
CHINA
Biksu Washi sedang berdoa di dalam Kuil pribadinya. Sendiri dan fokus dalam pertapaannya.
Pagi itu hening dan sunyi.
Biksu Washi memejamkan mata, duduk bersila dan membusungkan dadanya. Leher tegak dan wajah sejajar. Kedua tangannya berada di atas paha dengan posisi telapak tangan berada di atas. Ibu jari dan jari tengah saling menempel. Dia mengeluarkan energi negatif dan mengambil energi positif.
Tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang berbahaya. Matanya pun terbuka.
Biksu Washi menghentikan pertapaannya. Dia beranjak berdiri dengan kekuatan yang dimilikinya. Tak ada beban, dia seperti melayang.
Celaka, batin Biksu Washi
Kemudian ia memanggil Jungkook, orang yang selalu mendampingi dan menemani kemanapun pria tua itu pergi atau lakukan
Tak berapa lama Jungkook datang dengan segera.
"Apa yang terjadi, Biksu," tanya Jungkook dengan bahasa Chinanya
"Saya harus pergi melihat Wasabi, "
"Baiklah, Saya akan pesan tiket pesawat," ucapnya kemudian segera pergi. Namun ditahan oleh Biksu Washi
"Tidak, saya akan mengiriminya pesan spiritual. Tolong bantu saya mencegah lilin padam," pinta Biksu Washi
"Tapi itu akan membahayakan hidupmu," ujar Jungkook
"Jika itu terjadi, lebih baik. Kehilangan satu nyawa daripada banyak nyawa," ucap Biksu Washi dengan tulus dan mulia
"Baiklah jika itu keinginan mu,"
Biksu Washi mulai melakukan ritual nya. Dibantu oleh Jungkook penjaga kuil sekaligus orang kepercayaannya.
Biksu Washi kembali duduk bersila dengan dikelilingi lilin-lilin kecil. Lilin disekitar nya tak boleh padam. Dia akan mengirimkan rohnya ke tempat Wasabi.
Tak lupa Biksu Washi sudah menyiapkan air mata Dewa untuk menghentikan kekuatan hitam Wasabi agar tidak mencelakai orang sekitarnya.Disisi lain
Wasabi yang melayang di udara dengan tatapan kosongnya. Mulai mengangkat seseorang.
Pengganti pembantu Joy yang lama, beberapa pelayat, bahkan Ayahnya pun ikut terangkat. Mereka yang terangkat merasakan leher mereka seperti tercekik.
"Wa-saa-bi, " ucao Setya terbata, "Ini A-yaah, sadar nak!,"
Kemudian roh Biksu Washi datang sambil berpesan.
"Wasabi, kontrol emosi mu. Joy masih hidup. Tenanglah. Kau harus secepatnya menolong dirinya" ucap Biksu Washi
Dia menyiramkan air mata Dewa ke tubuh Wasabi dengan mengucapkan mantra. Tentu saja tak ada orang yang melihat kehadiran Biksu Washi disana. Dan juga Wasabi tidak terlihat basah kuyup.
Begitu air mata Dewa tersiram, kekuatan hitamnya kembali masuk kedalam tubuh. Perlahan melepaskan orang-orang yang ikut terangkat. Wasabi pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
"Uhuk Uhuk, Setya terbatuk ia terlepas dari cengkeraman ilmu hitam Wasabi
Setya dan Tuan Samy juga beberapa tamu laki-laki yang melayat, menghampiri Wasabi yang jatuh tergeletak pingsan dan lemas.
"Wasabi, bangun. Ada apa denganmu Wasabi," sambil menepuk-nepuk pipi Wasabi agar sadar
"Nak sadarlah. Kau tak apa kan? " ucap Setya
"Tuan-tuan sekalian, Ayo kita angkat ke dalam kamar, " pinta Samy.
Beberapa Pelayat laki-laki mengangkat Wasabi dan membaringkannya di kamar tamu.
Roh Biksu Washi kembali ke dalam tubuhnya lagi. Para pelayat melanjutkan membacakan doa untuk Joy. Tak berapa lama Wasabi terbangun dengan kejutnya dan dengan nafas tersengal-sengal berjalan tergesa-gesa menghampiri Tuan Samy.
"Pak Samy, Joy masih hidup," ucap Wasabi
Mendengar hal itu membuat Mommy Joy dan Daddy Joy terkejut.
"Apa maksudmu. Joy sudah meninggal. Jantungnya sudah tak berdetak.. Sadarlah Wasabi, " ucap Setya mengingatkan Wasabi
"Ada seseorang memberi Ku sebuah pesan. misterius saat Aku tak sadarkan diri. Aku sendiri tidak tahu pasti siapa Dia. Dia mengatakan Joy masih hidup," jelas Wasabi
"Hah jangan mengada-ada Wasabi. Kau percaya pada ramalan?" ucap Setya
"Tuan Setya, Aku dengar Kau mempunyai kenalan seorang Dokter yang juga ilmuwan. Tolong panggilkan Dia kemari. Untuk membuktikan ramalan itu. Aku akan melakukan pengecekan kembali terhadap Joy ku. Semoga perkataan Wasabi benar," ucap Samy optimitis