
Bersama dengan petugas keamanan di Bandara, Wasabi mengecek lewat kamera CCTV saat orang yang mengaku Kakek Hugo serta Takashi menjalani proses pemeriksaan Bandara.
"Ketemu," seru Wasabi yang ikut memeriksa dari balik layar di ruang keamanan
Terlihat dari rekaman tersebut, Takashi dan orang yang menyamar sebagai kakek Hugo, sedang berdiri di pintu alat pemindai dan detector metal.
"Benar, itu Takashi dan orang yang di belakangnya. Siapa dia? Apakah dia yang mengaku-ngaku menjadi kakek Hugo? Wajahnya terlihat mirip dengan Kakek Hugo. Pantas saja dia lolos pemeriksaan Bandara, karena memakai identitas sendiri," ucap Wasabi pada penjaga Bandara
"Baik kami akan selidiki siapa pria itu," ucap pria petugas keamanan
Kalau dia melepas topengnya kenapa Takashi juga tidak melepas topengnya, apakah itu wajah asli Takashi? batin Wasabi
"Maaf menunggu lama, kami telah melakukan pemeriksaan. Dia bernama Hugo, juga seorang anak di belakangnya bernama Takashi tidak ada yang mencurigakan dari identitas KTP dan Paspor mereka, semua asli. Mereka menuju perjalanan ke Jepang," ucap petugas itu
"Hugo? Kenapa namanya bisa sama persis seperti Kakekku?" gumam Wasabi pelan
"Kami akan memberikan copy-an rekaman ini untuk penyelidikan Anda," timpalnya lagi
"Terimakasih sekali lagi," ucap Wasabi
Setelah rekaman CCTV diberikan kepada Wasabi, pria itu kembali ke rumah Dokter Lee.
Rupanya keadaan Setya sudah membaik. Pria detektif itu sedikit lega, dia tidak akan bisa mencari tahu kebenaran jika sang Ayah dalam keadaan kritis.
"Kamu dari mana saja Wasabi?"
"Mencari tahu kebenaran. Tapi aku selalu kepikiran tentang keadaan Ayah. Bagaimana keadaan Ayah sekarang?" ucap Wasabi
"Jauh lebih baik sayang,"
"Apa yang sebenarnya terjadi Ayah? Kenapa tiba-tiba Ayah sakit?"
"Aku juga tidak tahu pasti, sakit ku ini karena makanan atau memang aku terkena serangan jantung tiba-tiba. Tapi setelah makan siang di rumah Kakek Hugo itu, aku pulang lalu dadaku terasa nyeri. Aku merasa kesakitan, dan kesulitan bernapas," cerita Setya
"Apakah sebelumnya Ayah pernah mengalami kejadian seperti ini?"
"Tidak, Jantungku baik-baik saja,"
"Apa yang kalian bicarakan di sana?" tanya Wasabi mulai kepo
"Dia membicarakan soal rumahnya yang di Bali. Dia juga menyuruh kita untuk pindah ke Bali dan tinggal di sana bersama-sama. Dari situ Aku merasa aneh, karena Kakek seperti memaksa kita untuk segera ke rumahnya yang di Bali. Ayah fikir kalau dia mau ke sana ya ke sana saja sendiri, kenapa harus bersama kita," ucap Setya kemudian mencoba duduk bersandar
"Aku juga sudah lama tidak. ke rumah Kakek Hugo. Apakah ada orang yang menempati rumahnya sekarang?" ucap Setya dan diakhiri pertanyaan
"Aku lupa jika Ayah tidak tahu. Kakek Hugo sendiri menjual rumahnya, lalu kami tinggal di rumah kontrakan, beberapa hari kemudian Kakek Hugo meninggal,"
"Aneh jika dia menjualnya sendiri kenapa dia membicarakan soal rumahnya yang di Bali?"
"Karena dia bukanlah Kakek, dia menyamar tetapi wajahnya terlihat amat mirip," sahut Wasabi
Dokter Lee masuk ke ruangan itu sambil membawakan makanan.
"Setya, makanlah dulu. Ini ku buatkan sayur yang dapat mencegah serangan jantung mu itu. Setelah itu minum obatnya," perintah Dokter Lee
"Ini prosedur tempat perawatan dimana pun guna sebenarnya bukan untuk memanjakan pasien, tapi agar pasien bisa cepat meminum obatnya setelah makan. Maka dari itu, makanan di rumah sakit tidak pernah lezat, dan bisa dibilang rata-rata rasanya hambar," celoteh Dokter Lee yang membuka rahasia umum
"Kalian membicarakan siapa? Aku mendengar nama yang tidak asing," timpal Dokter Lee
"Hmm benarkah? Kita sedang membicarakan seseorang yang mirip dengan Kakek ku. Kakek Hugo yang sudah meninggal. Tetapi Ayah bersikeras mengatakan kalau dia adalah Ayahnya yang berarti adalah Kakek ku," jelas Wasabi
"Ahh mumpung aku ingat, aku baru saja ingin membicarakan dan menanyakan itu," ucap Dokter Lee
"Menanyakan apa?" tanya Wasabi
"Begini Wasabi, Setya. Aku berhasil membuat alat yang bisa berteleportasi. Tentu saja belum sempurna masih ada kelemahannya. Dan seminggu kemarin ada orang yang membeli alat ku itu, tetapi wajahnya sekilas mirip dengan Setya, Dia membelinya dengan harga yang sangat mahal. Untuk itulah aku ke Jakarta. Apakah dia Ayahmu, Setya?" tanya Dokter Lee
Wasabi dan Setya saling berpandangan. Wasabi langsung menunjukkan foto Kakek Hugo palsu dan Takashi kepada Dokter Lee.
"Apakah dia orangnya?" tanya Wasabi sambil menunjukkan sebuah foto kepada Dokter Lee
"Ya benar itu orang yang membeli alat temuanku. aku lupa namanya, kalau tidak salah namanya Hogeland,"
"Sudah ku bilang! Dia Kakek palsu Ayah. Dan Takashi hanya mengaku-ngaku jika dia saudara kembarku," seru Wasabi
"Astaga, jika itu benar apakah dia saudara kandung Kakek Hugo?" tanya Setya
"Bukankah Kakek tidak punya saudara?" tanya Wasabi
"Kakekmu punya saudara, tetapi saat mereka kecil saudaranya hanyut, terbawa arus sungai dan hilang, jasadnya pun tidak ditemukan. Jadi bisa saja dia saudara Kakekmu," ungkap Setya
"Jika dia saudara Kakek, kenapa dia ingin meracuni Ayah?" tanya Wasabi
"Sebentar, darimana dia tahu tentang alat penemuan mu Dokter Lee?" tanya Wasabi
"Jadi tempat penelitian ku di Bali, sering kedatangan investor. Maka dari itu setiap penemuan ku atau ilmuwan lainnya di pajang di laboratorium itu dan bahkan di share ke komunitas sains. Hugoland sendiri tahu tentangku dari komunitas itu sendiri," ucap Dokter Lee
"Jadi itulah mengapa dia membayar dengan harga mahal, agar kebohongannya terlihat sempurna?" ucap Setya
"Bisa jadi," ucap Wasabi
"Hemm aku mau mengulas diagnosa yang kutemukan pada tubuhmu Setya. Aku menemukan racun Digoxin dalam tubuhmu. Zat beracun ini berasal dari bunga foxglove yang bisa ditemukan di Inggris. Racun ini menyerang langsung ke jantung. Ketika racun ini masuk dalam aliran darah, digoxin akan memperlambat kerja jantung hingga akhirnya mengakibatkan berhentinya jantung," ucap Dokter Lee
"Kalian tahu, tanaman foxglove ini unik, dia beracun ketika dimakan. Namun, glikosida dalam daun floxglove, telah digunakan secara klinis untuk pengobatan gagal jantung," terang Dokter Lee
"Jadi bunga itu beracun, tetapi bisa juga menjadi obat," ucap Setya
"Betul,"
"Serangan jantung. Aku jadi teringat tentang kematian kakek Hugo. Apakah juga akibat dari racun?" gumam Wasabi
"Kamu harus menyelidikinya nanti. Tapi yang harus kamu utamakan, fokuslah dahulu untuk mencari tahu kasus penculikan Joy. Kita harus menangkap semua komplotannya. Termasuk Bosnya. Jika tidak, akan ada korban lagi setelah ini," ucap Setya
"Ya Ayah benar. Masalah kemarin selesai, sudah muncul masalah baru. Jika dugaan ini benar dia adalah saudara kakek yang hilang, berarti dia masih hidup. Lalu apakah dia ada hubungannya dengan komplotan Mafia ini?" sahut Wasabi