You

You
Deep Talk Dengan Keluarga



“Alex ingin mengadakan perayaan untuk pertunangan nanti dengan Efira” Ucap Alex to the point.


Saat ini Alex, kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Efira sedang berkumpul di ruang keluarga. Sepertinya memang hal ini begitu penting untuk dibicarakan bukan?


“Apa tidak membahayakan?” Ucap tuan Harrison.


“Ini kenapa aku membicarakannya dengan kalian. Aku tidak akan mengadakan acara yang begitu meriah, ini hanya private antara keluarga kita dan orang-orang terdekat saja. Tujuanku bukan menunjukkan pada dunia tentang pertunangan ini, sebenarnya tujuanku hanya membuat kenangan di moment-moment penting hubungan kami”


Alex mencoba menjelaskan dan juga memberikan pengertian kepada orang tuanya dan juga orang tua Efira untuk kesuksesan keinginannya kali ini.


“Apa kau sudah membicarakan ini dengan Efira?” Tanya tuan Javonte.


“Sudah dan dia mengatakan semua ini harus atas persetujuanmu, ayah” Jawab Alex.


“Bagus, aku tidak ingin acara ini diadakan dengan konsep surprise seperti kemarin. Aku takut hal seperti ini terjadi lagi”


Wajar saja jika tuan Javonte khawatir, setelah apa yang sudah terjadi dia tidak mungkin membiarkan putrinya dalam keadaan bahaya sedikitpun.


“Aku akan mengadakan acaranya disini. Kediaman keluarga Harrison mungkin aman tapi, musuh sudah berani menyerang rumah kami. Aku takut jika aku meninggalkan Efira atau membiarkan gadis itu tidak bersamaku sebentar saja saat hari-H maka kejadian seperti ini akan terjadi lagi. Sungguh, aku tidak akan melakukannya” Alex mengucapkannya dengan mantap, meyakinkan orang-orang disekitarnya bahwa ini adalah jalan terbaik yang bisa ia pilih.


“Apa tidak bisa dilakukan photoshoot saja? Jadi, tidak perlu menggelar sebuah acara” Ucap nyonya Harrison, memberikan pendapatnya.


“Bunda, wanita selalu ingin bersama sahabat-sahabatnya di hari bahagianya bukan?”


Alex memang benar, sepertinya lelaki itu mengerti siatuasi juga. Selain dari memikirkan dirinya sendiri, dia juga memikirkan Efira dan juga sahabat-sahabatnya.


“Sahabat-sahabat Efira juga pasti akan menceramahiku jika aku tidak mengundang mereka di acara pertunangan Efira, meskipun sebenarnya kami tidak mengadakan apapun, mereka tidak akan menerima alasan itu” Lanjut Alex, memberikan sebuah pendapat yang sama sekali tidak meleset.


Sedangkan nyonya Harrison hanya menganggukkan kepalanya, semua yang dikatakan putranya memang benar adanya. So, wanita paruh baya itu tidak akan menyela lagi.


“Lalu apa yang bisa menjamin putriku aman kali ini?” Tanya nyonya Javonte.


“Meskipun acara ini diadakan se-sederhana mungkin, aku tetap akan menyediakan para bodyguard di sekeliling rumah ini, intinya penjagaan dan lain-lain pasti akan diperketat” Ucap Alex.


Lelaki itu sudah mempersiapkan segalanya dengan mantap, tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan gadisnya.


“Baiklah, kapan tanggal yang kau tetapkan untuk itu?” Tanya tuan Harrison.


“Lusa” Jawab Alex mantap.


“Apa tidak terlalu sedikit waktu untuk persiapannya?” Tanya nyonya Harrison.


“Aku bahkan bisa menyiapkan ulang tahun bunda yang begitu megah itu hanya dalam waktu satu malam. Apalagi yang seperti ini?” Jawab Alex, mulai menyombongkan dirinya di depan sang ibunda.


“Aw aw, bunda tolong lepaskan. Jika bunda tidak ingin mengakuiku maka, aku akan meminta pengakuan dari bunda Javonte, bukan begitu bunda?” Ucap Alex, memegang telinganya yang masih dijewer oleh sang bunda sambil menatap ibunda kekasihnya.


Yang dilihat hanya tersenyum, menunjukkan senyum termanisnya atas tingkah ibu dan anak di hadapannya itu.


“Bunda begitu garang seperti Efira” Ucap Alex, mengelus pelan telinganya yang memerah karena jeweran maut bundanya.


“Alex”


Cep


Semuanya terdiam setelah suara tuan Harrison mengintrupsikan.


“Ada apa ayah?” Tanya Alex.


“Markas sempat diserang dan sekarang, bagaimana keadaan orang yang menemui Efira malam itu?”


“Dia teman SMA-ku, ayah. Ketua kelompok mafia yang menyerang markas, memiliki sebuah tanda yaitu tato ular dibagian lehernya. Semua anggotanya memiliki tanda itu tapi, milik lelaki itu yang paling berbeda. Dia masih ada di ruang bawah tanah, aku yakin tidak akan ada satupun anak buahnya yang tau keberadaannya” Ucap Alex.


“Jangan bertindak bodoh, anak buahnya bisa saja bergerak brutal jika kau terus menyembunyikan ketua mereka” Balas tuan Harrison.


“Akan aku potong kepalanya dan aku berikan itu kepada anak buahnya agar mereka tau, siapa yang sedang mereka hadapi” Sahut Alex, auranya sebagai mafia sedang keluar saat ini.


“Kau pikir akan semudah itu? Selesaikan masalah itu hari ini juga, baru siapkan keperluanmu untuk acara pertunangan. Jika masalah ini belum selesai, jangan harap kau mendapat ijin dari ayah untuk melangsungkan acara. Karena itu hanya akan berakhir tidak baik jika kau biarkan, kau paham maksud ayah bukan?” Ucap tuan Harrison.


Alex mengangguk, pertanda dia setuju dengan apa yang ayahnya katakan.


“Kenapa kau tidak keluar saja dari dunia hitam itu, Alex?” Ucap nyonya Harrison.


“Tanyakan itu pada ayah, bunda. Bukankah aku hanya meneruskan apa yang sudah menjadi kerja keras ayah?” Jawab Alex seadanya.


Baiklah, nyonya Harrison dan nyonya Javonte tidak seharusnya ikut campur masalah ini.


“Tapi, kau bisa berhenti bukan?” Sahut nyonya Harrison.


“Seharusnya bunda mengatakan itu sejak awal aku masuk ke dunia mafia, mungkin aku masih bisa mengontrol diri saat itu tapi, hari ini? Aku bahkan menjadikan dunia mafia sudah seperti game android dalam dunia nyata”


Merinding, bulu kudu nyonya Harrison dan juga nyonya Javonte saat itu. Mana mereka tau jika Alex yang biasa mereka kenal seseorang yang suka bercanda malah mengeluarkan kalimat sarkatis seperti itu.


“Bunda, akan lebih baik jika bunda sekarang beristirahat atau membahas hal-hal mengenai wanita bersama bunda Javonte, okey?” Ucap Alex, mengusir sang ibunda secara halus.


Alex sadar, bahwa tidak seharusnya dia menunjukkan sisi lainnya di hadapan sang bunda apalagi di hadapan calon mertuanya.