
Efira sedang bersiap di ruangan khusus rias, ditemani Bella, Aulia dan Deva yang juga sama-sama sedang di rias.
“Efira, apa kau baik-baik saja?” Tanya Bella ketika melihat wajah sahabatnya pucat.
Yang ditanya hanya diam mengangguk, “Aku sedikit gugup” Jawabnya.
Aulia terkekeh pelan, “Apa kau butuh oksigen?” Tanyanya.
Efira menatap Aulia kesal, “Kau jangan menggodaku” Ucap Efira.
“Acara pemberkatan dimulai jam sembilan dan ini sudah pukul setengah sembilan. Kenapa ayah dan ibumu belum juga menjemput? Itu juga, kenapa penjagaannya ketat sekali Efira? Lihat, dimana-mana banyak bodyguard. Apa kau bisa bergerak setiap hari dengan penjagaan seperti ini?” Tanya Deva.
Sebenarnya Efira juga bingung, tidak biasanya Alex memberikan bodyguard sebanyak yang terlihat hari ini, katakanlah itu berlebihan menurut Efira.
“Alex yang mengatur penjagaannya, aku tidak tau apa-apa” Jawab Efira.
Ceklek
Mereka melihat ke sumber suara, terlihat tuan dan nyonya Javonte beserta Devan selaku kakak Efira berdiri diambang pintu.
Rasa haru menyelimuti sang bunda. Putri kesayangannya akhirnya menikah, mendahului sang kakak yang sebentar lagi akan menyusul.
Nyonya Javonte memeluk Efira erat, “Baik-baiklah disana” Ucapnya penuh haru.
“Bunda, Efira hanya akan pindah ke depan rumah” Jawab Efira terkekeh, membalas pelukan bundanya.
Pasalnya, Efira dan Alex memang hanya akan menetap di kediaman keluarga Harrison mengingat Alex adalah anak tunggal keluarga itu.
“Sama saja, bunda jadi akan jarang melihatmu” Ucapnya.
“Aku akan pulang setiap hari jika tidak ada pekerjaan” Jawab Efira, menenangkan sang ibunda.
“Baiklah, ayo kita bersiap” Ucap tuan Javonte.
Pria paruh baya itu terlihat tidak begitu khawatir mengingat putrinya tidak tinggal jauh darinya. Lucu juga jika melihat istrinya tersedu semalaman memikirkan nasib dari Efira.
...***...
Efira bersama tuan dan putra sulung keluarga javonte mulai menginjakkan kaki di karpet merah menuju altar, seperti yang diinginkan Efira, altarnya berada di luar ruangan, dihadiri hanya oleh keluarga besar.
Sedangkan Alex sudah menunggu wanitanya di altar, rasanya begitu menegangkan. Dia melihat Efira begitu anggun, berjalan ke arahnya dengan senyum mengembang.
Tapi, kau terlihat begitu gugup juga Efira-Begitu batin Alex melihat kekasihnya.
“Saya Alexander Harrison menerima engkau Efira Javonte , sebagai istri satu-satunya dan sah di mata Tuhan. Saya berjanji akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji segala milikku adalah milikmu juga”
Setelah Alex mengucapkannya, pendeta mempersilahkan Efira untuk mengucapkan janji pernikahannya.
“Saya, Efira Javonte menerima engkau Alexander Harrison , sebagai suami satu-satunya dan sah di mata Tuhan. Saya berjanji akan selalu mengasihimu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji segala milikku adalah milikmu juga”
Tanpa disuruh, Alex langsung menc*um Efira lembut, hal itu membuat seluruh tamu hanya terkekeh.
“Terlihat begitu tidak sabar” Ucap salah satu tamu.
Sedangkan Samuel, sibuk menutup mata Aulia tanpa menyentuhnya.
Jangan tanyakan bagaimana yang melihat, sudah pasti melayang dengan perlakuan pengantin dan juga perlakuan Samuel yang terlihat begitu menghargai Aulia.
“Kira-kira kapan Tuhan mengandirkan pasangan untukku?” Tanya Bella, meratapi nasihnya.
“Aku akan selalu ada untukmu wahai Bella” Balas Gio merentangkan tangannya yang langsung ditepis kasar oleh Bella.
“Maksudku yang seindah Park Jimin atau setidaknya Jeon Jungkook, Tuhan. Bukan yang model seperti ini” Ucap Bella bermonolog.
“Apa kau akan menolakku setelah Deva ha?” Sahut Gio berpura-pura kesal.
Hal itu sukses mengundang tawa Aulia, Deva dan teman-teman.
“Manis” Gumam Alex setelah puas mel*mat bibir kekasihnya.
Efira memutar bola matanya, tidak habis pikir dengan lelaki yang saat ini sudah menjadi suaminya itu.
“Tidak tau malu” Gumam Efira.
Pasalnya, ci*man itu berlangsung sedikit lama.
“Akan lebih sadis nanti malam sayang” Bisik Alex membalas gumaman istrinya.
“Cih, terdengar begitu menggelikan” Gumam Efira lagi.
Setelah percakapan singkat itu, merek memasuki sesi foto bersama, senyum mengembang sempurna di wajah seluruh orang disana.
Sedangkan jauh di luar sana, beberapa orang tengah melawan anak buah Alex untuk bisa menerobos masuk ke acara resepsi dengan halus.