Detective Wasabi

Detective Wasabi
Hampir Jadi Korban



"Biadab sekali orang yang membunuh anak Saya!' pekik Walikota


"Inspektur tolong kerahkan semua orang untuk mencari pelakunya! Satu hari! Anda harus mendapat kan pelaku itu! Jika tidak Saya akan mengganti posisi Anda!" ancam Walikota


Walikota itu sedang murka melihat kondisi anaknya. Setelah memberi intrupsi, walikota pun pergi meninggalkan Inspektur Hendra


Inspektur Hendra duduk dengan kondisi lemas dan pasrah dan bersandar pada Wasabi. Satu hari mencari pelaku yang benar saja.


"Wasabi, siapa menurutmu pelakunya?"


"Aku curiga pada satu orang antara Valent atau Vera. Ini hanya sekedar dugaan,"


"Vera? Adiknya Valent? Bukankah dia sudah meninggal?"


"Ya tapi menurut Bav, mamanya masih hidup jadi aku berfikir. Mungkin saja Valent yang sekarang adalah Vera. Tapi jika itu salah. Berarti Bav memiliki kondisi psikis yang perlu diobati. Karena dia masih tidak rela jika orang sekitar ya pergi meninggalkan Dia. Tentu saja ini baru dugaan karena aku belum ada bukti," ucap Wasabi


"Jika sudah begini Aku sudah tak dapat berfikir lagi. Perutku lapar," gumam Inspektur Hendra


"Makanlah Inspektur. Andy telah membuat sistem spy kameranya kembali. Dan malam ini aku ingin ke rumah sakit. Kali ini Emi juga ikut membantu Andy,"


"Rumah sakit? Dia masih belum pulih juga?" tanya Inspektur Hendra


"Belum, kakinya patah dan itu perlu perawatan lama apalagi saat itu kaki Andi sempat bengkak jadi untuk memasang gips harus menunggu bengkaknya pulih. Tapi sepertinya besok. Dia bisa pulang," ucap Wasabi


"Bagus lah. Andi dan Emy adalah tim terbaik yang Kita punya," sahut Inspektur Hendra


Wasabi pamit pulang untuk membersihkan dirinya dan makan malam. Setelah itu segera meluncur ke rumah sakit. Kali ini Dia tidak memakai kekuatan teleportasinya. Tetapi dia mengendari sepeda motor yang sudah lama tak dia pakai.


Wasabi memilih jalan tikus agar lebih cepat sampai. Di tengah perjalanan saat berbelok, Wasabi menyerempet seseorang yang tiba-tiba menyeberang saat motor Wasabi berbelok.


Ia pun turun dan segera menghampiri seseorang yang ternyata dia kenal


"Naomi Kau tak apa-apa?" tanya Wasabi


"Wasabi, Siku ku lecet sedikit. Tapi tak apa," ucap Naomi


Terlihat bungkusan plastik berisi beberapa pakaian tas dan sepasang sepatu terjatuh. Wasabi membantu mengambilnyabenda yang terjatuh lalu membantu Naomi berdiri.


"Kau dari mana? Mau ku antar pulang?"


"Aku dari tempat gallery yang baru akan dibuka. Lalu pulangnya aku mampir mengambil pakaian dari tempat laundry. Karena malam jadi aku buru-buru pulang dan tidak memperhatikan jalan. Maaf ini salahku," sahut Naomi lemah lembut


"Hemm jika Kau tidak keberatan mengantarku, terimakasih, "


"Tidak sama sekali Naomi, ku antar pulang saja. Ini sudah malam. Dan jalanan ke tempatmu sangat sepi bukan? "


"lya sangat sepi dan gelap. Aku masih ingat, saat pertama kali Kau mengantar ku pulang, di jalan ini. Aku juga ingat Kau mengatakan perasaanmu."


Hemm Naomi dia lembut sekali. Dari pertama ku jumpa sampai sekarang. Dia masih Naomi yang lembut. Kalau di pikir-pikir, dulu Aku terpesona dengan Naomi tapi kenapa hatiku memilih Joy. Cinta itu susah di tebak. Joy apakah dia betul marah. Dia belum juga menghubungiku. batin Wasabi


"Wasabi kenapa kau diam aaja," tanha Naomi.


"Eh maaf memangnya kamu bilang apa? Naiklah ke motor " tanya Wasabi


Naomi lalu naik motor Wasabi. Dan Wasabi melajukan kendaraannya dengan pelan.


"Aku bilang iya jalanan itu sepi, dan aku juga ingat saat itu kamu bilang kalau kamu suka aku kan? tanya Naomi sedikit malu


" Ah tidak, mungkin kamu salah dengar," jawab Wasabi mengelak


"Ngomong-ngomong tadi Kau bicara soal galeri? Galeri lukisan?"


"Iya Wasabi. Aku mendapat undangan untuk pembukaan galeri itu. Sebenarnya itu di tujukan untuk Almarhum Mama ku. Karena mama ikut berdonasi jadi aku mewakili atas namanya," ucap Naomi


Terlihat Nyonya Cen orang baik dan sangat dermawan, tapi kenapa ada orang yang membunuh. batin Wasabi


Naomi yang diam-diam tertarik dengan Wasabi pun mengambil kesempatan untuk memeluk Wasabi dari belakang


"Naomi, bisa kah Kau melepaskan pelukanmu. Aku membawa kendaraan ini dengan pelan. Kau tidak akan terjatuh, " sahut Wasabi


"Tapi ini pertama kali ya aku naik sepeda motor. Jadi Aku takut," ucap Naomi beralasan sedikit bohong


"Tapi aku jadi kesulitan bernafas," Wasabi beralasan juga


Karena takut Wasabi marah, Naomi pun melepaskan pelukannya segera. Sesampai di depan rumah Naomi. wanita itu berterima kasih


Wasabi kembali menjalankan motornya ke arah rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit. Wasabi menanyakan soal kabarnya dan juga soal program rancangan Andi yang terbaru


" Aku membuat program pengenalan wajah. Kita hanya menampilkan foto orang tersebut dan program akan berjalan mencari dengan automatis rekaman yang menampilkan foto wajah tersebut," ucap Andi


"Wow itu keren. Kau sangat cerdas Andi," ucap Wasabi


"Wasabi jangan memuji terlalu jauh. Tapi program ini belum sempurna. Jika Aku memasang foto seseorang dengan memakai jumper yang menutup wajahnya, maka akan muncul banyak rekaman cctv orang yang berjumper,"


"Lalu apakah pembunuh yang Emi lihat itu terlihat di cctv?" tanya Wasabi


"Tidak, tapi kita mendapat kan sesuatu. Aku mencoba pencarian dengan menggunakan foto korban. Sebentar agar Kau juga melihatnya," ucap Emi


"Lihat ini, Tom pemain baseball itu tertangkap kamera CCTV sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita di sebuah sudut. Dan kita pernah bertemu dengannya. Wanita itu memakai jumper,"


"Apa itu? Valent?"


"Ya, jika dilihat dari postur tubuhnya dengan Tom. Dia tinggi dan sesuai dengan orang berjumper itu. Yang tidak aku mengerti jika pelaku itu adalah wanita. Lalu kenapa dia bersuara pria,"


"Bisa saja dia memakai alat pengubah suara yang tersimpan dibalik maskernya itu. Tapi kenapa saat itu dia bilang tidak mengenal tom?"


"Rekaman ini berlokasi di sebuah lapangan baseball. Tanggal dan waktunya sehari sebelum Tom terbunuh," jelas Andi


Andi, Aku pinjam komputer mu sebentar. Aku ingin meretas ponsel milik korban-korban itu sekalian Aku melatih kemampuan ku di bidang ini.


"Oke, Aku juga ingin tahu seberapa pintar Kau setelah Ku ajari kemarin, "


"Tak berapa lama. Wasabi menemukannya banyak pesan untuk Tom dan itu ada di ponsel milik Valent. Mungkin Tom sudah menghapus pesannya," ucap Wasabi


"Kita bisa mengembalikan pesan yang telah di hapus. Begini caranya, asal kan email mereka aktif dan masih terhubung di ponsel. Kecuali jika Kau mempunyai ponselnya langsung. Itu akan jauh. lebih mudah,"


"Aku membawa semuanya,"


"Haha jadi Kau telah menyiapkan sebelumnya. Apa Kau dari kantor polisi tadi," ucap Andi


"lya, Inspektur Hendra mengatakan cepat kembalikan haha,"


Benar ada pesan yang terhapus. Dan itu sudah agak lama. Sebulan sebelumnya, Valent mengirim pesan kepada Tom akan mentattoo beberapa bagian dari tubuhnya. Dan tattoo ini. adalah tempat langganan Tuan muda Gio. Hohoho Wasabi lihat ini. Ini ponsel milik Tuan muda Gio. Dia menyimpan nomer Valent dengan nama pacar. Nomernya sama dengan milik Valent. Dan ada pesan mesra dengan seseorang bernama Mawar, ini bukan Mawar psikopath itu kan?" tanya Andi


"Jangan-jangan ini adalah cinta segitiga. Apa pesannya?" tanya Emi


"Pesannya adalah Gio mengajak Valent dan Tom liburan di Bali. Pesan ini sudah lama, sebulan yang lalu.Tapi tak ada pesan untuk janji bertemu pada hari Gio dan Tom tewas," ucap Andi


"Ini masih juga belum bisa di katakan sebagai bukti pembunuhan. Tapi aku teringat saat aku menunjuk kan wajah Tom dan Gio pada Valent saat aku mengintrogasinya. Dia bilang tak mengenal mereka. Ini bisa jadi bukti untuk menyudutkan Valent," ujar Wasabi


"Kalau begitu kita selidiki dulu pencarian di ponsel dan cctv ini. Paling tidak kita bisa mencari tahu lewat orang sekitar saat itu," sahut Wasabi lagi


"Oke, ini bagian ku dan Andi" ucap Emi


"Terimakasih Andi, Emi,"


Setelah itu Wasabi pergi untuk mengamati sesuatu di lorong. Saat berjalan ke lorong, Wasabi


mengamati bagian atap lorong rumah sakit. Dia berfikir mungkin saja pelaku itu melewati atap.


Kemudian, Wasabi melihat pembantu yang pernah bekerja dirumah Naomi.


"Hemm maaf apakah kita pernah bertemu? Apa benar Anda yang bekerja di rumah Tuan Kiyoshi?"


"Oh iya benar, Anda detective yang pernah menanyakan informasi kepada saya itu kan? Tapi


saya sudah tak bekerja disana lagi," ucap pembantu itu


"Iya bi, benar. Saya Wasabi, hemm siapa yang sakit?"


"Anak majikan saya yang baru, opname karena tipus. Ini saya disuruh menjaga anaknya," sahut pembantu itu


"Oh ya ada yang terlupakan. Mumpung Saya bertemu bibi disini bolehkah saya bertanya sedikit?"


"Oh silahkan, "


"Naomi memberhentikan semua pembantunya karena alasan apa? Karena saya lihat. Sepertinya Dia bukan lah orang yang kesusahan. Nyatanya Nyonya Cen sering berdonasi sebuah panti, rumah sakit dan mungkin beberapa tempat yang kita tidak tahu," ucap Wasabi


"Jadi begini, Non Naomi itu butuh uang untuk kuliahnya. Dan Dia memberhentikan semua yang bekerja di rumah itu. Saya juga sering mendengar Nyonya Cen dan Naomi berbiara soal biaya biaya.


Saat mereka berbicara itu Saya tidak jelas biaya apa, dan saya baru tahu kemarin saat non memberhentikan pekerja di rumahnya. Non Naomi bilang kalau dia banyak butuh biaya untuk kuliahnya. Karena Ayahnya saat ini berada di tahanan. Sedangkan penghasilan Nyonya Cen tidak seberapa. Maka dari itu Dia memberhentikan semua pekerjanya. Karena takut tidak bisa membayarnya," ucap Pembantu Naomi


"Oh begitu,"


"Apakah ada hal aneh yang Anda temukan di rumah atau kamar Nyonya Cen. Atau sesuatu yang berharga yang menjadi incaran orang. Dan tahu kah Anda pernah melihat kapan terakhir kalinya Nyonya Cen bertemu dengan orang lain," tanya Wasabi


"Tidak ada yang Aneh. Saya tidak tahu kapan terakhir Kalinya Nyonya berhubungan dengan orang luar. Karena saat hari dimana Nyonya Cen tewas. Saya sedang cuti," ucap mantan pembantu itu


"Saya malah kasihan terhadap janin di dalam perut Nyonya Cen," ucap Pembantu Naomi


"Apa?"


Tak berapa lama Artisya memanggil Wasabi dari kejauhan. Wasabi menoleh ke arah yang memanggilnya.


"Maaf Nak Wasabi, Saya sudah ditunggu majikan saya. Jika ada yang ingin ditanyakan lagi. Anda bisa menemui Saya lagi. Saya permisi dulu," ucapantan pembantu tersebut.


"Oh i lya terimakasih bi, maaf sudah menyita waktu Anda,"


Pembantu itu pergi dan Wasabi pergi ke arah Artisya.


"Kau ingat pernah bertanya kenapa di lorong ini tidak terpasang CCTV," tanya Artisya


"Ya, lalu?"


"Aku mengeceknya dan ternyata di dalam laporan itu ada 6 unit yang terpasang termasuk dipasang dilorong ini,"


"Aneh, lalu siapa yang bertanggung jawab dengan pemasangan tersebut," ucap Wasabi


"Satpam Izuna yang bertanggung jawab. Tapi Dia pun sama seperti ku, lupa akan pemasangan itu,"


"Lalu ada siapa saja yang memasang kamera itu" tanya Wasabi


"Ada tiga teknisi. Dan mereka semua teknisi yang dipercayaan rumah sakit ini." jawab Artisya


"Satpam Izuna pasti sudah pulang, bisakah aku minta alamat satpam Izuna serta tiga tekhnisi itu"


"Aku sudah menduga Kau akan meminta alamat atau nomer telepon mereka, makannya aku menyiapkan ini," ucap Artisya seraya menyodorkan catatan kecil kepada Wasabi


Wasabi segera meluncur ke rumah tekhnisi dan satpam Izuna. Setelah menemui 3 teknisi itu, dan terlihat mereka tidak berbohong. Selanjutnya Wasabi pergi kerumah satpam Izuna.


Pukul 20.30 Malam


Rumahnya rame sekali, seperti sedang merayakan sesuatu. Wasabi masuk ke halaman rumah dan memarkirkan motornya.


Kemudian Dia mengetuk pintu yang terbuka lebar dan terdengar suara musik yang keras dari dalam.


Wasabi berteriak memanggil satpam Izuna, dan mengetok pintu rumahnya, tapi tak ada yang menjawab. Dia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Satpam Izuna terlentang dibawah lantai dan kejang-kejang dengan mulut berbusa. Wasabi segera membawanya kerumah sakit


"Oh tidak! Wtf Hei hei bertahanlah," sahut Wasabi


Praaang.


Terdengar suara piring pecah dari dalam dapur. Wasabi melesat cepat dengan kekuatan teleportasinya. Tapi tak ada orang di dapur.


Wasabi lalu segera menuju jendela yang terbuka dan melihat apakah ada orang yang keluar dari jendela itu. Tapi Dia kehilangan jejak. Jika saja Dia tak terpikirkan keselamatan Satpam Izuna. Wasabi sudah mengejarnya saat itu juga.


Dirumah Sakit.


Satpam Izuna segera di tangani. Wasabi lalu menyuruh Andi untuk mengecek di sekitar rumah Izuna, barangkali ada CCTV yang menyoroti rumah itu.


"Satpam Izuna pasti mengetahui sesuatu, " ucap Andi


"Ya bisa jadi, atau dia salah satu orang suruhan. Semoga bisa di selamatkan," sahut Wasabi


"Aku semakin penasaran dengan terbunuhnya banyak orang. Tak pusing kah kau dengan banyak teka teki yang belum disatukan? Reader saja mengeluh haha,"


"Aku jadi terpikir. Kecelakaan yang terjadi padamu" ucap Wasabi.


"Memangnya kenapa"


"Dia mungkin tahu tentangmu dan agar kepintarannya dalam meretas CCTV bisa jadi ia ingin melenyapkan mu. Tapi, hanya dugaanku saja," ucap Wasabi