Detective Wasabi

Detective Wasabi
Markas Andi



Wasabi sudah tahu bahwa Naw akan lolos dengan mudahnya. Dia pun memilih ke tempat Andi dengan segera.


Di Kediaman Andi.


Markas Andi yang berada di ruang bawah tanah itu di hancurkan oleh Tuan Naw dan Takashi. Mereka dapat masuk dengan mudah karena Takashi juga dapat berteleportasi seperti Wasabi.


Mereka datang saat Andi tak ada di tempat itu dan sedang keluar, tetapi saat pria itu kembali ke rumahnya, seisi rumah porak poranda. Yang lebih parah adalah tempatnya bekerja. Andi menyebutnya markas yang berasa di ruang bawah tanah


Markas telah hancur. Satu laptop kesayangan, tiga monitor besar, tab, alat penyadap, alat pelacak dan tiga unit CPU telah dirusak, bahkan salah satunya mengeluarkan api lalu meledak mengeluarkan percikan api kecil. Namun tidak menimbulkan kebakaran.


Andi ternganga melihat kondisi markasnya. Rasanya lututnya lemas seketika. Bukan masalah barangnya, namun yang disayangkan semua program buatannya dan alat-alat canggih miliknya, hancur tanpa tersisa.


"Andi Sudirman. Rupanya kamu yang membantu Wasabi," ucap Naw yang bersandar di mejanya.


Andi marah, dia masuk ke ruangannya dan segera menghampiri Naw lalu ia bersiap ingin memukulnya. Takashi yang bersembunyi di balik pintu, menangkap Andi dari belakang. Ia mengalungkan lengannya ke leher Andi kemudian menariknya ke belakang hingga kepala Andi mendongak ke atas dan lehernya terasa tercekik.


Naw menggenggam pisau lipat, pisau tajamnya itu selebar lima jengkal jari tangannya. Ia mengarahkan mata pisaunya ke arah Andi. Mau tak mau Andi harus menurut dan tidak memberontak


Dengan cepat Takashi mengikat kaki dan kedua tangan Andi dengan kabel Ties yang sudah di sediakan. Serta mulut yang tertutup lakban.


Andi dipaksa untuk berlutut di hadapan Tuan Naw. Sementara Takashi berdiri di belakang Andi Sudirman sambil memegang baju belakangnya agar Andi tetap berlutut.


Tuan Naw berdiri dihadapan Andi, ia membungkuk sedikit seraya memainkan pisau ke wajah Andi. Andi berusaha bersikap tenang, tapi dia menjadi sedikit waspada, karena takut jika Naw menghujamkan pisau ke dirinya sewaktu-waktu.


Benar saja Tuan Naw mengangkat tangannya dan bersiap akan menghunuskan pisau itu ke Andi.


Andi memejamkan matanya. Berharap Wasabi datang tepat Waktu.


Claaang


Suara pisau itu terjatuh


Tangan Tuan Naw di tepis dengan tendangan Wasabi. Seketika Naw kesakitan.


"Sialan! Tunjukkan wujud mu manusia aneh," pekik Naw yang tahu jika itu adalah perbuatan Wasabi.


Naw menyuruh Takashi turun tangan dengan isyarat lirikan matanya. Meskipun Wasabi tak menunjukkan wujudnya tetapi Takashi dapat melihat nya dengan alat buatan Dr.Lee.


Alat canggih senilai milyaran itu tertanam di dalam tulang punggung belakang dan lengan tangan kanan Takashi. Setiap pergerakan Wasabi dia mengetahuinya.


Wasabi pun mempunyai ide dengan menggabungkan kekuatan teleportasinya dengan berlompat-lompat. Dia menghilang dari depan dan muncul di belakang Takashi lalu memulai penyerangan.


Ditendangnya Takashi dari belakang kemudian pria itu jatuh tersungkur. Takashi segera bangun. Kemudian Wasabi berteleportasi lagi dan muncul tiba-tiba di depannya dan dari arah kanan ditendangnya wajah Takashi. Takashi terhuyung.


Wasabi mengulangi tendangannya lagi di bagian wajah dan perut. Berkali-kali Takashi terjatuh tapi dia masih bisa bangun meskipun sudah merasakan sakit. Terakhir kali Wasabi menggunakan kekuatan penuh. Saat Takashi menyerang dan mendekatinya, Wasabi menendang dadanya hingga melayang jauh dan punggung belakangnya terbanting ke tembok.


"Dasar! kamu curang Wasabi," ucap Takashi


"Memangnya kita berada di sebuah arena pertandingan, yang akan dinilai curang atau tidaknya?" sahut Wasabi


"Stop Wasabi! Kau hentikan atau temanmu ini akan mati," ucap Naw dengan tangan siap menggorok leher Andi. Dia juga mengambil beberapa rambut Andi dan menjambaknya keras.


Masih dalam kondisi tak kasat mata.


Wasabi marah, tangan kirinya mengeluarkan cahaya biru. Pertanda kekuatan listriknya, baru saja aktif. Kekuatan yang hanya muncul jika orang yang dia sayangi terancam. Kekuatan yang di dasari kemarahan.


Kekuatan ini pernah sekali terjadi saat dia melawan Mr. Vin yang menjatuhkan Joy ke sungai.


Mata Wasabi yang saat itu melihat Naw sedang mengarahkan pisau ke leher Andi, tak sengaja melihat ada tali di atas rak yang berada di belakang Naw.


Ia mengambil talinya dengan cepat, dengan kekuatan teleportasinya. Lalu ia berteleportasi kembali. Dan muncul tepat di belakang Tuan Naw. Di lilitkan tali itu di lehernya kemudian Wasabi menyeretnya mundur


Naw masih memegang pisau, ia yang tidak bisa melihat Wasabi pun meronta-ronta dan menebaskan pisau ke depannya.


Wasabi menyentuh punggung Tuan Naw dan menyetrumnya dengan kekuatan listrik nya hingga pria itu melemah.


Zerrttt


Wasabi hanya menyengatnya sebentar untuk memberinya pelajaran. Tetapi tubuh Tuan Naw sudah melemas.


"Jangan sengat aku lagi. Aku masih ingin hidup. Aku memang Bos Mafia. Aku memegang kendali penuh. Aku juga memerintah semuanya. Tetapi semua ide-ide dan saran tidak terlepas dari penasihat ku, Hogeland," ungkap Naw buka suara


"Beraninya kau mengkhianati Kakek ku!" sahut Takashi


"Aku tidak mengkhianatinya. Aku hanya mengakui kejahatanku,"


Takashi merasa Tuan Naw terlalu menyudutkan semua kesalahannya pada Hogeland. Menurutnya tidak semua ide kejahatan itu berasal dari Kakeknya. Takashi pun mendekati Tuan Naw yang sudah tak memiliki tenaga. Pria itu ingin memukul Naw


"Hentikan! Aku sudah membuang energinya. Jika memukulnya, kau bisa membunuhnya," ucapWasabi


"Kenapa tak bunuh saja dia!" seru Takashi


"Hoho Kau ingin melenyapkan informasi tentang kakek mu? Tidak semudah itu Pulgoso,"


Wasabi menahan Takashi yang ingin menyerang tuan Naw, dengan memegang tangan kanan Takashi. Tetapi Takashi melepaskan cengkraman Wasabi. Dan tetap ingin menyerang Naw. Untuk menghentikan aksinya, akhirnya Wasabi menyetrum Takashi hingga alat teleportasi yang tertanam di lengannya itu rusak.


"Angkat tangan!! Polisi," seru Inspektur Hendra


Inspektur Hendra dan anak buahnya datang terlambat seperti polisi di Film India yang selalu datang terlambat.


"Sudah beres Inspektur,"


"Hah Maaf Wasabi aku terlambat. Insting mu benar, Takashi membawa kabur bosnya. Dan saat perjalanan ke rumah Andi, ban mobil kami bocor,"


"Tidak apa Inspektur, aku sudah menyelesaikannya," sahut Wasabi


"Terimakasih. Aku akan membawanya kembali ke sel tahanan," ucap Inspektur Hendra


Tuan Naw dan Takashi di bawa ke kantor polisi. Sementara Wasabi mendekati Andi.


"Andi kamu baik-baik saja kan?" tanya Wasabi


Wasabi membuka lakban yang menutupi mulut Andi dan melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya dengan pisau kecil miliknya.


"Aku baik-baik saja, terimakasih Wasabi..kita tidak usah pelukan ya," sahut Andi


"Haha memangnya siapa juga yang mau memelukmu. Terimakasih untuk apa? Justru aku yang harus meminta maaf. Rumahmu dan markasmu ini jadi rusak," ucap Wasabi


"Yang merusak dia, jadi dia harus bertanggung jawab. Astaga semua alat-alat canggih ku. Sialan!! Semoga program buatan masih ada yang bisa di selamatkan," keluh Andi


"Ya benar, suruh dia ganti rugi. Uangnya kan banyak,"


"Begitu Aku selesai berbicara denganmu di telepon. Aku keluar sebentar untuk membeli pulsa di tetanggaku. Saat pulang rumahku hancur dan mereka muncul dengan tawa tanpa dosa. Berarti mereka sudah tahu lokasi ku lebih dulu,"


"Ya semua terencana baik olehnya. Tak apa Andi, semua kerugian akan ku masukkan ke tagihan Tuan Naw. Oh ya Aku akan menemui Hogeland. Sepertinya Aku tak akan hadir di pesta pertunangan Joy. Aku titip salam ya," ucap Wasabi


"Hemm kamu tidak menghindarinya kan? Jangan bilang detektif yang satu ini takut patah hati. Tenang saja dia masih tunangan. Rebut hati Emak Babenya," ucap Andi


"Haha..Dia menyebut orang tuanya Daddy Mommy,"


"Ck sok ke bule bulean," ucap Andi kemudian dia teringat Emi.


"Oh ya. Jangan beritahu Emi tentang aku diikat. Bisa luntur jiwa laki ku,"


"Haha ya ya, jangan lupa uang tutup mulutnya," ucap Wasabi sambil terkekeh menirukan Andi yang selalu minta bayaran setiap melakukan apa yang di kerjakan. Kini gantian Wasabi yang memalak dirinya.