You

You
Memasak



Efira segera masuk ke dapur, setelah Alex menghilang dari pandanganku di depan gerbang sana.


Sebelum sampai rumah, gadis itu mampir ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu tadi bersama Alex. Ayah dan bunda menunggu kami di mobil. Disana, Efira membeli cumi-cumi, ikan bawal, dan beberapa bahan masakan lainnya.


Gadis itu mungkin akan menganggur selama perusahaan belum pindah ke tangannya. Jadi, akan lebih baik dia sedikit menguji kemampuan memasaknya selama di rumah. Pikir Efira.


Pertama, mari mencuci tangan dan kaki dulu, Efira berlari kecil menuju kamar mandi yang terletak di pojok ruangan dapur ini.


Lalu dia akan membuat ‘Cumi-cumi saus asam pedas manis’. Itu terdengar lezat bukan? Aku menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, agar saat memasak nanti aku tidak kesulitan.


“Oke sudah selesai, mari kita absen. Cumi-cumi, asam jawa, cabe rawit, onion minced, kecap manis yang manisnya kayak aku, saus tiram, garam, gula pasir, lada dan,-“


“Nona” Suara itu mengintrupsikan Efira, itu adalah suara Bi Inah, pembantu rumah tangga yang sudah lama berada dirumah Efira.


“Bi, aku belum selesai mengabsen bahan makananku” Protes Efira.


Bi Inah hanya tersenyum canggung, “Maafkan saya nona tapi, biarkan saya yang memasak. Nona bisa istirahat” Ucap Bi Inah.


“Tidak mau, sore ini dapur adalah milikku. Bi Inah bantu masak di dapur belakang saja ya untuk pak satpam, pak kebun dan pelayan lainnya. Intinya, makanan utama hari ini, biar Efira yang urus”


Ya, di sini pelayan dan bodyguard ada yang tinggal ada pula yang pulang ke kediaman masing-masing. Tuan Javonte menyediakan tempat untuk mereka tinggali. Para pelayan wanita akan tinggal di mess samping dan pelayan lelaki akan tinggal di mess belakang. Itu sudah ketentuan tuan Javonte, bukankah sangat menyenangkan bekerja disana meskipun menjadi pelayan?


“Baik nona tapi, apa nyonya besar tidak akan marah?” Ucap Bi Inah ragu.


“Bunda tidak akan marah jika anak gadisnya memasak” Jawab Efira.


“Baiklah, saya permisi” Pamit Bi Inah.


“Hati-hati Bi” Sahut Efira lalu melanjutkan pekerjaannya.


“Sampai mana tadi?” Efira menatap berbagai bahan masakan di hadapannya.


“Ah, sudahlah. Ini pasti sudah lengkap” Lanjut Efira bermonolog.


Efira mulai memasak, membersihkan cumi dulu dari tintanya lalu melanjutkan aksi memasaknya disana. Mungkin Efira sedang membayangkan dirinya tengah mengikuti ajang lomba memasak, raut wajahnya sangat serius.


Saat sedang menumis, Efira lagi-lagi harus diganggu oleh seseorang yang memasuki area kekuasaannya sore ini.


“EFIRAAAA”


“Ayo aku bantu memasak”


Kenapa dia ada disini? Begitulah pikiran Efira. Gadis itu melihat sahabatnya masuk dengan wajah sumringah. Lihat! Alex bahkan sudah mandi. Mandi model bebek kah? Cepat sekali.


“Tidak, ini area kekuasaanku. Tidak ada yang boleh masuk kemari. Aku yang membuat keputusan siapa yang boleh dan tidak boleh masuk kemari” Larang Efira, masih fokus dengan masakannya.


“Ayolah, Efira. Pelit sekali kau ini” Jawab Alex, lelaki itu sudah memasang wajah memelas andalannya.


“Baiklah-baiklah” Efira tentu saja kalah dengan tatapan maut sahabatnya itu.


“Yeay, thank you” Ucap Alex lalu memasuki dapur, melihat Efira sibuk dengan cumi-cuminya.


“Apa yang kau masak?” Tanya Alex, lelaki itu berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.


“Sudah, jangan banyak bertanya, nanti juga kau akan tau”


“Baiklah, Alex. Tolong bersihkan ikan itu lalu lumuri ikan itu dengan saus tiram dan minyak goreng” Lanjut Efira setelah Alex mencuci tangannya.


“Oke” Alex dengan cekatan melakukan apa yang diperintahkan chef utama, kali ini dia berperan menjadi asisten dari chef utama yaitu, Efira.


20 menit berlalu, Efira sudah selesai dengan cumi-cumi saus asam pedas manisnya, begitu juga Alex yang sudah selesai dengan ikannya.


“Ini mudah sekali nona chef” Tutur Alex.


“Gorengnya di api kecil saja, biar matang sampai tulang rusuknya”


“Sejak kapan dia punya tulang?”


“Sejak aku yang membuatnya. Sudah, jangan banyak bicara. Nanti, sambil menunggunya matang sempurna seperti aku yang sempurna di mata kamu, tolong kupaskan kentang itu untukku”


Celotehan Efira menggema di seantero dapur, gadis itu sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sate lilit khas bali.


Lama di luar negeri, tidak membuat keduanya melupakan masakan lokal.


Kegiatan itu berlangsung hingga satu jam lamanya, Alex dan Efira menjadi partner yang hebat dalam memasak. Ya, meskipun Alex dan Efira tidak meninggalkan kebiasaan mereka beradu mulut.


“Efira, aku rasa ikannya akan berenang di minyak itu” Ucap Alex saat Efira memasukkan ikan bawal pada lautan minyak di wajan.


“Kenapa kau tidak ikut berenang disana?” Ketus Efira, merasa jengkel dengan sahabatnya yang tidak masuk akal sedari tadi.


“Bagaimana jika berenang bersama?”


“Kau saja sana!”


Lihat, dua sejoli ini mungkin tidak enak jika tidak berdebat sehari saja.


“Daripada kau sibuk melihat ikan ini berenang di wajan, akan lebih baik kau membuat sausnya, strawberry-nya ada di plastik itu” Ucap Efira menunjukkan plastik berwarna hitam di meja.


Alex mendengarkan hal itu, membongkar plastik strawberry hasil panen tadi, Efira sengaja meminta beberapa untuk memasak hari ini.


Gotcha, 15 buah strawberry sudah di tangan.


Alex mencucinya, mencampur semua bahan, dan menguleknya sampai membentuk tekstur kasar. Tidak lama, hanya 5 menit untuk membuat saus itu.


“Katakan nona, apa yang harus aku lakukan lagi?” Ucap Alex setelah selesai dengan urusannya.


“Mandi” Jawab Efira.


“Aku sudah mandi, Efira”


“Kau sudah bau ikan, sudah bau keringat juga, mandi lagi sana. Jangan sampai ayah dan bundamu malu karena anak lelaki mereka datang ke acara makan bersama dengan penampilan kusut dan bau masakan dimana-mana. Tidak estetik sekali” Ujar Efira panjang lebar.


“Hey, aku wangi”


“Wangi ndasmu. Coba saja cium sendiri tubuhmu itu, pasti aromanya sangat menusuk seperti ikan asin” Ucap Efira.


Sial, apa yang Efira katakan tadi? Ikan asin?


“Aku ingin menyentil bibirmu” Jawab Alex, menirukan kalimat Efira tadi pagi.


Efira hanya acuh dengan hal itu, memilih melanjutkan urusan memasaknya.


“Biarkan aku membantumu sampai semuanya selesai lalu aku akan mandi setelah itu” Lanjut Alex, lelaki itu terus membantu Efira hingga selesai.


Satu setengah jam berlalu dengan begitu cepat, berbagai menu makan malam sudah tersedia di meja makan.


Menu utamanya adalah Cumi-cumi saus asam pedas manis, Ikan bawal saus strawberry. Lauknya diantara lain ada sate lilit khas Bali, tempe goreng dan juga prekedel kentang. Dilanjutkan dengan minuman khusus dari Efira yaitu, Strawberry smoothie yang terbuat dari bahan sederhana berupa strawberry, air, dan juga madu. Dan yang terakhir adalah dessert yang juga sederhana, pudding strawberry.


Pudding tersebut belum mengeras, Efira memasukkan pudding itu ke kulkas terlebih dahulu, pasti nanti setelah makan malam itu sudah mengeras dan siap dihidangkan.