
Di depan rumah Wasabi. Tiba-tiba pria itu bisa berteleportasi kembali.
"Hah aku bisa berteleportasi kembali. Astaga! untung saja aku cepat menghilang," gumam Wasabi
Saat ia pergi dengan langkah besar dari rumah Naomi, ia berpikir terus untuk menghilang dan saat ia berlari tiba-tiba Wasabi sudah berada di depan rumahnya.
Wasabi masuk ke rumah. Pintu rumahnya terbuka lebar. Dia pun mencari Setya dan memanggilnya. Tak lupa Wasabi mengunci pintu rumahnya.
"Kosong?! Kemana pria itu," gumam Wasabi
Lalu tiba-tiba ada suara sedikit berisik di atas. Bukan suara manusia tetapi seperti seseorang mencari sesuatu.
"Ada yang tidak beres," Wasabi berbicara dalam hati
Ia lalu menggunakan kekuatannya yang telah kembali. Berteleportasi dan lalu menghilang.
Whuuss.
Kini wujudnya berubah menjadi tidak nampak. Wasabi pergi ke atas, menuju asal suara itu.
Ia melihat Setya mengobrak-abrik kamarnya. Membuka lacinya, menggeser tempat tidurnya, lemarinya dan memeriksa dindingnya.
"Apa yang dilakukan Setya? apa yang dia cari" tanya Wasabi dalam hati
"Kamu sudah pulang wasabi?" tanya Setya yang tahu keberadaan Wasabi
"Ah bagaimana kamu bisa tau?"
"Haha, Aku sudah hafal aromamu,"
"Kau seperti Joy. Yang saat aku menghilangkan diri, dia selalu tanda dengan aromaku,"
"Siapa Joy? Laki-laki atau perempuan?"
"Hanya teman yang pernah menjadi kambing hitam. dalam misi ku tempo hari. Apa yang sedang kamu cari?" tanya Wasabi yang masih enggan memanggilnya Ayah
"Lihatlah," Setya lalu menunjukkan buku Alma kepada Wasabi.
"Aku rasa itu sebuah kode brangkas,"
"Hemm bukan. Tak ada brangkas disini," Wasabi mengerutkan dahi. Dia mulai berfikir.
"Sebentar. Apakah mungkin wasabi yang dimaksud tulisan ini adalah taman wasabi atau...."
"Atau apa?"
"Di sisi Lukisan itu juga tertera nama Wasabi," ucap Wasabi
"Ayo kita segera ke kantor Mama Alma sekarang. Aku akan buatkan black hole," sahut Setya yang langsung bersiap mengumpulkan kekuatannya
"Haha Aku suka caramu,"
Namun, sebelum masuk kedalam black hole Wasabi mengungkapkan kekesalannya
"Hey lain kali tutuplah pintu rumah, jika kamu tak ada di depan,"
"Aku menutupnya, juga menguncinya,"
"Lalu kenapa tadi pintu itu terbuka?" tanya Wasabi
"Apa!" pekiknya
"Ada seseorang disini selain kita," ucap Setya lalu memberi isyarat diam
"Biar aku saja,"
Wasabi lalu menghilangkan wujudnya kembali Setya berjalan dibelakangnya. Benar saja ada seseorang didalam kamar Alma. Dia sedang berhati-hati mencari sesuatu.
Dia bertubuh laki-laki dan memakai topeng yang hanya terlihat matanya saja. Dan kaos lengan panjang berwarna hitam. Tubuhnya kurus tetapi berotot.
Wasabi menendang punggungnya dengan wujudnya yang tidak terlihat. Laki-laki itu tersungkur kedepan. Dia pun kelabakan sendiri karena tak ada siapapun di kamar itu.
"Hah! Siapa itu yang menendang ku! Woy keluar kau!" pekik pria itu
Laki-laki itu lalu mengeluarkan jurus silatnya. Ciat Ciat Dia menendang, memukul ke sembarang arah
"Setan kau. Pengecut beraninya sembunyi. Kalau berani perlihatkan dirimu!" ucap Laki-laki itu sambil mengelus tulang pipinya yang terkena tonjokan dari Wasabi.
Kemudian Wasabi menunjukkan dirinya.
"Apa! Si-siapa kau!" pria itu terkejut karena Wasabi tiba-tiba muncul dihadapannya
"Dasar pencuri. Apa yang kau cari!" ujar Wasabi
"Hah Wasabi rupanya. Apa kau tak ingat? Aku Wonk, Si pencuri. Katakan dimana kode itu. Alma pasti menuliskannya di suatu tempat," ucap pria yang ternyata bernama Wonk. Mereka pernah bertemu saat Wasabi menangkap pencuri yang ada di kampus. Dan kini pencuri itu lepas dan mengincar sesuatu dirumah Wasabi.
"Kode apa?" tanya Wasabi
"Ahhh tak usah banyak tanya. Berikan saja kode itu atau aku akan menusuk mu dengan pisau ku ini!" Wonk mengarahkan pisau ke tubuh Wasabi, berkali-kali dia berusaha menusukan pisau itu. Tetapi Wasabi dapat mengelak
Wasabi kemudian melakukan perlawanan. Dia menendang perut dan dada Wong berkali-kali hingga Wonk terjatuh
Diinjaknya dada dan tangan Wonk hingga dia kesakitan. Wasabi lalu mengambil pisau itu dan mengarahkan ke muka Wonk
"Aku sungguh tak tahu dasar brengsek. Katakan apa yang kau tahu tentang kode itu. Atau aku akan menguliti mu dan menjadikannya makanan anjing," ucap Wasabi kasar
Wong tertawa keras lalu meludahi wajah Wasabi. Wasabi merasa jijik dan kesal dia lalu membersihkan ludah di mukanya dengan lengan bajunya.
"Hah... ludahmu sungguh bau dan menjijikkan... Hah rasakan ini,"
Wasabi lalu menginjak muka Wonk hingga keluar darah dari hidungnya dan mulutnya.
Karena melihat Wonk kesakitan dan terlihat lemah Wasabi menyudahi perhelatannya. Dia berbalik badan dan pergi meninggalkan Wonk.
Wasabi keluar dari kamar dan melihat Setya yang hanya mengintip dari luar kamar
"Kamu hanya menontonnya dan sama sekali tak membantuku. Kamu kira ini bioskop," ucap Wasabi masih dengan sifat angkuh dan juteknya
"Aku ingin melihat mu berkelahi. Kamu sangat jago rupanya,"
Wonk mengumpulkan kekuatannya. Dia mengambil pisau cadangan di balik celananya. Dia hendak menancapkan pisau itu ke punggung Wasabi.
Setya yang melihatnya tak sempat berkata, dia langsung mendorong Wasabi. Tetapi malah perutnya yang tertancap pisau.
"Ahh... Wasabi,'
Wasabi menoleh ke arah Setya dan terkejut melihatnya. Pisau itu tertancap tepat di ulu hati Setya.
Setelah Wonk menancapkan pisau itu, Wonk mendorong Setya dan langsung kabur meninggalkan rumah Wasabi.
Wasabi ingin mengejar, tetapi dia tak tega meninggalkan Setya
"Pak Setya !!" ucap Wasabi terkejut dan panik
Setya terbaring lemah dilantai.
"Bertahanlah...Aku akan membawamu ke rumah sakit," sahut Wasabi
"Tak perlu Wasabi aku ingin menyusul Ibu mu,"
Tidak jangan lakukan itu. Bertahanlah demi aku, Ayah!" Wasabi berkeringat dan matanya mulai memerah
"Apa aku tak salah dengar,"
"Ayah. Jangan tinggalkan Aku, bertahanlah,"
Setya lalu menangis. Ini pertama kalinya dia memanggil Setya dengan sebutan Ayah. Begitupun Wasabi dia merasa menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan bersama Ayah kandungnya dan menyesal telah berlaku kasar pada Ayahnya
Wasabi berteleportasi sambil menggendong Ayahnya. Dalam Waktu hitungan detik mereka sampai di depan rumah sakit.
Setya langsung ditangani dan lalu memasuki ruang operasi. Wasabi menunggunya di luar. Ia pun ke toilet mencuci mukanya yang lengket dan masih bau akibat ludah dari musuhnya itu.
"Apa hubungannya Wonk dan kode itu Kode apakah itu. Argh... Misteri ini membuatku pusing. Wake up Wasabi.. Think Berfikir!" gumam Wasabi sambil geram pada dirinya sendiri
Sambil menunggu operasi Setya. Wasabi terus berfikir
"Ahh sialan aku dipermainkan sebuah kode...."
Wasabi menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang gemetar. "Ayah jangan tinggalkan Aku, semoga Ayah bisa selamat," gumam Wasabi yang kemudian menangis dalam doanya.