
Wasabi kembali ke kampus dan mengikuti pelajaran hingga siang nanti. Dia berencana akan ke rumah Prof. Han setelah mata kuliahnya selesai.
Ponsel Wasabi sedari tadi bergetar, tanda pesan masuk. Tapi Wasabi mengabaikannya karena sedang mengikuti pelajaran. Sesuai kelas, dia baru membuka ponselnya.
Balas pesanku ini Wasabi, Wasabi membaca pesan tersebut dalam hati.
Chaky berkali-kali SMS dan memintaku untuk segera ke Bali. Ada apa ya? Wasabi bertanya dalam hatinya
"Sepertinya penting. Setelah aku kerumah Prof. Han. Aku akan menemuinya," gumam Wasabi
"Ok. Aku akan menemui mu Malam ini," Wasabi membalas pesannya lalu mengirimnya. Pesan terkirim tapi Chaky tidak membalasnya.
Di kediaman Prof. Han. Setelah mendapat ijin dari polisi yang berjaga, Wasabi masuk ke dalam rumah untuk mencari tahu tentang pembunuhan ini.
"Jasad nya sudah diambil dan diamankan tapi bau anyir ini masih tercium," gumam Wasabi
Wasabi mendengar suara langkah seseorang masuk ke dalam rumah dan mereka berbicara mengenai profesor Han. Ia pun langsung merubah wujud menjadi tak terlihat.
Cling..Berubah
"Astaga aku tak menyangka dia mati mengenaskan, disanalah dia kubur," ucap Dokter Lee seraya menunjuk tempat Prof. Han terkubur.
"Aku juga tak menyangka. Senior mati di tembak tepat di keningnya," ujar Dokter Sun
Dokter Sun juga mengenal Prof Han. Bahkan Dokter Lee dan Dokter Frost jauh-jauh dari Bali ke Jakarta untuk melihat jasadnya. Sepertinya hubungan mereka sangat dekat, batin Wasabi
"Apakah ini ada kaitannya dengan penelitian dia sebelumnya?" terka Dokter Lee
"Maksud Anda penelitian kekuatan fantastis itu? Kekuatan teleportasi?" tanya Dokter Frost
"Ya. Ada orang tak waras yang membuang uangnya untuk penelitian ini. Aku tak menyangka formula itu bisa berhasil di tangan Prof. Han," jelas Dokter Lee
"Untuk itulah saya sangat menghormati beliau. Profesor Han sangat cerdas," ungkap Dokter Sun, "Aku rasa ini tak ada kaitannya dengan itu. Kasus itu telah lama ditutup," timpal Dokter sun
"Mungkin saja kamu benar. Tapi aku yakin dia pasti bermasalah dengan kasus sebelumnya," ucap Dokter Lee
"Bukankah dia ayahnya Shi?" tanya Dokter Frost
"Ya kamu benar. Tapi hubungan mereka tidak baik," ucap Dokter Sun
"Hemm hubungan gelap seharusnya tak berimbas ke anaknya," desis Dokter Lee
"Sudahlah jangan membicarakan orang yang sudah tiada," ucap Dokter Frost
"Kau yang memulai," sahut Dokter Sun
"Maaf, Aku hanya menyayangkan dengan sikap anaknya yang membenci ayahnya. Bagaimana pun dia memiliki gen dari ayahnya," ungkap Dokter Frost
"Mereka bertengkar karena Kiyoshi berpindah kewarganegaraan dan menjadi tentara Indonesia, kalian tahu kan mereka mempunyai darah Jepang yang kental dari kedua orang tua Prof. Han. Prof Han marah dan terjadilah permusuhan antara keduanya," jelas Dokter Lee
"Jadi benar dugaanku Shi adalah Kiyoshi. Tapi...." batin Wasabi kemudian ia tak sengaja menginjak botol plastik bekas yang tergeletak di bawah lantai.
"Siapa itu!" ucap Dokter Sun
"Sepertinya ada orang disini," Dokter Lee keluar kamar dan melihat ke sekelilingnya
Wasabi lalu menggunakan kekuatan teleportasinya untuk kabur dari tempat itu.
"Ah untunglah aku segera keluar. Aku harus membeli tiket ke Bali. Sebaiknya aku pulang dahulu untuk berkemas,"
Sesampainya di rumah Wasabi. Pria itu terkejut karena pintu rumahnya terbuka lebar, seluruh isi rumahnya porak-poranda.
"Maling. Astaga. Aku harus memeriksa berkas yang ku sembunyikan,"
Wasabi lalu ke kamarnya dilantai atas, ia membuka plafon yang sengaja di buat untuk menaruh berkas tersembunyi.
"Alhamdulillah, berkas itu aman," ucap Wasabi sembari mencari surat-surat berharga lainnya dan juga uang simpanan. Untung semuanya aman dan masih pada tempatnya.
"Apa yang mereka cari?" tanya Wasabi pada dirinya sendiri
Wasabi kembali ke bawah dia memeriksa kamar depan, kamar orang tuanya dulu. Tak ada yang hilang. Tapi matanya terlewat sesuatu. Sebuah cerutu, bekas dipakai dan sampanye di meja ruang tamu.
Cerutu ini masih berasap dan belum habis terbakar, masih baru digunakan. Ini seperti cerutu milik Tuan Paldo, batin Wasabi
Dan bau sampanye ini. Aku pernah mengenali baunya yang sangat menyengat. Sampanye favorite nya. Aku harus segera ke Bali menemui Chaky. Mungkin saja ada yang dia ketahui. Pikir Wasabi langsung menaruh kembali gelasnya dan mematikan cerutunya.