You

You
Prepare



“Aku rasa kau perlu sekretaris baru, Cyntia terihat begitu kelelahan akhir-akhir ini” Ucap Efira pada Alex. Mereka sedang berada di rooftop rumah Efira, dimana disana dipenuhi dengan tanaman-tanaman indah.


“Apa menurutmu begitu? Aku sempat menanyainya, dia bilang baik-baik saja dengan pekerjaannya” Jawab Alex, menyeruput minuman yang ia bawa.


“Siapa yang bisa menolak ucapan bosnya hm? Apalagi itu dirimu” Sahut Efira menimpali.


Alex hanya menyengir kuda, seperti tidak ada rasa bersalah, “Dia bisa mengatakannya jika mau”


“Perintahkan dia membuat lowongan pekerjaan hari ini, mari kita lihat dua hari ke depan siapa yang akan datang untuk melamar menjadi sekretarismu” Ucap Efira.


“Aku tidak ingin ada kesalah pahaman, biarkan calon istriku ini yang mengurus dan memilih sekretaris untukku, bagaimana?” Ucap Alex, mengelus pelan rambut kekasihnya.


Efira hanya mengangguk paham.


“Omong-omong, bagaimana dengan rencana pernikahan kita hm?” Tanya Alex.


“Aku hampir lupa jika kita akan menikah” Ucap Efira diakhiri dengan kekehan karena melihat wajah kekasihnya menjadi muram.


“Jadi, kau melupakanku begitu saja hm?”


“Tidak, itu karena aku dan kau terbiasa selalu bersama begini membuatku lupa bahwa sahabatku adalah calon suamiku” Jawab Efira.


“Gaunmu sudah selesai?” Tanya Alex, mengingat gadisnya men-design sendiri baju untuk acara pernikahan mereka.


“Hampir selesai, sepertinya baju untuk bridesmaids sudah selesai, Aulia mengerjakannya dengan sangat baik” Jawab Efira.


“Kita adakan acaranya 2 minggu lagi, apa kau siap?” Tanya Alex.


Efira tentu saja dibuat terkejut dengan ucapan kekasihnya.


“Pertunangan diadakan mendadak, apa sekarang pernikahan juga semendadak ini?” Ucap Efira kesal, bagaimana tidak semuanya diselenggarakan dengan terburu-buru.


“Apa kau tidak tau bahwa aku sudah tidak tahan lagi menunggu terlalu lama hmm? Jika bisa, tiga hari dari sekarang saja kita melakukan pemberkatan, bagaimana?” Ucap Alex.


Efira menepuk jidatnya tidak habis pikir.


“Baiklah-baiklah, bagaimana jika satu bulan lagi?” Ucap Efira mencoba bernegoisasi dengan kekasihnya.


Efira benar-benar dibuat melongo dengan tingkah kekasihnya, dimana ada menyiapkan pernikahan dalam waktu se-singkat itu hm?


“Bailah, dua minggu” Jawab Efira, mengambil jangka waktu paling lama dari semua tawaran yang diberikan Alex.


Sedangkan Alex hanya tersenyum, mengelus surai hitam gadisnya.


“Bagus, bersiaplah untuk memulai segala kesibukan kita sayang” Ucap Alex lalu mengec*p pelan bibir Efira.


...***...


Saat ini Efira sedang dihadapkan dengan laptop dan setumpuk surat lamaran pekerjaan yang ditujukan untuk kekasihnya.


Tidak butuh waktu lama untuk perusahaan mencari sekretaris baru, selain dari perusahaan Alex yang memang sudah memiliki nama mereka tentu saja juga ingin menjadi bagian yang penting di perusahaan itu, bonus bisa melihat direkturnya setiap hari.


“Banyak sekali” Gumam Efira.


“Sayang, jangan memilihkan yang tidak-tidak untukku ya” Ucap Alex.


Ya, Efira sedang duduk di sofa tamu di dekat meja kerja kekasihnya.


“Akan aku pilihkan yang sesuai dengan seleramu, tenang saja” Ucap Efira.


Gadis itu segera memilah-milah berkas yang sesuai dan tidak sesuai dengan kriteria perusahaan, baik itu secara online maupun offline.


Waktu terus berjalan, Alex sendiri sibuk kesana-kemari untuk meeting dan lain sebagainya.


“Sayang, sebentar lagi waktunya makan siang. Mau keluar atau disini saja? Atau mau pesan makanan?” Tanya Alex, menghampiri Efira.


Melihat bagaimana Efira fokus dengan berkas-berkas di hadapannya.


“Ah apa ya, pesan saja kita makan di sini. Aku sepertinya sedang ingin makan nasi goreng saja” Jawab Efira.


“Baiklah, biar aku pesankan. Jangan terlalu fokus, jika lelah istirahatlah” Ucap Alex lalu mengecup pelan kening Efira.


“Nanti kita mampir ke butik ya, gaunnya sudah aku selesaikan kemarin. Kau harus melihatnya” Ucap Efira lalu memeluk kekasihnya, mencari ketenangan disana. Alex membalas pelukan Efira sembari mengecup keningnya beberapa kali.