
Setelah makan malam selesai, keluarga Pyton dan Alex beserta yang lain berkumpul bersama. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyebut marga Javonte di hadapan nyonya Pyton.
“Omong-omong, apa Efira ini adalah anak kalian satu-satunya?” Tanya nyonya Pyton.
Alex dengan sangat mudahnya menyeringai tipis. Tidak perlu ikan asin untuk memancing kucing, begitu pikirnya.
“Efira adalah anak tunggal setelah kematian kakaknya 25 tahun silam” Jawab tuan Javonte.
“Oh ya? Aku turut prihatin akan hal itu, maafkan aku” Ucap nyonya Pyton, sungkan.
Sepertinya kalimat pancingan itu sama sekali tidak mempengaruhi apapun bagi nyonya Pyton sendiri.
“Tidak apa-apa, lagipula mana bisa kami menghindari kecelakaan hebat. Apalagi saat itu, selain merenggut nyawa anak kami, kecelakaan tersebut juga merenggut nyawa tuan Johnson, rajanya dunia bisnis saat itu” Ucap nyonya Javonte to the point.
Dan benar saja, nyonya Pyton seperti terkejut mendengar hal tersebut.
“Tuan Johnson?” Tanyanya.
“Ya, kecelakaan antara keluarga Johnson dan keluarga kami” Balas nyonya Javonte.
Bagai disambar petir, orang yang selama ini ia hindari, sekarang malah ada di sekitarnya, terkesan sangat dekat dengannya.
Nyonya Johnson terlihat sedikit panik saat itu, wajahnya yang semula ceria sekarang terlihat pucat pasi.
“Hei, apa yang terjadi nyonya? Apa kau sakit?” Tanya Efira, terlihat sok peduli dengan ibu angkat dari Devan, kakaknya.
“T-Tidak, a-aku hanya te-te-terkejut mendengarnya. Cukup prihatin”
“Sangat memprihatinkan, karena setelah itu keberadaan nyonya Johnson pun tidak ditemukan hingga saat ini” Pancing nyonya Javonte lagi.
“Bahkan setelah 25 tahun, kalian tidak melupakannya ya?” Tanya nyonya Pyton, mulai stabil dengan nada bicaranya.
“Tentu, bagaimana mungkin kami melupakan tragedi tersebut” Ucap Efira.
Padahal jika di flashback, Efira bahkan baru mengetahui jika dia memiliki kakak beberapa waktu lalu.
“Memangnya ada apa dengan nyonya Johnson hingga kalian mencarinya setelah tragedi itu?” Tanya nyonya Pyton.
“Coba tanyakan pada dirimu sendiri, kenapa kau pergi setelah tragedi itu? Trauma atau bagaimana?” Ucap Devan.
Alex langsung menyeringai, melihat bagaimana sekretaris pribadinya cepat bertindak sebelum ada dua macan betina yang adu mulut disana.
Terlihat bagaimana raut wajah nyonya Pyton menjadi diam dan bingung.
“Apa maksudmu?” Tanya nyonya Pyton.
“Bukankah kau bertanya tentang masalah apa yang mereka cari dari nyonya Johnson? Maka, tanyakan hal itu pada dirimu sendiri, apa kau memiliki masalah hingga kabur setelah kecelakaan itu, nyonya Anita Johnson?”
Nafas nyonya Pyton tercekat ketika Devan memanggilnya nyonya Johnson.
“Apa yang sedang kau bicarakan pada mommymu Devan?”
“Julio Gevandri Javonte adalah nama asliku” Sahut Devan lagi.
Terkejut, satu kata yang mampu mewakili perasaan nyonya Pyton saat ini.
“Dad, why you still on there? Kenapa tidak membelaku sebagai istrimu? Aku bukan nyonya Johnson seperti yang mereka katakan” Tanya nyonya Pyton pada suaminya.
“Ini diluar kendaliku Anita, aku dan kau bahkan belum bertemu saat kejadian itu terjadi. Aku tentu saja tidak bisa membelamu saat dirimu memang dinyatakan bersalah” Ucap tuan Pyton.
“Hey, apa yang sedang kalian bicarakan? Disini tidak ada nyonya Johnson” Ucap nyonya Pyton, masih tidak ingin mengakui identitas aslinya.
Saat itu juga, Devan mengeluarkan salinan-salinan berkas dari ayahnya tadi pagi tepat di depan ibu angkatnya itu.
“Bukankah ini adalah bukti-bukti yang nyata bahwa kau adalah nyonya Johnson sebelum kau menjadi bagian dari keluarga Pyton?” Ucap Devan.
Sedangkan Alex dan juga Efira dengan santai menyaksikan drama yang terjadi di depannya. Menunggu saat-saat dimana nyonya Johnson berada di titik terendahnya.
“Berkas apa ini?” Ucap nyonya Johnson, melihat satu per satu bagian dari kertas-kertas tersebut.
“Sangat bagus, kau tidak mau mengakui identitas aslimu karena kau merasa sudah berubah wujud nyonya?” Ucap Efira, akhirnya buka suara.
Nyonya Pyton terlihat diam di tempatnya, tidak melakukan perlawanan apapun.
Memangnya apa yang bisa dia lakukan? Jika bukti-buktinya saja sudah nyata di depannya.
“Ini sudah aku sembunyikan dengan baik, kenapa bisa?” Gumam nyonya Pyton.
“Bisa, karena kau berurusan dengan orang yang salah” Ucap Efira.
“Bahkan yang menyabotase kecelakaan tersebut adalah dirimu sendiri bukan? Itu kenapa kau bekerja sama dengan polisi dan juga orang-orang mata duitan di sekitar suamimu” Ucap Alex lagi.
Mungkin diamnya nyonya Pyton saat ini karena serangan jantung. Rahasia yang ia tutupi selama ini, akhirnya terkuak begitu saja.
“Bahkan dengan tuan Pyton, kau beberapa kali mencoba melukainya untuk mendapatkan seluruh hak kekayaannya atas nama Devan sebagai putra tunggal keluarga Pyton, sekalipun Devan bukanlah anak kandung dari tuan Pyton. Bukan begitu?” Lanjut Alex.
“Jaga mulutmu, mana mungkin aku mencoba melukai suamiku sendiri?” Ucap nyonya Pyton, tetap membela dirinya.
“Katakan saja hal itu pada pihak kepolisian nanti” Ucap Alex lalu tidak lama, ada beberapa polisi yang menyergap nyonya Pyton atas bukti-bukti kejahatan yang telah dilakukannya selama ini. Baik dari kejadian 25 tahun lalu, maupun dengan tuan Pyton.
“Tidak bisa. Devan? Kenapa kau diam saja hm? biar bagaimanapun aku adalah orang yang membesarkanmu hingga saat ini”
“Aku dibesarkan oleh babysister mom, maafkan aku karena kau memang terbukti bersalah. Aku tidak bisa membantumu, begitu pula daddy yang menjadi salah satu korban kejahatanmu” Ucap Devan, membiarkan ibu angkatnya dibawa oleh polisi.