Detective Wasabi

Detective Wasabi
Gap Point 1



Di kediaman keluarga Fernandus


Wasabi mengendus aroma pembunuhan yang terjadi dirumah itu mengingat kejadian yang mereka alami di rumah sakit.


Wasabi memanggil Tim Inafis kepercayaan Inspektur Hendra. Setelah Tim Inafis datang, mereka langsung mulai memeriksa sidik jari dan bukti lainnya yang tertinggal di rumah itu.


Setelah berjam-jam dari sejak tragedi penculikan di rumah sakit, akhirnya ponsel Tuan Fernandus dapat terhubung. Dia pun terkejut setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian, dan dia meminta agar jasad Nyonya Fernandus di bawa ke rumah sakit untuk di Autopsi. Dia ingin tahu apa penyebab Istrinya itu meninggal. Karena Istrinya tidak memiliki riwayat sakit jantung.


Disamping itu Valent belum terbangun dari pingsannya. Wasabi juga sengaja tak membangunkannya dan membiarkan Valent istirahat sejenak.


Setelah selesai pemeriksaan dari Tim Inafis. Nyonya Fernandus dibawa ke rumah sakit segera setelah ambulans datang.


Wasabi juga membantu mengangkat jasad Nyonya Fernandus ke brangkar. Dia terkejut saat tahu pakaian yang dikenakan Nyonya Fernandus sobek pada bagian belakangnya.


Mana mungkin pakaian Nyonya ini sobek seperti itu. Dia orang kaya pasti tidak akan mengenakan pakaian sobek, batin Wasabi sambil menaruh jasad ke atas brangkar


Nyonya Fernandus segera dibawa ambulans yang dikawal beberapa polisi. Wasabi duduk dengan tangan bertopang. Dia sedang berpikir keras kali ini.


Dugaanku benar, tak salah lagi Nyonya Fernandus pasti terbunuh. Nyonya Fernandus sempat mengalami perlawanan dan perkelahian dengan pelaku sebelum akhirnya berusaha kabur dari serangan dan pelaku menarik pakaiannya dari belakang hingga sobek beberapa senti di bagian belakang lebih tepatnya dibawah kerah, batin Wasabi


"Detective Wasabi, ini berkas yang Kau minta. Inspektur Hendra tak bisa kemari, Dia memintaku untuk menemanimu," ucap Bai


"Terimakasih," ucap Wasabi


Diambilnya semua kumpulan bukti yang dia minta kepada Inspektur Hendra dan di taruh di meja ruang tamu. Mulai dari kasus terbunuhnya Nyonya Cen, Nona Cindy, Tom, dan Nyonya Fernandus.


"Sepertinya Aku melewatkan sesuatu. Ah iya Billy. Polisi belum menemukan buktinya. Lalu dimana bukti orang yang terbunuh di hotel NCT kemarin?" gumam Wasabi


"Dimana berkas dari kasus pembunuhan di hotel NCT kemarin?" tanya Wasabi pada Bai


"Maksudmu kasus terbunuhnya Tuan Gio? yang rambutnya panjang terurai dan mati dengan mata terbelalak?" ucap Bai


"Semuanya ada map itu. Sebentar Aku cari lagi di tas ini, mungkin ada di tas, " Sahut Bai sambil menggeledah tasnya


"Dapat, apakah ini?" tanya Bai


"Ya benar, terimakasih,"


"Kenapa berkas ini keluar dari map yang telah dibendel ini?"


"Inspektur Hendra berkali-kali memperhatikan wajahnya. Inspektur Hendra berkata jika mayatnya seperti tersenyum dan melihat ke arahnya," ucap Bai


"Kenapa Aku tak berfikir kesana?" ucap Wasabi ikut memandang foto


"Maksudmu, tentang kenapa mayat itu. tersenyum?"


"Bukan...bukan soal itu. Tatto unik seperti ini dimiliki oleh sebuah perkumpulan. Dan kita bisa mencari tahu lewat tattonya itu. Kita bisa mencari tahu lewat kerabat yang dekat dengannya. Karena keluarganya tak bisa langsung datang dengan segera,"


"Kebetulan Aku punya kenalan, Dia seorang Artist Tatto. Sebaiknya kita menemuinya secepatnya," sahut Bai


"Baiklah pukul 7 nanti kita temui Dia," ucap Wasabi


"Pagi ini?" tanya Bai


Dan Wasabi hanya menganggukkan kepala


Dia mirip Inspektur Hendra, tak bisa kah istirahat sebentar, batin Bai


*Poinnya robekan di belakang baju Nyonya Fernandus


*Tatto Gio