
Setelah tadi sudah menggunakan alat tes kehamilan dan pergi ke dokter, wanita itu langsung kembali ke rumah mertuanya.
“Efira, sudah kembali?” Tanya nyonya Harrison.
“Iya ma, Mama sedang apa?” Tanya Efira, melihat mertuanya sibuk di dapur.
“Membuat pisang goreng, camilan untuk ayahmu di taman belakang, sepertinya akhir-akhir ini dia sangat menikmati masa tuanya” Jawab nyonya Harrison.
“Ayo aku bantu ma”
Efira dengan cekatan memasukkan pisang yang sudah ditepungi itu ke dalam penggorengan. Tidak bisa dipungkiri, dia memang hebat dimanapun, mau di tempat kerja maupun di rumah dia bisa melakukan segalanya dengan baik.
“Mama sangat beruntung kau menjadi menantu di keluarga ini, selain dari sudah kenal sejak dulu, kau juga ahli dalam berbagai hal” Nyonya Harrison memuji Efira dengan senyum sumringah, sembari menyiapkan es teh untuk suaminya, dia begitu kagum dengan ketegasan Efira.
“Mama bisa saja” Ucap Efira malu-malu.
“Bagaimana liburanmu di sana? Apa menyenangkan?”
Nyonya Harrison memang humble sebagai mertua, beliau mertua yang baik bukan?
“Sangat menyenangkan ma, indah sekali. Tidak heran jika orang-orang sering menyebut Rome was not buit in a day. Cerita sejarahnya tidak ada habisnya” Jawab Efira excited.
“Eropa memang indah. Apa kemarin kalian masih di Roma sebelum akhirnya kembali?”
“Tidak, kami sudah berada di Florence selama satu malam. Disana juga indah tapi, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan”
Raut wajah Efira tiba-tiba berubah menjadi murung, entah apa yang membuatnya begitu mood swing.
“Kau bisa kesana lagi jika mau, kalian punya banyak waktu untuk jalan-jalan sebelum memiliki momongan” Nyonya Harrison mengatakannya dengan halus.
“Tidak ma, kapan-kapan saja lagi. Aku mungkin akan lebih fokus di butik setelah ini, ada beberapa orderan VIP yang harus aku selesaikan segera” Ucap Efira.
Mereka berjalan beriringan sampai di taman belakang, melihat mawar dan juga bunga matahari bermekaran membuat Efira begitu bersemangat.
“Ayah, apa aku boleh membantu?” Tanya Efira, melihat bagaimana luwes mertuanya mengganti mawar-mawar itu dari polybag langsung ke tanah.
“Tentu, apa kau menyukai bunga?” Tanya tuan Harrison.
Efira tersenyum polos, “Tidak juga tapi, sepertinya aku akan tertarik. Ini terlihat begitu indah”
“Ini ada beberapa jenis mawar, ada Just Joey, Elina, Julia’s Rose dan Royal Wiliam Red Rose. Cocok untuk membuat buket, kau bisa mengambilnya jika suka” Ucap tuan Harrison.
Tentu saja Efira begitu bersemangat, selain bisa belajar banyak hal, dia juga bisa membuat buket dengan bunga fresh baru memetik.
“Apa boleh, yah?” Tanya Efira, memastikan bahwa apa yang ia dengar tadi tidak salah.
“Tentu, kau juga bisa mengambil bunga yang lain. Ada Carnation di pojok sana yang berwarna merah muda, ada juga gerbera yang mirip bunga matahari warna-warni itu, kau juga boleh mengambil bunga matahari di sebelah sana, dan masih banyak jenis bunga yang lain, kau bisa memetiknya sesuai kebutuhanmu” Ucap tuan Harrison.
Efira tersenyum sumringah, sekarang ia tau darimana keroyalan Alex dari mana, ternyata ayahnya juga sangat royal, meberinya bunga yang jika dijual bisa bernilai ratusan juta secara Cuma-Cuma.
“Bisakah aku memintanya hari ini, ayah? Aku ingin memberikan Alex kejutan” Ucap Efira.
“Wow, jika boleh tau kejutan apakah itu?” Tanya nyonya Harrison, ikut bergabung dengan suami dan menantunya.
“Hanya kejutan kecil untuk rasa terimakasih” Jawab Efira tersenyum malu-malu.
Tuan dan nyonya Harrison hanya tersenyum kecil, melihat bagaimana putri kecil yang sekarang malah menjadi menantu mereka bahagia atas hal sederhan itu.
“Aku akan mencari persiapannya dulu ya ma, yah. Aku akan segera kembali”
Efira berlari kecil,bersiap untuk kejutan kecil namun istimewanya untuk Alex.