
Sesampainya dirumah, Wasabi menghilangkan ponselnya. Dia pun segera menelusuri tempat terakhir kali dia memegang ponsel tersebut. Yaitu tempat toko pakaian tadi. Setelah dicari Wasabi tidak menemukannya, dia pun kembali ke rumah Joy. Karena rasa sungkan, dia pun menggunakan kekuatan keduanya yang tidak bisa dilihat orang.
Wasabi mulai mencari, disamping itu pembantu Joy keluar rumah lalu mengangkat telepon.
"Oh lya Non Alice, terimakasih. Kabar Saya baik, aman dan terkendali hehe," ucap sang pembantu
Alice terlihat akrab sekali dengan pembantunya Joy, batin Wasabi
"Nah ini dia ketemu," seru Wasabi dalam hatinya
Wasabi langsung mengambil ponselnya yang tertinggal di meja teras depan. Lalu pergi tanpa diketahui pembantunya Joy.
Perjalanan pulang dari rumah Joy, Wasabi naik taksi untuk menghemat kekuatannya. Disaat lampu merah dia melihat Alice, Riyan dan Raisya dalam satu mobil.
"Jadi mereka saling kenal," gumam Wasabi, "Mungkinkah seorang diantara mereka bertiga atau mereka bertiga sekongkol?" pikir Wasabi
Tak berapa lama Wasabi sudah sampai di tempat jual beli mobil bekas. Sesampainya disana Dia langsung di sambut oleh pria yang berpakaian kemeja rapi, dan celana jeans hitam dan sepatu Converse santai. Pria itu memakai name tag bertuliskan Aceng
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" sapa Aceng
Aceng? Tapi kenapa dia terlihat kurus? Bukankah Joy bilang dia itu gendut, batin Wasabi
"Maaf saya mencari orang yang bernama Aceng," ucap Wasabi
"Ya itu saya sendiri," ucap Pria itu sambil menunjukkan name tag yang menempel dekat saku
"Oh..hmm begini. Ada yang ingin saya tanyakan, pada tanggal 7, apakah anda masuk bekerja? Atau ada orang pengganti?
"Maaf kalau boleh tahu Anda siapa?"
"Maaf saya lupa memperkenalkan diri, Saya Detective Wasabi. Saat ini sedang menyelidiki kasus penculikan yang terjadi pada tanggal 7. Untuk itu saya mohon informasinya untuk penyelidikan kami guna mengungkap dalang penculikan,"
"Astaga penculikan! Baiklah kalau begitu, saya juga bersedia jika anda membutuhkan informasi lainnya," ucap Aceng kemudian kembali mengingat kejadian pada tanggal 7.
"Pada tanggal 7 saya sedang mengambil cuti. Saya tidak tahu siapa pengganti saya. Tapi saya bisa lihatkan di buku absensi. Sebentar ya," ucap Aceng yang dibalas anggukan kepala oleh Wasabi tanda mengiyakan
"Maaf di buku ini tidak ada karyawan yang menggantikan saya pada tanggal itu," ujar Aceng
"Apakah ada karyawan yang bertubuh gendut disini?" tanya Wasabi langsung
"Tidak ada Pak,"
"Lalu siapa penanggung jawab keamanan disini. Apakah di ruangan ini ada CCTV nya?"
'"Disini tidak ada bagian keamanan, karena pegawainya rata-rata lelaki. Cctv tadinya ada, tapir sering rusak akhirnya kami tidak menggunakannya lagi,"
"Selain karyawan apakah ada seseorang yang bertubuh gendut, mungkin seorang sales yang menyetok suku cadang?" tanya Wasabi
"Ada, namanya Pak Joko. Dia kemari untuk mengambil uang setoran toko dan buku penjualan. Sedangkan pemilik toko ini, Tuan Baut, Dia berasal dari Malaysia, tetapi dia tidak pernah kemari.
Toko ini juga milik tuan baut. Hemm, tidak mungkin ada suatu yang kebetulan yang sering terjadi dan semuanya saling mengenal. Aku rasa ada seseorang yang mencoba memakai tempat tuan Baut agar dia menjadi kambing hitam, ini hanya dugaan. Sebaiknya aku mencari tahu siapa Joko ini, karena dia lah yang mengarahkan Joy melewati pertokoan tersebut. batin Wasabi
Wasabi juga menanyakan soal anaknya tuan Baut, rupanya pria itu juga sama saja. Tidak pernah ke toko mobil dan bengkelnya. Karena toko tersebut adalah usaha kecilnya bisa dibilang tidak begitu menguntungkan.
Segera Wasabi menghubungi Andi, memintanya mencari tahu soal Joko, dan apakah pria itu tertangkap kamera dari tempat lain atau tidak. Sembari menunggu telepon terhubung, Wasabi melihat sebuah flyer.
"Hemm maaf dimana biasanya anda menyebar flyer?" tanya Wasabi
"Biasanya kami menyuruh anak jalanan atau pengamen untuk membagikan flyer-flyer ini. Kemudian kami memberinya fee, biasanya mereka sebar di rambu lalu lintas dan menyebarkan saat mereka kerumah-rumah orang,"
Pasti Joy membaca flyer ini kemudian ia terpancing ke tempat ini, hah...jadi begitu ceritanya, batin Wasabi
"Hallo," ucap Andi mengangkat ponselnya dengan suara serak
"Hemm kamu habis bangun tidur ya,"
"Lagi tidur, nyawanya belum ngumpul nih. Ada apaan sih. Mau nanya apa lagi. Jangan lupa ya bayarannya," ucap Andi dengan suara malas sehabis bangun tidur di sore hari.
"Haha lebih baik aku kirim pesan saja ya,"
Wasabi pun mematikan sambungan teleponnya dan beralih ke via message. Tak berapa lama Andi membalas pesan Wasabi
"Wasabi aku menemukan rekaman yang menangkap pria gemuk, aku dapat dari kamera mobil orang yang terparkir dekat sana. Akan ku kirim videonya,"
Tak berapa lama Wasabi menerima video yang dikirim Andi. Ada seorang wanita yang ia kenal juga ada di tempat itu. Satu persatu puzzle terpecahkan
Wasabi segera menemui Joko di rumah Tuan Baut yang alamatnya didapat kan dari Aceng. Ia kembali menaiki Taksi. Namun perjalanannya terhenti, ada banyak truk besar yang berbelok ke sebuah gang di sebelah kiri. Lebar gang itu sendiri hampir selebar truk, sehingga saat truk besar itu masuk menyebabkan kemacetan di jalan itu. Wasabi pun turun. Dia tidak bisa jika berlama-lama di dalam taksi karena argo taksi itu terus berjalan.
Wasabi mengamati isi truk itu karena ada minyak tumpah yang berceceran ke tanah.
"Bau minyak tanah, minyak ini bahkan langka dipasaran. Apakah truk ini akan mengarah ke tempat penyelundupan minyak tanah?"
Wasabi lalu naik ke atas truk dengan teleportasi dan tidak menampakkan dirinya. Sehingga dengan begitu dia bisa melancarkan penyelidikannya. Truk terus berjalan hingga tujuan. Sesampainya di sebuah tempat yang luas halaman, truk tersebut berhenti.
Sebuah bukti baru pun tertangkap mata. Si pemilik sedang memberikan uang ke sopir truk tadi. Tak lupa Wasabi memotretnya. Sementara, ia akan mengenyampingkan urusan ini. Wasabi tetap akan menuju ke rumah Tuan Baut.
Sesampainya disana Tuan Baut tak ada ditempat. Hanya ada Satpam dan seseorang yang bertubuh gendut sedang berada di dalam pos.
"Permisi, apakah saya bisa bertemu Pak Joko?" tanya Wasabi langsung
"Ya saya sendiri. Ada apa ya?" tanya Joko, mereka masih berbicara dengan terhalang pagar besi
"Begini pak, pada tanggal 7, kerabat saya yang menjual mobilnya ke toko Tuan baut. Setelah itu dia tidak ada kabar lagi,"
"Lalu kenapa Anda bertanya pada Saya? Seharusnya Anda melaporkan ini ke polisi," ucap Joko
"Salah seorang pengunjung itu bilang. Bahwa kerabat saya mencari rumah yang disewakan, lalu Anda kebetulan tahu dimana rumah yang disewakan. Anda juga menunjukkan rute ke arah rumah itu, akhirnya kerabat saya ke sana. Setelah itu dia tidak ada kabar lagi," sahut Wasabi setengah berbohong
"Apakah pengunjung itu memberitahukan nama saya?" tanya Joko.
"Iya dia mengatakan kalau Joko adalah orang yang terakhir kali dia temui, makannya saya langsung kemari," ucap Wasabi
"Hah tidak ada yang tahu nama saya selain karyawan disitu. Karena saya memakai identitas karyawan lain. Pengunjung itu berbohong. Mungkin kamu salah orang. Pergi sana mengganggu makan siang saya saja," ucap Joko
"Kalau begitu anda memakai identitasnya siapa?"
"Saya memakai identitas Aceng, sales manager disana. Saya menggantinya karena disuruh tuan Riyan. Jadi kalau kerabat Anda hilang jangan salahkan saya,"
Wasabi mengeluarkan ponselnya dan menyalakan rekaman suara Joy yang direkam Wasabi secara diam-diam.
Di rekaman itu Joy berkata dia menemui seseorang bernama Aceng dan bertubuh gendut. Kemudian Wasabi mematikan rekaman suaranya
"Anda bilang bahwa Anda disuruh Tuan Riyan? apakah penculikan itu juga dia yang menyuruh! Jelaskan sekarang atau Anda ikut saya ke kantor polisi," ucapan Wasabi mengundang perhatian Satpam yang ada disana
"Ada apa ini," tanya Satpam
Joko terlihat ketakutan, "Tidak ada apa-apa, sudah jangan ikut campur," ucap Joko pada temannya yang bertugas menjadi satpam. Kemudian ia membuka pagar dan keluar.
"Sini kamu," ucap Joko seraya menarik lengan Wasabi ke tempat yang agak jauh dari pos.
"Jangan keras-keras. Oke Saya akan mengatakan. semuanya. Tapi jangan bawa Saya ke kantor polisi, karena sebenarnya Saya juga tidak tahu kalau ada aksi penculikan. Saya baru tahu saat kamu bilang tadi, intinya saya hanya disuruh," ucap Joko dan mulai bercerita.
Setelah selesai bercerita, Wasabi menyuruh Joko untuk ikut dengannya ke kantor polisi
"Katamu! Saya tidak akan dibawa ke kantor polisi,"
"Saya tidak menjawabnya,"
"Tapi Anda menganggukkan kepala," ujar Joko
"Anda sering mengelus perut, apakah itu artinya anda lapar?" ucap Wasabi
"Tidak ini kebiasaan,"
"Ya begitupun dengan saya,"
"Ahh pokoknya Saya tak ingin dipecat karena terlibat hal ini! Sungguh saya tidak tahu kalau itu adalah sebuah arahan jebakan untuk penculikan,"
"Anda memang terlibat tapi Anda juga sebagai saksi mata, hukuman Anda akan lebih ringan jika mengungkapkan semuanya dengan jujur. Saya juga akan melindungi keselamatan Anda," ucap Wasabi
Belum sempat Joko menjawab, Riyan baru datang kerumahnya.
"Ade apa ni? Ayo jelaskan Wasabi. Kenapa kamu inginkan bawa pergi sopir ai? Apakah ada masalah?" tanya Riyan yang berhenti di depan rumahnya dengan mengendarai mobilnya
"Wasabi ada apa ini ribut-ribut," tanya Alice berbicara dari dalam mobil.
Mereka baru tiba di rumah Riyan. Riyan yang tadi memegang setir, kemudian turun dari mobil, sedangkan Alice mengambil alih kemudi.
"Ah untung kalian datang, Sebaiknya kita membicarakan ini di rumah Joy," ajak Wasabi
"Untuk apa kesana, Joy pasti lagi sibuk dan aku tak ingin mengganggunya," ucap Alice
"Acaranya pukul 8 malam kan, sekarang baru pukul 4. Tak akan mengganggu," sahut Wasabi
Mau apa Wasabi menyuruh kita bertiga kesana, ucap Riyan dalam hati
"Okelah kalau begitu, Kita turuti saja kemauan detektif ini. Apa si gendut ini juga ikut?" tanya Riyan
"Ya, dia ikut,"
Joko pun naik ke mobil di kursi belakang.
Wasabi memberikan pesan lewat Inspektur Hendra agar ke rumah Tuan Samy sekarang. Dan juga meminta nya mengecekkan beberapa data rekening yang keluar dan masuk dari rekening Raisya, Riyan ataupun Alice.
Sesampainya di kediaman Samy.
"Wasabi, Riyan, Alice dan...." ucapan Samy terputus karena dia tidak mengenal satu temannya itu
"Dia Raisya, temanku Om," sahut Alice
"Ada tamu rupanya," ucap seorang pria yang tak lain adalah Ayahnya Alice
"Ayah sedang apa disini? Bukankah acara pertunangannya nanti malam?" ucap alice
"Kalian mau mengobrol di depan pintu, ayo masuk," ajak Samy
"Ayahmu sengaja ke sini sekarang, karena nanti malam dia tidak bisa datang," jelas Samy
Semua orang telah masuk, kecuali satu orang yang jarang di lihat Samy, "Siapa dia?" tanya Samy seraya menunjuk orang gendut dibelakang Riyan
"Ini Asisten Papa Saya Pak Cik,"
"Oh begitu, ayo silahkan duduk," ucap Samy seraya menyuruh Joko untuk duduk
"Kebetulan sekali ya, ada Pak Naw, Ayahnya Alice. Begini pak Samy, ada yang ingin saya bicarakan. Ini mengenai tentang penculikan Joy tempo hari," ucap Wasabi
"Kamu sudah menemukan siapa pelakunya?" tanya Samy
"Assalamualaikum. Apakah kedatangan saya mengganggu?" Inspektur Hendra juga berpura-pura , jika kehadirannya tidak disengaja
Semua orang menjawab salam. Samy pun menyuruh Inspektur Hendra untuk masuk, namun perhatiannya tertuju pada sebuah kandang besar yang berisikan Kucing di dalamnya
"Begini, kucing yang di temukan di lokasi tempat penjahat itu tidak ada yang merawatnya. Bolehkah saya menitipkannya disini. Saya dengar Pak Samy pecinta kucing," ucap Inspektur Hendra
"Saya memang pecinta kucing, tapi saya tidak bisa merawatnya. Bolehkah saya menggendongnya. Kucing ini begitu langka," ujar Samy
Inspektur Hendra lalu melepaskan kucing langka itu dari tas keranjang. Setelah itu kucing itu langsung keluar kegirangan dan melompat ke arah Pak Naw.
"Wah kelihatannya kucing ini suka dengan mu Pak Naw," ujar Samy
"Bukan suka lagi Pak Samy, karena Pak Naw adalah Tuannya," ucap Wasabi
Semua pandangan mata tertuju pada Pak Naw
"Jadi, dia bos mafia?" tanya Riyan yang tahu jika kucing itu milik penjahat yang menculik Joy
"Benarkan Tuan Naw?"
"Kegilaan apa lagi itu. Wasabi kucing ini menyukai Saya bukan berarti Saya pemiliknya," sahut Naw
"Wasabi kamu jangan sembarangan tuduh,"
"Saya tidak menuduhnya. Oke Saya akan mengatakannya dari apa yang saya selidiki kemarin,"
"Ungkapkanlah Wasabi," ujar Samy bersemangat, "Katakan, apakah benar Joy murni diculik atau ada seseorang yang ingin menjualnya. Apakah orangnya ada di sini?"
"Ya Pak Samy. Ada di antara mereka,"
"Wow ini kali keduanya saya menyaksikan bagaimana Wasabi akan mengungkapkan kasus. Cepatlah kamu katakan, Saya tak sabar," ucap Riyan bersemangat