You

You
Bukti



“Selama dia New York dia tinggal di sebuah apartemen cukup mewah, jika ditanya bagaimana dia mendapatkan uang maka jawabannya adalah sebagian dari kekayaan tuan Johnson. Selebihnya wanita itu bekerja menjadi salah satu karyawan di sebuah perusahaan furnitur besar disana”


“Lalu bayinya?” Tanya Efira.


Cris mengeluarkan sebuah gambar seorang wanita menggendong bayi dan juga gambar wanita itu seorang diri lengkap dengan data dan biodata wanita tersebut.


“Namanya Winda, TKW asal Indonesia. Awalnya wanita ini bekerja di sebuah rumah makan tapi keterbatasan bahasa membuatnya harus diberhentikan. Saat itu dirinya hendak kembali ke ibu kota karena memang merasa disana mungkin tidak ada harapan untuk bertahan hidup namun, dia malah bertemu dengan nyonya Johnson di bandara dan berakhir dengan Winda memilih bekerja untuk nyonya Johnson yang saat itu dikenalnya sebagai Anita Margaret”


Penjelasan yang se-detail itu membuat Efira diam-diam bertanya di dalam hatinya, dari mana Cris mendapatkan informasi yang begitu detail?


Cris menarik nafasnya sebentar, lelaki itu menatap sepasang kekasih di hadapannya. Mulai masuk ke pembicaraan inti?


“Posisi yang didapatkan nyonya Johnson cukup menjanjikan, wanita ini memeluk posisi Sekretaris direktur utama perusahaan tersebut. Jika ada meeting dimana sang direktur utama tidak bisa hadir, tentu saja nyonya Johnson harus menggantikannya”


Efira dan Alex tidak begitu peduli sebenarnya tapi, bagaimana dengan kelanjutannya?


“Hingga disuatu hari dia harus pergi sendiri untuk meeting dengan salah satu pemegang saham cukup besar di perusahaannya sejak hari itu mereka lebih intens bertemu dan akhirnya menikah”


Cris diam.


Alex dan Efira juga. Mereka menunggu Cris melanjutkan kalimatnya.


Tangan kanan Alex itu menarik nafasnya sebentar sampai akhirnya mengatakan, “Tuan Pyton. Dia adalah suami dari nyonya Johnson saat ini”


Deg


Alex benar-benar dibuat terkejut. Apalagi saat Cris mengeluarkan foto pernikahan tuan Pyton dengan nyonya Johnson.


“Anita Margaret, status yang dulunya adalah nyonya Johnson sudah berganti menjadi nyonya Pyton. Atasan anda selama di New York”


Plot twist macam apa ini? begitu pikir Alex. Masih tidak percaya bahwa selama ini orang yang dicari malah tidak jauh dari sekitarnya. Tapi Efira tidak percaya begitu saja, mengingat bagaimana detailnya cerita yang disampaikan oleh seseorang yang katanya tangan kanan kekasihnya itu.


“Bagaimana mungkin? Memangnya cerita-cerita itu berasal darimana? Kau mendapatkannya dimana?” Tanya Efira.


“Nona Javonte, apa pentingnya untuk anda mengetahuinya? Yang terpenting bukankah anak pertama keluarga Javonte?”


Jika ditanya mengapa Cris begitu kaku bahkan terkesan berani dengan Efira maka jawabannya adalah dia adalah pshycopath, tidak peduli siapa yang ia ajak bicara selama itu bukan atasannya.


“Jika aku sudah mengatakan dia tangan kananku maka percaya saja. Lagipula dia tidak kubayar untuk mengarang cerita”


Efira diam, benar yang dikatakan Cris bahwa yang terpenting sekarang adalah kakaknya.


“Dan ini adalah potret perkembangan bayi itu hingga sekarang”


Cris mengeluarkan beberapa gambar dimana itu adalah kumpulan gambar dari tahun ke tahun hingga bayi yang diduga itu adalah Julio Gevandri Javonte, putra pertama keluarga Javonte.


Sampai pada album di halaman entahlah, saat itu usianya beranjak remaja mungkin? Efira dan Alex mulai merasa tidak asing dengan wajah di gambar tersebut.


Tidak banyak lama, Efira segera membuka halaman terakhir.


Saat itu juga Alex mengatakan “Devan, sekretaris pribadi anda”


Apa-apaan ini?


Baik Alex maupun Efira sama-sama lemas.


“Permainan macam apa ini? Kau sedang tidak menipu kami bukan?” Tanya Alex, mulai meragukan kebenaran cerita Alex.


“Tentu saja ini adalah buktinya”


Cris mengeluarkan sebuah amplop rumah sakit dimana setelah dibuka itu adalah, “Sidik jari nyonya Pyton dan nyonya Johnson sama serta surat yang satunya adalah DNA dari tuan Javonte dan juga Devan lagi-lagi mereka adalah ayah dan anak sekandung” Jelas Cris.


“Darimana kau mendapatkan DNA ayahku?” Tanya Efira.


Cris menyeringai sedikit, melihat tuannya sebentar lalu berkata “Kurir paket yang menemui ayah anda”


“Apa maksudmu?” Tanya Efira lagi.


Tapi Cris tidak menjawabnya dia malah mengalihkan pandangan sepenuhnya kepada Alex.


“Ah iya, bukankah besok anda memiliki janji dengan tuan Pyton? Maka anda akan menemukan semua kebenaran dari cerita saya”


Cris berdiri dan pamit untuk pergi saat itu juga.


“Saya permisi, terimakasih” Ucapnya lalu melangkahkan kakinya menjauh dari kedua insan yang masih terkejut dengan apa yang mereka dapat malam ini.


“A-Apa i-ini nyata Alex? A-apa memang Devan? Devan yang biasa bersama kita?” Ucap Efira terbata-bata. Tidak bisa mencerna dengan baik apa yang telinga dan matanya terima.


“Besok aku menemui tuan Pyton. Aku akan agendakan makan malam VVIP dengannya dan keluarganya. Semoga saja nyonya Pyton tidak menyadari hal ini” Ucap Alex.


“Sudah malam, ayo pulang. Besok kita bahas lagi hal ini” Lelaki itu mengajak Efira untuk pulang, mengerti jika kekasihnya mungkin masih Syok?