You

You
Rencana Liburan



“Aku pulaaang” Ucap Efira sedikit berteriak, dia membawa dua bungkus plastik besar berisi makanan.


Hasil kerja kerasnya mengantri di depan komplek sana. Gadis itu sengaja tidak memperbolehkan Bi Inah untuk memasak malam ini.


Tidak ada jawaban apapun dari teman-temannya. Kemana mereka?


Brak


Brak


Brak


“Hey, keluarlah kalian wahai anak manusia. Aku membawakan makanan. Apa kalian tidak lapar?” Efira memanggil Elena dan juga Frans, dia bahkan menggedor pintu kamar Elena dan Frans bergantian.


Brak


Brak


Poor pintu rumah Efira. Tidak ada kalem-kalemnya kedua teman Efira itu ketika membuka pintu.


“Ayo ke ruang makan”


“Efira ini apa?” Tanya Frans menatap bungkusan ayam goreng di meja makan.


“Ini namanya ayam geprek. Selamat mencoba. Hati-hati, itu pedas” Ucap Efira, dia sudah duduk di tempatnya, membuka bungkusannya dan menelan makanannya dengan lahap.


Sedangkan kedua temannya masih bingung dengan ayam goreng crispy yang sudah hancur dicampur dengan cabai?


Frans menyuap satu sendok dulu. Memastikan bagaimana cita rasa makanan tersebut.


“Woah, ini lezat” Frans langsung melahap makanannya rakus.


Melihat hal itu, Elena segera mencoba makanannya.


Lihat!


Enak bukan?


Itu adalah ayam geprek Indonesia.


Mereka bertiga melahapnya dengan tenang. Khususnya Efira. Sedangkan kedua temannya seolah kalap hingga tak mampu berbicara.


Elena dan Frans sudah menghabiskan makanannya dahulu. Keringat bercucuran di wajah Frans, sedangkan wajah Elena sudah sangat merah, kepedasan.


“Aku shhhhh dulu”


“Tidak huh haaah aku dulu”


“He-e-e-ey, aku shhhh duluan”


“Haaaah, tidak bisakah kau shhh mengalah dengan shhh seorang gadis?”


“Tidak shhh”


Kali ini mereka berdebat tentang minuman, mendesis dan suara mereka terdengar bergetar saat berbicara. Lucu juga melihat mereka berdua berdebat dengan bahasa Inggris saat mereka kepedasan begitu.


Mereka sampai tidak sadar jika Efira sudah pergi meninggalkan keduanya ke dapur.


“K-Kau shhh” Elena menunjuk Frans tajam.


Brak


Keduanya dibuat terkejut, menatap Efira yang sudah bersedekap dada menatap mereka.


“Sudah ada dua gelas, silahkan minum dan pergi ke kamar kalian” Ucap Efira lalu beranjak ke kamarnya.


...***...


Efira berjalan di halaman belakang rumah seorang diri, hari sudah malam dan menatap bintang adalah hal yang membuatnya tenang.


“Hah, rasanya aku sudah membawa beban berat di hidupku. Aku sudah kehilangan masa mudaku, dulu yang kupikirkan hanya belajar, belajar, dan belajar. Sekarang yang kupikirkan hanya karir. Bekerja, bekerja, dan bekerja. Masih 21 tahun sudah seperti petinggi-petinggi besar di luar sana” Gumam Efira, gadis itu sedang meratapi nasibnya yang katanya kehilangan masa mudanya.


Jika dipikir-pikir itu memang benar adanya. Dimana dulunya dia tak sempat memikirkan bermain seperti teman-temannya yang lain. Tujuannya dulu, menggapai mimpinya mendapatkan beasiswa di kampus idamannya, setelah berhasil dengan itu, ada goal lagi yang ia tetapkan untuk mengejar beasiswa S2 di kampus yang sama.


Lalu sekarang? Menjadi CEO perusahaan besar begini? Mana sempat untuk memikirkan hal-hal seperti anak muda lain?


Jika kalian bertanya bagaimana kehidupan Efira dengan sahabat-sahabatnya semasa sekolah. Jawabannya adalah, belajar. Mereka sama-sama memiliki ambisi yang tinggi dalam meraih mimpi masing-masing. Mungkin karena itu, mereka semua akhirnya berhasil menggapai apa yang mereka impikan di usia yang terbilang muda begini.


Terkecuali Deva yang malah memilih menikah dengan dosen tampan di kampusnya. Sungguh tidak estetik sekali. Sudah balajar dengan keras, berjuang dengan tegas, setelah lulus malah berakhir di pelaminan dengan mimpi yang dilepas.


“Hah” Efira menghembuskan nafasnya pelan lalu masuk ke dalam rumahnya, hawa di luar terasa dingin merasuk kulitnya.


Ting


Efira membuka ponselnya, melihat siapa yang mengiriminya pesan di Line.


...Ambis Group...


DevaCantik


Besok, terimalah paket cantik dariku wahai teman-teman sekalian


Bellapacarkimseokjin


Paket apakah ini hey?


GiosangpangeranKatak


Jika itu paket untuk menjadi bridges maid-mu, aku akan membakarnya.


NandoSaja


Aku menunggunya


^^^Efiraaaa^^^


^^^Mari menghabiskan waktu bersama. Temanku dari Amerika baru saja sampai, aku mungkin akan mengajak mereka jalan-jalan.^^^


Nandosaja


Aku menunggu kabar baiknya


Entah apa selanjutnya yang mereka bicarakan, Efira sudah keluar terlebih dahulu dari ruang obrolan. Grup itu memang masih aktif, hanya saja kesibukan mereka terkadang membuat grup itu menjadi sepi, hanya sekedar bertukar kabar lalu menghilang satu-persatu, kembali dengan kesibukan masing-masing mungkin?


Efira sudah sangat lelah dengan pekerjaannya hari ini, matanya sudah ingin menjemput mimpinya.