Detective Wasabi

Detective Wasabi
Pengakuan



"Katakan Letnan Arga. Anda satu-satunya saksi mata yang melihat langsung disini. Dan Anda juga yang menutupi semua ini. Sebenarnya Anda juga sudah tahu kan kalau Pak Setya dan Nyonya Alma pernah menikah dan memiliki anak, yaitu Saya," Wasabi berkata dengan lirih


"Baiklah, saya akan mengaku dan menceritakan apa yang saya ketahui," ungkap Arga seraya menunduk mengakui kesalahannya.


Arga mengakui kesalahannya yang telah menutupi kasus tersebut. Setya, Kiyoshi dan Franc adalah sahabatnya. Ketiganya tentara dan Arga adalah polisi. Awal mereka bertemu di Mabes Polri Jakarta, saat para tentara membantu mengamankan Mabes Polri yang di demo Masyarakat. Sejak saat itu mereka bersahabat.


Ketiga sahabatnya korban penelitian ilegal, sebelumnya ada banyak korban yang menjadi percobaan. Namun semuanya tewas. Franc dan Kiyoshi adalah percobaan gagal, efeknya berimbas ke diri mereka. Rasa sakit yang menyerang lebih parah dari orang sakau. Rasanya hampir diambang kematian.


Hanya dengan menyuntikkan cairan bernama Wasabi, tubuh mereka menjadi membaik. Satu kali suntikan berjangka panjang. Untuk itulah Kiyoshi yang berhasil kabur, memiliki ide untuk mengambil semua formula Wasabi. Ia dibantu oleh Franc. Tak berapa lama ledakan terjadi di laboratorium itu dan menewaskan banyak peneliti.


Kiyoshi jenuh dengan formula yang terus menerus disuntikkan ke tubuhnya saat sakitnya kambuh. Lantas ia menemui Dokter Lee meminta dirinya untuk menetralkan kembali tubuhnya. Dokter Lee lantas menghubungi Prof Han , langkah apa yang harus di perbuat. Prof. Han tidak sanggup membuat formula itu, karena bahannya yang bernilai milyaran telah meledak. Ia pun menyuruh Kiyoshi untuk mengambil darah korban yang berhasil dalam uji coba. Yaitu Setya, hasilnya akan lebih baik lagi jika digabungkan dengan gen keturunan nya yaitu Wasabi.


Kiyoshi pun meneror Setya dan keluarganya. Dia juga ingin menculik Wasabi. Semua untuk membuat keadaan tubuhnya menjadi normal kembali. Tetapi Franc mengacaukan segalanya. Ia mengatakan pada Arga kalau dia akan menculik Wasabi. Arga pun meminjam mobil Setya dan memarkirkannya di pekarangan halaman rumah Wasabi yang saat itu masih berupa tanah.


Franc datang kerumah Wasabi dengan frontal, dan marah-marah tentu saja akibat sakitnya yang kambuh. Arga tiba dengan cepat.


Alma mencoba mengusir Franc yang menerobos masuk ke dalam rumah. Kemudian Ken memukulnya. Tetapi pukulan Ken ditepis, hingga Ken muntah darah. Alma menangis dan geram melihat Franc yang memukul Ken


.


.


Franc kemudian naik keatas mencari keberadaan Wasabi, disusul Alma. Terjadi pergelutan diatas tangga. Arga mencoba melerai. Tetapi terlambat, Franc terlanjur menendang ulu hati Alma hingga terjatuh dari tangga dan meninggal seketika.


"Aku hampir gila dibuatnya. Sungguh. Aku tak bermaksud menyembunyikannya. Kalian semua sahabatku," ungkap Arga


"Aku tak akan pernah memaafkanmu Arga," ketus Setya


"Wasabi, dari mana kamu tahu bahwa Letnan Arga berada di rumah kita saat terjadinya pertikaian," tanya Setya


"Ini hal mudah Ayah. Aku melihat jejak ban Mobil mu di tanah. Kemarin aku memastikan dan bertanya pada Ayah kan? Dimana saat itu Ayah datang dan memarkir mobilnya dimana,"


"Oh. Iya Ayah ingat kamu bertanya seperti itu kemarin,"


"Dan ditambah Ayah berkata bahwa Letnan Arga meminjam mobil Ayah saat itu. Aku lalu berfikir bahwa Letnan Arga saat itu kerumah. Sebenarnya Aku sedikit ragu. Tetapi tingkahnya yang panik ketika melihat Franc membuatku yakin,"


"Kamu berani mengambil kesimpulan jika Franc lah. yang membunuh. Hanya karena ditemukan sebuah kalung?" tanya Inspektur Aris


"Tidak Inspektur Aris. Saya menyimpulkannya, setelah saya mendapatkan informasi mengenai siapa Franc. Yang tak lain adalah Pamannya Andi. Ditambah sikap Andi yang aneh setelah bertengkar dengan pamannya, lebih tepatnya di kamar pamannya. Sikap Andi yang tidak stabil membuatku mencurigai Franc, setelah tahu siapa dia," jelas Wasabi


Karena tinggal pengakuan saja sehingga semua saksi atau yang tidak berkepentingan dibubarkan. Rex dan Vio masuk kembali ke sel tahanan.


Giliran Tuan Paldo yang mangakui kejahatannya sendiri. Yang lain menunggu di belakang.


"Tolong ceritakan kronologi yang sebenarnya Tuan Aldio alias Tuan Paldo," ucap Inspektur Aris


"Semua yang dikatakan Wasabi benar, kurang lebihnya seperti itu,"


"Tolong bisa ceritakan Tuan?"


"Saya malas bercerita. Kamu karang sajalah," cetus Tuan Paldo


"Saya mohon kerjasamanya tuan, karena ini menyangkut hukuman yang akan Anda dapatkan di pengadilan nanti,"


"Baiklah. Begini awal mulanya.Saya dendam dengan Setya karena dia menikahi Alma. Saya lalu memancing Setya keluar, dengan cara membakar lahan pertanian di salah satu wilayah. Dan mengadu domba hingga terjadilah perang antar wilayah saat itu,"


"Setya salah satu TNI yang lancar berbahasa Jepang. Maka saya pun menyuruh seseorang yang berbahasa Jepang menelepon dan meminta pasukan TNI membantu mengamankan wilayahnya," cerita Paldo


"Ayah kamu bisa bahasa Jepang?" bisik Wasabi di telinga Ayahnya


"Aku bisa 6 bahasa sekaligus," sahut Setya


"Wow keren. Bahasa apa saja itu?"


"Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa kalbu, Bahasa cinta, dan bahasa tubuh," kekeh Setya


"Haish. Bisa-bisanya Ayah bercanda,"


"Saat itu kebetulan saya sedang membuat bisnis penelitian ilegal, saya terpikir ingin menangkap Setya dan menyiksa dirinya," lanjut Paldo


"Ingin bermaksud menyiksa dirinya tetapi malah Profesor Han berhasil menjadikan Setya manusia yang memiliki kekuatan fantastis. Tekhnologi dan kepintaran yang dia miliki membuat Setya memiliki kekuatan permanen," ungkap Paldo


"Setya berhasil melarikan diri dan tidak kembali dan saya pun marah. Tapi sesaat amarah saya kemudian mereda karena saya sudah memiliki sample percobaan itu. Dan juga ada formula bernama Wasabi sebagai obat penawar jika mengalami kesakitan saat percobaan. Karena tidak semua gen menerima formula Exo,"


Semua yang menyimak ikut menganggukkan kepalanya


"Tapi semua usaha saya sia-sia, saat Kiyoshi mencuri obat penawar dan membakar laboratorium saya tanpa tersisa sedikitpun," ujar Paldo


"Bukan Sata yang membakar, tapi Setya," Kiyoshi membenarkan


"Bagiku sama saja," ujar Paldo kemudian melanjutkan ceritanya lagi, "Wajah saya ikut terbakar separuh. Sehingga saya melakukan operasi dan pergantian nama. Saya tidak ingin merusak citra perusahaan dan bisnis saya yang lain."


Paldo berhenti sejenak untuk mengambil napas.


"Kiyoshi lama tak terdengar kabar. Lalu Saya pun menjadi seorang Paldo dengan identitas yang baru. Menikah dan mempunyai seorang putri.


"13 Tahun setelah kebakaran. Tepatnya enam bulan sebelum kematian Alma. Saya bertemu Alma dan Ken di Bali. Dia hampir tak mengenali Saya karena operasi wajah. Seketika muncullah ide untuk berpura-pura menjadi temannya Setya,"


"Alma berkata dia, Ken dan Shi sahabatnya sedang bertugas menyelidiki penelitian ilegal yang banyak memakan korban. Alma bercerita banyak sampai-sampai dia berkata telah menemukan informasi bahkan otak dari penelitian. Saya memancingnya untuk mengatakan dimana dia menyimpan bukti itu. Karena sangat tidak aman. Dia pun menjawab bukti itu sangat aman tersimpan di sebuah brangkas. Dan cincin yang dia pakai itulah kuncinya. Dia bilang ada dua cincin. Bukti-bukti itu tersimpan di dua tempat. Yang satu lagi ada pada Shi,"


"Lalu Tuan Paldo mengirim Martis untuk bekerja pada Alma dan sekaligus memata-matai dimana dia menyimpan berkas informasi itu?" terka Inspektur Aris


"Ya, tak berapa lama saya mendengar kabar bahwa Alma mati bunuh diri. Saya terus melakukan penyelidikan siapa pembunuhnya. Selain itu Saya juga takut informasi yang dimiliki Alma terbongkar. Maka dari itu Saya terus menyuruh Martis untuk menjaga kantor Alma hingga saat ini," jelas Paldo


Tuan Paldo sendiri kehilangan jejak tentang Shi. Dalam kurun waktu yang cukup lama akhirnya dia tahu bahwa Shi adalah anak Profesor Han yang bekerja di sebuah Universitas.


Ia pun mengirim Wonk untuk berpura-pura menjadi pekerja disana dan mencuri berkas dan formula yang ada pada brangkasnya. Tetapi Wonk bodoh, dia malah mencuri brangkas yang salah. Brangkas yang berisi data tentang kampus dan sejumlah uang. Tuan Paldo pun menyuruhnya untuk mencuri lagi apa yang dia inginkan. Namun aksi Wonk tertangkap salah satu mahasiswa.


"Saat itu saya belum tahu nama mahasiswa itu,"


"Tak berapa lama Saya mendapat masalah, Desi di culik. Dan Saya teringat oleh kasus yang diungkap Wasabi, soal kasus mutilasi yang kepalanya ditaruh di sebuah loker. Saya pun mencari tahu tentang Wasabi dan mengirimkan email padanya. Wasabi mampu menyelamatkan Desiani bahkan Saya berencana ingin menjodohkannya dengan Desi, jujur saja saya tidak tahu jika Wasabi itu adalah anak Alma dan Setya,"


"Aku tidak akan menyetujuinya," sahut Setya


"Sudah ku bilang kan? Aku tidak tahu saat itu Wasabi adalah anakmu!" pekik Tuan Paldo dan kemudian Inspektur Aris melerainya. Setelah itu Paldo melanjutkan kembali ceritanya


"Ketika Proffesor Han keluar dari tahanan , saya langsung memintanya mengirimkan cincin yang ada pada Shi. Tetapi dia hanya mengirim satu. Saya marah dan langsung pergi ke Jakarta saat itu juga,"


"Lalu Tuan Paldo ke rumah Prof Han dan membunuhnya karena tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan, bukan begitu?" tanya Aris


"Itu sepadan karena dia telah merusak usaha ku dan wajahku,"


"Heh Aldio kamu lupa? Kamu juga telah merusak diriku menjadi manusia berpenyakit aneh!" seru Kiyoshi dari jauh


"Haha salah kan orang yang menangkapmu saat itu,"


Setelah itu Paldo melanjutkan ceritanya. Dia pergi kerumah Wasabi. Tetapi tak disangka Wasabi adalah Anaknya Setya. Paldo yang sebenarnya sudah tahu siapa Setya selama itu berpura-pura tidak mengenalnya.


Ide lain pun datang, maksud hati ingin meminta Wasabi menyelidiki soal dimana cincin tersebut. Paldo malah memancing Wasabi dengan memutarbalikkan fakta. Paldo mengatakan bahwa Shi ada hubungannya dengan Mamanya, buktinya ada pada cincin itu. Dengan begitu Wasabi akan mencari tahu tentang kunci dan kode brangkas.


Paldo juga yang membantu Wonk melarikan diri. Serta menyuruh Wonk untuk memata-matai dimana berkas itu di taruh atau letak brangkas dan juga kodenya.


"Lagi-lagi Wonk bodoh dan menusuk Setya dengan pisau," ungkap Paldo


"Sudah tahu bodoh kenapa kau pekerjakan dia?" sela Setya dari belakang


"Aku kasihan pada keluarganya yang hidup miskin,"


"Huh punya hati juga kamu?" cibir Setya


"Haha jelas. Aku itu sebenarnya baik,"


"Baikmu itu ada maunya,"


"Hemm bisakah Tuan Paldo teruskan lagi ceritanya," dengus Inspektur Aris


"Oke.... Saya mengancam Wonk jika sampai memberitahu nama Saya, maka keluarganya tak akan selamat. Saya juga menyuruhnya untuk berfikir sendiri bagaimana cara mendapatkan berkas. Wonk malah menyandera anak konglomerat yang sama sekali tidak ada urusannya dengan Wasabi,"


Paldo juga bercerita dia menggeledah rumah Wasabi. Tentu saja dia menyuruh Martis yang menggeledah. Dia tidak menyuruh Bodyguardnya untuk mengurangi saksi. Lebih baik lebih sedikit saksi yang tahu. Sementara Paldo hanya duduk manis dan menikmati cerutunya. Paldo tidak mendapatkan apa-apa. Dia kembali ke Bali bersama Martis.


"Sesampai dirumah, Saya menemukan Chaky yang tengah menyelinap ruang kerja. Chaky bilang butuh stempel, untuk membuat surat kerjasama. Setelah dia mendapatkan stempel. Saya curiga, dia telah mengambil sesuatu. Benar saja dia sudah mengambil sertifikat kepemilikan laboratorium dan usaha saya yang dulu. Tak hanya itu dia juga berani mengambil foto kenangan saya dengan Alma," ungkap Paldo


"Lalu untuk menghilangkan saksi mata, Anda kerumah Chaky dan membunuhnya?" terka Inspektur Aris


"Thats right, Aku pergi kerumahnya dengan Martis. Saya melihat ada minuman alkohol di mejanya. Chaky bukanlah peminum, tetapi Dia berkata itu pemberian Letnan Arga,"


"Saya bertanya sejak kapan dia mengenal Letnan Arga. Dia bilang saat kasus penculikan Desi. Saya tetap tak percaya, setelah di desak, akhirnya mengaku. Dia menyuruh Letnan Arga kerumah, karena ingin berkonsultasi tentang bagaimana jika seseorang mengakui kejahatan nya apa hukumannya,"


"Saya marah karena Chaky ingin memberitahu tentang kejahatan saya pada polisi. Lantas saya mengambil satu botol Alkohol itu. Dan meminumkannya pada Chaky memaksanya minum tanpa jeda hingga kesulitan bernapas. Martis membantu memegangi Chaky. Dia pun tewas, saya memakai sarung tangan saat itu. Jadi saya pikir akan aman," ungkap Paldo panjang lebar


"Hemhh sungguh miris nasib Chaky. Terimakasih atas pengakuan Tuan Paldo. Kini Anda akan dibawa ke sel tahanan," ujar Inspektur Aris lalu menyuruh polisi lain membawanya


Tuan Paldo dibawa ke sel tahanan. Kini giliran pengakuan Kiyoshi yang berencana ingin memperbanyak obat untuk rasa sakit yang dia derita. Dengan mengambil beberapa elemen gen yang ada pada Setya dan Wasabi.


Seperti pengakuan Arga sebelumnya. Franc dan Kiyoshi iri pada Setya yang tidak memiliki efek samping. Dia tidak merasakan sakit yang seperti yang di derita Kiyoshi dan Franc. Kekuatan Kiyoshi dan Franc juga gagal bereksperimen dalam tubuhnya dalam arti kata lain, gagal berkembang.


"Setiap 12 jam sakit itu datang dan menyerang jika tidak menyuntikkan obat itu. Satu kali suntikan bisa bertahan selama satu minggu. Setelah mencuri banyak obat penawar, saya memperbanyak formula itu dengan dokter Sun. Kemudian Dokter Sun berkata bahwa Dokter Lee dapat membuat komposisi formula ini menjadi sempurna dan tidak bergantung pada obat itu," ungkap Kiyoshi


"Dokter Lee dapat membuatnya menjadi tidak ketergantungan obat asal saya harus membawa gen keturunan dari orang yang berhasil melakukan pengujian. Yang dimaksud adalah Wasabi karena dia memiliki kekuatan murni,"


Dari situlah terbersit keinginan untuk menculik Setya karena saat itu Setya belum memiliki Anak. Kiyoshi mengirimnya surat kaleng untuk bertemu di suatu tempat, jika tidak nyawanya terancam. Tetapi Setya mengabaikannya. Suatu hari Kiyoshi membuntuti Setya. Mereka pun kejar-kejaran dengan mobil. Kemudian mobil Setya jatuh ke jurang. Jasad Setya tidak ditemukan sedangkan, dia juga mendengar Alma meninggal.


"13 Tahun berlalu. Rupanya Kiyoshi tertipu. Alma masih hidup dia menjadi detective dan menikah dengan Ken. Dia memiliki anak bersama Ken. Saya dan Alma bersahabat dari kecil. Tidak ada rahasia diantara Saya dan dia. Kemudian dia berkata bahwa Wasabi adalah anak Setya. Setya sebenarnya masih hidup. Tetapi Alma tidak tau keberadaannya. Dari situlah muncul keinginan saya untuk menculik Wasabi. Saya berpura-pura membutuhkan pekerjaan. Kemudian dia menawarkan posisi menjadi partner kerjanya,"


"Rencana saya berhasil, setelah itu Saya menyusun rencana penculikan Wasabi yang saat itu berusia 12 tahun. Saya menyuruh temannya untuk membuat Wasabi pulang terlambat, mereka menguncinya di toilet. Tetapi saat saya membuka pintu toilet tersebut. Wasabi menghilang. Disaat yang bersamaan, saya juga tidak menyangka Franc akan membunuh Alma sahabat saya,"


"Saya pun menunda penculikan, karena kasihan terhadap Wasabi. Dan dia pun dibawa pergi oleh kakeknya yang saya sendiri tidak tahu kemana mereka tinggal.


Tahun demi tahun berlalu, Kiyoshi mengandalkan formula Wasabi yang dapat di minum juga di suntikan ke tubuh. Ia menduplikat formula Wasabi tersebut.


Kiyoshi pun menjadi presiden direktur di suatu universitas dan bertemu Wasabi. Kiyoshi langsung mengenalnya karena wajahnya benar-benar mirip Setya. Bedanya Wasabi jauh lebih tampan.


Tak berapa lama Kiyoshi mendapat informasi dari Dokter Sun, bahwa Setya masuk ke rumah sakit tempat dia praktek, dengan perut yang penuh luka. Kiyoshi langsung menyuruhnya mengoperasi saat itu juga. Setelah itu Kiyoshi menyuruhnya untuk mengambil darah Wasabi dengan alasan transfusi darah untuk ayahnya.


"Dengan alasan itulah saya bisa membuat obat dengan komposisi yang baru. Tetapi rencana itu di gagalkan oleh gadis yang membawa kabur Wasabi. Saya pun merubah rencana. Saya meminumkan obat penawar itu kepada Setya agar dia berfikir bahwa saya baik padanya. Saya berencana menunggu waktu yang santai dan tepat. Tapi tetap saja Wasabi yang cerdas bisa mencium rencana jahat Saya," ungkap Kiyoshi


"Kiyoshi. Jika kamu minta baik-baik padaku mungkin aku akan berbaik hati merelakan sel-sel dari diriku untuk kamu uji, agar kamu tak merasa kesakitan seperti itu. Tapi mengapa harus dengan cara teror dan melakukan penculikan, meneror. Aku sahabatmu begitu juga Alma bukan?" tanya Setya


"Maafkan Aku Setya. Maaf... aku takut kamu tidak akan bersedia dan malah menganggap aku jahat,"


"Ahhhh....sakiiit... argghh...tolong... obatku..." Kiyoshi mengerang kesakitan


Aris menyuruh bawahannya untuk mengambil obat Kiyoshi. Sepertinya dia terserang penyakit anehnya lagi.


"Yang minum atau suntik?" tanya salah satu polisi itu.


"Minum," ucap Kiyoshi dengan menahan sakit


Lalu ia meminumnya dengan tegukan kecil. Kemudian tubuhnya pun kembali tenang dan normal kembali


"Apakah kita bisa mengobatinya dahulu? Inspektur Aris. Jika komposisi obat itu membutuhkan beberapa DNA ku, aku bersedia," ujar Setya


"Setya...Kau...." Kiyoshi menangis dan menyesal


"Tidak bisa tuan Setya, dia harus menjalankan prosedur hukuman. Mungkin kami bisa sesekali memberikan ijin untuk pemeriksaan pengujian obat. Tapi ingat, pengujian tersebut harus di legalkan dahulu," ujar Inspektur Aris


"Bisakah aku mendapatkan obat itu juga," Franc Ichiro yang sudah terbangun dari pingsannya ikut menyela


"Ya, bisa," jawab Kiyoshi


"Franc dan Letnan Arga. Tadi Letnan Arga sudah menceritakan kejadiannya sebenarnya. Tetapi Anda belum menceritakan bagaimana Alma bisa tergantung," sahut Aris


"Aku harus menceritakan dari mana?"


"Dari Anda masuk seperti orang gila yang mencari-cari Wasabi,"


"Haha Aku kesakitan saat itu. Aku tidak dapat mengontrol emosiku. Aku pun tidak sadar kalau aku telah membunuh Ken. Arga menyuruhku minum obat formula itu. Setelah itu aku kembali normal. Aku melihat Alma sudah tergeletak di bawah. Ketika ku periksa dia sudah tewas. Aku lalu mengancam Arga untuk tidak menangkap ku dan dia harus menghapus bukti tentangku," ungkap Franc


"Kemudian aku punya ide untuk mengikatnya di belakang rumah dan seolah-olah telah terjadi bunuh diri. Aku membersihkan semua jejak ku. Menghapus sidik jariku. Disamping itu Arga kembali menata meja dan kursi yang berantakan. Dia juga mengepel lantai dan membersihkan bekas darah yang keluar dari mulut Alma," Franc menjelaskannya dengan cepat


"Kemudian aku pulang. Tak berapa lama aku menyadari bahwa aku kehilangan kalung ku. Aku berharap seseorang tidak dapat menemukannya. Hingga sampai saat kemarin ada yang mendatangiku yang mengatakan aku menjadi tersangka dugaan. Aku rasa inilah saatnya aku mengakui semuanya. Hatiku sungguh tidak tenang," ungkap Franc Ichiro dengan cepat seakan-akan dia telah mengetik apa yang harus ia katakan. Jawaban itu seperti sudah dirangkai sebelumnya


" Setya, Wasabi. Aku minta maaf atas kesalahanku. Semua itu diluar kendali,"


"Tidak semudah itu memaafkanmu Franc. Aku kecewa padamu. Rasanya saat ini aku ingin mencekikmu hingga mati," ucap Wasabi


"Wasabi tahanlah emosimu. Kamu sudah menuangkannya tadi. Lihatlah hidungnya yang memar dan berdarah," sela Inspektur Aris


"Maaf Inspektur ini hanya ungkapan,"


"Maafkan aku dan aku mohon Wasabi, kamu jangan bermusuhan dengan keponakanku. Saat ini dia sangat depresi karena dia sudah mengetahui semuanya," pinta Franc.


"Hmmmhh ya, baiklah meskipun berat," dengus Wasabi


"Tidak bagiku, Franc. Tiada maaf bagimu," jawab Setya


Franc, Ichiro, Kiyoshi dan Letnan Arga di masukkan ke sel tahanan. Kesalahan Letnan Arga adalah karena dia memalsukan bukti dan kebenaran.