
Sesampainya di rumah, Efira segera membuka kado dari Alex. Sebuah bola kristal salju berwarna ungu terpampang disana, hiasan di dalamnya adalah sepasang sahabat?
Mereka berpelukan di tengah bulan sabit yang melintang di belakangnya.
Indah.
Satu kata yang mampu Efira ucapkan.
Alex memang selalu memberikan hadiah yang berbeda dari yang lain.
Efira tersenyum manis, mengambil aksesoris itu dari kotaknya, mengelusnya pelan.
Tapi?
Gadis itu di buat terkejut dengan suara yang keluar dari bola kristal itu.
Bukan hanya sebuah hiasan, itu juga sebuah kotak musik. Dimana jika musiknya berputar, maka saljunya akan turu, itu sangat indah, sungguh.
“Dia memang selalu membuatku bahagia” Gumam efira. Dia sudah merebahkan tubuhnya, meletakkan bola kristal itu di kasur, tepatnya di hadapannya.
Gadis itu jadi teringat beberapa tahun silam, saat mereka masih duduk di bangku kuliah.
“Alex, kenapa berat sekali?” Keluh Efira, kado dari Alex sangat berat katanya.
“Itu sangat bermanfaat untukmu” Ucap Alex, lalu mengambil kadonya sendiri dari tangan Efira.
Tanpa aba-aba, dia langsung membuka kotak dari Efira.
“Bwahahaha” Alex langsung meledakkan tawanya miris saat tau hadiah apa yang dia terima.
“Apa ini? Satu paket buku IT?” Lanjut Alex menatap tumpukan buku bertema IT di dalam kotak itu.
“Tentu saja. Jangan tertawa! Itu bermanfaat untukmu” Jawab Efira santai, lalu membuka kado dari Alex.
Lelaki itu hanya tersenyum penuh arti sambil menatap buku dari Efira.
“Aku curiga kita berjodoh. Hahaha” Lagi-lagi tawa Alex meledak, entah apa yang ada di pikirannya.
Sebenarnya, yang membuat Alex tertawa bukan buku IT itu. Lebih tepatnya ke?
“ALEX, APA-APAAN INI?”
Ini adalah alasannya.
Hahaha.
“Sudah kubilang, kita berjodoh” Alex terus tertawa keras setelah itu.
Sedangkan, Efira hanya memasang wajah datar.
“Apa maksudmu ha?”
Efira menaikkan nada suaranya satu oktaf lebih tinggi, gadis itu sudah terlihat kesal setengah mati saat itu.
“Itu juga bermanfaat untukmu” Jawab Alex santai.
“Kau akan membuatku mati dengan satu paket buku akuntansi ini Alex” Ucap Efira.
Itu adalah paket buku akuntansi, berisi 5 buku dengan ketebalan yang luar biasa seperti kamus bahasa Inggris.
“Lagipula sama saja, kau juga memberiku buku IT. Inti dari hal ini adalah tidak perlu mewah untuk membuat orang disekitar kita bahagia di hari ulang tahunnya” Jawab Alex, lalu merangkul pundak Efira, memberikan kenyamanan disana agar Efira tidak mengeluarkan tanduknya.
“Ya baiklah, terimakasih. Jangan memberiku hal-hal gila lagi” Ucap Efira pelan dan Alex hanya mengangguk.
Efira tersenyum mengingat moment manis itu. Dia dan Alex tetap sama hingga hari ini.
Apa suatu hari akan ada yang berubah?
Ting
Alex
Terimakasih. Ini indah.
^^^Efira^^^
^^^Hm, terimakasih kembali^^^
Alex
Bunyikan itu jika kau beranjak tidur, itu akan menjaga tidurmu
^^^Efira^^^
^^^Letakkan itu di jendela kamarmu, rawat dia^^^
^^^Jika dia mati, aku juga mati^^^
Alex
Hey, ucapanmu!
^^^Efira^^^
^^^Maafkan aku^^^
Alex
Tidurlah, sudah larut.
^^^Efira^^^
^^^Kau juga^^^
Alex
Selamat malam
^^^Efira^^^
^^^Selamat malam^^^
Alex meletakkan ponselnya di nakas, mengambil kado dari Efira, melaksanakan tugas sesuai perintah sang pemberi.
“Taruh saja di dekat jendela. Kau tidak boleh mati ya, jika kau mati Efira juga mati, jika Efira mati maka aku juga akan mati. Aku belum menikah, tolong kerjasamanya” Alex mewanti-wanti benda tersebut.
Ingin mengusap benda itu tapi, tidak bisa. Akan menyakitkan jika disentuh.
Alex jadi mengingat moment saat dirinya membuka kado itu.
“Aw” Alex terkejut saat jarinya menyentuh sesuatu berduri?
“Sebenarnya gadis ini memberiku apa?”
“Aish”
Alex terus menggerutu membuka bungkusan plastik di dalam kotak abu-abu itu.
Setelah puas dan plastiknya dilepas.
Ternyata itu adalah sebuah kaktus, lengkap dengan potnya.
Itu hadiah yang manis. Pikir Alex.
Alex bangkit dari duduknya, sudah puas memandangi kaktus dari Efira. Lelaki itu menolehkan kepalanya ke kamar Efira di seberang sana.
Lampu utamanya sudah mati. Pasti Efira sudah tidur. Pikir Alex.