You

You
Pshycopath?



Di sebuah ruang tamaram, Alex terbangun dengan Efira yang duduk di sampingnya.


Lukanya masih terasa pedih, terlihat belum terawat, sudah kering namun masih berantakan.


“Kau sudah bagun?” Tanya Efira saat mendapati lelakinya sudah membuka mata dari pingsannya.


Gadis itu tentu saja tidak berkutik, dia dan Alex diikat pada kursi masing-masing. Hanya bisa saling tatap dan sedikit berbicara.


Tap


Tap


Tap


Suara sepatu itu terdengar mendekat ke arah mereka dan Alex dengan tenangnya malah tersenyum.


“Kira-kira kenapa aku bisa kalah melawanmu tuan?” Tanya Alex santai, bahkan sebelum Rolex membuka mulutnya untuk berbicara.


Sebagai respon, lelaki itu tertawa “Apa mungkin seharusnya memang begitu tuan muda? Kemampuanmu sepertinya tidak sebanding dengan diriku” Jawabnya.


“Tidak juga, aku hanya ingin bermain-main sebentar dengan dirimu” Sahut Alex.


Smirk keluar dari wajah Rolex.


“Bagaimana jika aku dulu yang bermain-main denganmu hm?”


Rolex berjalan mendekati dua sejoli itu, mengitari keduanya sejenak.


“Seharusnya ini menjadi malam yang indah bukan? Tapi, maafkan aku sepertinya aku harus merusak moment indah kalian sedikit lebih cepat”


Lelaki itu mendekati Alex, tepat di depan wajah lalu berbisik, “Mau memberitahuku dimana kau meletakkan aset keluargaku?”


Alex hanya menatap remeh lelaki di depannya, “Aet keluargamu? Sepertinya itu sedah masuk di manajemen keuangan keluarga Harrison. Maafkan aku tapi, Rolexio Johnson itu sudah menjadi milikku” Ucap Alex.


“Sialan, kau dan ayahmu sama saja ternyata” Sahut Rolex sambil mencekik leher Alex.


Tapi, itu terjadi tidak lama. Hanya sekitar 2 menit?


“Itu terlalu singkat untuk membunuhku tuan” Balas Alex lalu terkekeh.


Tentu saja hal itu membuat Rolex jadi geram sendiri, lelaki itu mengeluarkan sebuah pisau lipat dan mengarahkannya pada leher Efira, “Katakan atau wanitamu ini benar-benar akan mati di tanganku”


“Bahkan jika kau membunuhnya itu tidak akan membuat keuntungan apapun untukmu. Apa kau pikir itu akan mempengaruhiku untuk menunjukkan dimana seluruh aset keluargamu? Tentu tidak tuan. Kau salah memilih target, bukan Efira seharusnya tapi, hal lain lah yang perlu kau jadikan ancaman untukku”


Deg


Baik itu Rolex ataupun Efira terlihat terkejut. Keduanya bingung, apa maksudnya? Efira bukanlah sesuatu yang penting untuk Alex?


Melihat Rolex berhenti dan kebingungan sudah cukup membuat Alex puas.


Lelaki itu langsung menyerang Rolex, “Beraninya kau akan menyentuh wanitaku”


Lelaki itu tau, Cris dan anak buahnya sudah datang. Tanda kedatangan mereka bahkan bisa dirasakan oleh Alex.


“Bagaimana Tuan? Seru bukan bermain denganku? Alex mengiris sedikit demi sedikit wajah Rolex”


Jangan tanya mengapa Rolex tidak berkutik.


Itu karena lelaki itu sudah berada dibawah Alex tidak berdaya.


“Aku memang bukan tandinganmu bukan? Aku terlalu hebat untukmu tuan”


“Biar aku katakan, wanitaku itu adalah hidupku. Jadi, jika kau berani mendekatinya saja begini akibatnya, lalu bagaimana jika kau menyentuhnya?”


Alex terlihat begitu mengerikan di depan Efira saat itu.


Gadis itu tidak pernah melihat lelakinya seperti monster begitu.


“Mana tangan yang sudah berani menodongkan senjata ke wanitaku tadi?” Alex mengambil tangan kanan Rolex, “Apa yang ini?” Tanyanya.


“ARGH”


Lelaki itu berhasil mematahkan jari-jari Rolex.


“Tapi, sepertinya ini kurang memuaskan untukku. Bagaimana dengan merasakan tajamnya pisauku?” Tanya Alex.


“Pergilah bersama Cris, Efira” Perintah Alex dingin.


“T-Tapi,…”


Glup


Belum sempat Efira melanjutkan kalimatnya, Alex menatapnya dengan tajam, membuat gadis itu menelan salivanya utuh-utuh.


“Pergi atau aku pastikan kau akan trauma seumur hidupmu melihat ini” Sahutnya datar.


Efira segera pergi bersama Cris, dia tidak berani dengan Alex yang begitu.


“Mari kita lanjutkan” Gumam Alex lalu mematahkan leher Rolex dengan sekali tarikan?


ARGH


ARGH


ARGH


Teriakan Rolex terdengar begitu mengerikan di ruangan itu.


Beberapa jari tangannya terpotong indah berserakan.


“Aku tidak jahat bukan? Aku bahkan masih membiarkanmu hidup” Ucap Alex lalu pergi meninggalkan Rolex sendirian.