Detective Wasabi

Detective Wasabi
Pengakuan Berbelit



Di Kantor Kepolisian.


Ruangan interogasi menjadi hening. Mata saling memandang sinis satu sama lain.


Wasabi dengan penuh kemarahan menodongkan pistol tepat dibelakang kepala Hogeland.


"Katakan yang sebenarnya! Siapa dirimu, apa tujuanmu dan apa hubunganmu dengan Kakek Hugo!?" tanya Wasabi pada hugo


"Apakah kematian Kakek Hugo karena ulah mu?Jawab! Atau peluru ini akan segera menembus hingga ke dalam otakmu!" timpal Wasabi lagi dengan amarah yang menjadi.


Terdengar suara kunci pistol dibuka. Pelatuk sudah siap untuk ditarik kapan saja.


Hogeland menelan ludah, dia takut dengan gertakan Wasabi yang terlihat penuh dengan kemarahan.


"Aku benar Hugo! Namaku Hugo tapi itu dulu, sebelum Ayah ku mengganti namaku," jelas Hogeland berhenti sejenak untuk membuang napas


Hugo kakek mu itu nama sebenarnya sewaktu kecil adalah Javis, kami menjadi saudara tiri setelah Ayahku menikah dengan Ibunya. Wajah kami mirip, padahal bukan saudara kandung.


Suatu saat, Kami disekolahkan di SD yang sama tetapi yang diterima hanya Aku, Hugo. Akhirnya Ayahku menukar nama Kami. Dari situlah aku mulai membenci Javis.


"Suatu saat, kami sekeluarga belibur dan memainkan wahana Arung Jeram. Aku memulai rencanaku. Aku ingin menenggelamkan Javis ke sungai deras itu. Kita berkelahi di perahu karet, tapi posisi berbalik. Bukan Javis yang jatuh, tetapi Aku. Aku pun terhanyut jauh terbawa arus deras sungai, terombang-ambing dan terus menerus menabrak batuan hingga dadaku tertusuk ranting tajam. Aku pingsan, dan ditemukan seorang Turis dari Malaysia. Aku mengaku hilang ingatan dan turis itu juga tidak menemukan orang tuaku, lalu aku pun diangkat menjadi anaknya. Dari situlah namaku dan status ku menjadi Hogeland,"


Wasabi


"Stop! Aku tak butuh curhatanmu. Yang Aku butuhkan, Kau mengakui kejahatanmu,"


"Bukankah kau menanyakan apa hubunganku dengan Hugo, dan sebelum aku mengatakan tujuanku ada baiknya kau tahu asal usul kakek tirimu ini haha," ucap Hogeland


Dor


Peluru yang ditembakkan itu mengenai lantai tepat di samping kaki Hogeland berpijak. Terlihat kaki Hogeland bergetar ketakutan mendengar suara pistol.


"Wasabi tahan emosimu," pinta Inspektur Hendra


"Hogeland cukup jawab saja, secara ringkas, atau peluru itu tertembak di seluruh badanmu. Kau tak tahukan seperti apa Wasabi kalau marah," sahut Inspektur Hendra kepada Hogeland


"Jadi nama kecilmu adalah Hugo, lalu menjadi Javis dan ketika di angkat oleh keluarga Malaysia, namamu berubah nama menjadi Hogeland?" sahut Inspektur Hendra


"Iya,"


"Lalu apakah kematian kakek Hugo saat itu adalah rencanamu?" tanya Inspektur Hendra


"Katakan!" seru Wasabi ketika Hogeland tak kunjung menjawab


"I-iya..."


Debug


Sebuah tinju melayang ke wajah Hogeland. Inspektur Hendra yang sedari tadi duduk, kemudian beranjak berdiri dan menjauhkan Wasabi dari Hogeland. Ia lalu menyuruh Wasabi untuk tetap tenang


"Maaf Inspektur, aku tidak terima karena dia kakekku meninggal," ucap Wasabi


"Aku memberinya racun dari air mineral yang ku berikan pada Wasabi," ucap Hoge


"Kau ingin meracuni Hugo tapi kenapa kau memberikan air itu kepada Wasabi?" tanya Inspektur


"Aku ingin membunuh keduanya, membunuh Hugo dan juga aku ingin membunuh semua keturunannya," ucap Hogeland


"Aku ingat, kau meracuni ayahku kan, sepulangnya dari rumahmu, jantungnya terasa sakit. Tapi, sayangnya rencana mu gagal. Ayahku orang yang kamu celakai masih hidup," ujar Wasabi


"Dan Kenapa kau mencuri kunci yang Kakek berikan padaku?" tanya Wasabi lagi


"Itu kunci brangkas yang isinya harta warisan dari Ayahku! Aku juga berhak memilikinya!" ujar Hogeland


"Aku ingat cerita Ayah, Kau menyuruh Ayah untuk mengunjungi rumah Kakek Hugo di Bali dan tinggal disana? apa yang Kau rencanakan?" tanya Wasabi


"Hugo pernah mengatakan kunci itu ada di brangkas Bank Swiss. Tapi ketika Aku sudah mendapatkan kunci yang ku curi dari mu, aku ke Bank Swiss , tapi aku tidak bisa membukanya. Aku berfikir mungkin ada petunjuk lain atau sebuah dirumahnya," ucap Hogeland


"Rumahnya telah dia jual saat aku masih kecil. Kenapa kau mempermasalahkan soal warisan saat sekarang? Kenapa tidak saat aku masih kecil? Aku jadi curiga, barang itu bukan uang kan? Barang apa yang tersimpan disana? Dan lagi tidak mungkin Kakek Hugo mengatakan soal brangkas itu padamu, pasti kau telah mengintai sebelumnya,"


"Dan untuk karangan drama cerita mu tadi. Kau sengaja membuatku iba padamu? Apa kau mengira aku akan mempercayaimu?" ucap Wasabi kembali mendekat, "Untuk terakhir kalinya! Apa hubunganmu dengan kakekku dan apa isi dibalik kunci ini?"


Ceklek


Wasabi membuka kunci pistol kembali. Kali ini Wasabi menodongkan pistol itu dan menempelkannya di pelipis kanan.


"Katakan!" seru Wasabi


"Satu....," ucap Wasabi


"Ahh sialan Kau! Ahh!" teriak Hogeland


"Kau suka menyiksa dirimu sendiri?" Wasabi menutup kunci pistol yang tadi terbuka lalu dimain-mainkan pistol itu di tangannya, "Aku akan melanjutkan hitungan Ku. Jika masih tak kau jawab. Kedua kakimu akan tak mampu berjalan lagi," gertak Wasabi


"Dua!" Teriak Wasabi melanjutkan


Suara kunci pistol kembali dibuka, kemudian Wasabi menempelkan pistol itu ke atas paha kiri Hogeland


"Oke oke aku mengaku," ucap Hogeland yang masih kesakitan karena terkena tembakan di paha kanan.


"Cerita tadi hanya karangan. Tidak ada warisan. Aku membunuh Hugo karena aku mengincar dokumen penting yang ia sembunyikan," ucap Hogeland


"Bisa kau ceritakan dokumen apa itu?" ucap Inspektur Hendra


"Dokumen transaksi ilegal mafia Rusia. Bisnis narkoba dan senjata api dan perdagangan manusia," ucap Hogeland singkat


"Wow ini masalah besar," ucap Inspektur Hendra


Kemudian ia meminta Hogeland menceritakan awal terjadinya dan kenapa dokumen itu bisa berada ditangan kakek Hugo, apakah kakek Hugo terlibat atau tidak. Sementara Wasabi hanya diam karena Inspektur Hendra menahannya untuk menahan emosi.


"Dia tidak mengetahui persoalan itu. Tetapi begitu ia tahu, dia mencuri semua dokumen itu dan berniat melaporkannya ke pihak berwajib,"


Setelah itu Hogeland menceritakan kebenarannya. Dia dan Hugo yatim piatu dan diangkat oleh seorang turis. Lalu dibesarkan di rusia. Saat dewasa mereka berpisah. Hugoland memilih ke China dan berjualan obat-obatan tradisional. Sementara Hogeland bertemu sekelompok mafia dan menjadi kurir Narkoba. Kemudian Hogeland di angkat menjadi pemimpin kelompok baru dan memperluas jejaringan kawasan mafia.


Hogeland memilih negara China untuk memperluas bisnisnya sekaligus mengajak Hugo bergabung dengannya


tetapi Hugo malah mencuri semua dokumen rahasia. Dia mengkhianati Hogeland dan membuatnya menjadi sasaran kemarahan Ketua besar. Ketua besar memukuli Hogeland hingga sekarat dan dibuang ke jurang. Kemudian ia ditolong oleh Tuan Naw. Sementara Hugo menahan dokumen dan berkas rahasia itu di dalam bank Swiss, awalnya Hugo ingin melaporkannya kepada pihak berwenang namun rupanya Hugo juga dalam masalah besar. Dia menjadi incaran para mafia Rusia.


"Aku bersumpah akan membunuh Hugo dan keturunannya yang telah membuatku menderita," ucap Hogeland


"Seharusnya Kau marah pada orang yang membuatmu sekarat!" ucap Wasabi


"Tapi dia penyebab utamanya!"


"Apakah para mafia itu masih beroperasi menjalankan bisnis gelapnya?" tanya Inspektur Hendra


"Ah... Tak bisakah Kau mengobati luka tembakku dulu?" pinta Hogeland


Inspektur Hendra memanggil Bai untuk mengikat lukanya sementara, agar menghentikan pendarahannya


"Cepat ceritakan, agar luka mu segera ditangani," sahut Inspektur Hendra,"


"Iya mereka masih menjalankannya sampai sekarang. Hanya saja saat ini jaringan mereka semakin luas itu. Dokumen itu berisi semua transaksi dan penyelundupan narkoba, senjata api yang ilegal dan perdagangan manusia. Jika dokumen itu jatuh ke pihak berwajib. Habis sudah perkumpulan mereka. Yang pasti akan banyak nama petinggi besar yang terseret didalamnya," ungkap Hogeland


Inspektur Hendra memicingkan mata, memastikan apakah pengakuan Hogeland benar adanya. Tetapi untuk memastikannya dia hanya perlu mendapatkan bukti yang disimpan kakek Hugo selama ini. Mungkin ada alasan kenapa sampai saat ini Hugo masih menyembunyikannya. Karena ini kasus dan jaringan besar menyangkut negara lain. Dan pastinya dapat mengancam keamanannya sendiri.


"Awalnya aku hanya menginginkan kematian Hugo, Aku tak perduli pada dokumen itu. Tapi Ketua Besar mengetahui kalau aku ternyata masih hidup. Dia pun menyuruhku untuk mencari dokumen itu kembali. Maka dari itu kenapa aku kembali lagi mencari berkas penting itu. Kalian tahu kan keamanan bank Swiss seperti apa. Banyak para penjahat menyimpan harta kejahatan mereka disana. Dan keamanannya nomer satu selama kita bisa membayarnya," jelas Hogeland


"Aku berhasil membunuh Hugo dan mendapatkan kunci itu. Aku mencari dokumen itu ke Bank Swiss, meskipun Aku memiliki kuncinya tapi Aku tak dapat membukanya. Kode itu tidak bisa sembarangan," ungkap Hogeland


"Hugo meninggal, dokumen itu aman untuk sementara, disamping itu Aku menyuruh Tuan Naw untuk membuka bisnis seperti yang kulakukan dahulu. Tapi bisnisku dalam bahaya begitu Aku mendengar tentang Wasabi. Aku mencari tahu tentang kekuatanmu dan aku bertemu dengan ilmuwan yang menciptakan alat seperti kekuatanmu," cerita pria tua itu


"Jadi semua karena dendam dengan Kakekku yang telah mencuri berkas pentingmu? Kau juga berencana ingin meracuni ku dan Ayahku? Tapi Kenapa kau tidak menaruh dendam pada orang yang membuat mu sekarat.


"Aku tak bisa melawan Ketua, mereka begitu banyak. Dan juga Hugo lah penyebab kemarahan mereka,"


"Hah, jadi kau hanya bisa membalas dendam pada orang yang lemah," sahut Wasabi


"Kita lanjutkan nanti, Bai bawa dia urus kakinya dahulu," perintah Inspektur Hendra yang takut jika Hogeland Dakan pingsan kehabisan darah


Hogeland dibawa mengobati kakinya dahulu.


"Kita bisa bekerja sama dengan polisi Rusia jika menemukan bukti kejahatannya. Wasabi, misi mu adalah cari tahu tentang kunci misteri itu," ucap Inspektur Hendra


"Kalau begitu Aku akan ke Swiss besok, Aku juga penasaran apa yang disimpan Kakek Hugo di sana," jawab Wasabi


"Kakek terlihat sederhana. Aku tak menyangka dia besar di Rusia. Tapi jujur saja, Aku belum sepenuhnya percaya pada Hogeland. Dia pandai bersilat lidah,"


"Hmm tapi aku rasa kakek tua itu terlihat jujur. Oh ya Wasabi, sudah hampir pukul delapan malam. Kau tak menghadiri pesta pertunangan Joy?"


"Untung Inspektur mengingatkan ku. Ayo kita kesana," sahut Wasabi


"Tidak Aku masih banyak pekerjaan. Nanti aku akan menyuruh Sill yang mewakili ku. Dan sampaikan salam dan permintaan maafku pada Tuan Samy," ucap Inspektur Hendra


"Baiklah,"