
“Apa yang dia tanda tangani?” Tanya Alex.
“Pengalihan perusahaan untuk pengembalian hutang perusahaan” Jawab tuan Harrison.
“Jadi, penggelapan dana tadi masuk di anggaran pinjaman perusahaan tuan Johnson?” Tanya Alex yang dijawab hanya dengan anggukan.
“Dan setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian dia kecelakaan dan meninggal. Saat itu Rolex sudah langsung mengambil alih perusahaan”
“Dasarnya saja dia memang serakah sejak dulu” Gumam Alex.
Flashback On
Rolex terlihat memasuki ruang presiden direktur perusahaan Johnson Group.
“Siapkan segala dokumen untuk pengalihan nama perusahaan” Ucap Rolex pada sekretarisnya. Lebih tepatnya sekretaris dari tuan Johnson yang mungkin akan menjadi sekretarisnya?
“T-Tapi tuan” Ucap wanita itu terbata.
“Aku tidak menerima alasan apapun, cepat siapkan saja” Sahut Rolex.
Lelaki itu duduk dengan angkuhnya menaikkan kaki di meja kerja sambil memainkan bulpoin di tangannya.
“Indah sekali, akhirnya aku menduduki tempat ini tanpa susah payah menyingkirkannya” Gumam Rolex.
Seharusnya itu adalah hari dimana pemakaman tuan Johnson tapi, lihat! Dia malah berada di perusahaan seolah tidak terjadi apa-apa.
Tok
Tok
Tok
Pagi itu, tuan Harrison bersama orang-orangnya memasuki ruangan tersebut.
“Selamat pagi tuan Harrison, ada yang bisa aku bantu? Sampai-sampai membuatmu harus kemari hm? Membutuhkan suntikan dana untuk perusahaanmu?” Sapa Rolex.
Tuan Harrison hanya tersenyum simpul, “Sepertinya aku lebih suka mengatakan bahwa ingin mengambil hakku disini” Jawab tuan Harrison.
Rolex mengernyitkan dahinya bingung.
“Perusahaan ini sudah berada di tanganku” Ucap tuan Harrison to the point.
“Hahahaha, apa kau bercanda? Milikmu? Sejak kapan?”
“Sejak tuan Johnson menandatangani surat perjanjian kami tempo hari” Sahut tuan Harrison, lelaki itu memberikan copy-an berkas beberapa waktu lalu.
Rolex mengambilnya dengan kasar, membacanya secara terburu-buru.
“Bagaimana?” Tanya tuan Harrison.
Srak
Srak
Srak
Berkas itu dirobek tidak aturan, “Kapan kalian menandatangani ini? Kenapa aku tidak tau?” Ucapnya penuh emosi.
“Memangnya ada sangkut paut apa kau dengan perusahaan ini? Apa kau ada di balik tuan Johnson selama ini? Untuk menggelapkan uang perusahaan? Atau kau berjalan sendiri di bawah bayang-bayang tuan Johnson untuk kepentingan pribadimu hm?”
Tuan Harrison terlihat tenang disana. Sedangkan Rolex sudah menguatkan rahangnya, merasa tertipu dengan tuan Harrison?
“Perusahaan ini hanya tameng dari pekerjaan kotormu itu” Gumam tuan Harrison lagi.
Rolex semakin kesal, lelaki itu sudah mengepalkan tangannya, siap menyerang kapanpun.
“Jangan lupa, caramu ini juga murahan, sampah” Sahut Rolex dengan tatapan tajamnya.
“Maka siapa yang lebih sampah disini?” Tuan Harrison mengangkat satu alisnya, seolah meremehkan Rolex.
“Tinggalkan perusahaan ini sekarang atau kau akan tau akibatnya” Ucap tuan Harrison mengintimidasi.
Rolex menggeram pelan.
“Sialan sekali memang kau Harrison, aku pastikan kehidupanmu tidak akan pernah tenang, aku akan menghancurkanmu” Ucap Rolex.
“Aku sama sekali tidak takut” Gumam tuan Harrison.
“Foxy? Kau sama kotornya denganku”
Deg
Darimana dia tau panggilan untuknya di dunia mafia?
“Rupanya kau sudah tau siapa yang mengambil pil narkobamu di perjalanan” Ucap tuan Harrison.
“Hahahaha, kau pikir aku bodoh?” Rolex tertawa, meremehkan tuan Harrison yang tidak bisa menjaga identitasnya dengan baik.
“Baguslah, aku tidak perlu bersembunyi lagi dan tinggal menunggu bagaimana orang-orangmu bermain-main denganku. Aku suka itu” Ucap tuan Harrison lalu menyuruh anak buahnya untuk menyeret Rolex keluar dari ruangan itu.
“TUNGGU PEMBALASANKU HARRISON, BAJ*NGAN KAU!!!” Teriaknya memenuhi gendang telinga orang-orang yang berada disana.
Flashback Off
“Jadi perusahaan Johnson tidak bangkrut sebenarnya?” Tanya tuan Javonte setelah selesai mendengarkan cerita besannya.
“Aku mengambil seluruhnya dalam bentuk uang dan memasukkannya ke dana perusahaan. Katakanlah aku yang membuat mereka bangkrut” Jawab tuan Harrison.
Hening untuk sementara waktu, hanya deru nafas yang saling beradu di ruangan itu.
“Aku tidak menyangka jika dia malah membalaskan dendamnya padamu” Ucap tuan Harrison pada Alex.
“Dia tau tidak akan mampu melawan ayah dan berpikir bahwa aku tidak masuk ke dunia mafia” Sahut Alex.
“Lalu apa rencanamu selanjutnya?” Tanya tuan Harrison pada putranya.
“Cris, ambil semua anak buahnya, sama seperti yang sebelumnya. Beri mereka tunjangan dan perlakukan dengan layak” Ucap Alex pada Cris.
“Baik tuan” Sahut lelaki itu.
“Dan bagaimana dengan pernikahan kalian yang berakhir berantakan begini?” Tanya tuan Javonte.
“Cris bisa mengatasinya, berita ini tidak akan menyebar kemana-mana, percayalah” Ucap Alex.
“Jika Efira ingin melakukan resepsi ulang maka, aku akan mempersiapkannya” lanjut Alex, melihat Efira sekilas.
Lelaki itu tau bahwa wanitanya sedang tidak baik-baik saja setelah melihat bagaimana beringasnya dia di depan Rolex tadi.
“Tidak, aku tidak ingin resepsi lagi. Biarkan saja seperti ini, lagipula yang terpenting dari pernikahan bukan resepsinya tapi, pemberkatan dan setelahnya” Jawab Efira.