandi. Kau pendamping mempelai wanita nanti. Jadi kamu harus di makeup. Itu periasmu sudah datang," ucap Noura


"Mommy tapi aku perlu tahu ini jam berapa,"


"10 menit lagi acaranya dimulai," jawab Noura


"Apa!!, Mommy kenapa gak bangunin Joy dari tadi," Joy langsung bergegas ke kamar mandi dengan berlari


"Huhhh, daritadi di bangunin juga, dasar" celetuk Noura


Joy lalu berlari ke kamar mandi. Dan kakinya terpeleset dan cling. Tiba-tiba Wasabi datang menangkap Joy yang hampir jatuh


"Huh dasar ceroboh. Untung aku datang," ucap Wasabi


"Wuh pangeranku datang tepat waktu," seru Joy


"Joy. Kamarmu baru saja di pel si mbak. Jadi terpeleset kan. Untung ada Wasabi," jelas Noura


"Wasabi, maaf ya Joy baru bangun," ucap Noura pada Wasabi


"Sudah ku duga pasti bangunnya lama. Cepatlah Joy! Aku kesini karena Ayah sudah mencari-cari mu," ucap Wasabi


"Ihh sana-sana keluar, lya lya ini mau mandi," joy lalu menutup pintu kamar mandi


Wasabi dan Mommynya Joy tertawa kecil. Mereka sengaja mempercepat jam agar Joy segera mandi. Jika tidak Dia akan lama bersiap.


Wasabi duduk di ruang tamu ditemani Mommy dan Daddynya Joy yang semuanya sudah tampil rapi dan siap berangkat.


"Wasabi. Bagaimana acaranya disana? Apakah perlu bantuan ku?" tawar Samy


"Sudah semuanya Daddy. Keamanan. juga diperketat. Tamu undangan hanya boleh masuk dengan sensor sidik jari dan bola mata. Jika semuanya sesuai dengan identitas yang tertulis. Maka mereka bisa masuk,"


"Jangan lupa periksa juga apakah mereka membawa senjata tajam atau pistol," ujar Samy


"Ya pasti Daddy. Hemm kalau begitu Wasabi duluan. Daddy ini Bai, dia akan mengawal kalian," sahut Wasabi seraya memperkenalkan


"Wasabi jika kami terlambat mohon tunggu sebentar ya. Hati-hati," ucap Noura.


Wasabi lalu mencium punggung tangan kedua orang tua Joy.


"Ya Mom, daddy Wasabi pamit,"


Whuuus


Wasabi kembali kerumahnya dengan teleportasi.


"Jika Ayah sudah siap kita berangkat sekarang" ucap Wasabi


"Wasabi, perasaanku tidak tenang. Huufff padahal sebelumnya, saat aku menikah dengan Alma aku tidak segugup seperti sekarang ini. Entah lah ada banyak hal-hal yang berkeliaran di kepala ku," ucap Setya


"Minum lah. Dan jangan memikirkan apapun"


"Apa Kau juga gugup?" tanya Setya


"Aku!? Untuk apa gugup haha," ucap Wasabi


"Haha baguslah, ya sudah ayo berangkat,"


Wasabi dan Setya mengendarai mobil Wasabi yang dihias dengan bunga-bunga. Pernikahan Ayah Setya dilakukan di rumah Sill. Sementara itu kamar Sill disulap menjadi ruang perias pengantin wanita.


Inspektur Hendra kini sudah naik pangkat menjadi Komisaris polisi menghampiri Sill, memandanginya lekat. Berat rasanya mengantar anak satu-satunya ke jenjang pernikahan. Yang sangat disayangkan adalah mendiang ibunya Sill tak dapat menyaksikan pernikahan putrinya.


"Apa kau sudah siap Sill?"


"Ayah, Iya aku siap," ucap Sill mantap


"Apa Kau senang?" tanya Hendra


"Ya ayah, aku senang. Sangat senang," ucap Sill memandangi Ayahnya yang terlihat sedih. Kemudian Sill memeluk Ayahnya


"Kenapa sedih? Aku menikah juga tetap akan main kerumah Ayah kan?" sahut Sill seraya melepaskan pelukannya


Dengan lama Hendra memandang Sill dan kemudian meneteskan air matanya.


"Kau cantik.. Cantik sekali seperti Ibu mu. Andai saja sekarang Dia ada disini, melihat mu menikah," ucap Hendra


Sill mengusap air mata Ayahnya. Kemudian Dia meraih tangan Ayahnya dan menempelkannya ke dada Ayahnya.


"Ibu akan selalu hadir disini.... Di hati kita," ucap Sill kemudian menyentuh dadanya sendiri


Tak berapa lama tantenya Sill yang bernama Missma, datang memberitahukan bahwa pengantin prianya sudah datang.


"Sill, Calon suamimu sudah datang," teriak Missma, Hendra menyeka air matanya dan bersikap seperti biasa


"Iya tante, terimakasih. Aku akan segera bersiap," ucap Sill


"Nanti Ayah panggil jika sudah saatnya, Ayah kebawah dulu


Komisaris Hendra pergi kebawah. Kemudian Tante Missma mendekati Sill dan berujar, "Masih ada waktu untuk memutuskannya Sill. Kau masih muda dan cantik. Dia seumuran Ayahmu! Tante kasian melihat mu,"


Missma tidak suka dengan Setya yang umurnya terlampau jauh dengan Sill


"Tante aku sudah menemukan hidup ku dan cinta ku," ucap Sill


"Tahu apa Kau soal cinta! Kau akan tahu jika sudah menikah nanti. Kesulitannya nanti saat Kau sudah tua. Dia sudah Renta sementara Kau masih membutuhkan dirinya, masih membutuhkan seorang pria yang perkasa, tapi dia tidak bisa. Lalu apa? Terpaksa Kau yang mengurus semuanya.....," ucapan Missma terhenti karena Sill memutusnya


"Stop tante! Jangan mencampuri pilihan hidup ku. Tau apa Tante soal umur, kehidupan? Memangnya Tante Tuhan? Yang terpenting di dalam rumah tangga itu ialah keikhlasan, kesetiaan dan aku mencintainya," ucap Sill dengan nada penuh penegasan


"Hah Kau kasar sekali," ucap Missma


"Sill tahu mana yang terbaik untuk sill," sahut Sill kemudian ia terdiam tak ingin berkomentar lagi dan merusak moodnya pagi itu


Tante missma pergi dengan perasaan sakit hati Dia pun punya rencana baru.


Wasabi dan Ayahnya datang disusul Joy dan keluarganya. Joy merasa aneh kenapa pakaian Joy berbeda dengan penerima tamu yang lain. Noura tersenyum dan berkata


"Ya beda lah sayang. Kan kamu nanti mengiringi mempelai wanita masuk," jawab Noura


"Yaudah kalau gitu Joy ke tempat pengantin wanita dulu ya Mom. Sebelum rame," ucap Joy


Tante Missma ikut menyambut Setya. Kemudian ia berbicara pada Setya dengan berbisik


"Kasihan Sill, dia masih muda cantik dan energik. Masak sih mendapatkan suami yang sudah tua. Duda lagi. Astaga Setya. Dimana akal sehat mu!" ucap Missma berusaha menggagalkan pernikahan Sill


"Hemm Maaf permisi," ucap Setya tak menanggapi, ia berlalu pergi dan masuk kedalam


"Huh selain itu Kau tidak sopan," ujar Missma lagi namun Setya sudah menjauh


Setya tak mau ambil pusing dia memilih menghindar. Kemudian Setya ke toilet. Di depan toilet ada beberapa yang mengantri dan beberapa bergosip, soal pernikahan beda usia. Dan perkataan mereka persis seperti tante Missma, tante nya Sill.


Ketika Setya mendekat. Mereka yang bergosip langsung membubarkan diri


"Separah itukah efeknya. ketika Sill menikah denganku, dia akan menjadi bahan gunjingan," gumam Setya


Sill berumur 22, Dan aku 38, kita terpaut 16 tahun. Seharusnya aku lebih memikirkan ini. Memikirkan dari sisi Sill. Batin Setya.


Sementara itu penghulu sudah menunggu kehadiran calon pengantin pria yang belum juga duduk dihadapannya


"Mohon tunggu sebentar, Ayah sedang ke toilet," bisik Wasabi kepada pak penghulu


"Ke toilet atau kabur pffft," cibir Missma mengundang perhatian orang-orang sekitar


"Missma jaga ucapanmu," sahut Komisaris Hendra


Sill yang masih menunggu di kamar, ditemani Joy, merasa khawatir. Dia takut tantenya akan berulah.


Dengan kekuatan blackholenya Setya ke kamar Sill.


"Mas Setya," ucap Sill yang terkejut


"Ayah, Ayah Setya jangan kesini. Kata orang tak baik bertemu calon wanita sebelum menikah," sahut Joy pelan


"Tapi ini lebih penting," ucap Setya


"Ada apa? Katakan. Jangan membuatku panik," sahut Sill


"Ini soal...Sill jawab pertanyaan ku sekali saja dengan yakin. Apa Kau yakin dengan pilihanmu? Apa Kau yakin dengan konsekuensi setelah menikah denganku?" tanya Setya


"Aku yakin! Dan aku tidak perduli apa kata orang. Yang menjalani itu kita. Dan yang bisa membuat bahagia aku itu adalah kita sendiri. Bukan mereka. Apa aku harus mati untuk membuktikan cinta ku?" ucap Sill


"Jangan Sill, Aku tak ingin kehilangan orang yang kusayangi lagi," ucap Setya tersenyum manis. Kali ini dia mantap dengan pilihannya


"Kita kebawah bersama ya. Aku ingin menemanimu," ucap Setya


"Astaga Ayah. Aku harus berkata apa. Bukankah Ayah seharusnya melakukan prosesi ucap janji dulu baru pengantin wanita datang dan mendampinginya," batin Joy


"Tapi, Joy yang akan mengantarku nanti kepelaminan," ucap Sill


"Yang menikah kita bukan? Kita akan membuat skenario yang tak pernah terlupakan. Aku yang ingin menjemput calon istriku ini," ucap Setya seraya mengulurkan tangannya


Deg Deg Deg


Astaga jantung ku.. Tatapannya tak bisa membuatku mengatakan Tidak batin Sill


"Iya. Ayo," ucap Sill menyambut uluran tangan Setya



Joy ikut turun kebawah


Wasabi terkesima bukan dengan Ayahnya dan Sill melainkan pandangannya jatuh pada Joy yang berjalan dibelakang Sill.


Prosesi ucap janji pernikahan dimulai. Sedari acara Wasabi hanya memperhatikan Joy.


Janji pernikahan terucap, sumpah setia mencintai dan menyayangi sampai takdir memisahkan sudah terucap. Dan ditutup dengan pemakaian cincin sepasang pengantin. Setya dan Sill resmi menjadi suami istri yang sah dimata hukum dan agama.


"Alhamdulillah akhirnya sah," seru Andi dan diikuti beberapa orang dibelakang


"Alhamdulillah," ucap Setya dan Sill


"Alhamdulillah Ayah, selamat. Akhirnya setelah 18 tahun menyendiri tanpa cinta. Do'aku semoga kalian bahagia," ucap Wasabi berbisik pada Ayahnya


"Alhamdulillah," Joy tersenyum dan membayangan jika itu dirinya dan Wasabi


"Wasabi Aku senang....eh kemana Wasabi tadi disampingku," gumam Joy


"Sayang ayo cepat berdiri dan berkumpul di depan. Pengantin akan melempar bunga," ucap Mommy


"Semoga Joy yang dapat he hehe..." gumam Joy


Semua wanita yang single ikut berbasis dan bersiap menangkap bunga dari pengantin. Mitosnya, siapa yang menerima bunga itu, dia yang akan menikah selanjutnya. Tante Missma yang merasa sebal karena rencananya gagal pun ikut berbaris didepan.


"Siap ya..." seru Sill


Bunga dilempar dan melayang, Joy menangkapnya kemudian bersorak gembira saat bunga itu jatuh ke tangannya


"Yeah yes.. Aku dapat. Aku dapat," seru Joy


Sill dan Setya tertawa melihat tingkah Joy.


Sementara diluar heboh, semua para tamu berbisik dan berlari kecil melihat ke depan


"Ada apa MoM..," tanya Joy, tetapi Mommy tidak menjawab


"Ada apa ini, Emi?" tanya Joy


"Joy Kau harus melihat ini.. Ada pria yang naik kuda putih," ucap Emi menyuruh Joy keluar


"Hah?? Tak berapa lama Joy keluar dari pintu rumah dan terkejut. Pria yang menunggangi kuda putih itu ternyata Wasabi.


"Wasabi??!" sahut Joy


Wasabi turun dari kudanya dan menghampiri Joy


"Kau pernah bilang, Aku akan menunggu laki-laki khayalanku yang berkuda putih dan menggagalkan pernikahanku dengan Riyan. Itu perkataanmu saat itu. Dan aku masih ingat. Tapi saat ini yang terjadi adalah laki-laki khayalanmu datang dan membawamu kepelaminan," ucap Wasabi


Kemudian, beberapa orang menyusun kursi dan meja untuk akad pernikahan di depan halaman rumah


Dalam sekejap di halaman depan itu sudah tersusun meja dan kursi dengan rapi. Penghulu, Tuan Samy dan saksi sudah duduk di tempatnya. Wasabi mempersilahkan Joy yang masih terbengong untuk duduk. Kemudian Wasabi duduk dan mulai mengucap janjinya.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu


Para saksi menjawab "Sah" dan ucapan 'sah' juga diikuti para tamu undangan


Setelah itu Wasabi menyematkan cincin di jari manis, tangan kanan Joy. Joy juga memakai kan cincin di jari tangan kanan Wasabi.


Puji syukur serta dia dipanjatkan setelahnya


Semua orang berkata 'Alhamdulillah' beberapa orang berkata 'Puji Syukur'.


Kemudian Joy berbisik, "Wasabi katakan padaku. Ini mimpi atau nyata?"


"Ini mimpi, mimpi yang indah," sahut Wasabi sambil mencubit hidungnya Joy


"Aww sakit!...ini berarti nyata?" sahut Joy yang masih tak menyangka. Pantas saja gaunnya berbeda dari gaun penerima tamu


"Selamat Tuan Wasabi dan Nona Joy. Sekarang Kau bisa dipanggil Nyonya Wasabi," sahut penghulu sembari menyalami keduanya.


Setelah selesai prosesi akad nikah, meja dan kursi kembali di angkat ke dalam oleh crew agensi.


"Selamat sayang ku. Jadi lah istri yang baik ya. Nurut sama suami," sahut Joura


"Joy, Daddy senang akhirnya Kau menikah dengan pria baik pilihanmu. Selamat nak," ucap Samy


Joy memeluk kedua orang tuanya, begitu pun Wasabi meminta restu pada keduanya


"Joy, akhirnya Kau jadi menantuku juga hehe. Selamat ya Joy, Wasabi, semoga keluarga kalian selalu diberkahi. Dan menjadi keluarga yang sakina, mawadah dan warahmah,"


"Ayah, selamat juga untukmu. Terimakasih," Joy menangis terharu


"Hey Joy. Selamat ya... Kau sekarang harus memanggil ku mama," ucap Sill


"Haha baik Mama muda.. Selamat ya mamaku," Joy mencium pipi Sill dan memeluknya


"Joy minta maaf mama, jika kemarin Joy sempat berfikiran buruk pada Mama. Hehe," timpalnya lagi


"Ya ku maafkan," ucap Sill


"Wasabi, Daddy titip Joy ya, bahagia kan dia," ucap Samy


"Mommy yakin Kau bisa menjaga Joy dengan baik. Wasabi, Joy sering-sering lah kerumah ya," sahut Noura


Wasabi menjawabnya dengan yakin, "Ya Daddy, mommy, Wasabi akan selalu membahagiakan Joy,"


"Mom, kayak mau pergi kemana aja. Ya pasti lah Joy akan sering-sering kerumah Mom," sahut Joy


"Kita ke gedung pernikahanmu sekarang ya. Daddy dan Mommy sudah menyiapkannya. Takutnya tamu undangan Daddy sudah kesana," ucap Samy


Ucapan doa dan selamat pun datang dari keluarga dan teman terdekat. Joy, tidak tahu jika hari itu akan diselenggarakan dua pernikahan sekaligus


Samy dan Mommy menyusul ke gedung pernikahan sementara Setya dan Sill juga akan menyusul karena harus berganti baju dahulu.


Wasabi mengajak Joy menunggangi kuda ke gedung pelaminan nya. Joy sedikit kesusahan tapi untung saja rok gaunnya melebar. Joy merasa Was-was takutnya jika Wasabi tidak bisa mengendarai kudanya.


Ditengah perjalanan, Joy sedikit kebingungan karena saat itu Wasabi bilang akan menikah seminggu setelah pernikahan Ayahnya tapi kenapa jadinya di hari yang sama.


"Aku berubah pikiran saat kita di China," ucap Wasabi


"Kapan? Kau hanya bilang 'sudah ku putuskan'," sahut Joy


"Ya sudah ku putuskan untuk mempercepat pernikahan kita," sahut Wasabi


"Kau ini, selalu penuh kejutan," ucap Joy


Wasabi dan Joy menjadi perhatian orang sekitar yang mereka lewati. Tak lama kemudian mereka sampai di gedung pernikahan Joy. Ternyata pestanya tidak dilakukan didalam gedung melainkan di taman halaman belakang gedung yang berumput hijau serta banyak bunga yang menghiasinya.


Wasabi turun dari kudanya, kemudian di susul Joy dibantu dengan Wasabi.


"Ayo kita naik ke panggung kecil milik kita," ajak Wasabi



Mereka berjalan ke tengah panggung pelaminan sambil berkata


"Ini indah sekali," ucap Joy


"Kau lah yang terindah," sahut Wasabi


Joy berbalik menatap Wasabi dengan rasa haru, senang dan tak terasa air mata kebahagiaan menetes.Wasabi menyeka air mata itu lalu mengecup mesra bibir Joy yang menggoda


Cup Muach..


"Hey Wasabi. Ada anak kecil disini," teriak Valent dari kejauhan saat sudah sampai di gedung taman belakang. Ia menutupi mata Bav saat itu


Wasabi mencium mesra istrinya yang tanpa disadari sudah ada beberapa tamu undangan yang hadir disana. Joy dan Wasabi sedikit malu dan tertawa kecil melihat Valent bersama dengan Bav. Dan juga beberapa orang yang sudah hadir. Valent mendekati mereka.


"Selamat buat kalian, semoga langgeng ya," ucap Valent


"Aamiin. Thanks Valent," ucap Joy dan Wasabi bersamaan


Daddy, Mommy kemudian datang. Tak berapa lama semua undangan hadir disana. Saatnya sesi pelemparan bunga pengantin. Joy membelakangi para wanita yang sudah berbaris untuk berebut bunga tersebut.


Hop


Ternyata Emi yang mendapatkan bunganya.


"Astaga aku?" gumam Emi tak percaya


"Wah Emi, semoga kau yang akan menikah selanjutnya," ujar Noura


Semua orang bertepuk tangan. Sementara Emi merasa tak yakin.


Tak berapa lama datang seorang wanita, ia tersenyum melihat tingkah orang yang berebutan bunga. Ia pun terbatuk. Batuk yang sangat hebat dan tanpa henti membuat semua orang menoleh padanya.


"Uhuk uhuk uhuk"


Setelah terbatuk-batuk, kemudian ia terjatuh dan tergeletak pingsan. Semua orang yang melihatnya menjadi panik


Bai mendekatinya dan memeriksa keadaannya.


"Inspektur Oka, dia sudah tak bernyawa.


Inspektur Oka adalah Inspektur baru yang mengganti kan posisi Inspektur Hendra. Dan jabatan Inspektur Hendra naik dua tongkat menjadi Komisaris Polisi


"Astaga, apakah dia tersedak makanan?"


"Tidak Dia baru saja datang, kemudian terbatuk dan...."


"Dia lissa teman kampusku" pekik Wasabi


"Kasus baru," gumam Komisaris Hendra


"A new case," seru Wasabi


THE END


TAMAT


TERIMAKASIH READER TERCINTA....AKU SAYANG KALIAN


SEMOGA KEHAULUAN KU MEMBUAT KALIAN TERHIBUR DAN IKUT MENIKMATI TEKA TEKI MISTERI YANG PENUH KETEGANGAN HEHEHE.


Salam Wasabi