You

You
Konferensi Pers



Konferensi Pers telah selesai di gelar, Efira dan keluarganya memasuki ruangan Devan.


“Devan, aku menunggumu ke New York. Untuk siap memimpin di perusahaan itu” Ucap Tuan Pyton.


“Aku akan kembali lusa, cukup lama disini membuat perusahaan terbengkalai tanpa kehadiranku” Lanjutnya.


Devan mengangguk kecil, “Aku akan kesana setelah aku siap dad, ini terlalu tiba-tiba” Jawabnya.


“Omong-omong bagaimana dengan kasus nyonya Johnson?” Tanya nyonya Javonte.


“Dia akan di adili setidaknya 15 tahun penjara atas kasus penculikan, atau setidaknya 20 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana pada tuan Pyton” Jelas Alex.


“Mungkin anda akan di minta kesaksian untuk beberapa waktu demi kelancaran penyelidikan selanjutnya” Lanjut Alex pada tuan Pyton.


Sedangkan tuan Pyton mengangguk paham.


...***...


Hari demi hari berlalu, hingga tiba saatnya sidang terakhir nyonya Johnson di gelar. Di tengah sana, duduk nyonya Johnson sebagai seorang pelaku tanpa di dampingi seorang pengacara pun.


Sudah bisa di pastikan bahwa dirinya mungkin akan kalah di kasus ini.


“Tenanglah, apa yang kau takutkan?” Tanya Alex pada Efira. Mereka duduk bersebelahan, merasakan tangan Efira begitu dingin membuat Alex mengerti bahwa kekasihnya itu sedang merasa gelisah.


“Tidak ada, hanya saja ini pertama kalinya aku memasuki ruang seperti ini” Ucap Efira.


Alex hanya tersenyum dan mengelus pelan punggung tangan gadisnya.


Tuan Pyton terlihat datang sebagai saksi begitu juga Devan dan keluarga Javonte. Mereka akan memberikan kesaksiannya untuk memperberat nyonya Johnson di meja hukum nantinya.


Saat itu, persidangan berjalan tidak begitu alot karena mungkin nyonya Johnson hanya berdiri sendirian. Bisa dilihat dari matanya, bahwa tidak ada penyesalan sama sekali.


“Lagipula, aku membesarkan anak itu dengan baik, aku hanya tidak terima dengan kematian suamiku. Kalian semua memang bedebah, bisa-bisanya kalian memasukkan aku ke penjara setelah membesarkan putra kalian dengan sangat baik begitu?” Ucap nyonya Johnson membela diri.


“Tapi, bukankah anda yang menyabotase mobil milik tuan Javonte? Jangan lupa, anda juga memalsukan identitas dan segala hal licik dalam kecelakaan tersebut yang ternyata aksi anda tidak sesuai dengan perhitungan yang anda harapkan” Ucap pengacara keluarga Javonte.


Saat itu, nyonya Johnson sudah tidak bisa berbicara lagi, karena memang pihak keluarga Javonte sudah menyiapkan dan memperkirakan hal-hal yang mungkin akan terjadi selama persidangan berlangsung.


Tidak butuh waktu lama untuk hakim bisa memutuskan.


Nyonya Johnson di jatuhi hukuman 20 tahun penjara atas kasus penculikan selama 25 tahun dan percobaan pembunuhan berencana oleh tuan Pyton.


Tok


Tok


Tok


Suala palu diketuk dengan begitu nyaring, mendapatkan kelegaan untuk korban dan untuk nyonya Johnson harus merasakan dinginnya lantai penjara ditemani oknum-oknum serupa dengannya.


Alex, Efira dan keluarga keluar dari ruang sidang dengan wajah yang masih tegang.


“Semuanya, mari kita minum sebentar di café seberang sana. Kalian terlihat begitu pucat dan tegang” Ucap Alex, mengajak keluarga keduanya itu untuk sekedar meredakan pikiran mereka.


Nyonya Javonte terlihat sembab, menangis sepanjang persidangan berlangsung, sedangkan tuan Pyton terlihat jelas raut kecewa dan sedihnya.


“Dad, kau mungkin sedih mommy yang begitu kau sayangi berulah seperti ini tapi, percayalah tidak ada yang lebih baik daripada keadilan disini. Apa aku perlu mencari mommy baru untukmu?” Ucap Devan.


Plak


Itu berasal dari pertemuan telapak tangan Efira dan juga lengan Devan, “Tidak perlu sok kuat, biar bagaimanapun dia yang merawatmu sejak kecil, kau juga pasti sedih akan hal ini” Ucap Efira lalu beralih memeluk kakaknya itu.


Alex membelalakkan mata melihatnya.


“Aku tidak terbiasa melihat hal seperti ini di depan mataku, katakanlah aku cemburu” Ucap Alex bermonolog tapi, masih bisa di dengar oleh Efira dan yang lainnya.


Hal itu membuat mereka semua tertawa di tengah perasaan lega yang mereka rasakan.