Detective Wasabi

Detective Wasabi
TRAP



Setelah Nyonya Mayang pergi meninggalkan berbagai misteri di benak Wasabi, pria itu pun juga pergi dari rumahnya karena tidak sempat bertanya lebih jauh.


Hasanah mengantar Wasabi ke gedung yang bekas terbakar itu.



Wasabi melihatnya dari jendela mobil. Di dalam Mobil itu mereka hanya diam dan merasa asing satu sama lain.


Ketika sudah mendekati gedung, di jalanan itu banyak pria dan wanita bertato, rambut di cat dan beberapanya ada berpakaian rapi dan ekslusif, dan ada juga yang berpakaian norak, tidak macing layaknya preman jalanan yang tidak masa bodoh dengan penampilan mereka


"Kita sudah sampai," ujar Hasanah


"Ayo turun, Aku akan temani kamu," tawar Wisnu


"Tidak usah. Trimakasih," Wasabi menolaknya dengan halus


"Tidak apa-apa, jangan sungkan. Aku khawatir jika di dalam berbahaya," ucap Wisnu


Hasanah, Wisnu dan Wasabi turun. Orang-orang yang nongkrong di sepanjang jalan arah mau ke gedung hanya melihat mereka tanpa menegur. Saat masuk ke dalam gedung. Seperti ada api. Api itu terlihat menyala dari dalam tong. Ada banyak tong berisi api di sana.



Wisnu merogoh sesuatu di balik jaketnya. Wasabi melirik dan memasang kuda-kuda jika bahaya menerkamnya. Benar saja. Wisnu mengeluarkan jarum suntik yang hendak di suntikan ke bahu Wasabi


Wasabi menepis dan menangkap tangan wisnu yang memegang jarum suntik hingga jarum suntik terjatuh, kemudian dia memutar tangan Wisnu sambil berbalik badan


Wisnu membungkuk merasa kesakitan. Kemudian di tendangnya badan Wisnu hingga jatuh terpental


Disaat yang bersamaan, Hasanah tak tinggal diam. Dia segera mengambil jarum suntik yang terjatuh kemudian menancapkan ya ke paha wasabi


"Arrrghhhh," Wasabi mengerang kesakitan


Dia lalu menjambak rambut Hasanah hingga wanita itu kesakitan dan berdiri, Wasabi lalu mencekiknya marah lalu Hasanah berkata, "Maaf Wasabi...A a aku terpaksa," Wanita itu berkata sambil menggenang kan air mata dipelupuk matanya. Dan terlihat tenggorokannya tercekat karena cekikannya bertambah kuat.


"A-Akuu pu-punya Alasan," timpal Ana


Wasabi melonggarkan cekikannya. Belum sempat menjelaskan. Wasabi sudah pingsan akibat obat bius yang bekerja dari suntikan itu.


Hasanah merasa bersalah. Tapi dia harus melakukan jebakan itu.


"Wah wah wah..Hebat Ana. Lihat...mangsa telah datang masuk kedalam perangkap hahaha," tawa Ratih. Dia memiliki sebutan Ratu di kelompoknya. Maka dari itu dia dipanggil Ratu Ratih.


Ratu Ratih datang dengan pengikutnya yang setia. Ratu nya Mafia yang ditakuti semua orang. Wasabi di seret dan dimasukkan ke dalam penjara buatan mereka. Tangannya pun dirantai


"A-aku mohon lepaskan aku dan Wisnu," ucap Ana


"Kita juga sudah membawa orang yang kalian maksud. maka lepaskan kami," ucap Wisnu yang merasa jika semua pasukan Ratu Ratih mengepungnya


"Haha...Kalian sudah masuk sarang serigala. Mana mungkin kami melepaskan begitu saja. Lawan kami dahulu, barulah kalian keluar dengan hidup-hidup. Hahaha," tantang Okta wanita yang tadi hampir membawa Emi


"Apa? Mana bisa begitu?" tanya Wisnu


"Saya punya aturan disini. Kamu berani melawan?" ucap Ratih


"Bereskan mereka," titah Ratu Ratih pada anak buahnya


Peperangan pun dimulai Wisnu dan Hasanah berlari kecil. Wisnu lalu menghajar para anak buah yang di temuinya satu per satu. Dia menendang, memukul membenturkan kepala bahkan menginjaknya. Sementara Ana ikut memukul tetapi dia tidak pandai bela diri sehingga lebih banyak menghindar


Tak berapa lama wasabi siuman.


"Argh tanganku dirantai," gumam Wasabi


Dia pun melihat Hasanah dan Wisnu yang terlihat kewalahan menghajar anak buah Mafia. Semua pasukan mafia itu berkumpul menjadikan Wisnu dan Ana sebagai badut si pembuat kekacauan


"Ahh dapat," pekik Wasabi pelan. Ia bersusah payah mengambil kawat tersebut lalu setelah didapatnya, ia segera membuka gembok rantai.


Bodoh. Mereka tidak mengambil 2 pistol yang ada di balik bajuku, batin Wasabi sembari tertawa kecil


Sementara semua anak buah ratu pada asik melihat pertarungan Hasanah dan Wisnu. Wasabi diam-diam berteleportasi dan membantu mereka


Wasabi melepaskan beberapa tembakan yang belum terpasang peredam suara ke atas udara. Semua orang merunduk takut mengenai tembakan Wasabi.


"Wisnu Tangkap," pekik Wasabi memberikan Wisnu satu pistol kecil miliknya


Wisnu mengambil pistol yang Wasabi berikan.


"Sial kenapa Wasabi bisa lepas. Bodoh kalian!" pekik Ratu Ratih


"Yulan, Ranti ambil posisi. Gunakan kemampuan kalian," titah Ratih


"Oke Ratu tenang saja," Ranti yang bertugas mengawal Ratu di sampingnya mendapatkan amanah langsung.


Ranti adalah sniper yang tak terkalahkan. Ia pun telah siap. Dengan dua senjata di tangannya



Visual Ranti


"Aku siap..Rasakan ini Wasabi hahaha," Pekik Yulan dari arah berlawanan seraya menembak langsung Wasabi dan dua orang yang bersamanya.



Visual Yulan


"Sial kita di kepung," gumam Wasabi


"Wisnu larilah bersama Ana," seru Wasabi


"Aku tidak bisa meninggalkan mu," sahut Wisnu


"Benar ini semua kesalahan kami," Sela Ana


"STOP, jangan banyak bicara. Peluru ku tidak banyak. Kita tidak ada waktu lagi. Cepat pergi aku akan mengalihkan perhatiannya. Temui temanku Emi dan Andi," Perintah Wasabi


"Baiklah kami akan lakukan, Maaf Wasabi. Jaga dirimu," jawab Ana


Wisnu dan Ana pergi meninggalkan tempat sarang mafia itu


"Woooo mau jadi superhero rupanya...Yulan jangan beri kelonggaran," ucap Ratu Ratih yang duduk mengawasi kepergian Wisnu dan Ana


"Siap Ratu, jawab Yulan


Yulan menembaki Wisnu dan Ana, mereka berlari kencang. Namun Wisnu terkena peluru di kakinya. Pria itu jatuh mengerang kesakitan. Ana membantunya berdiri, Wisnu bertahan sekuat tenaga untuk bisa lari dari tempat itu. Akhirnya keduanya berhasil lolos. Orang-orang yang tadinya ada di depan kini tak ada satupun. Kesempatan Ana dan Wisnu untuk kabur.


Sementara Wasabi masih berada di dalam. Ketika pria itu melihat Wisnu sudah pergi. Wasabi ingin bersembunyi di balik dinding.


Dor


Tetapi terlambat, Ranti berhasil menembak Wasabi tepat di dadanya. Kemudian Wasabi merasakan panas tubuhnya dan dia pun jatuh pingsan.




Wisnu dan Hasanah berhasil melarikan diri dan pergi mengendarai mobilnya dari sarang mafia.