Detective Wasabi

Detective Wasabi
Mr.Vin Dark Story



Di kantor kepolisian. Inspektur Hendra langsung menceritakan apa yang di ungkap oleh Mr.Vin. Ada kejadian gelap dari masa lampaunya sehingga dia berlaku seperti itu.


"Semalam, mereka sudah ku interogasi. Ada fakta yang akan mengejutkanmu," ucap Inspektur Hendra


"Oh ya. Apa itu?" tanya Wasabi


"Temanmu Alice ternyata adik dari Mr. Vin,"


"Hah benarkah? Aku temannya sewaktu SMP. Dan Aku tidak pernah tahu kalau dia punya seorang kakak,"


"Ceritanya panjang, dan ada alasan kenapa dia menculik bocah-bocah itu,"


"Kalau begitu ceritakanlah," ucap Wasabi


"Aku merekamnya saat dia berbicara, kau dengarkan sendiri saya," ucap Inspektur Hendra sembari menyalakan rekaman dari radio perekam.


Vin diusir dari silsilah keluarganya karena kesalahan kecil yaitu mencontek dan membolos. Gurunya memanggil orang tuanya dengan maksud agar Vin takut, dan kembali menjadi anak yang baik dan rajin.


Tetapi hal itu malah menjadi malapetaka baginya. Dia diusir dan dihapus dari daftar keluarga. Vin kecil tinggal sendirian di jalanan yang dikelilingi pohon-pohon besar jauh dari rumah penduduk. Dia hanya di bekali pakaian dan uang senilai satu juta rupiah.


Dia dirawat oleh seorang spiritualis yang suka bermain-main ilmu gaib dan hipnotis. Vin diajarkan olehnya ilmu hipnotis dengan asap rokok. Kemudian mereka meminta uang dari korban.


Setahun kemudian dukun spiritual tersebut meninggal karena dikeroyok warga atas tindakan kriminalnya. Vin melarikan diri dan hidup berpindah-pindah sampai akhirnya dia berhasil membeli sebuah rumah kecil dari hasil hipnotisnya itu.


Rumah yang di beli berhadapan dengan tempat panti asuhan. Vin merasa kasihan melihat anak-anak panti yang sering terkena marah ibu panti itu.


Lalu Vin mencari seseorang yang ingin mengadopsi anak lewat brosur atau media sosial, tanpa sepengetahuan panti tersebut. Tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Belum ada orang yang tergerak hatinya untuk mengadopsi anak dari panti asuhan.


Kemudian dia menemukan brosur, disitu tertulis butuh pendonor ginjal. Vin menemui orang tersebut dan menyuruhnya untuk mengadopsi anak, dia pun mengeluarkan kata-kata rayuan bahwa anak yang diadopsi bisa menjadi pendonor anaknya. Setidaknya anak tersebut bisa hidup layak dari pada di panti. Lalu orang tersebut menyetujui usul Vin.


Tak berapa lama orang tersebut menghubungi Vin lagi. Saat Vin tanya keadaan anak itu, dia shock. Vin mengira anak yang kemarin di adopsi masih hidup. Rupanya pria itu mengambil semua organ anak itu. Dia menyetorkan organ itu lewat rumah sakit.


Pria itu pun mengimingi Vin dengan bayaran mahal. Muncullah ide nakal. Vin menculik bocah-bocah lalu menjualnya dengan harga mahal. Dia membangun panti asuhan untuk menutupi kedoknya.


Tapi, tak semua orang bisa dihipnotis. Ada yang bertahan satu hinggal lima menit ada pula yang bertahan berjam-jam. Jika mereka sadar, Vin kembali menghipnotis mereka lagi. Selain Vin, anak buahnya yang bernama Imha juga pandai menghipnotis dengan asap rokok.


Setelah mendengarkan cerita pengakuan Vin, dari rekaman yang diputar. Wasabi terlihat sedih.


"Kelakuan Vin itu berasal dari kekejaman orang tuanya sendiri. Dia merekam apa yang di perbuat orang tuanya hingga dewasa pri itu tidak memilih hati nurani. Mengusir Anak hanya karena kesalahan kecil, ck," Wasabi berdecak kesal


"Setidaknya orang tuanya masih meninggalkan uang untuknya meskipun sedikit,"


"Lalu apakah pria yang berani membayar tinggi itu sudah diamankan, karena dialah pengusul utama," Tanya Wasabi


"Sudah, setelah pengakuan Vin, dia langsung di grebek di rumahnya sendiri," jawab Inspektur Hendra


"Lalu orang yang membawa kabur uang klien bule itu?


"Baru pagi tadi mereka tertangkap basah saat hendak membeli sebuah apartement. Petugas apartemen melihat wajah mereka, buronan yang masuk koran. Lalu petugas itu melaporkan ke pihak berwajib," jawab Inspektur Hendra


"Semua berkat kamu, Wasabi. Aku berterimakasih tapi...


Wasabi aku memerlukan bantuanmu lagi,"


"Haha, ada dua gadis remaja yang belum diketahui jejaknya. Mereka dibeli oleh dua orang yang berbeda tetapi keduanya mereka dari Jepang," jelas Inspektur Hendra


"Kita sudah mengecek seluruh data dari bandara, pelabuhan yang keluar dari kota atau negara kita, tidak ada identitas mereka," ucap Inspektur Hendra


"Jaman sekarang banyak penjahat yang menggunakan tekhnologi modern, Kita harus lebih pintar dari itu,"


"Ya kamu benar,"


"Apakah wajah mereka terekam dari cctv?" tanya Wasabi


"Ya ada wajah mereka. Dan juga muncul identitas paspor mereka saat memasuki negara kita. Namun terkadang kamera CCTV itu sangat jelek kualitasnya, sehingga menyulitkan para penyidik,"


"Berarti mereka masih di negara ini, kita membutuhkan pakar telematika seperti Emi yang dapat membaca keakuratan rekaman yang terekam di layar monitor,"


"Iya kurasa begitu, mereka masih di negara ini, tapi jika tidak segera menangkapnya, mereka bisa-bisa sudah pergi jauh,"


"Kalau begitu aku membutuhkan data gadis itu, tinggi badan, baju yang terakhir kali ia pakai dan sebagainya. Oh ya Inspektur, siapa pemilik ruko di pertokoan yang digunakan Vin?"


"Pemiliknya Mr. Vin sendiri,"


"Apakah Inspektur yakin, sudah mengecek keaslian surat kepemilikan ruko tersebut?" tanya Wasabi


"Sudah, dan itu asli,"


"Boleh ku bawa? Aku ingin memeriksakannya sekali lagi. Juga kepemilikan bangunan sebagai panti itu sendiri? apakah milik Mr. Vin juga atau dia menyewanya?"


"Ya semua milik Mr. Vin. dan keasliannya pun sudah kami periksa. Tetapi jika kau ingin memeriksanya lagi, itu tidak masalah,"


"Terimakasih Inspektur. Lalu, sejak kapan Vin memulai kejahatannya itu?"


"Baru dua minggu ini Wasabi, tetapi mereka merencanakan semuanya setengah tahun yang lalu. Terutama pembuatan jalan rahasia di pertokoan itu," ucap Inspektur Hendra sambil mencari berkas-berkas tentang Vin di lemari khusus


"Wasabi ini data profil pribadi Vin dan semuanya. Juga ada foto hasil rekaman CCTV di flashdisk ini. Dan ini foto gadis remaja itu serta data mereka. Mungkin bisa membantumu," ujar Inspektur Hendra sembari menyerahkan dokumen penting pada Wasabi.


Wasabi membaca berkas pribadi Vin kemudian ia mengernyitkan dahi, "Alergi?"


"Ya Vin alergi terhadap bulu kucing. Untung saja saat penginterogasian kemarin aku tidak membawa Milo ke kantor," ucap Inspektur Hendra, Milo adalah nama kucing miliknya


Wasabi memandangi Inspektur Hendra dengan kucingnya yang setia menunggu tuannya di atas kursi.


"Kenapa? Ada apa?"


"Kucing akan menurut dengan tuannya bukan?"


"Haha iya kau benar. Milo memang mau dengan semua orang, tetapi kucing ku ini akan datang jika ku panggil. Atau akan datang sendiri kepadaku, jika dia ingin bermanja,"


"Aku melihat ada seekor kucing di ruko itu lebih tepatnya di ruang kerjanya itu. Jika Vin alergi bulu kucing. Sudah pasti dia tidak akan memelihara atau membawa kucing itu masuk ke ruang kerjanya. Jika kucing itu milik anak buahnya, tidak mungkin anak buahnya membiarkannya terkurung di ruang pribadi bosnya. Dia pasti akan bersama kucingnya. Jadi ada orang lain selain Vin. Bisa jadi dialah Bos sebenarnya," pikir Wasabi yang tidak bisa percaya hanya dengan mengandalkan pengakuan dari seorang penjahat


Setelah itu Wasabi pamit undur diri dan dia akan memulai penyelidikan dimulai dari menelusuri siapa pemilik bangunan ruko.