
Flashback On
25 tahun yang lalu
“Tapi, bayi ini adalah putra keluarga Javonte nyonya. Mereka pasti akan mencari putra mereka hingga ditemukan” Ucap pak polisi tersebut.
Saat ini dirinya sedang berada di kediaman keluarga Johnson untuk memintai nyonya Johnson keterangan tentang kecelakaan yang menimpanya.
Awal masuk ke rumah tersebut, upacara pemakaman baru selesai dilaksanakan. Dia terkejut mendapati seorang bayi di gendongan wanita itu, polisi itu yakin betul bahwa bayi itu adalah bayi keluarga Javonte yang sedang ia cari.
“Tidak, sekarang dia adalah anakku” Ucap nyonya Johnson, memeluk bayi berusia 1 tahun itu erat.
“Mereka telah merenggut suamiku maka, sebagai gantinya putra mereka akan menjad milikku” Lanjut nyonya Johnson.
Pak polisi itu tidak habis pikir dengan pola pemikiran nyonya Johnson yang seperti itu.
“Lalu, apa yang akan saya katakan jika tuan dan nyonya Javonte menanyakan kasus ini? Mengertilah nyonya, ini bukan hak anda” Ucap polisi tersebut.
Itu adalah polisi yang sama dengan yang saat ini berada di ruangan Alex. Dia memang sudah menjadi kepala kepolisi di kota tersebut.
“Tidak bisa, aku akan membayarmu dengan mahal jika kau mau menutup kasus ini dengan bersih” Ucap nyonya Johnson, menghalalkan beberapa cara agar polisi tersebut mau bekerja sama dengannya.
“Reputasi keluarga Javonte tidak sebaik reputasi keluarga Johnson. Jika kau berani memihak padanya, aku pastikan kau dan karirmu akan hancur dan kau tidak bisa bekerja dimanapun” Lanjut nyonya Johnson.
Ya, saat itu memang keluarga Johnson memiliki perusahaan dengan reputasi tertinggi se-benua Asia.
“T-Tapi nyonya, bagaimana aku menutupi kasus ini?” Ucapnya gugup.
“Katakan saja bahwa bayi ini terbakar bersama dengan mobil yang meledak saat itu. sebagai bukti, kau bisa membakar salah satu anjing peliharaanku. Ambil saja tulangnya dan bawa ke hadapan keluarga Javonte, berikan juga surat kematian palsu pada mereka”
Tidak disangka bahwa nyomnya Johnson memiliki pemikiran yang selicik itu.
“Bagaimana anda bisa lolos dari CCTV? Atau bayi ini bisa lolos dari CCTV?” Tanya polisi itu lagi.
“Aku bisa menyuruh anak buahku untuk menghilangkan jejak kami dengan sempurna. Mereka juga akan membantumu dalam membuat surat-surat kematiannya. 5 milyar cash akan aku berikan padamu hari ini juga. Esok, aku akan pergi ke luar negeri untuk mengubur rasa sakit hatiku di negara ini”
Bukankah itu sebuah penawaran yang menarik? Uang 5 milyar dan kau tidak perlu menghabiskan energi untuk menyelesaikan masalahmu? Lagipula kau ini akan menikah, kau membutuhkan suntikan dana yang cukup tinggi untuk itu. Batin sang polisi kepada dirinya sendiri.
“Bagaimana? Bukankah penawaranku sangat bagus? Mumpung keluarga Javonte belum bertindak, akan lebih baik jika kau menerima tawaranku segera. Kau tidak akan berguna dan tidak akan dibayar jika kasus ini tidak kau tuntaskan serta malah mereka yang berhasil mencari tau sendiri”
Benar juga apa yang dikatakan nyonya Johnson, pria itu akhirnya mengangguk, menyetujui penawaran wanita di hadapannya. Kapan lagi uang datang kepada dirinya dengan semudah ini?
“Tapi, bagaimana anda mendapatkan bayi ini nyonya?” Tanya pak polisi, ingin tau strategi yang dibuat seorang nyonya Johnson. Padahal saat itu suasananya sedang ramai orang.
“Saat tabrakan itu terjadi, aku ketakutan melihat suamiku yang penuh dengan darah. Saat aku memeriksanya, dia telah tiada, tentu saja aku hancur. Pernikahan kami bahkan belum dikaruniai seorang anak. Aku melihat mobil lain yang sama hancurnya dengan mobil yang aku tumpangi. Aku melihat seorang bayi keluar dari sana. Kejadiannya pada malam hari bukan? Kalian semua datang di waktu yang tidak tepat, saat itu jalanan sedang sepi. Hanya ada mobilku, mobil itu dan juga mobil boyguard keluarga kami”
“Aku tidak bodoh, aku tau ada CCTV disekitar sana. Aku menelfon salah satu bodyguard untuk mengambil anak ini dan mengamankannya di rumah, rekaman itu di CCTV sudah di hapus oleh hacker keluarga Johnson. Aku mengatakan bahwa anak ini adalah bayaran yang setimpal atas kematian suamiku”
Wow, sungguh luar biasa rencana yang dikatakan nyonya Johnson bukan? Siapa lagi yang sanggup berpikir selicik itu saat sedang dalam keadaan darurat? Pantas saja dulu perusahaan keluarga Johnson menjadi singa di dunia bisnis. Ternyata istrinya saja selicik itu pemikirannya.
“Lalu apa rencana anda selanjutnya dengan bayi ini nyonya? Bagaimana dengan perusahaan anda?” Tanya pak polisi.
“Kau tidak perlu tau, katakan pada semua wartawan di luar sana jika aku sedang mengalami depresi dan tidak ingin menemui mereka. Lakukan saja tugasmu dengan baik” Ucap nyonya Johnson lalu beranjak dari tempat duduknya.
Sedangkan setelah itu, anak buah nyonya Johnson memberikan uang yang dijanjikannya tadi kepada polisi muda itu.
Tentu saja polisi itu menerimanya dengan senang hati, dan keluar dari kediaman keluarga Johnson.
Flashback Off
“Begitu ceritanya” Ucap pak polisi pada Alex.
Plak
Alex menampar pria itu, “Untuk menghilangnya bayi itu”
Plak
Efira mulai bangkit, ingin menghentikan kegilaan Alex tapi, “Duduk Efira” Ucap Alex tegas dan Efira hanya mampu duduk kembali, tidak mampu melawan ucapan kekasihnya.
“Itu untuk kerjasamamu dengan nyonya Johnson” Sahut Alex pada polisi tersebut setelah gadisnya kembali mendaratkan bokongnya di sofa.
Plak
Lagi, “Untuk rasa kehilangan keluarga Javonte”
Plak
Satu lagi, “Dan ini untuk kebingungan kekasihku”
Amarah Alexander Harrison sedang berada di puncaknya. Efira baru pertama kali merasakan aura dingin kekasihnya, bahkan ia tidak merasa se-takut ini dengan sosok Alex saat pertengkaran hebat mereka di Jepang waktu itu.
“Sekarang katakan dimana nyonya Johnson berada?” Tanya Alex.
Sedangkan pak polisi sudah ketakutan setengah mati, jika bisa mungkin pria tua itu bisa saja terkencing di celana saking takutnya.
“T-Tidak tau” Ucapnya gugup.
Plak
Satu tamparan lagi melayang di pipi tua itu. Jika kalian mengatakan apa seorang Alex memang memiliki sikap yang tidak sopan seperti itu, jawabannya adalah tidak.
Lelaki itu sedang meluapkan emosinya karena cerita itu, dan lagi lelaki tua itu membuatnya geram sejak tadi.
Itu saja menurut Alex pasti tidak setimpal dengan rasa kehilangan keluarga Javonte. Apalagi saat mendengar tulang anjing adalah bukti yang diberikan pada keluarga Javonte sebagai bukti bahwa anak mereka telah tiada.
Benar-benar tidak memiliki otak jernih, polisi macam apa di hadapannya ini?
“Kau benar-benar merusak citra pekerjaanmu pak tua. Aku memiliki seorang ayah yang seumuran dengan dirimu, maafkan aku telah berbuat kasar padamu tapi, perlu kau ingat satu hal, bahwa kau benar-benar akan kehilangan kesenanganmu mulai detik ini” Ucap Alex.
Mendengar hal itu, pak polisi semakin merasa panik. Lelaki itu sudah membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia kembali berlutut di hadapan Alex, “Aku mohon, jangan lakukan hal-hal buruk kepadaku dan juga keluargaku” Ucapnya.
Alex berdiri, menunjuk lelaki itu “KENAPA KAU TIDAK MEMOHON DAN MENGATAKAN HAL ITU KEPADA NYONYA JOHNSON WAKTU ITU?” Teriak Alex kuat.
“Kau benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu? Setelah kejadian itu kau jadi sangat kecanduan dengan manipulasi kasus dan juga bertindak korupsi. Apa menurutmu aku akan mengampunimu?” Ucap Alex.
Diam
Tidak ada jawaban dari sang polisi
Prok
Prok
Prok
Alex bertepuk tangan sambil tertawa, “Benar-benar sosok manipulatif yang sempurna” Lanjut Alex.
“Kau akan mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatanmu. Keluar dari sini sekarang!” Perintah Alex dingin.
Tapi, polisi itu tetap tidak mau sampai akhirnya Alex memanggil Devan untuk membawa polisi itu keluar dari ruangannya.
Saat masuk, Devan melihat Efira yang sudah menangis sesenggukan dan juga aura kemarahan atasannya yang belum redup.
Sebenarnya apa yang terjadi, begitu batin Devan.