
"Kenapa diam! Ayo bangun dan putar badan," ucap seorang pria yang merupakan anak buah Mafia sambil terus mengarahkan Pistol di depan Wasabi
Wasabi kemudian bangun dari jongkoknya yang sempat bersembunyi.
Saat Wasabi berbalik badan, Ia langsung melayangkan tendangan ke arah muka musuh hingga terjatuh dan secara bersamaan diambilnya pistol dari tangan musuh.
Kini Wasabi mengambil alih
Ditodongkannya pistol tepat mengenai jidat sang musuh
DOR.. DOR.. DOR
Wasabi tidak menembak jidatnya, ia menembak bahu dan lengan musuh lainnya. Tiga lawan di depan terjatuh meringis kesakitan.
"Kalau kalian berteriak, aku tak akan segan menembak kepala kalian!" ujar Wasabi
"Untung saja pistol ini ada peredamnya," Gumamnya
Aku harus berhati-hati. Entah kenapa aku tak bisa menggunakan kekuatan tak terlihat ku. Sekarang pun aku mencoba untuk berteleportasi juga tak bisa. Dimana Andi dan Emi, batin Wasabi
Wasabi mencari Andi dan Emi, dia melangkah pelan-pelan dan bersembunyi ketika ada yang lewat atau berpapasan
"Ratu, kita tidak bisa mengandalkan Mayang lagi," ujar Okta, anak buahnya yang sempat menculik Emi
"Tenang saja. Kita masih punya Desi," ujar Ratu Ratih
"Bilang pada Ranti. Tugasnya menjaga Desi. Jika Desi hilang. Ranti pun harus hilang," timpalnya lagi
"Cih kejam sekali Ratu mafia ini," pikir Wasabi dalam hati
Ada banyak barang selundupan di tempat ini. Sepertinya ini markas utama mereka. Ada berjejer kotak peti dan tong-tong disini. Apa isinya? Aku harus membukanya diam-diam, batin Wasabi
Wasabi mengamati setiap sudut ruangan mungkin saja ada kamar atau tempat yang berisi rekannya. Tetapi tidak ada apapun disana.
Lalu ia membuka kotak peti itu ternyata isinya senjata api dengan bermacam jenis. Kemudian dia membuka isi dari tong-tong yang tertutup rapat.
Apa ini.. semacam Narkoba tapi bukan. Ini berbentuk crystal dan bening. Aku harus membungkusnya beberapa. Untung aku masih sedikit membawa plastik lock, batin Wasabi
Wasabi mulai mengambil beberapa dan memasukkannya ke dalam plastik untuk bukti jika sewaktu-waktu mafia itu pandai menyimpan crytal itu dengan mengganti yang lain.
Kletak Kletok
Terdengar suara sepatu boots dari salah satu mafia yang berjaga
"Celaka ada yang datang," ucap Wasabi dan segera menutup kembali
"Woy siapa disana," pekik seorang wanita dan bersiap mengarahkan senjatanya dengan laras yang panjang
Dor
Ia melayangkan peluru ke udara, tanda memanggil kawan lainnya. Tak berapa lama tempat Wasabi telah dikepung, namun mereka yang mengepung belum melihat Wasabi.
(Anggap aja visualnya kayak gini, tapi Wasabi gak pake topi dan jas gitu yak😅)
Peperangan dimulai
Wasabi belum sempat menyimpan obat yang dibungkus tadi. Dia pun menggigit bungkusan obat itu dan membalas tembakan yang mengarah kepadanya
"Cih sial, aku termakan sedikit obat itu," ujarnya
Wasabi menelan satu obat dan bereaksi kepadanya. Jantungnya memompa sangat cepat. Kemudian penglihatannya berubah Pandangannya melambat hingga peluru pun dapat dia lihat kemana jalan arahnya. Semua yang ia lihat bergerak dengan gerakan lambat seperti itulah.
Tak hanya itu bahkan tembakannya menjadi jitu. Seseorang dapat terkena pelurunya, dengan sekali bidik dari jarak jauh.
Apakah ini efeknya, ucap Wasabi
Peluru Wasabi kosong. Dia pun melemparkan pistol yang kosong itu. Dan kemudian mengambil pistol lain dari salah satu musuh yang tergeletak di depannya. Tak lupa ia menyimpan obat yang ia ambil tadi dan menyimpannya di saku celana.
Dor
"Ahh aku terkena peluru. Awas Kamu Wasabi," ucap Yulan salah satu anak buah Ratu Ratih
"Payah kalian. Pegang pistol aja tidak becus," ucap Ratu Ratih
Ratu Ratih turun tangan. Dia pun melompat dari lantai 2 dan langsung menyerang Wasabi. Di arahkan tendangannya ke badan Wasabi hingga Wasabi jatuh.
Dengan segera Wasabi lalu mengayunkan tangannya yang masih memegang pistol dan diarahkan ke Ratu Ratih. Tetapi Ratu Ratih bergerak cepat, ditendangnya pistol itu dari bawah hingga melayang keatas.
Wasabi kehilangan pistolnya. Dan menerima pukulan demi pukulan, sesekali dia menepis serangan Ratu Ratih. Kemudian balik menyerang dan memukul bagian kepala Ratu Ratih.
Ratu Ratih merasakah pening dan ngilu. Wasabi mengakui kekuatan Ratu Ratih yang tak tertandingi. Pantas saja dia menjadi Ratu di klannya
Begitu pun Ratu Ratih, dia mengakui kelincahan Wasabi dalam bergelut. Sangat Pedas jika terkena serangan dari pukulan Wasabi.
Mereka bertarung hingga keluar markas.
Berkali kali Wasabi terkena tusukan dari pedang Ratu Ratih tapi Wasabi masih kuat berdiri.
Sedangkan Wasabi bertarung dengan tangan kosong. Padahal dirinya sudah tidak kuat akibat obat crystal yang sempat termakan.
Ratu Ratih mengakhiri serangan itu dengan posisi pedang berada di leher Wasabi. Wanita bertato tersebut mengeluarkan jurus andalannya yaitu sebuah ancaman
Visual Ratu Ratih
"Lihatlah ke atas Wasabi. Hidup kedua temanmu ada ditangan ku. Hahahaha," ancamnya
Wasabi melihat keatas, seketika ia merasa tak berguna. Dia pun terpaksa mengikuti keinginan Ratu Ratih.