Detective Wasabi

Detective Wasabi
Berhasil Kabur



Disebuah Hotel


Pesta yang digelar sejak siang tadi belum juga selesai. Ya mereka berpesta di sebuah hotel dan berjudi hingga malam menjelang. Joy yang sedari tadi duduk merasa jenuh dan lelah.


Mr. Vin dan tiga orang lainnya yang mengenakan setelan jas mahal, keluar dari sebuah ruangan sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka berjalan menuju tempat duduk yang sedang di duduki Joy.


Joy melayangkan senyuman ke arah Mr. Vin dan temannya


"Mr. Vin, dia sangat indah," sahut seorang pria bernama Key dengan logat bahasa Inggris ambil melirik nakal ke arah Joy


"Aku sangat menginginkannya," timpal seorang pria bernama Agashi lainnya berwajah Jepang dengan logat khasnya.


"Anda, ingin menaikkan harganya?" tawar Mr Vin dengan bahasa Inggris.


"100 juta Dollar," tawar seorang pria yang sedari tadi diam


"WOW,"


"300 juta Dollar," tawar Agashi sambil menyeruput wine dalam gelasnya


"Seriously,"


Joy yang mengerti bahasa Inggris. Kemudian membelalakkan matanya seperti terkejut. Dia lalu berbicara kepada Vin


"Sayang, Aku merasa lelah ayo kita pulang," pinta Joy


Mr. Vin memperhatikan tingkah Joy, lalu memanggil asistennya yang berdiri di sampingnya dengan satu telunjuknya. Imha mendekat lalu Bosnya itu berbicara berbisik.


"Imha, ambilkan mereka minuman. Aku ingin berbicara pada Angel," ujar Vin


"Ok bos,"


Huh....menyebalkan, dia pikir aku pelayan. Kenapa tidak panggil saja pelayan disini. Imha berbicara dalam hati


"Ikut aku baby," Mr. Vin menggandeng tangan Joy dengan genggaman yang sangat kuat dan membawanya ke sebuah kamar.


"Sayang kamu menyakiti pergelangan tangan ku," protes Joy


Saat mereka sudah sampai di depan kamar, Vin membuka pintu kamar itu dan menutupnya segera.


"Mau menipuku hah!" Vin menjambak rambut Joy


"Ahhh sakit," pekik Joy


"Sayang aku tak tidak tahu yang kamu bicarakan. Aku menipu apa?"


"Heh. Masih mau berpura-pura? Sejak kapan kamu sadar! Atau kamu sedari tadi tidak terhipnotis?" ujar Mr.Vin


Dari mana dia tahu aku berpura-pura. Ku kira dengan aku berpura-pura mengikuti inginnya aku bisa gampang bebas. Gawat. batin Joy


"Aku.. Sejak awal aku memang tidak terhipnotis olehmu. Tapi aku ingin mengikutimu karena kamu tampan. Ketika kamu bilang aku adalah pacarmu. Aku pun langsung senang. Aku berharap dengan aku berpura-pura terhipnotis aku bisa menjadi pacarmu sungguhan," ucap Joy berbohong


"Dasar lidah wanita! Kamu tidak bisa membohongiku hanya dengan perkataan mu itu. Kalau kamu menyukaiku. Sedari tadi kamu sudah menciumi ku bukan!?" desis Mr.Vin


"Aku masih bisa menahan keinginan ku karena aku bukan wanita murahan," sahut Joy


"Tolong jangan jual aku ke mereka. Aku mohon," pinta Joy sambil bersujud memohon


Mr. Vin menarik rambut Joy hingga Joy kesakitan dan beranjak berdiri.


"Ah sakit..."


Vin lalu mencekik leher Joy dengan satu tangannya dan mengancamnya, "Dengar. Kamu tidak akan bisa lolos dariku.


Kalau kamu macam-macam atau berusaha kabur dari sini. Aku akan merobek mulutmu dan mengulitimu lalu ku buang dagingmu ke piranha kesayanganku. Kau dengar!"


"Malam ini Aku akan membiarkanmu beristirahat di kamar ini. Besok kita akan pindah dari Park Hotel ini. Tentu saja melakukan transaksi panas itu di kapal pesiar. Haha," Mr. Vin tertawa terbahak-bahak lalu menyalakan cerutunya. Kali ini dia akan menipu pembelinya dengan cara hipnotis.


"Aku harus waspada. Tidak semua orang bisa menerima hipnotis ku. Bagaimana bisa gadis itu tak termakan hipnotis ku?" gumam Mr.Vin sambil berjalan keluar kamar


"Imha, Kamu bersiaplah. Aku akan menghipnotis mereka tidur beberapa saat, sementara kamu ambil beberapa uang Tuan Agashi di koper itu. Ingat hanya beberapa saja," perintah Vin


"Apa rencanamu Bos?"


"Saat aku bertransaksi dan menghitung uangnya lalu uang itu ternyata kurang. Maka dia akan memberikan kekurangannya lagi. Keuntungan kita semakin banyak bukan?" ujar Vin


"Kamu sangat pandai Boss," puji Imha


Haha... aku tidak akan mengambilnya beberapa, tapi Aku akan menguras semuanya. Lalu kabur bersama Revi ku tersayang batin Imha


Imha lalu memberikan pesan kepada Revi. Menanyakan lokasinya dimana. Rupanya Revi sudah berada di luar Lobby dengan motornya


"Tunggu aba-abaku," Imha mengirim pesan lagi


Wanita itu cepat-cepat memasukkan ponsel ke sakunya kembali. Dan berlari kecil mengikuti perintah Mr.Vin


"Maaf sudah menunggu lama," ucap Mr. Vin kepada semua tamunya dengan bahasa Inggris


Vin kemudian menyebulkan asap cerutunya kemuka kliennya itu


"Jika aku menjentikkan jariku sekali maka kalian semua tidurlah. Jika aku menjentikkan jariku dua kali. Kalian semua bangunlah,"


Mr.Vin lalu menjentikkan jarinya sekali. Para klien itu tertidur pulas.


Imha yang sudah berdiri di belakang Tuan Agashi mengambil koper dan segera membukanya lalu memasukkannya semua isinya ke dalam tas. Mr. Vin juga melakukan hal yang sama terhadap klien satunya yang juga sudah membawa uang cash.


Tanpa sepengetahuan Mr. Vin. Imha mengambil semua uang di koper Tuan Agashi. Setelah itu dia pamit ke kamar untuk menyembunyikan tasnya.


"Jiika sudah menyimpannya di kamar. Kembalilah kemari," ujar Vin


"Ok boss,"


Imha segera ke kamar, tapi bukan untuk menyimpan uangnya melainkan untuk melepaskan Joy


"Hey, kamu. Ayo cepat. Kita pergi dari sini!" pekik Imha


"Kau menolongku, lya Aku datang," Joy segera bergegas pergi


Imha menelepon Revi untuk bersiap di depan lobby dengan kendaraan yang sudah stanby.


Mereka berlari menuju lobby menggunakan anak tangga sambil berbincang sedikit.


"Hey, siapa namamu. Sebenarnya aku sudah tahu dari awal kalau kamu tidak terhipnotis," ucap Imha


"Aku Joy, Dari mana kau tahu?"


"Dari gerak gerikmu yang ketakutan," jawab Imha


Mereka telah sampai dilantai dasar dan keluar menuju lobby.


"Kita sudah sampai didepan lobby. Yang naik motor itu pacarku. Kamu larilah secepat mungkin. Selamatkan dirimu sendiri," ucap Imha


"Ah... Terimakasih," seru Joy


Ku kira dia juga menawariku tumpangan, batin Joy


"Sial. Seharusnya ku bawa juga uang ku hasil jual mobil, yang ku sembunyikan di bawah kasur toko itu," pikir Joy


Joy lalu berlari kecil sambil menunggu taksi yang lewat. Tetapi taksi yang lewat sedang membawa penumpang. Dia pun terus berjalan sambil berlari kecil menuju kantor polisi terdekat.