
Wasabi mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencari tahu apakah keaslian surat kepemilikan tanah dan bangunan itu milik Vin itu benar adanya. Atau milik seseorang yang ia sewa atau milik orang lain yang ternyata bos besarnya.
Setelah menerima pernyataan bahwa surat tersebut tidak sah dengan kata lain adalah palsu.
"Ternyata semua surat-suratnya itu palsu," gumam Wasabi
"Bagaimana bisa seorang polisi mengecek surat kepemilikan tersebut dan mengatakan kalau itu asli. Dan juga tidak ada keterangan di ruko itu milik siapa. Apakah datanya terhapus?" pikir Wasabi
"Hemh biar polisi yang menyelidiki semuanya lebih lanjut. Yang pasti Inspektur Hendra harus tahu jika salah satu anak buahnya telah berbohong. Sekarang aku harus secepatnya menemukan dua gadis yang sudah berada ditangan pembeli kemarin,"
Wasabi segera menelepon Inspektur Hendra, tetapi ponselnya tidak aktif. Ia pun memutuskan untuk menemuinya langsung ke kantor polisi. Segera saja ia tinggalkan kantor BPN. Ketika Wasabi berjalan menuju tempat parkir. Ada seseorang berlari dan menabrak dirinya.
"Maaf, Maafkan saya," pria itu meminta maaf lalu ia berlari lagi seraya berteriak, "Tolooong, Copet!"
Perhatian Wasabi pun teralihkan. Dia segera berlari menyusul pria itu untuk mengejar pencopet. Wasabi juga melihat ke arah copet yang sedang berlari. Pencopet itu berada beberapa meter didepan dari orang yang menabraknya tadi.
Wasabi ikut mengejarnya.
Pencopet itu semakin kencang larinya ketika tahu ada orang lain yang ikut mengejarnya. Pencopet itu berlari dengan gesit. Dia tidak ragu untuk berlari memasuki gang-gang perumahan, sepertinya pencopet itu mengenal dan terbiasa dengan jalanan itu
Saat di belokan ke tiga Wasabi kehilangan jejak si pencopet dan orang yang menabraknya. Dia hanya menemukan gang buntu yang kecil, sempit dan sangat sepi.
Seharusnya Wasabi memakai kekuatan teleportasinya, tetapi dia enggan karena tidak ingin kekuatannya di ketahui masyarakat umum.
Wasabi melihat keatas dinding gang buntu dan mengamati keadaan sekitar hingga dia memutar badan sambil mengatur nafasnya. Namun saat Wasabi memutar badannya, berbalik, sebuah tinjuan menghantam perutnya.
Buuk... Buuk..
Wasabi mencari tahu siapa yang meninjunya. Karena tidak ada siapa pun disana. Kemudian sebuah pukulan mendarat ke wajah Wasabi
Dhuaak..
Hingga Wasabi terdorong ke belakang. Dia merintih kesakitan karena pukulan itu terkena batang hidungnya hingga berdarah.
Pukulan itu seperti berasal dari benda keras, sebuah balok kayu. Tapi sekali lagi tak ada orang di sekitar.
"Woy. Siapa kamu. Keluar!" pekik Wasabi
"Tunjukkan dirimu dasar pengecut!" seketika Wasabi teringat dia juga pernah berada diposisi ini. Ketika Wasabi memukul Wonk dengan kekuatan tak terlihatnya.
Wasabi menunggu, tetapi tetap tak ada siapapun. Dia pun menggunakan kekuatan tak terlihatnya. Tapi Wasabi begitu sial. Baru saja dia menggunakan kekuatan tak terlihatnya. Punggungnya terkena tendangan dari belakang.
Dhuaak..
Wasabi terhuyung ke depan, dia masih dapat menahan keseimbangan agar tidak jatuh. Wasabi menggunakan indera perasanya.
Aku sudah menghilangkan wujudku tapi kenapa dia masih bisa memukulku, batin Wasabi
Wasabi memejamkan mata. Dia mulai merasakan akan kedatangan angin dari samping kanan tubuhnya. Dengan cepat wasabi menepis dan mencengkeram sesuatu yang hampir menghantam bagian kanannya. Seperti sebuah kaki. Dicengkeram dan ditariknya hingga sesuatu terjatuh.
Gedebuk...
Wasabi kemudian menginjak kaki tersebut. Sepertinya dia menginjak bagian paha, hingga terdengar suara jeritan dan secara bersamaan dia menunjukkan wujudnya.
Ternyata orang yang menabrak Wasabi tadi lah ya memukul Wasabi. Wasabi kemudian memperlihatkan wujudnya kembali.
"Aah.... Sakit! Bisakah kamu melepaskan injakanmu itu," pinta orang itu
"Kau..! Siapa kau!?" tanya Wasabi melepaskan injakannya dan berjongkok seraya mencengkeram kerah pria yang menyerangnya tadi
Jika dia menyerang ku, kemungkinan pencopet tadi adalah teman sefrekuensi dengannya. Lalu dimana orang yang ia sebut copet, batin Wasabi
"Apa maksud mu menyerangku! Dan kekuatanmu itu...." tanya Wasabj
"Kamu sungguh tidak tahu?"
"Tidak!"
"Hah! Sudah ku duga," ucap pria itu kemudian tertawa. Wasabi hanya mengernyitkan dahi menganggap pria di depannya itu orang gila
Kemudian muncul seseorang dari depan gang. Dia berdiri menutupi cahaya matahari. Hingga Wasabi memicingkan matanya untuk melihat siapa pria itu. Tapi ketika pria itu berjalan mendekat. Wasabi terkejut di buatnya.
Wasabi melepaskan cengkramannya dan beranjak berdiri
"Hah! Benarkah ini? Bukankah kamu telah...telah meninggal?" ucap Wasabi
Orang yang di teriaki copet itu adalah orang yang kenal dan telah lama meninggal dunia.