You

You
Baru akan Dimulai



Saat jam pulang kantor, Alex tidak segera pulang, lelaki itu masih berdiam diri dulu untuk menghubungi tuan Piton.


“Halo tuan Piton”


“Halo Alex, wah ada apa CEO perusahaan IT terbaik se-Asia ini menelfonku? Apa ada masalah?”


Begitu balasan tuan Piton terhadap sapaan Alex.


“Apa anda sedang sibuk?” Tanya Alex.


“Tidak, aku sedang bersantai. Kenapa anak muda?”


“Aku langsung saja pada intinya ya tuan Piton. Jadi begini, aku sedang mencari seseorang yang pindah ke New York sekitar 25 tahun yang lalu, dia adalah mantan istri dari pengusaha terkenal di negara ini. Sebuah insiden membuatnya pergi ke New York saat itu, dan dia tidak dapat ditemukan hingga hari ini. Sepertinya wanita itu telah mengganti identitasnya” Ucap Alex, menjelaskan tanpa memberitahu secara detail.


“Aku meminta bantuanmu untuk menyelidiki wanita tersebut, apa boleh?” Lanjut Alex.


“Tentu saja, kau bisa kirimkan data-datanya lewat e-mail. Aku pasti akan menemukannya dalam 2 x 24 jam”


Jawab Tuan Piton dari seberang sana.


“Baiklah, aku akan segera mengirimkannya setelah ini, terimakasih tuan Piton” Ucap Alex.


“Sama-sama, apa hanya itu?”


“Ya, ini sedang waktu luangmu sudah seharusnya kau menikmatinya. Maafkan aku karena telah mengganggumu di jam begini” Ucap Alex sopan.


“Kau bisa menggangguku kapanpun jika kau mau, kau sudah seperti anak emas untukku”


“Bisa saja, baiklah aku tutup dulu tuan Piton. Sekali lagi terimakasih untuk waktunya” Ucap Alex sebelum memutus sambungan ponsel mereka.


Setelah itu Alex segera merapikan meja kerjanya dan pergi untuk pulang.


...***...


“Kau benar-benar menghancurkan reputasi polisi itu?” Tanya Efira, gadis itu tentu saja terkejut dengan berita yang ia lihat di televisi tadi siang.


Bisa-bisanya kekasihnya bertindak begitu keras sekarang, sejak kapan dan ajaran dari siapakah itu?


Jangankan Efira, sosok tuan Javonte saja merasa tidak menyangka jika Alex sekarang bisa bertindak seperti itu.


Alex sedang berada di rumah keluarga Javonte atas undangan makan malam dari tuan besar keluarga itu. Tidak lupa bersama tuan dan nyonya Harrison.


“Tidak ada yang salah. Selain dari dia adalah salah satu orang yang membuat kalian terpisah dengan anak kalian, dia juga tidak pantas menjadi aparat kepolisian, dia sudah minus dalam segala hal, terutama attitude-nya” Jelas Alex.


Tuan dan nyonya Harrison tentu saja tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi antara putra mereka dengan keluarga Javonte.


“Sebenarnya apa yang sudah terjadi?” Tanya tuan Harrison.


Tuan Javonte melihat Alex sekilas, sedikit memicingkan matanya. Sedangkan yang ditatap hanya mampu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mengerti dengan arti tatapan itu.


“Begini ayah, bunda. Beberapa hari yang lalu, kekasih Alex itu,-”


Plak


“Aw, sakit sayang”


Efira menggeram, lihat saja Alex itu, suka sekali menggodanya. Alhasil gadis itu melotot kesal sebagai kode untuk tidak menggodanya di depan orang tua mereka.


Para orang tua yang melihat hal itu gemas sendiri dengan kedua anak muda di hadapan mereka, sahabat kecil yang menjadi kekasih setelah dewasa.


Yang diwanti-wanti hanya memicingkan matanya.


“Begini, beberapa hari yang lalu Efira memberikan berkas-berkas yang ia temukan di gudang katanya, di dalamnya terdapat data-data kelahiran seseorang yang di duga kaka dari Efira. Ah, apa kalian tidak tau?” Ucap Alex bertanya kepada kedua orang tuanya, mengingat mereka dan keluarga Javonte sama-sama pebisnis yang cukup maju pada masa itu.


“Julio maksudmu?” Ucap nyonya Harrison pada putranya.


“Nah, orang tua kekasihku ini sangat baik hati, tidak memberi tahukan Efira bahwa sebenarnya dia memiliki seorang kakak, meskipun sudah meninggal pun seharusnya mereka memberi tahukannya agar Efira tidak seperti singa betina yang selalu datang kepadaku dengan wajah masamnya” Ucap Alex, menggoda Efira lagi di akhir kalimatnya.


“Tapi, setelah mendengar alasan mereka aku jadi paham bahwa nyonya Javonte sempat mengalami trauma pada saat itu, tuan Javonte manis sekali untuk menjaga kesehatan istrinya agar tetap stabil”


Alex terdengar sedikit kurang ajar tapi, mereka memang sudah seperti keluarga jadi, ya mau bagaimana lagi?


Alex akan menjadi dirinya sendiri, berucap dengan kata-kata yang sopan dan memang sedikit menggelikan di telinga.


“Lalu?” Tanya tuan Harrison, meminta penjelasan lebih dari putranya.


“Aku bersama Alex menyelidiki kasus tersebut tanpa sepengetahuan ayah dan bunda. Hingga tadi pagi seorang polisi yang bekerja sama dengan nyonya Johnson datang ke Harrykiel company karena ancaman Alex dan polisi tersebut malah berakhir di penjara sekarang” Jelas Efira, menggantikan Alex berbicara.


“Pertama, dia berani mengangkat senjatanya di hadapanku. Kedua, dia memang bersalah. Ketiga, aku hanya ingin yang terbaik untuk negara kita. Aku masih baik karena yang terluka tangannya bukan otaknya atau bahkan jantungnya”


Alex terdengar seperti seorang psikopat memang sekarang. Apa jiwanya itu sudah sedikit bergeser karena kasus ini? Begitu pikir Efira, menatap kekasihnya tak percaya.


Tuan Harrison mengangguk, menepuk pundak anaknya sambil memberikan tatapan penuh arti yang tidak akan diketahui siapapun selain mereka sendiri?


“Apa hasil yang kalian temukan?” Tanya nyonya Harrison.


“Julio masih hidup, dia berada di tangan nyonya Johnson yang licik itu. Bunda tenang saja, anakmu ini pasti akan mengatasi semuanya dengan baik” Jawab Alex.


“Baguslah jika kau sudah tau apa yang seharusnya kau lakukan” Ucap nyonya Harrison.


Efira peka, percakapan diantara keluarga Harrison itu sedikit terdengar ambigu. Seperti ada percakapan dan tatapan lain dari setiap pembicaraan mereka.


“Nyonya Javonte, bersabarlah sebentar lagi. Semoga kita semua dapat berkumpul dengan Julio secepatnya, aku tidak sabar melihatnya dan menjadikan Efira menantuku setelah kasus ini selesai”


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Efira tersedak ludahnya sendiri saat nyonya Harrison mengucapkan kalimat itu. Apa maksudnya setelah Julio ditemukan, Efira akan segera diambil oleh keluarga Harrison?


“Hey, hati-hati. Bisa-bisanya kau tersedak, bahkan kau tidak sedang memakan atau meminum apapun” Ucap Alex, menepuk punggung gadisnya setelah panik mendekati Efira saat kekasihnya itu terbatuk secara tiba-tiba.


“Apa kau tidak pernah menelan ludahmu?” Ucap Efira.


“Aku hanya pernah menukarnya dengan milikmu” Ungkap Alex singkat.


Plak


Sekali lagi lengan Alex menjadi korbannya, lagipula bisa-bisanya lelaki itu mengatakan hal vulgar seperti itu di hadapan orang tuanya?


“Sudah bertengkarnya, ayo segera ke ruang makan dan kita bisa makan malam bersama. Ini untuk rasa terimakasihku kepada Alex karena telah membantu kami sejauh ini” Ucap tuan Javonte mengajak tamunya untuk pergi ke ruang makan.


Mereka pun berjalan bersama ke ruang makan keluarga Javonte, disana pelayan sudah siap untuk melayani keluarga Javonte dan tamunya untuk makan malam.