Detective Wasabi

Detective Wasabi
Kematian Joy



Jadwal penerbangan penuh semua. Hanya tersisa pukul 6 pagi nanti, sementara Wasabi sudah tidak sabar untuk segera pulang


"Sudah jam 2 pagi dan aku tak bisa tidur karena memikirkan perkataan kakek Washi," kata Wasabi pada dirinya sendiri


Jika Aku menggunakan kekuatanku, aku takut apa yang akan terjadi dengan tubuhku nanti, karena Aku tak pernah berteleportasi sejauh ini. Semoga hasil penerawangan biksu Washi tidak benar terjadi, batin Wasabi


Disisi lain, ada seseorang yang melaporkan perkembangan terkini


"Aku sudah melakukan sesuai perintah Tuan Willie, " ucap seorang wanita


"Bagus! hahaa kerja bagus Jess," balas Tuan Willie


Aku ingin melihat apakah kalian masih bisa tertawa senang Hahaha!, batin seorang pria yang bernama Willie


Kembali ke Wasabi


Wasabi yang mencoba tidur akhirnya tertidur. Tapi Dia terbangun dari mimpi buruknya dengan nafas tersengal-sengal.


Hanya mimpi, tapi kenapa perasaan Ku tidak enak! Argh Sial. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, batin Wasabi sambil memukul kasur di hotel tempatnya menginap


Wasabi yang berkeringat kemudian berjalan ke mini bar depan kasurnya. Dia mengambil sebotol air minum dan meneguk habis dalam satu waktu.


Lalu ia menelepon Joy, tapi nomernya tetap tidak aktif. Dia akhirnya terpaksa menghubungi Tuan Samy.


Tuan Samy dan Mommynya Joy pun sama, ponsel keduanya tidak aktif.


Percuma saja disini. Aku akan segera ke Bandara dan menukarkan tiket penerbangan Ku, batinnya lagi


Wasabi berencana menukarkan tiket penerbangannya, kalau perlu ia akan membayar dua kali harga tiket dengan orang yang memiliki penerbangan tercepat.


Sesampainya di Bandara China


Wasabi berdiri di depan pintu cek in, mencoba menawarkan tiket yang dia punya. Saat ada seorang wanita berjalan ingin memasuki pintu cek in, Wasabi mencegatnya


"Nyonya, saya punya masalah dan harus segera pulang....," ucap Wasabi dengan bahasa Inggris dan belum selesai berbicara wanita itu sudah memotongnya


"Saya juga minta maaf, Saya harus segera pulang," ucap Wanita itu dan terus melangkah pergi menuju pintu Cek In.


"Saya mohon, Saya akan bayar tiket mu dua kali lipat," teriak Wasabi


Nyonya itu berbalik begitu mendengar Wasabi bersedia membayar tiket dua kali lipat. Dia kemudian memandangi Wasabi dengan saksama.


Wajahnya logat bicaranya seperti orang Indonesia, batin wanita itu


"Kamu orang Indonesia?" tanyanya kemudian


"Ya, Saya orang Indonesia. Saya mohon jika berkenan Saya akan tukar tiket penerbangan Saya ini dan mengganti harga tiket Nyonya," ucap Wasabi


"Ruru, nama Saya Ruru dan Saya belum menikah. Jam berapa penerbanganmu?" ucap wanita yang bernama Ruru


"Pukul 8 nanti, tapi Saya harus pulang secepatnya, sedang ada masalah dirumah," jawab Wasabi


"Huftt," Ruru terlihat berfikir


"Begini saja, saya bersedia memberikan tiket penerbangan saya padamu dan tak perlu membayarnya lagi. Tapi Kamu harus membantu Saya jika suatu saat Saya membutuhkan bantuanmu di Indonesia. Karena Saya lama tinggal di China. Apa Kamu bisa?" ucap Ruru


"Hah? Bantuan seperti apa maksudnya?"


"Seperti mencarikan rumah yang bisa ditempati. Saya juga tak begitu paham lokasi Indonesia. Kamu tahu disana banyak penipu dan banyak orang yang mencari kesempatan, apalagi pada orang seperti Saya yang lama tinggal di sini," ucap Ruru


"Oh iya Saya paham. Baiklah, kalau begitu Anda bisa menghubungi saya di nomer ini, ini kartu nama dan alamat Saya dan juga berikut tiket penerbangannya,"


"Terimakasih, ini tiket Saya. Semoga masalah Kamu segera teratasi," sahut Ruru


"Terimakasih,"


Wasabi segera pergi dan cek in. Dia beruntung bisa memperoleh penerbangan pukul tiga dini hari ini. Paling tidak, sesampainya di Jakarta nanti lima jam kemudian, yang lebih tepatnya pukul 7 pagi waktu Indonesia.


Tiba di Jakarta.


Wasabi pulang kerumahnya dan mengecek keadaan situasi.


"Kemana Ayah...Kenapa kosong? Oh mungkin Ayah lari pagi," gumam Wasabi.


"Masih sama, tidak ada jawaban. Ada apa dengan Joy? Dua hari ini dia tidak membalas pesanku dan tidak meneleponku?" gumam Wasabi


"Aku kerumahnya sajalah, Dia pasti senang Aku membelikannya hadiah dari Swiss," ucap Wasabi tersenyum tipis


Whuss


Wasabi menghilang dan pergi kerumah Joy dengan kekuatan teleportasinya.


Cling


Tak sampai semenit, Wasabi telah sampai di depan rumah Joy. Ada banyak orang yang berdatangan. Tapi kali ini yang berdatangan bukanlah orang yang berpakaian mewah melainkan orang-orang yang berpakaian serba putih. Ada pula yang mengenakan pakaian warna kemeja dan gamis warna hitam


"Ada apa ini? Siapa yang meninggal?" gumam Wasabi


Wasabi langsung masuk


"Astaga Apakah itu Tuan Samy?" tebakan Wasabi salah.


Joy berbaring di tengah ruangan, dengan ditutupi kain kafan. Wajahnya terbuka karena ada beberapa kerabat yang ingin melihatnya untuk terakhir kali. Ia berbaring di antara pelayat yang sedang membacakan doa untuknya.


Joy meninggal, meninggalkan Wasabi untuk selama-lamanya.


"Joy, " lirih Wasabi. Lututnya lemas seketika tak dapat menahan tubuhnya sendiri


Wasabi terkejut, jantungnya seperti tertusuk pisau tajam. Dia tak percaya, akan apa yang dia lihat di depan matanya


Dia berjalan mendekati jasad Joy yang telah di kafani.


"Joy," Lirih Wasabi lagi, air mata mulai berlinang namun segera ia usap


Wasabi mengamati seisi ruangan. Dilihatnya lagi suasana seperti ini, suasana yang Dia mimpikan dini hari tadi. Dejavu


"Tidak!" gumamnya pelan


Setya yang sudah berada disana mendekati Wasabi. Meremas pundaknya untuk memberikan isyarat agar dia tabah.


"Wasabi, Kau harus tabah," bisik Setya


"Joy, tidak mungkin. Joy... bangun," ucap Wasabi. Ia tidak mendengar perkataan Ayahnya. ia fokus pada wanita yang terbaring di depannya dengan suaranya sedikit mengeras. Membuat pelayat seketika menoleh kearah Wasabi


"Joy kau bilang padaku tak akan meninggalkan Aku," ucap Wasabi dengan suara yang kembali pelan


Orang Tua Joy menangis di samping jasad Joy.


"Wasabi, relakan Joy agar dia tenang disana," ucap Samy dengan wajah yang sembab


"Bagaimana ceritanya Pak Samy, katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Wasabi


"Ceritanya panjang, Akan ku ceritakan nanti. Sekarang yang terpenting kita bacakan doa untuknya," ucap Samy


Wasabi terdiam, sambil menahan isak tangisnya. Kemudian dia mengusap air mata yang terjatuh dan berusaha tegar.


Wasabi menatap Joy dia terus berfikir.


"Apa yang menyebabkan Joy meninggal? Siapa yang mencoba membunuhnya. Apakah ini murni tindakan pembunuhan?" pikir Wasabi dengan banyak pertanyaan


"Ini semua salahku, Kalau saja malam itu Aku langsung pulang. Percuma saja Aku punya kekuatan tapi Aku tak bisa menjaga orang yang ku sayangi. Jika ini murni dilakukan seseorang, Aku tak akan melepaskan orang yang telah membunuhmu Joy. Aku akan membalas perbuatan mereka," ucap Wasabi menggenggam tangannya geram.


Kekuatan hitam berselubung di dalam dirinya. Seperti yang dikatakan Biksu Washi. Ada kekuatan hitam didalam dirinya. Wasabi tak boleh menggunakan emosinya.


Tapi yang terjadi tanpa disadari ada kabut hitam yang keluar dari tubuh Wasabi, membuat orang di sekelilingnya takut. Beberapa pelayat kabur ketakutan. Wasabi dengan tatapan kosong mengeluarkan asap hitam dan tubuhnya terangkat keatas


Kematian Joy membangkitkan kekuatan hitam Wasabi..





Noted sekali lagi ini fantasi kriminal ya.😅