
“Selamat siang tuan Pyton?” Cyntia menghubungi tuan Pyton menggunakan aksen inggrisnya yang kuat.
Gadis itu sudah diperintahkan Alex untuk menghubungi tuan Pyton di jam makan siang untuk pertemuan mereka nanti malam.
“Selamat siang, dengan siapa?”
“Cyntia, sekretaris tuan Alexander Harryson”
“Oh Alex. Bagaimana katanya? Apa dia sangat sibuk sampai tidak bisa menghubungiku sendiri?”
“Tuan Alex sedang ada jadwal meeting hingga sore nanti, beliau berpesan ingin bertemu secara pribadi di alamat yang sudah kami kirimkan lewat e-mail. Jadwal tuan Alex kosong pukul enam sore,beliau akan langsung pergi ke alamat tujuan dan mungkin akan sampai sebelum jam makan malam”
“Jadi begitu, aku akan sampai sebelum jam makan malam”
“Meja anda ada di private room VVIP atas nama Mr.Pyton”
“Baiklah, apa ada lagi?” Tanya tuan Pyton.
“Sudah tuan, maaf telah menyita waktu anda”
“Tidak ada, terimakasih”
“Selamat siang tuan”
Cyntia lalu kembali duduk, menunggu Alex keluar untuk meeting selanjutnya di luar kantor.
...***...
“Devan, pulanglah dulu. Aku akan makan malam dengan rekan kerjaku secara pribadi. Terimakasih untuk hari ini” Ucap Alex pada Devan.
Ini sudah pukul 06.15 sore, dimana Alex akan segera pergi ke tempat tujuannya dengan tuan Pyton.
Ya, lelaki itu hanya seorang diri. Dia sengaja tidak membawa Efira bersamanya meskipun gadisnya itu terus merengek ikut.
Drrrt
Drrrt
Drrrt
Ponsel Alex terus berbunyi sejak tadi. Tentu saja hal itu sama sekali tidak dihiraukan, mengingat dirinya sedang ada meeting. Bahkan Alex dengan sangat mudahnya memencet mode silent di ponselnya, meskipun itu adalah kekasihnya sendiri.
Karena Alex menebak, tujuan gadis itu menelfonnya untuk merengek ikut ke acara makan malamnya dengan tuan Pyton malam nanti.
Tidak lama setelah meetingnya selesai, Alex menghubungi Efira kembali. Siapa tau dugannya salah.
Alex segera menjauhkan ponselnya dari telinga sebelum mungkin gendang telinganya akan rusak oleh teriakan kekasihnya.
“Aku baru selesai meeting, ada apa hm? Apa ada masalah?” Tanya Alex, langsung pada intinya.
“Kapan kau bertemu tuan Pyton?” Tanya Efira dari seberang sana.
“Nanti malam” Jawab Alex singkat.
“Dimana?”
“Kau tidak boleh ikut, aku akan membahasnya secara pribadi dengan tuan Pyton” Ucap Alex to the point.
Dia harus kembali meeting dengan klien selanjutnya.
“Kenapa aku tidak boleh ikut? Aku harus ikut”
“Serahkan saja semuanya padaku” Jawab Alex enteng.
“Bagaimana jika mereka kabur? Mana ada kau ini masih mau berkompromi dengan suaminya? Apa-apaan, jelas saja dia tidak akan bisa bekerja sama dengan kita Alex”
“Tuan Pyton tidak akan melakukan hal itu, percayalah padaku. Kau hanya akan tinggal duduk di rumah dan tunggu kabar baik dariku” Ucap Alex.
“Tapi, Lex…”
“Syuuut”, Alex menghentikan kekasihnya berbicara. Jika diteruskan akan semakin panjang urusannya.
“Aku ada meeting 5 menit lagi, semangat bekerjanya sayang. Love you”
Alex lalu menghentikan panggilan mereka secara sepihak.
Sedikit jahat memang tapi, dirinya juga dibatasi oleh waktu.
Sedangkan di tempat lain sana, Efira sudah uring-uringan dengan kekasihnya itu.
“Awas saja, pasti aku akan terus mengganggumu sampai kau mengatakan dimana kau bertemu dengan tuan Pyton”
Dan hal itu, benar-benar dilakukan oleh Efira hingga petang datang menyapa.
Ya bukan Alex namanya jika tidak bisa profesional dengan pekerjaannya. Lelaki itu masih menggunakan mode diam di ponselnya dan dia letakkan ponsel tersebut di tasnya selama jam meeting berlangsung.
Kira-kira begitu cerita dibalik kedatangan Alex yang datang seorang diri tanpa adanya Efira disampingnya untuk menemui tuan Pyton.