Detective Wasabi

Detective Wasabi
Manis di Mulut



Di Sekolah Adel dan Qisty


Wasabi diam-diam mencari tahu hubungan antara Adel dan Qisty, lewat teman-temannya atau orang terdekat mereka. Tapi sekali lagi keberuntungan sedang berpihak padanya.


Wasabi tak sengaja mendengar percakapan Qisty dengan teman-temannya. Namun saat itu, Adel tidak ikut berkumpul dengannya. Terlihat teman-temannya bertanya soal apa yang dialami mereka berdua.


"Dia udah kehilangan keperawanannya. Aku ikut sedih sih atas apa yang terjadi sama dia tapi dia pantas ngedapatinnya, itu juga teguran buat orang yang kecentilan seperti dia," ucap Qisty yang menjawabnya dengan raut wajah sedih namun beberapa menit kemudian dia memasang wajah tersenyum senang.


"Untung kamu baik-baik aja. Ih serem ya jadi takut kalau kemana-mana. Tapi kamu jangan gitu dong Qis, bagaimanapun juga Adel itu nantinya jadi tante kamu hehe..," sahut seorang temannya. Tertera label nama di samping saku dengan tulisan Lulu


"Habis, Aku sebel sama dia, kenapa sih harus om aku? Kayak ga ada cowok lain aja!":keluh Qisty


"Ssstss dia datang," sahut Lulu langsung memberi kode


"Ngobrolin apa sih kayaknya seru banget," tanya Adel


Disisi lain, Wasabi dengan kekuatan tak terlihatnya, mendengar percakapan mereka dan sedikit bisa membaca kisahnya. Rupanya Qisty adalah teman yang bermulut manis jika didepannya.


"Kita hanya ngobrolin soal drama pentas besok," jawab Qisty kemudian dia beranjak berdiri hendak pergi, "Oh ya aku ke kantin dulu ya," Qisty sengaja menghindar


"Ah Qisty selalu saja tidak mau terbuka padaku," keluh Adel


"Del Aku dengar setelah lulus nanti kamu akan menikah dengan Om nya Qisty?"


"Hmm i-iya," jawab Adel ragu, "Kamu tahu dari Qisty ya, anak itu tidak bisa menjaga rahasia," imbuhnya


"Lalu dimas yang mengejar-ngejarmu, mau kamu kemanakan? Bukannya kamu sudah menerima cintanya?" tanya Lulu


"Ssstss jangan sampai Qisty tahu, bisa gawat. Dimas tampan dan tajir, aku hanya memanfaatkannya. Besok aku akan mengatakan pada Dimas yang sebenarnya, tapi tidak sekarang. Karena Ibunya lagi sakit," ungkap Adel pada akhirnya. Padahal Qisty sudah tau soal Dimas dan Adel


"Kamu jangan mempermainkan perasaan laki-laki. Kamu belum jera atas musibah yang menimpa mu. Huh aku jadi malas berteman denganmu," ujar Lulu


"Tidak ada waktu yang tepat untuk mengatakan suatu kebohongan. Cepat atau lambat. Sekarang atau tidak sama-sama menyakitkan," ucap Lulu dengan bijaknya.


Sementara Wasabi berpikir apakah Dimas juga ada di sekolahannya atau tidak? Ia pun ingin menanyakan suatu hal pada Lulu. Pria itu menunggu Lulu sendirian. Ketika Lulu ke toilet seorang diri. Wasabi mengikutinya dan menunggu di luar toilet. Setelah Lulu keluar, Wasabi memanggilnya.


"Hey kau, kemarilah," panggil Wasabi seraya melambaikan tangannya


"Siapa kamu!?"


"Aku seorang detektif, aku ingin mencari tahu siapa penculik Adel dan Qisty. Tolong rahasiakan ini,"


Lulu memperhatikan penampilan Wasabi dari atas ke bawah lalu ke atas lagi. Kesan pertama yang ia dapat adalah tampan dan wangi.


"Oh ok baiklah. Paman membutuhkan informasi?"


"Paman? Haha aku tidak setua itu. lya aku ingin tahu siapa Dimas? Apa kau mengenalnya? Dia murid disini juga?"


"Iya. Aku kenal Dimas, dia anak kuliahan. Dia juga penyanyi kafe. Orangnya asik,"


Lalu Wasabi pun meminta alamat rumah Dimas, namun sayang gadis itu tidak tahu. Yang ia tahu hanyalah tempat dimana Dimas bekerja. Pria itu bekerja di kafe gaul yang terletak di pojok jalan dekat sekolahan


"Dia bekerja paruh waktu? Jam berapa dia ada di kafe?,"


"Setahuku siang sampai malam. Aku hafal karena setiap pulang sekolah aku selalu ke kafe itu, itu pun jika jadwal bekerjanya tidak berubah,"


"Oh baiklah. Ini sudah jam 12, berarti jam 12 siang ini kah? Aku akan kesana. Terima kasih infonya,"


"lya siang ini, sama-sama Tuan Detektif,"