
Efira dan Alex sudah berada di kediaman keluarga Harrison. Berada di kamar Alex berdua membuat Efira menjadi begitu gugup.
“Alex?” Gumam Efira memanggil lelaki yang kini sudah ber-status menjadi suaminya.
“Iya sayang?” Tanya Alex mendekati gadisnya.
Ragu-ragu Efira menghembuskan napasnya pelan, “Biar aku obati lukamu dulu” Ucapnya, berdiri berniat untuk mengambil kotak P3K di pojok ruangan.
Alex mengangguk pelan sebagai jawaban, memperhatikan Efira berjalan ke arahnya.
Efira segera membuka kotaknya dan mengambil beberapa peralatan seperti kasa dan betadine untuk membalut luka suaminya.
“Kau takut?” Tanya Alex pelan, melihat Efiranya tidak seperti biasa.
1 detik
2 detik
3 detik
Tidak ada jawaban.
Efira bahkan menghentikan kegiatannya sebentar.
“Sayang, katakan apa yang ada di pikiranmu saat ini, aku akan menjawabnya dengan jujur” Alex menuntun kepala Efira untuk melihat dirinya.
“Emmm” Ragu, Efira menatap Alex dengan kilatan takut di matanya.
“Katakan apa saja yang belum aku ketahui dari kejadian hari ini” Jawab Efira pelan pada akhirnya.
Alex menghembuskan napasnya pelan, bingung harus menceritakannya dari mana. Setelah dirasa Efira selesai dengan pekerjaannya, lelaki itu meletakkan kotak P3K di meja di dekatnya lalu menuntun Efira pelan-pelan untuk menaiki ranjang king size-nya.
“Aku adalah ketua mafia, menggantikan ayah mertuamu. Di dunia mafia aku dikenal sebagai Foxy dan Aiken berhasil membuka identitasku saat itu, itulah kenapa sejak hari itu penjagaanmu diperketat”
Alex mengambil tangan Efira, mengelusnya perlahan, memberikan ketenangan untuk gadisnya.
“Mereka tidak akan mengincarku untuk menghancurkan karirku, mereka akan membuatku jatuh dengan sendirinya dengan menyingkirkan orang-orang terdekatku dan target yang paling mereka sukai ialah dirimu”
“Sejak kapan? Kenapa tidak pernah cerita?” Sahut Efira.
“Sejak dulu aku sudah dibiasakan turun ke dunia hitam itu tapi, aku baru memimpin mereka sejak ayahku benar-benar memutuskan untuk pensiun. Aku hanya tidak ingin kau tau perihal ini, terlalu tidak baik membiarkanmu masuk ke dunia hitam sepertiku” Jelas Alex.
“Lalu bagaimana dengan tamu undangan?” Lanjut gadis itu.
“Mereka baik-baik saja, anak buahku sudah menyebar untuk memeriksa masing-masing dari mereka dan berita ini tidak akan menyebar kemanapun. Mereka pasti tau apa konsekuensinya jika masalah ini sampai melambung ke media sosial” Penjelasan Alex sedikit membuat Efira merinding, sisi lain Alex yang seperti ini yang tidak pernah diketahui Efira.
“Apa saja yang sudah kau lakukan selama menjadi mafia?” Tanya Efira, memberanikan diri bertanya lebih jauh.
“Tidak banyak, aku hanya bermain dengan beberapa perusahaan yang curang dan mungkin penyelundupan senjata untukku sendiri” Ucap Alex singkat.
“Sudah berapa nyawa yang melayang?”
Mencari penyakit sekali memang Efira ini bukan?
“Hanya satu, Aiken. Itu pun tidak dengan tanganku sendiri”
Glup
Efira menelan ludahnya sendiri, “K-Kau membunuhnya? Bagaimana?”
“Membuat daging Aiken sebagai sarapan untuk anak buahnya dan menggantung kepalanya di ruang tamu mess” Ucap Alex santai.
Diam
“Kau monster” Gumam Efira bergetar, menunjukkan rasa takut disana.
Alex mengeluarkan smirk-nya, “Sayang, aku tidak melakukannya. Itu adalah kebebasan anak buahku, jika aku menginginkan ia dibunuh maka ia akan dibunuh dengan cara mereka jika tidak ya tidak. Ini bukan tentang monster atau bukan tapi, ini tentang bagaimana mempertahankan reputasi kami di dunia hitam ini. Persaingan disana tidak semudah persaingan bisnis pada umumnya, senjata api dan senjata tajam sudah biasa menjadi santapan kami sehari-hari”
“T-Tapi k-kau?”
Alex membawa Efira ke pelukannya, “Tenanglah, aku tidak akan berbuat melebihi batasku” Ucapnya.
Efira hanya diam.
"Hari ini sangat melelahkan, ayo tidur" Lanjut Alex, membaringkan Efira dan memeluk gadis itu halus.
Sedangkan Efira hanya menurut saja, memejamkan matanya mencoba untuk tenang.
"Aku mengampunimu malam ini, sayang. Besok kau harus tetap membuat Alex junior tidur nyenyak" Bisik Alex yang membuat Efira meneguk salivanya, ia tau apa yang sedang lelakinya bicarakan.