Detective Wasabi

Detective Wasabi
Wasabi Ditahan



Di Kediaman Wasabi.


Ketika Wasabi baru saja menginjakkan kakinya ke rumah. Bunyi sirene berdengung kencang. Mobil polisi berdatangan di susul motor-motor polisi mengiringinya.


Inspektur Hendra keluar dari mobil polisi dan memanggil Wasabi dengan memakai toak.


"Detective Wasabi dengan rasa hormat kumohon. keluar lah," Inspektur Hendra memanggil


"Serahkan diri mu kepada yang berwajib. Kejahatan mu telah terungkap," perintah Inspektur Hendra


Wasabi keluar membela diri karena dia merasa tidak melakukan kejahatan dan tidak bersalah.


"Aku tak bersalah, karena aku tak melakukan kejahatan itu. Mana buktinya jika itu perbuatan ku?" tanya Wasabi berbalik


"Wajahmu telah terekam di CCTV hotel itu. Tak usah mengelak," jawab Inspektur Hendra dari toaknya


"Ayo kemarilah. Kamu bisa menjelaskannya di kantor polisi," pinta Inspektur Hendra


Wasabi bisa saja menyuruh polisi itu menemui Adel yang masih hidup, dia dapat menjelaskan semuanya. Tetapi dia memikirkan kondisi Adel yang masih shock dan lemah. Gadis itu membutuhkan sedikit waktu untuk istirahat.


Wasabi pun mengikuti perintah Inspektur Hendra. Dia akan menjelaskan semuanya di kantor polisi.


Di dalam mobil itu, tak ada satupun dari mereka yang bicara. Sementara Inspektur Hendra merasa kecewa atas apa yang dilakukan Wasabi. Sedangkan Wasabi tidak menyukai sikap Inspektur Hendra yang gegabah dalam menangkap orang.


Perdebatan terjadi di kantor polisi.


Di sebuah ruangan khusus interogasi. Hanya ada Inspektur Hendra, Sill dan sekretaris.


"Wasabi apa kamu benar-benar melakukan tindakan kriminal itu?" tanya Sill


"Sill, Aku mengira kamu sudah mengenalku, tapi ternyata..." Wasabi pun kecewa


"Aku tak menyangka orang terdekat ku, tidak mempercayai diriku. Dan juga Inspektur Hendra, bukankah kamu yang meminta ku menyelidiki kasus ini. Kenapa sekarang malah menuduh ku," ungkap Wasabi


"Lalu kenapa wajah mu terekam ketika memasuki hotel itu dan keluar dengan kamar dengan kondisi baju yang lusuh dan berantakan. Sejenak kemudian pelayan hotel datang dan berteriak," ucap Inspektur Hendra


"Kenapa kamu tak menuduh pelayan hotel itu. Bisa saja dia kan?" ucap Wasabi


"Satu menit dia masuk dan langsung keluar dari kamar itu, jadi bukan pelayan hotel yang melakukannya,"


"Hmmmh bagaimana kalau dia yang membunuhnya," keluh Wasabi dengan bertanya balik


"Jasadnya menghilang setelah polisi datang ketempat itu. Aku tak bisa menyelidiki gadis itu tewas karena apa?"


"Kalau begitu dia belum mati. Dari mana kamu tahu kalau dia sudah mati,"


"Pelayan hotel itu berteriak dan memeriksa denyut nadinya. Dia bilang gadis itu sudah tewas. Pasti kau yang membawanya," tuding Inspektur Hendra


"Aku! Apa Inspektur melihat sendiri kalai aku yang membawanya jasadnya? Untuk apa aku melakukannya? Seandainya itu aku, aku tidak mempunyai uang untuk membelinya,"


"Aku memang tidak melihatnya tapi bukankah kamu bisa. berteleportasi,"


"Jadi kamu mengakui kalau kamu berada di sana dan melakukan pelecehan tersebut,"


"Aku tidak mengakuinya karena itu bukan Aku, mereka melakukan tipuanya yang sama, memakai topeng dan menyamar sebagai diriku. Aku berada di sana setelah semua kejadian itu," ucap Wasabi


"Topeng, kamu jangan mengada-ngada Wasabi,"


"Itu benar Ayah. Aku dan Revi memeriksa lewat CCTV itu dan hasil sidik jari pun menyatakan kalau dia orang yang berbeda," bela Sill


"Konyol, kalau pun itu topeng dia tak bisa merekat sesempurna itu.


"Teknologi sekarang sudah maju Ayah," desis Sill


"Oh ya Wasabi aku sudah menyerahkan barangmu dan program Revi pada Andi,"


"Terimakasih Sill,"


"Wasabi," sahut Inspektur Hendra sambil menyalakan rokok


"Jika kamu berada disana berarti benar, bahwa para korban itu telah kamu selamatkan. Apa kamu bisa membuktikannya kalau kamu tidak melakukan tindakan asusila tersebut,"


"Ya itu benar, aku sudah membawa Adel ke tempat aman. Tapi saat ini kondisinya yang down lebih membutuhkan waktu istirahat dahulu. Dia bisa dimintai keterangan jika kondisinya sudah stabil," ucap Wasabi


"Jadi begitu rupanya, kamu ingin menyembunyikan saksi? Kamu tidak bisa keluar dari sini sebelum saksi itu memberikan keterangan langsung," sahut Inspektur Hendra


"Aku tidak menyembunyikannya, Inspektur tahu aku hampir menemukan siapa bos sebenarnya dari pasar gelap perdagangan manusia ini. Jika aku disini, aku tak kan bisa mengungkapkan yang sesungguhnya," keluh Wasabi


"Kalau begitu katakan dimana kamu menyembunyikan jasad Adel dan juga dimana Qisty,"


"Aku tidak menyembunyikannya. Aku mengatakan bahwa aku membawanya ke tempat aman. Dan lagi Inspektur harus tahu, Adel belum tewas,"


"Hah benarkah itu!? Lalu dimana keberadaan Adel dan juga Qisty sekarang,"


"Aku tak pernah mengatakan bertemu Qisty, kenapa kamu sangat yakin kalau aku tahu keberadaannya. Atau dia tahu sesuatu," pikir Wasabi


"Adel berada di rumahnya dan Qisty menjaganya," jawab Wasabi sedikit berbohong


Hemm aku harus memastikan apakah Inspektur Hendra terlibat atau tidak, batin Wasabi


"Oke kamu pulanglah. Aku akan menjamin mu. Besok akan ku temui gadis itu, tapi ingat jika dalam 24 jam aku tidak dapat menemukan gadis itu, maka dengan terpaksa, aku akan menahan mu," ucap Inspektur Hendra sambil mematikan api rokok, dalam asbak di mejanya


'Tidak, aku berubah pikiran. Inspektur bisa memasukkan ku ke sel sekarang ini sampai kamu bertemu dengan saksi ku," ucap Wasabi mengubah rencananya


Aku ingin tahu siapa penjahat yang bersembunyi, batin Wasabi


"Haha, kamu ingin merasakan dinginnya sel tahanan? Ada sel khusus untuk mu dengan rantai besi tangan dan kaki. Karena kau special Wasabi. Percuma ku tahan kalau tak ku rantai,"


Wasabi pun dimasukkan ke sel tahanan sementara, sel khusus seperti yang dikatakan Inspektur Hendra.