Detective Wasabi

Detective Wasabi
Ruang Kontrol Keamanan



Di Rumah Sakit


Izuna mengajak Inspektur Hendra, Wasabi dan Setya, masuk ke ruang kontrol bagian keamanan. Satpam Izuna memberitahukan rekaman cctv yang ada saat itu.



Wasabi, Inspektur Hendra dan Setya mengagumi sistem keamanan yang canggih. Tapi semua keterangan kenapa bisa secanggih ini dapat kebobolan.


"Kita memiliki dua bagian kontrol keamanan. Ini Bagian utama memakai sistem layar standar seperti ini. Mari kita kebagian dalam ruangan ini. Ini sistem kontrol keamanan terbaru kami, yang berbasis hologram. Karena masih baru fungsinya belum begitu maksimal. Kita masih membutuhkan sebuah programmer yang lebih handal," ucap Izuna


"Artisya apakah sudah siap dijalankan?" tanya Izuna


"Sudah siap pak, kami memerlukan Akses Anda. Kemudian tunggu 10 detik rekaman akan terunggah," sahut Artis yang operator cctv


Setelah itu Izuna membuka aksesnya dan 10 detik kemudian rekaman CCTV muncul dari layar tersebut


"Lihat ini. Rekaman ini baik-baik saja sebelumnya. Tapi saat pasien bernama Sill keluar dari kamarnya. Tak berapa lama rekaman cctv itu bergoyang dan tidak jernih lalu berganti jernih. Sampai sekarang rekaman itu terlihat sunyi dan baik-baik saja bahkan tidak ada aktifitas. Padahal Saat ini di sana sedang banyak petugas keamanan yang berlalu lalang," sahut Izuna


"Tapi kondisi Sill saat ini tidak memungkinkan jika diinterogasi," ucap Setya


"Ya Saya mengerti keadaan pasien. Untuk itu sementara ini Saya membiarkan Dia beristirahat dan Saya memanggil Anda juga untuk memberikan informasi. Apakah Anda melihat Sill saat keluar kamar dan Bagaimana situasi saat itu. Karena Anda yang melaporkan kepada Saya saat itu," tanya Izuna


"Saat saya keluar kamar, semuanya sepi dan ketika lewat lorong belakang semua suster dan dokter sudah tergeletak di lantai. Kemudian saya kembali ke depan lagi untuk mencari Sill. Dia ada di taman saat saya menemukannya," ucap Setya


"Untuk apa Sill ke taman sendiri dan hujan lebar," tanya Hendra


"Kau tanyakan sendiri saja dengannya,"


"Hemm tidak menjawab pertanyaan. Ok Pak Izuna. Ada yang ingin Saya tanyakan. Intinya adalah kedua rekaman dari sistem lama maupun sistem baru sama-sama tidak dapat melihat gambar bukan? Lalu apa bedanya sistem hologram ini dengan sistem yang ada depan tadi?" ujar Inspektur Hendra


"Sebenarnya kelebihan program ini, meskipun diretas. Tetap bisa melihat keberadaan orang lain. Hanya saja Dia tidak dapat memunculkan rekaman kejadiannya. Tetapi Dia membaca pergerakan suhu tubuh saat itu," jelas Artisya


"Andi seorang programmer, mungkin saja bisa membantu memperbaiki program ini. Itupun jika diijinkan. Dia juga pasien di rumah sakit ini, " sahut Wasabi


"Wah kebetulan sekali. Nanti kami akan bicarakan juga dengan Dokter yang menangani pasien yang bernama Andi. Karena Kami juga tidak ingin mengganggu di masa penyembuhannya," ucap Izuna


Wasabi ikut melihat perputaran rekaman CCTV disaat ada seseorang yang berjalan namun tampak dari rekaman sebelumnya rekaman tersebut tidak menunjukkan pergerakan ataupun seseorang


"Lihat Inspektur. Satpam Izuna berkata benar. rekaman ini sama sekali tidak bisa melihat gambar visual. Tapi di rekaman layar ini. Ada banyak suhu tubuh vang terdeteksi. Yang berjalan ini pasti pelakunya. Dia terlihat aktif. Sepertinya Dia membawa pistol. Pelakunya seorang Pria tapi tidak bisa dijelaskan siapa dia? " ucap Wasabi


"Untuk apa dia membunuh semua suster, perawat pria dan dokter dalam ruangan ini. Apakah Dia mengincar sesuatu?" tanya Inspektur Hendra


"Dia menculik anak di salah satu kamar pasien VVIP. Yang menjaganya saat itu adalah seorang nenek dan beliau tewas ditempat," ujar Izuna


"Keluarganya belum bisa dihubungi sampai sekarang. Mungkin karena sekarang masih pukul tiga dini hari,"


"Saya akan kerumah keluarga korban setelah ini, " ucap Wasabi


"Baiklah kalau begitu, tapi mohon berita ini, jangan sampai terdengar oleh pasien atau bahkan sampai terdengar di masyarakat umum, " pesan Izuna


"Iya begitu lebih baik. Kalau begitu setelah tim inafis selesai mengambil gambar dan bukti. Kami segera menghapus jejak yang ada. Agar pasien yang lain tidak ikut panik dan takut, " ucap Inspektur Hendra


"Baik, kami juga akan meminimalisir kabar ini. Apakah orang ini pelaku pembunuhan yang sama? kabar pembunuhan yang sedang terjadi di wilayah kita?" tanya Ibunya


"Saya rasa pembunuhan kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan kasus pembunuhan sebelumnya. Karena dalam hal ini dia juga melakukan penculikan," terka Wasabi


"Aku setuju denganmu. Berikan Alamat pasien yang di culik itu. Aku dan Wasabi akan mengabari keluarganya pagi nanti," ucap Inspektur Hendra


"Hey, biarkan Wasabi saja yang melakukannya. Kau harus menjaga Sill. Aku harus pulang karena aku juga ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan dengan beberapa klien, " sahut Setya


"Oh tidak bisakah kau berbaik hati padaku?" ucap Inspektur Hendra berharap Setya akan menemani putrinya


Setya hanya melemparkan lirikannya. Persis seperti Wasabi. Dia pun mengelus-elus keningnya dengan satu jari.



Kira-kira seperti ini visualnya


Tak berapa lama Izuna datang dan menggiring mereka ke tepi ruangan agar duduk santai untuk berbicara mengenai kasusnya tersebut. Tak lupa mereka juga menyediakan kopi untuk Inspektur Hendra.


Mereka pun mulai berdiskusi runtutan kejadian melihat sari hasil rekaman. Inspektur Hendra sembari mengeluarkan catatan kecil mengenai waktunya.


"Dimulai dari pukul 23.00. Jika diperhatikan. Sill keluar dengan muka kusut dan seperti menangis. Kau apakan Sill?" Inspektur Hendra bertanya pada Setya dengan tatapan tajam.


"Maaf Inspektur lebih tepatnya pukul 23.56," Izuna membenarkan


"Kau pikir Aku yang membuatnya menangis? Aku tidak apa-apakan Dia. Aku tertidur entah dari jam berapa. Seingatku Aku tidak memakai selimut. Aku terbangun pukul 2 pagi karena ada panggilan nomer iseng yang tak dikenal. Tapi saat aku terbangun, aku memakai selimut miliknya. Dan dia gak ada di ranjangnya, " sahut Setya


"Kemungkinan Sill keluar saat menyelimuti ayah, lalu dia melihat sesuatu yang membuatnya menangis, tidak mungkin dia melihat pembunuhan karena itu terjadi di lorong belakang sementara Sill kamarnya berada di lorong depan dekat dengan pintu perawat jaga," ucap Wasabi.


"Memangnya apa yang dia lihat?" Setya mengernyitkan dahinya.


Tak berapa lama Setya mendapatkan notifikasi pesan masuk. Ia membukanya dan Wasabi yang ada disebelahnya pun langsung melihat saat Setya membuka ponselnya.


"Hemm pantas saja Sill menangis, dia melihat foto ayah dan Mama di wallpaper ponselmu," ujar Wasabi


"Mau orang itu tomboy, feminim kalau soal hati tersakiti pasti bisa menangis karena dia masih manusia," sahut Wasabi


"Jadi semua itu karena aku?" ucap Setya


"Lupakan masalah itu, yang terpenting apa yang terjadi setelah Ayah tahu Sill tidak di tempat? Apa Ayah melihat seseorang yang lewat disekitar tempat itu? Atau suara menembak? " tanya Wasabi


"Aku tidak mendengar apapun karena tidurku terlalu lelap. Juga tidak melihat orang yang lewat. Saat itu aku mencari Sill ke lorong belakang karena aku pikir hujan jadi tidak mungkin jika dia keluar ruangan, di belakang juga ada taman kecil tapi belum sampai ke lorong belakang, aku lihat banyak perawat dan beberapa doker jaga sudah tergeletak dibawah dan bergelimang darah. Aku makin panik. Lalu aku keluar lewat pintu depan ruangan mencari Sill. Di sepanjang ruangan itu sepi, hingga Aku keluar ruang perawatan dan menuju lobby utama, sambil menelepon kantor polisi. Disitu Aku melihat Satpam Izuna sedang tertidur pulas. Kantor polisi yang ku hubungi pun tidak ada yang menjawab panggilanku," Cerita Setya panjang lebar


"Sebentar! Tertidur. Apakah Satpam Izuna sering tertidur ketika sedang berjaga?" ujar Wasabi


"Tidak, ini kali pertamanya Aku melakukan kesalahan saat bertugas malam," ucap Izuna


"Jika ini kali pertama, ada kemungkinan seseorang sengaja memberikan anda obat kantuk hingga tertidur,"


"Izuna, Apakah Kau minum sesuatu sebelum pukul 23.55 atau pada jam sesudahnya," tanya Inspektur Hendra


"Aku tidak yakin karena Aku tipe orang yang sering minum air putih atau kopi panas," ucap Izuna


"Hemm jika sering minum itu artinya kan sulit untuk menghitung waktu kapan Anda mulai tertidur," pikir Hendra


"Lalu dari mana selama ini Anda minum? Dari pantry karyawan atau sudah disediakan oleh office boy. Atau Anda membelinya di luar? tanya Wasabi


"Minuman Kami sudah disediakan OB. Terkadang Aku mengambil minuman atau membuat sendiri di Pantry, " sahut Izuna


"Hemm Aku jadi ragu untuk meminum kopi ini, " celetuk Wasabi


"Kita cek semua sampel air minum di pantry. Mana yang terkontaminasi oleh obat tidur," ucap Hendra


Setya kemudian menceritakan kembali setelah di minta Inspektur Hendra. Cerita bagaimana Setya memberitahukan informasi kepada Izuna dan lagi saat bertemu dengan Sill


" Kau bertemu Sill ditaman pukul 2 pagi?" pekik Inspektur Hendra


"Ya, Aku bertemu dengannya dalam keadaan Dia sudah menangis,"


"Jika dilihat dari waktu Sill keluar kamar pukul 23.56. Dan Ayah terbangun di pukul 2 pagi. Berarti Sill berada di luar kehujanan selama 2 jam lebih beberapa menit. Itu belum terhitung saat berapa lama ayah mencari-cari Sill di area rumah sakit," ucap Wasabi kemudian dia bangun dari sandarannya lalu memangku kedua sikutnya di paha sembari menyatukan kedua tangannya


" Diantara jam itu pula kemungkinan pembunuh beraksi. atau lebih cepat dari perkiraan. Jika dilihat dari rekaman yang menunjukkan suhu tubuh. Pembunuh ini masuk 5 menit setelah Sill keluar dari kamar. Itu artinya, ada kemungkinan Sill berpapasan dengan orang ini. Kita cek CCTV kembali, " ucap Wasabi


"Ok baiklah," ucap Izuna kemudian Artisya yang kembali mengoperasikan rekaman CCTV itu.



Visual komputer hologram, dan di depan layar ini duduk Wasabi, Inspektur Hendra, Setya dan Izuna


"Stop kita berhenti disini. Oke pada pukul ini, pukul 01.00 pagi, di rekaman ini ada orang yang keluar ruang perawatan. Suhu tubuh ini terdeteksi sangat normal tenang tak seperti sebelumnya. Anehnya ada dua suhu tubuh bukan digendong melainkan ditaruh dibawah dan seperti di dorong. Bisa saja Dia menyamar sebagai OB atau tukang bersih-bersih, " ujar Wasabi sementara yang lain terdiam


"Bisakah kita kembali pada sistem komputer lama? " tanya Wasabi


"Komputer itu tidak bisa ditampilkan dari sini, kita harus kesana melihatnya," ujar Izuna dan mereka semua kembali ke tempat ruang keamanan pertama


Wasabi meminta untuk memutar rekaman cctv dari ruangan lain.


"Sebentar aku seperti melihat sesuatu disini. Di kamera yang setengah rusak ini. Kita putar waktunya," ucap Setya sambil menunjuk


"Ya Anda benar. Ada seseorang yang keluar meskipun hanya kaki saja, " sahut Izuna


"Coba kita putar jauh sebelumnya apakah kita bisa menangkap sebagian kaki atau suatu bayangan?" sahut Inspektur Hendra


Izuna kembali memutar waktu lebih tepatnya dia memutar rekaman di pukul 23:56.


"Huh tidak tertangkap apapun sepertinya Dia masuk, jauh sebelum pukul itu, " ucap Wasabi


"Aku akan menyuruh beberapa anak buah untuk memantau lebih dalam," sahut Izuna


"Itu bagus," ucap Inspektur Hendra


"Sayang sekali di lorong itu tidak ada CCTV yang menangkap rekamannya," sahut Izuna


"Ahh Bingo! Dia melakukan semua pergantian mungkin penyamaran di lorong menuju ruang perawatan. Dia tahu disini tidak ada CCTV. Kita tanyai Sill saat dia sudah sadar nanti. Aku yakin Sill berpapasan dengan orang ini," ucap Wasabi


"Sill! Apakah Sill sudah melihat wajah orang itu? itu artinya,"


"Sill tidak aman," ucap Setya


"Tapi aku rasa dia memakai masker penutup wajah kemungkinan besar Sill tidak mengenalnya," sahut Wasabi


"Tetap saja kita harus berjaga-jaga, Tolong Pak Setya, kembali ke kamar Sill dengan black hole mu cepat! Aku akan menyusulnya" Inspektur Hendra panik


"Kita bersama saja, ayo," Setya pun langsung mengeluarkan blackholenya



Kira-kira visualnya gini