Detective Wasabi

Detective Wasabi
What Can I Do



"Wasabi....! Toloong Aku!!"


"Apa kau mendengar ku? Tolooong aku Wasabi..!"


Suara teriakan seorang wanita yang sangat khas, suaranya sedikit serak seperti Dewi persik, siapa lagi kalau bukan Joy. Suara itu bergema di telinga Wasabi saat pria itu tertidur. Ia pun langsung membuka matanya dan melihat sekeliling.


Wasabi masih terbaring tidur dikamar Andi. Dengan nafas tersengal-sengal dan tubuh berkeringat, dia kemudian duduk.


"Hanya mimpi. Huft. Joy masuk ke dalam mimpiku dan dia meminta tolong. Apakah ini pertanda dia memang dalam bahaya?" gumam Wasabi


Setelah itu ia baru menyadari jika Andi tidak ada di kamarnya. Wasabi lalu keluar kamar mencari minum dan pergi ke arah dapur.


Saat menuangkan air minum ke dalam gelasnya, Wasabi melihat lampu yang masih menyala di salah satu kamar. Wasabi ingat Andi pernah mengatakan itu kamar Om nya yang jarang pulang ke rumah. Wasabi segera minum sampai habis lalu kembali ke kamar.


Tiba-tiba ada suara orang berkelahi dari kamar itu. Pukulan dan makian saling bersahutan, membuat Wasabi penasaran lalu mendekatinya. Sebenarnya tidak sopan jika menguping pembicaraan mereka. Tidak jelas apa yang mereka bicarakan.


"Maaf Om aku tidak akan ikut campur. Aku janji. Aku tidak tahu kalau itu kau. Tolong jangan berisik. Aku tak ingin membangunkan Wasabi," ucap Andi


Wasabi pun penasaran siapa Om nya ini dia lalu mengintip dari lubang kunci, karena jika dia menggunakan teleportasinya mungkin akan ketahuan oleh Andi.


"Siapa dia? Nampak asing dan aku tidak mengenalnya," gumam Wasabi


Lalu terlihat dari lubang pintu tersebut jika Andi berjalan mendekati pintu


"Ah Andi datang. Aku harus segera kembali ke kamar," pikir Wasabi.


Dengan kekuatan teleportasinya dia menghilang, dalam hitungan detik dia sudah berada di kasur Andi.


"Sial. Aku berada diposisi yang salah," gumam Andi pelan


Wasabi pura-pura terbangun, "Andi..." panggil Wasabi kemudian beranjak duduk


"Hoooamm," Wasabi pura-pura menguap dan mengucek matanya


Andi berjalan malas menuju kursi belajarnya. Ia tidak menjawab pertanyaan Wasabj


"Tidak Wasabi. Aku tidak tidur. Aku sedang terlibat masalah,"


"Masalah? Masalah apa?"


"Aku...Hemmmh. Maaf Wasabi aku tidak bisa menceritakannya, ini aib keluarga ku. Tapi bisakah kau pulang sekarang. Aku tak bermaksud mengusir mu. Tolong jangan salah paham," sahut Andi yang kemudian menyuruh Wasabi pulang


"lya... Aku mengerti. Baiklah aku akan pergi,"


Wasabi lalu mengambil ranselnya dia letakkan diatas meja belajar, setelah itu ia pamit dan pergi dengan kekuatan teleportasinya.


Sedangkan Andi menangis meratapi nasibnya.


"What can I do ?!" Apa yang harus Aku lakukan agar dia memaafkan ku?" gumam Andi


"Wasabi...." Andi menangis


"Oh My God,"


Andi lalu mengumpat kata-kata kotor setelahnya dan memakai dirinya sendiri.


.


.


.


Wasabi berada di atap rumah orang lain yang tidak ia kenal. Lebih tepatnya dia berada di seberang kantor Mamanya dahulu. Untuk saat ini sepertinya tempat itulah yang aman. Untuk menghindari jika ada penyerangan secara dadakan dirumahnya sendiri. Maka atap rumah orang lain pun bisa jadi tempat istirahatnya.


Wasabi mengamati dengan saksama, kantor milik Mamanya yang ada didepannya kini


"Aku seperti pernah melihat kantor ini sebelumnya, atau ada disebuah foto? Tapi aku lupa melihatnya dimana," gumam Wasabi


Wasabi merebahkan tubuhnya diatas genteng, dan menatap bintang. Merangkai potongan-potongan puzzle teka-teki masalah hidupnya