
“Jangan terlalu dipikirkan. Istirahat saja yang cukup, besok kita atur semuanya. Aku akan membicarakan ini dengan orang tuamu” Ucap Alex pada Efira.
Gadis itu masih terlihat pucat pasi dan Alex masih sangat mengerti hal itu.
“Naiklah ke kamarmu”
Kali ini tuan Javonte yang mengatakan hal itu pada putrinya, pria paruh baya itu tiba-tiba saja muncul dari ruang keluarga bersama sang istri.
Efira hanya mengangguk, bersama nyonya Javonte dia dibantu berjalan menuju kamarnya di lantai dua.
“Duduk dulu, Lex. Ceritakan apa yang sudah terjadi, kenapa Efira wajahnya begitu tegang?” Tanya tuan Javonte.
“Ayah, aku dan Efira tadi menemui Cris. Dia membawa data-data beserta bukti-bukti tentang nyonya Johnson, disertai dengan penjelasan yang begitu detail. Yang membuat cerita ini begitu menegangkan adalah tentang siapa putra pertama anda”
“Apa sudah ditemukan?” Tanya nyonya Javonte dari belakang Alex.
Alex mengangguk, lelaki itu menjelaskan seperti halnya tadi Cris mengatakan kasus ini kepadanya dan juga Efira.
Detail dan begitu seksama, tidak lupa dengan gambar-gambar dan beberapa dokumen yang tadi dibawa oleh Cris.
“Besok, aku akan menemui tuan Pyton bersama Devan”
Alex sepertinya sudah menyusun strategi untuk hal ini.
“Apa kau yakin itu Devan?” Tanya nyonya Javonte.
“Bukti sidik jari dan juga surat DNA yang diberikan Cris apa masih kurang?” Tanya Alex pada calon mertuanya itu.
“Masalahnya bagaimana Cris ya setidaknya mencabut rambutku untuk DNA ini?” Ucap tuan Javonte.
Memang pertanyaan yang cukup masuk akal.
“Kurir paket yang menemui anda?”
Alex sebnarnya juga penasaran.
Tuan Javonte terdiam sebentar, mengingat-ingat kapan dia menemui kurir dan menerima paket?
Flashback On
“Pakeet” Teriak kurir tersebut.
Saat itu paket ingin diterima langsung oleh satpam tapi, kurir tersebut tidak mau. Katanya itu dari nona Efira untuk ayahnya dan harus diberikan langsung kepada ayahnya.
Karena ini adalah keluarga Javonte, tentu saja satpam itu tidak begitu saja percaya.
“Anda boleh memeriksa isinya jika tidak percaya, intinya ada pesan khusus yang harus disampaikan kepada tuan Javonte, katanya harus disampaikan langsung”
Baiklah, satpam tersebut mulai melihat isi paket tersebut.
Aman
“Pesan bahwa peralatan ini harus digunakan tanpa mengatakan bahwa ini dari nona Efira”
Pesan konyol macam apa itu?
“Yasudah, serahkan saja ini” Ucap kurir tersebut memberikan paket yang ia bawa ‘pada satpam.
Namun tidak berapa lama, terdengar suara ribut di samping rumah? Apa yang sedang terjadi?
“HEEEY, SIAPA YANG MEMBIARKAN ANJING-ANJING INI MASUK?” Teriak tuan Javonte yang terdengar sampai halaman depan.
Cris yang saat itu sedang menyamar menjadi kurir tersenyum kecil.
“Ah tidak, apakah itu Joly dan Jola?” Ucap Cris panik.
“Apa maksudmu ha?” Tanya si satpam.
“Aku baru saja membawa anjing-anjingku ke pet shop untuk diberikan perawatan disana. Apa jangan-jangan mereka di dalam?” Cris bertingkah seolah dia memang panik.
“Kurang ajar, pasti anjing-anjingmu itu merusak tanaman milik tuan Javonte. Cepat tangkap anjing-anjingmu” Ucap si satpam penuh emosi.
Sadar bahwa sudah mendapat kesempatan, tanpa menyia-nyiakannya dua kali, Cris segera lari ke dalam. Tujuannya bukan menangkap anjing tapi, menangkap tuan Javonte untuk diambil beberapa helai rambutnya.
Terlihat seekor anjing sedang memberontak di gendongan tuan Javonte, sedangkan anjing yang lain masih dikejar oleh beberapa bodyguard yang kebetulan berjaga saat itu.
Dengan dalih ingin mengambil sang anjing dari tuan Jvaonte, Cris melangkah dari belakang tuan Javonte, bertingkah seolah merasa bersalah, dia lari dan mengatakan “Tuan, tahanlah Joly sebentar. Aku akan menenangkannya”
Bukannya mengambil anjinya, Cris malah seolah tersandung kakinya sendiri dan membuat tuan Javonte tersungkur melepaskan Joly dari gendongannya.
Sedangkan diatasnya, Cris sudah mengambil beberapa helai rambut milik tuan Javonte. Lelaki itu langsung berdiri, membungkuk meminta maaf lalu berlari mengejar anjing-anjing yang sengaja ia bawa.
Lelaki itu dengan sigap memasukkan rambut tuan Javonte ke plastik sambil berlari. Tidak lama kemudian, kerusuahan itu selesai.
Tuan dari Jola dan Joly sudah menyelesaikan misi, kedua anjing itu berhasil ditangani.
Flashback Off
“Dasar bocah tengil, mungkin dia tidak tau jika tulangku ini sudah tua” Omel tuan Javonte. Tidak habis pikir dengan cara ajaib tangan kanan Alex melakukan tugasnya.
Alex hanya terdiam mendengar cerita tersebut.
Ingin tertawa tapi dirinya kalah dengan rasa sungkan kepada calon mertuanya.
Dia tidak berpikir bahwa seringaian kecil saat makan malam tadi adalah sebuah bentuk kekonyolan yang dilakukan oleh Cris.
“Aku akan menegurnya nanti ayah” Ucap Alex.
“Aku pulang dulu, besok adalah hari yang panjang, kalian cukup duduk di rumah sambil menunggu Alex membawa Devan kemari sebagai Julio Gevandri Javonte” Ucap Alex.
Lelaki itu pun pamit pulang untuk segera mengistirahatkan tubuhnya.