
Wasabi dan Inspektur Hendra masih berbincang di telepon. Saat ini Wasabi menuju hotel NCT, dia menggunakan earphone dan mengendarai mobilnya hadiah dari Paldo.
"Aku baru saja mendapatkan saksi mata. Tapi orang itu kini shock dan tidak mau bicara," ucap Wasabi setibanya di kamar korban
"Siapa Dia Wasabi. Jika benar Dia mengalami kondisi trauma lebih baik kau bawa dia tenangkan ke psikiater dahulu," ucap Inspektur Hendra
"Inspektur Kau pasti terkejut jika tahu saksi itu adalah...Emi," ucap Wasabi
"Hah? Emi saksi mata? Apakah dia melihatnya secara langsung?" tanya Inspektur Hendra
"Ya kata Andi. Aku sendiri belum tahu apakah dia jelas melihat pelakunya atau hanya melihatnya sebagian mata,"
"Ok untuk sementara biarkan Emi tenang dahulu. Sekarang Kau kemarilah, kita bicarakan itu disini. Aku tunggu,"
Setelah itu Inspektur Hendra mengakhiri pembicaraannya di telepon
"Ambil semua barang bukti dan temukan di setiap sudut semua sidik jarinya," pesan Inspektur Hendra kepada tim Inafis
Huft walaupun pembunuh sekarang lumayan pintar, pasti sedikit kemungkinan sidik jari itu tertinggal, batin Inspektur Hendra mengawasi jalannya tim Inafis yang sedang menyelidiki
Cling
Wasabi muncul tiba-tiba dihadapan Inspektur Hendra.
"Astaghfirullah," seru Inspektur Hendra terkejut
Wasabi
"Pffftt, Kenapa Inspektur? Wajahmu seperti melihat setan," sahut Wasabi
"Kau Setannya!" pekik Inspektur Hendra
"Lihat itu. Mayatnya masih tergeletak disana. Ambulans terjebak kemacetan panjang. Kau amati dulu, lihat apa yang bisa ditemukan," timpal Inspektur Hendra.
"Huft matanya terbuka, menyeramkan. Dia seperti menatap ke arahmu. Jangan-jangan Kau pembunuhnya," ujar Wasabi bercanda
Inspektur Hendra memukul lengan Wasabi dengan berkas yang di gulung.
"Sialan kau,"
Kring...
Ponsel Wasabi berdering
"Wasabi....Emi ada disini. Kau kemarilah, Dia sudah bersedia memberikan kesaksian," ucap Andi
"Ahh Aku baru saja sampai, Aku akan kesana sebentar lagi," sahut Wasabi
"Baiklah Aku tunggu,"
Wasabi menutup ponselnya. Dia mulai berjalan mendekati mayat. Sambil mengenakan sarung tangan yang terbuat dari karet. Wasabi juga memandangi seluruh kamar.
Sebuah botol jatuh dan dilantai ada potongan kaca besar dan ada bercak darah.
"Lebar luka melebihi lebar alat, hemm ini pasti karena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik," ucap Wasabi dalam hati
Inspektur Hendra menghampiri aka yang diselidiki Wasabi
"Bagaimana Wasabi, apa yang kau temukan?" tanya Inspektur Hendra
"Mayat ini di tusuk dengan pisau bukan dengan pecahan kaca dari botol ini. Botol ini sungguh tebal dan ujungnya tidak runcing, sedangkan lukanya memang lebar tapi Aku yakin bukan karena tusukan kaca botol. Luka melebar karena pisau ditarik menyamping. Dia pasti seorang wanita karena dimungkinkan dia sedikit susah menarik pisaunya kembali," terka Wasabi dia melihat dari sudut pandang luka yang terdapat
"Pelakunya pasti seorang pria. Dan dia membunuhnya dengan potongan kaca ini," aahut Inspektur Hendra
"Belum tentu Inspektur Wanita jika sudah dendam dia akan mengeluarkan seribu tenaganya untuk mencakar-cakar hahaha," Wasabi masih kekeh dengan argumennya
"Haha, sudahlah seriuslah Wasabi,"
"Ok. Menurut analisisku. Korban ditusuk hanya sekali karena tidak ada tusukan lagi di sekitar badannya," ucap Wasabi
"Tapi apakah korban langsung meninggal jika hanya yang sekali tusuk?" tanya Inspektur Hendra
"Jika luka itu mengenai organ dalam perut seperti usus atau hati atau organ lainnya yang menyebabkan seseorang kehabisan darah itu bisa saja terjadi," sahut Wasabi
"Atau jika dia menyerang saat korban itu terlelap tidur, korban juga bisa mendapatkan serangan jantung sekaligus. Jika melihat dari kondisi mata yang terbelalak sepertinya korban terbunuh saat sedang tidur,"
"Seharusnya Kau kuliah mengambil jurusan kedokteran Wasabi," ujar Inspektur Hendra
"Haha tidak. Sekolah dokter mahal, aku tidak sanggup. Aku tahu hal ini karena pernah membaca artikel Dr. Lee,"
"Kau mempelajarinya dengan baik,"
"Terimakasih Inspektur,"
"Ah akhirnya ambulansnya datang juga.
Rekaman CCTV dan sidik jari juga sudah dikumpulkan. Kita ke kantor sekarang," ucap Inspektur Hendra