Detective Wasabi

Detective Wasabi
Sang Penolong



"Cepat...! Kita tak punya waktu lagi," pekik seseorang yang berjalan cepat memimpin didepan.


Sementara orang yang menggendong Wasabi terlihat berjalan sedikit lamban, bukan karena keberatan melainkan ia menghindari api yang jatuh dan menyambar juga ada beberapa serpihan ternit yang mulai berjatuhan. Takutnya akan ada kayu yang roboh lagi.


"Api sudah mengepung, kita terjebak!" teriak orang yang menggendong Wasabi


"Letnan Arga," ucap seorang yang berjalan memimpin di depannya


"Siap Jendral Setya," jawab Letnan Arga, orang yang menggendong Wasabi


"Saya sudah bukan Jendral lagi,"


"Bagi saya, Anda adalah Jendral terbaik,"


"Sudahlah jangan berkata lagi. Aku akan segera membuat black hole. Masuklah segera," Setya menghentikan langkahnya.


Kemudian dia mengeluarkan kekuatannya. Tak ada semenit Black Hole siap di gunakan.


"Hah! Anda mempunyai kekuatan itu...?!"


Letnan Arga Okes tercengang. Dengan langkah berat sambil memikul Wasabi di punggungnya. Dia berjalan mendekati lubang penghisap yang bernama Black Hole. Matanya melebar sampai tak menyangka. Bahkan dia seperti bermimpi, mana ada manusia dijaman modern ini memiliki kekuatan ANEH? Tapi di depan matanya ini adalah sangat nyata


(Guys sekali lagi ini genre fantasi scifi sebenarnya ya, kekuatannya hasil buatan manusia, tapi dimasukkan MT ke genre kriminal. Harusnya editor baca lagi ni nopel wkwkw. Lanjut)


"Ayo masuk," titah Setya sambil mengarahkan tangannya ke


black hole


"Darimana komandan mendapatkan kekuatan itu? Dan bagaimana...? Letnan Arga masih tercengang. Dia pun sedikit enggan memasuki lubang hitam tersebut karena takut dan tidak tahu dia akan dibawa kemana.


Apakah masih hidup atau dia akan berada di dimensi khayalan ahh pikirannya berkecamuk


"Ceritanya panjang. Masuklah..." potong Setya


Letnan Arga Okes kemudian masuk bersama Wasabi yang sedang digendongnya. Dengan kepercayaan penuh berharap dia masih hidup. Setelah keduanya masuk, Setya menyusulnya sekaligus menutup lubang black hole miliknya.


Setya yang ternyata seorang mantan Jendral yang jabatannya dipensiunkan karena sebuah kasus yang memfitnah dirinya.


Mereka mendarat di sebuah apartemen milik Setya. Wasabi dibaringkan. Di kasur empuk. Letnan Arga masih memiliki banyak pertanyaan yang harus di jawab oleh Jendral favoritnya.


Namun saat ia membaringkan Wasabi di ranjang, Letnan Arga melihat netra mata Setya terpejam dan mengeluarkan sebulir air di pucuk matanya lalu menetes beberapa tetesan. Kemudian Setya membuka matanya dan terus memandangi Wasabi yang tergeletak di ranjang.


"Ini salah Saya, seharusnya Saya tidak melibatkan dia," ucap Setya


Letnan Arga mengambil bangku untuk Setya. Setya pun duduk, sementara dia memilih berdiri.


"Saya tidak tahu siapa yang telah melempar Bom, seperti ada agen lain yang juga menyerang wilayah itu. Saya berterimakasih atas. bantuan Jendral Setya karena telah memberi tahu kami tentang komplotan mafia ini," timpalnya lagi


"Astaga Sudah saya bilang, panggil Setya saja. Saya sudah lama dikeluarkan dari militer. Saya percaya padamu Letnan, kamu mampu menangkap mereka. Karena, polisi lainnya tidak ada yang berani menangkap mereka,"


"Sekarang anak ini pasti membenci Saya. Saya akan ceritakan darimana kekuatan saya berasal,"


Dan Setya mulai bercerita mengenai kekuatannya. Letnan Arga sampai tercengang mendengarnya. Para reader nanti saja ya dikasih tahunya.


"Seharusnya Saya bicara dengan Wasabi dahulu. Kalau eksperimen yang dilakukan saat itu hanyalah jebakan untuk mengetahui siapa yang membunuh Orang tuanya. Tapi Saya tidak tau keberadaan Wasabi dan juga terpaksa pura-pura bekerjasama dengan Ratu Mafia. Saya tidak akan pernah bertemu Wasabi kalau bukan karena mafia itu," jelas Setya


"Jadi sebenarnya tujuan Anda menemukan pelaku pembunuhan kedua orang tuanya? Tapi karena Anda tidak tahu dimana Wasabi, Anda pun memakai mafia?"


"Ya," Setya menganggukkan kepala kemudian melanjutkan ucapnya lagi.


"Saya curiga pembunuh itu pasti mengincar kekuatan Wasabi hingga mengancam keselamatan orangtuanya. Dan Saya juga akui, Mafia itu hebat dalam mencari orang hilang," jawab Setya


"Lalu... Apakah Dokter Lee tidak curiga pada Anda?"


"Tidak...Dan kecurigaan saya semakin mendekati benar ketika Dokter Lee mengatakan bahwa enam tahun yang lalu, ada seseorang yang mengajaknya untuk meneliti sebuah kekuatan hasil buatan eksperimen. Saya pun mengatakan jika Wasabi memiliki kekuatan itu. Sebenarnya saya tidak tahu apakah anak ini, memiliki atau tidak. Lalu saat Wasabi berada dalam kapsul eksperimen Dokter Lee mengatakan jika dia memiliki kekuatan aneh dalam tubuhnya. Lalu Dokter Lee terus menanyakan dari mana Saya tahu soal Wasabi," Ungkap Setya


"Sebaiknya Anda berhati-hati dengan Dokter Lee,"


"Ya Saya harus berhati-hati dengan Dokter Lee. Bisa saja dia masih berhubungan dengan orang itu,"


"Kenapa Anda menyelidiki kasus enam tahun yang lalu. Yang tidak pernah terpecahkan ini?" tanya Arga


"Karena Saya merasa tidak becus dalam melindungi seorang agen detektif, kedua orang tuanya detektif. Saya ingin menebusnya dengan mencari tahu kebenaran itu,"


"Tidak tidak.. Saya melihat tidak hanya itu. Ayolah... begini saja. Kita rubah sapaan Aku - Kamu. Aku tidak hanya mantan bawahanmu juga kan? Aku juga sahabat mu," ujar Letnan Arga yang langsung mengubah panggilan.


"Oke..." ucap Setya tersenyum dan menatap Arga dengan sedikit ragu. "Kamu yakin ingin mengetahui alasan sebenarnya?" tanya Setya


"Ya... karena kamu sudah dua kali menolong Wasabi. Saat dia tertembak dan saat dia terjebak api dan reruntuhan karena ledakan bom,"


"Wasabi adalah anak kandung ku," ucap Setya


"Hah?" Arga terkejut dengan mata terbelalak kaget. Ia tidak menyangka. Tidak ada yang tahu soal pernikahannya dan keluarganya



Visual Setya