Detective Wasabi

Detective Wasabi
The Real Chronologi



Wasabi pulang ke rumahnya untuk beristirahat. Rasanya lelah sekali. Harus menuntaskan semuanya dalam beberapa Waktu. Wasabi harus segera mengusut siapa pelakunya karena korban semakin berjatuhan. Padahal Keesokan paginya dia harus kembali ke Bali.


Wasabi menjatuhkan dirinya di kasur kamarnya dan sebuah suara mengagetkannya


"Wasabi, kamu bilang tidak pulang malam ini?" tanya Sang Ayah yang rupanya belum tidur.


"Tadi aku ke rumah teman sebentar. Besok pagi aku harus kembali ke Bali,"


"Malam begini? Wow. Teman special rupanya. Siapa dia?" tanya Setya lalu duduk di samping ranjang Wasabi


"Apakah dia Naomi?" tanyanya lagi


"Bukan. Dia teman kampus tetapi beda fakultas,"


"Ayah senang kalau kamu bisa berjodoh dengan Naomi,"


"Tidak akan," jawab Wasabi


"Kenapa?Dia cantik. Dan juga dia anaknya teman Ayah," ujar Setya


"Oh ya Yah. Besok Ayah harus ikut ke Bali bersamaku," Wasabi mengalihkan pembicaraan seraya duduk


"Ok baiklah. Ayah akan memesan dua tiket besok,"


"Kenapa tidak gunakan saja Black hole Ayah,"


"Kalau kamu terus menggunakannya. Itu akan jadi ketergantungan. Dan itu tidak baik," jawab Setya


"Gunakan jika itu dalam keadaan mendesak,"


"Misalnya,"


"Misalnya jika kamu tidak punya ongkos. Atau hal penting yang menyangkut pekerjaanmu,"


"Kalau begitu gunakan saja kekuatan Ayah. Karena itu menyangkut pekerjaan ku. Aku tidak ingin terlambat," sahut Wasabi


"Haha Aku diperalat anakku sendiri," Setya mengacak-acak rambut Wasabi, "Yasudah, Selamat malam Wasabi,"


"Malam Ayah," Wasabi kembali merebahkan tubuhnya.


Lelahnya terbayar seketika saat dia memejamkan matanya dan melihat bayangan Joy.


"Apakah begini rasanya jatuh cinta. Aku ingin tidur. Tetapi tidak bisa. Arghh Joy kamu sangat mengganggu


Wasabi kemudian menutup mukanya dengan guling. Tak berapa lama dia pun sudah tertidur.


***


Keesokan paginya


Di kediaman Tuan Paldo.


"Tuan Paldo, ada surat untukmu," ucap Wisnu seraya menyerahkan surat kepada bosnya


Tuan Paldo menerima surat panggilan dari kepolisian untuk dimintai keterangan seputar Chaky yang menjadi asisten pribadi nya. Tersebut ditulis dia dipanggil sebagai saksi.


"Sialan. Polisi itu tidak dapat menutupi jejak ku," gumam Paldo


Wisnu mengernyitkan dahinya, "Ada apa dengan Tuan Paldo?" pikirnya dalam hati


"Wisnu. Aku akan ke kantor polisi. Kamu terus awasi Desiani, jangan sampai hilang dari pandanganmu," perintah Paldo


"Baik Tuan,"


Tuan Paldo kemudian pergi ke kantor polisi.


.


.


Di kediaman Wasabi.


"Ayah cepatlah. Aku sudah terlambat," teriak Wasabi


"Ok.. Sebentar, kita harus mengunci rumah dahulu," Setya mengunci rumah dari dalam.


"Kita mau kemana?" tanyanya setelah selesai mengunci rumah


"Membongkar semua kejahatan. Kita mendarat ke rumah yang pernah aku sewa kemarin. Setelah itu kita ke kantor polisi bagian selatan," ucap Wasabi


"Ok. Bersiaplah," Serta mengeluarkan kekuatan blackhole miliknya, "Ayo kita masuk bersama,"


Sssssreets


Setelah mereka masuk, Black Hole lalu tertutup sendiri


Sangat nyaman tak ada guncangan. Ibarat naik pesawat. Black hole bagaikan VIP. Tenang dan nyaman.


Sesampainya di rumah sewa. Wasabi memesan taksi online untuk pergi ke kantor polisi bagian selatan


Semua saksi dan tersangka terduga sudah berada di kantor polisi, di satu ruangan tertutup yang telah disediakan inspektur Aris.


Terlihat yang sudah hadir adalah Rex, Vio, Tuan Paldo, Martis dan Letnan Arga. Martis yang berada di Jakarta, sudah langsung hadir di Bali, secepat itu. Padahal Ia mendapatkan surat panggilan untuk datang ke kantor polisi di Bali, pagi tadi.


Setibanya Wasabi dan Ayahnya disana, Inspektur Aris langsung membuka sambutan.


"Hemm karena sudah berkumpul semua. Maka langsung saja, saya serahkan kepada Wasabi yang juga telah bekerja sama dalam mengungkap misteri kematian Chaky dan juga kasus kematian Detektif Alma dan Detektif Ken,"


"Terimakasih Inspektur Aris," ucap Wasabi


"Kasus terbunuhnya Chaky. Juga berkaitan dengan kasus terbunuhnya. Professor Han.


"Maaf Saya datang terlambat," ucap Desi yang didampingi Wisnu


"Desi..." desis Paldo, "Kenapa dia disini?" tanya Paldo


"Saya harap Tuan Paldo dapat tenang. Saya mengundang Desi hanya untuk sebagai saksi," ucap Wasabi


Sialan Wasabi, berani-beraninya dia membawa Desi kemari, umpat Paldo dalam hatinya


Kemudian di susul seseorang yang masuk ke dalam ruangan. Kiyoshi mendapatkan undangan di malam harinya, sehingga dia menggunakan pesawat pagi untuk ke Bali.


"Maaf saya datang terlambat," sahut Tuan Kiyoshi


Tuan Paldo terkejut setengah mati. Begitu pun dengan Kiyoshi. Setya menatap Wasabi dengan pertanyaan di hatinya, "Kiyoshi juga diundang kenapa?"


"Kamu..." Tuan Paldo


"Kamu..." seru Kiyoshi


Wasabi tersenyum kecut melihat tatapan tajam antara Tuan Paldo dan Tuan Kiyoshi.


"Sebenarnya ada apa ini. Kenapa saya disuruh jauh-jauh datang kemari," keluh Kiyoshi


"Tak berapa lama muncul suara sepatu pria dengan dandanan cool dan headphone yang dikalungkan di leher. Semua mata tertuju padanya. Dan semua berbisik siapa dia.


"Bukankah dia Franc Ichiro teman seangkatan ku yang telah dianggap mati," gumam Setya


Terlihat Letnan Arga sudah berkeringat dingin saat melihat pria itu.


"Maaf jika saya datang terlambat," ucap seorang pria dengan rambut yang di cat pirang



Visualnya kira-kira seperti ini


"Terimakasih atas kedatangan kalian. Silahkan duduk," pinta Wasabi. Semuanya yang berdiri kembali duduk kecuali Letnan Arga


"Letnan Arga, apa Anda tidak mendengarku?" tanya Wasabi


Letnan Arga terpaku dia masih berdiri dengan tangan yang terlihat gugup.


"Maaf," ucap Arga dan duduk sambil mengusap kening dengan sapu tangan


"Semua yang saya kumpulkan disini saling berkaitan," sahut Wasabi membuat semua yang hadir saling menerka


"Saya mulai saja dari kasus kematian Chaky dan Prof. Han"


"Saya tidak kenal Chaky. Untuk apa Saya disini," ujar Kiyoshi


"Maaf Tuan Kiyoshi. Tapi Anda mengenal Tuan Paldo," sahut Wasabi


"Aku juga tak kenal Paldo," protes Kiyoshi


"Oh maaf dia telah berganti nama. Nama nya yang dahulu adalah Aldio," sahut Wasabi


"Saya menemukan sebuah foto yang terselip di sofa rumah Chaky. Foto Tuan Paldo dan Nyonya Alma saat berpacaran, dan dibelakang foto tersebut ada keterangan, kencan pertama ku," ungkap Wasabi


"Papa berganti nama? Dan Alma pacar papa? bukankah Papa bilang kalau Mama adalah pacar pertama papa?" tanya Desi


"Desiani, saya akan mengungkap semuanya mohon jangan memotong pembicaraan saya," pinta Wasabi yang berdiri di tengah podium


"Chaky Asisten pribadi Tuan Paldo. Sebelum Chaky terbunuh. Dia dan Tuan Paldo ke rumah Profesor Han. Terjadi perselisihan di sana. Dan Tuan Paldo langsung menembak Professor Han di keningnya. Tak ada tetangga yang tahu. Karena beliau memakai pistol peredam suara," ungkap Wasabi


"Omong kosong macam apa ini," protes Paldo


"Tentu saja ini bukan omong kosong. Peluru Anda di temukan di rumah profesor Han. Karena peluru tersebut menembus kepala Prof. Han. Tim penyidik sangat bekerja dengan baik. Mereka menemukan selongsong peluru tersebut di lantai dan saat itu pasti Anda menyuruh Chaky membereskan jasadnya. Chaky menguburnya seorang diri. Bisa terlihat dari galian tanah yang tidak sempurna dan kurang dalam sehingga aroma bau busuk itu tercium selang sehari,"


"Juga, ditemukan bercak darah dari pakaian Chaky yang terbuang dan sudah terbakar beberapa bagian. Beruntung bagian yang terkena noda darah tersebut tidak dimakan si jago merah. Kenapa bisa ada darah prof. Han di baju Chaky? Chaky membakarnya di halaman belakang rumahnya,"


"Tetapi lagi-lagi akibat pembakaran yang tidak sempurna itu ada satu lagi bukti yang saya temukan. Saya menemukan sebuah foto anak kecil dengan tulisan my shi. Foto Tuan Kiyoshi dengan sahabatnya Alma. Mereka adalah teman dari kecil," ungkap Wasabi sambil memperlihatkan foto kepada semuanya.


Setya bahkan tidak tahu jika Kiyoshi adalah teman Alma


"Chaky terus menghubungi Saya. Dia terus berkata 'Tuan paldo berubah menjadi menyeramkan'. Dan bahkan dihari sebelum dia mati, dia mengajak saya bertemu disebuah kafe karena ada hal penting yang ia temukan,"


"Saya tebak pasti Dia menemukan sebuah foto saat Tuan Paldo dan Nyonya Alma berpacaran. Ada keterangan tanggal 31 Januari yang itu artinya. Tuan Paldo Anda berbohong kepada saya. Anda berkata pada Saya, bahwa Anda menikahi Nyonya Alma di bulan Januari,"


"Tulisan dibalik foto tersebut adalah "Kencan pertamaku, Aldio love Alma"" lanjutnya lagi


"Anda tidak pernah menikahi Nyonya Alma. Karena hubungan kalian yang tidak direstui. Benarkan Tuan Paldo?" ucap Wasabi


"Oke saya akui saya berbohong. Tetapi Asal kamu tahu Wasabi. Saya tidak pernah berbohong soal perasaan saya terhadap Alma," jelas Paldo


"Saya tidak peduli dengan perasaan Anda," desis Wasabi


"Chaky mengetahui suatu rahasia. Awalnya saya tidak tahu apa. Tetapi setelah saya analisis. Semuanya menyangkut satu barang. Yaitu cincin. Cincin ini sebenarnya bukanlah sembarang cincin. Ini adalah kunci. Kunci brangkas,"


"Benarkan Tuan Paldo. Kalau tidak untuk apa Anda memberikan cincin ini padaku. Anda sengaja kan. Agar Saya menemukannya dan Anda bisa mengetahuinya dari mata-mata yang Anda taruh di kantor Nyonya Alma selama ini. Dia adalah Martis. Seorang tukang bersih-bersih sekaligus mata-mata yang Anda bayar dengan gaji yang tinggi," ungkap Wasabi dengan analisanya


"Saya tidak mengenal Tuan Paldo. Seperti apa. Saya hanya berkomunikasi lewat telepon dan dia membayar saya lewat transfer ke rekening tabungan saya," ujar Martis


"Bolehkah Saya meminjam ponsel Anda Tuan Martis," pinta Wasabi


"Ini silahkan," Martis memberikannya tapi terlihat ada keraguan


Nada dering berbunyi pada ponsel Tuan Paldo.


"Sudah terjawab kan? Juga ditambah ada bukti laporan dari mana aliran uang itu berasal. Anda memakai data lain untuk mengirimkannya tetapi polisi bisa melacak dari mana lokasi itu berada, rumah anda," sahut Wasabi


"Tuan Paldo juga menyuruh seseorang untuk membuntuti Shi. Mengambil data atau formula yang masih tersisa yang telah dicuri Kiyoshi,"


"Hah Kamu menuduhku lagi,"


"Saya tidak menuduh, Saya hanya menganalisa sesuai apa yang saya tangkap. Ada nomer Anda di ponsel Wonk dengan nama lain,"


"Hah dasar Wonk bodoh," batin Paldo


"Tuan Paldo menyuruh Wonk untuk mencuri brangkas yang


ditaruh di kantor kampus. Tapi didalam brangkas tersebut tak hanya berkas penting tetapi juga uang. Wonk mengambil semua isi berangkas tanpa terisa. Tapi dia berhasil tertangkap. Wonk bebas, dia melarikan diri karena ada yang menyuruhnya. Dia melaksanakan tugasnya lagi. Mencuri di rumah saya. Bahkan membuat Ayah saya tertusuk pisaunya,"


"Tidak ada bukti jika saya yang menyuruhnya," desis Paldo


"Anda pikir polisi itu bodoh? Para polisi dapat mengunggah kembali rekaman telepon. Bahkan pesan yang telah terhapus pun akan bisa dibaca," ungkap Wasabi


"Tak hanya itu, Wonk juga menyandera Joy untuk menangkap ku. Ketika dia ditanya siapa yang menyuruh nya dia lebih baik memilih mati. Anda mau mengelak?"


"Aku tak pernah menyuruhnya menyandera siapa pun. Aku hanya menyuruhnya untuk mencuri berkas," aku Paldo pada akhirnya


"Ya itulah Wonk, dia fikir dia bisa mendapatkan berkas atau apapun itu dengan cara mengancamku. Dan bodohnya dia memilih mati bunuh diri,"


"Sungguh miris," ujar Inspektur Aris yang sedari tadi menyimak


"Tuan Paldo juga tidak ingin terbongkar bahwa dialah yang mendanai dan menyuruh penelitian ilegal itu. Penelitian yang memakan banyak korban. Chaky mengetahuinya, dia membungkam mulut Chaky dengan membunuhnya," ungkap Wasabi


"Ada bukti abu dari cerutu yang mengotori lantai. Juga pengakuan dari si pencuri Vio, yang berkata parfum ini adalah parfum mahal," sahut Wasabi


"Vio, bisakah kamu kemari dan ciumlah aroma parfum yang dikenakan Tuan Paldo," pinta Wasabi


Vio lalu mengendus aroma parfum Tuan Paldo


"Ya benar itu aroma parfum yang sama ku hirup saat di rumah korban," sahut Vio yang mengenali bau aroma parfum


"Jadi terbunuhnya Chaky adalah ulah tuan Paldo,"


"Bagaimana bisa kamu menuduh saya. Abu cerutu juga bisa orang lain atau bahkan Chaky sendiri. Parfum juga terjual untuk umum, jadi pasti banyak yang memiliki aroma parfum seperti punya saya," Paldo menepisnya


"Saya punya buktinya,"


"Bukti apa!? Saya tidak meninggalkan sidik jari apapun disana,"


"Apa yang barusan Anda bilang? Meninggalkan sidik jari. Itu artinya Anda berada di lokasi kejadian. Anda baru saja mengakuinya bahwa Anda berada disana," Wasabi mulai berdebat


"Apa-apaan ini. Sedari sore hingga malam saya berada di rumah," sahut Plado


"Nona Desiani saya mohon jawab dengan jujur. Apakah benar, Tuan Paldo berada dirumah sedari sore hingga malam," tanya Wasabi


"Tidak. Ayah tidak berada di rumah sejak siang hingga pukul 11 malam," jawab Desiani


"Oh rupanya Tuan Paldo ingin menjadi Pinokio, tukang bohong. Jelas saja siang dia tidak dirumah. Dia telah mengobrak-abrik rumah Saya. Entah apa yang dia cari. Tetapi dia meninggalkan sebuah cerutu kesayangannya. Dia pikir bodyguardnya telah membuang cerutunya. Hello.... Bodyguard anda tidak seperti yang di film-film. Bodyguard Anda sama sekali tidak terlatih,"


"Sial aku menganggap remeh Wasabi," pikir Paldo dalam hati


"Tuan Paldo untuk sementara Anda saya borgol. Saya takut anda kabur," ujar Inspektur Aris menyuruh anak buahnya


"Wasabi bukankah sidik jari itu juga ditemukan sidik jari milik Letnan Arga dan Martis," ungkap Inspektur Aris


"Ya Martis kemungkinan hanya menemani Tuan Paldo. Sedangkan Letnan Arga ke rumah Chaky siang harinya. Itu karena Chaky yang menyuruhnya. Terbukti karena ada pesan dalam ponselnya," sahut Wasabi


"Setelah Chaky tertidur untuk selamanya. Pintu rumah Chaky sengaja dibuka sedikit agar pencuri bisa masuk. Rex dan Vio memasuki rumahnya untuk mencuri. Mereka tidak tahu kalau orang yang dicuri itu sudah mati. Kemudian Martis menelpon kantor polisi seolah-olah Rex dan Vio lah yang membunuh. Terlihat dari CCTV saat Martis menelepon di telepon umum. Setelah diselidiki riwayat telepon kantor polisi. Lokasi dan jamnya sesuai dengan lokasi Martis ketika telepon ," ungkap Wasabi


"Tapi Maaf Wasabi saya sedikit bingung akan kronologinya, bisakah kau menjelaskannya kembali. Soal Tuan paldo mengadakan penelitian ilegal?" ucap Inspektur Aris


"Baiklah, Saya akan mengungkapkan kembali,"


Wasabi pun mengungkap.


Tuan Paldo ingin menciptakan manusia yang memiliki kekuatan teleportasi untuk di jual demi kemajuan bisnisnya secara diam-diam melakukan percobaan ilegal.


Karena Paldo menaruh dendam kepada Setya yang saat itu sudah menjadi suami Nyonya Alma.


Pertikaian wilayah yang terjadi saat itu, sebenarnya di adu domba oleh Tuan Paldo. Kemudian terpikirkan oleh Paldo. Dia ingin membuat Setya tersiksa dengan menjadikannya bahan percobaan. Karena Paldo merasa percobaan yang dilakukan akan gagal. Namun tak disangka malah berhasil. Dan itu membuat Tuan Paldo geram.


Paldo mengubah jati diri dan namanya menjadi Paldo untuk melarikan diri. Usaha pelarian dirinya tertutupi karena ada polisi dibelakangnya.


Wasabi mendapatkan informasi itu dari berkas yang sudah dikumpulkan Detektif Alma dan Detektif Ken yang mereka simpan di berangkas dengan kunci sebuah cincin.


"Saya rasa Martis mengetahuinya, sehingga Detektif Alma menyuruhnya cuti, ini dari pengakuan Martis sendiri yang mengatakan dia disuruh cuti sebelum hari kematian Nyonya Alma dan Cincin yang satu lagi dimiliki oleh Shi,"


"Shi yang tak lain adalah Tuan Kiyoshi. Dan juga teman Tuan Setya. Dia juga korban percobaan. Tetapi gagal dan nyaris mati. Untunglah dia masih hidup. Kekuatannya menghilang, dan juga berefek yang kerap kali tubuhnya merasakan. sakit," ungkap Wasabi


"Dari mana kamu tahu jika saya terus merasakan sakit," tanya Kiyoshi


"Dari perbincangan Anda dan Tuan Setya saat dibawah tanah. Untuk itulah Anda mencuri formula penahan sakit dan membakar habis laboratorium itu," sahut Wasabi


"Saya terpaksa melakukannya karena Professor Han tidak segera memberikan formulanya," jelas Kiyoshi


"Ya dan karena rasa sakit yang anda rasakan itulah Anda meneror keluarga saya,"


"Hah... nak. Tuduhan Mu salah,"


"Lalu apa yang benar?" Wasabi lalu menelpon Dokter Lee dan me-loudspeaker agar terdengar semua orang mendengarnya


"Ya Hallo,"


"Hallo Dokter Lee. Bisakah Anda menjawab pertanyaanku?"


"Pertanyaan apa itu?"


"Dahulu, ada yang memintamu untuk membuat obat penangkal sakit, efek dari percobaan yang gagal. Bisa Anda jelaskan?


"Oh dahulu ya, ada. Dia memintaku membuat obat itu karena efek gagal dalam percobaan. Obat penahan sakit itu lebih baik jika dicampur dari gen keturunan diberitahu Professor Han. Obatnya akan bekerja lebih baik jika dicampur dari gen keturunan dari orang yang berhasil memiliki kekuatan sempurna," ucap Dokter Lee


"Dokter Lee, apakah anda masih menyimpan nomer ponsel yang pernah menelepon Anda. Tolong teleponkan saat ini juga?" tanya Wasabi


"Oh iya masih. Saya akan mencoba menghubunginya dengan ponsel saya yang satunya,"


Kring... Kring...


Nada dering terdengar dari ponsel Kiyoshi.


"Masih mau mengelak Tuan Kiyoshi?" ucap Wasabi


"Tentu saja Anda mengincar Pak Setya dan Saya karena obat yang Anda curi sudah hampir menipis. Selama ini Anda berusaha baik di depan Saya dan Pak Setya, karena ada maksud berselubung,"


Saat Tuan Kiyoshi tahu jika pak Setya masuk rumah sakit. Tuan Kiyoshi langsung bertindak. Dia segera mengambil darah Ayah saya dan darah saya.


"Jadi peneror keluarga kita adalah Tuan Kiyoshi? Dan dia juga yang membunuh Alma dan Ken?" tanya Setya


"Tidak Ayah. Tuan Kiyoshi memang peneror. Tetapi dia bukan pembunuhnya,'


Tuan Kiyoshi memang berencana menculik saya saat saya masih SD. Dia mendatangi Sekolah saya. Lalu menyuruh Andi dan Emi untuk membuat saya pulang terlambat sehingga dia bisa menculik dan mengambil sampel gen. Saya tanda dengan sepatunya. Dia bahkan memakai sepatu yang sama hari ini,"


Kau sangat cermat Wasabi, padahal itu sudah lama terjadi, batin Kiyoshi


Wasabi


"Rencana penculikan gagal karena saya tiba-tiba dapat menghilang. Yang ternyata adalah kekuatan yang tidak saya sadari sebelumnya," ungkap Wasabi


"Detektif Alma dan Detektif Ken, tidak bunuh diri. Mereka berkelahi dengan Franc Ichiro. Seseorang yang dianggap meninggal. Tetapi dia masih hidup. Riwayatnya seperti Tuan Kiyoshi. Kerap kali kesakitan tiba-tiba,"


"Bisakah saya mengambil kalung itu kembali. Haha percaya tak percaya itu kalung penyelamat," ucap Franc


"Hentikan omong kosong mu. Tolong diam,"


"Saya menemukan kalung di bawah sofa sebelum petugas penyelidik datang. Saya bahkan terlambat menyadari ternyata kalung yang sering saya pakai adalah milik Franc Ichiro. Paman dari sahabatku Andi Sudirman. Bukan begitu Letnan Arga?" tanya Wasabi menatap Arga, sebenarnya Wasabi menahan amarahnya


"Ke-kenapa bertanya padaku?"


"Karena Anda menyaksikan pertikaian itu. Jangan pura-pura bodoh!" teriak Wasabi Kesal


"Apa? Letnan Arga. Benarkah kamu menyaksikan pertikaian Alma dengan Franc?" tanya Setya tak percaya


"Jawab!!" pekik Setya


"Kalian masih saja mencari-cari siapa pelaku pembunuhan itu ckckck miris," cibir Franc


Wasabi geram. Dia mengepalkan tangan dan meninjunya dengan sekali pukulan.


Debuuug


Franc tumbang kebelakang bersama kursi yang di dudukinya dan pingsan seketika.