
Tok
Tok
Tok
“Masuk” Ucap Alex saat mendengar pintu ruangannya diketuk.
Ceklek
“Permisi, saya izin setengah hari kerja tuan. Orang tua saya akan mendarat siang ini di bandara” Ucap Devan langsung to the point sesaat setelah sampai di depan meja atasannya.
“Okey tapi, pastikan Cyntia mengerti tugasmu yang harus diselesaikannya hari ini” Ucap Alex sembari menandatangani surat cuti milik asistennya itu.
“Terimakasih, permisi” Pamit Devan.
Alex melihat punggung Devan dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca. Lagi-lagi lelaki itu berfikir keras, apa yang membuat Devan jadi terlibat dengan kasus yang sedang di selidikinya?
“Cris bilang bahwa jawabannya adalah ketika keluarga Devan kemari. Aku akan segera mencari tau” Ucap Alex lalu melanjutkan pekerjaannya, berharap tumpukan berkas di mejanya segera habis.
“Dia memberiku banyak pekerjaan, sedangkan dia malah mengajukan setengah hari kerja. Ini sangat tidak adil” Gumam Alex.
Sedangkan di tempat lain, Efira sedang meliburkan diri dari perusahaan. Jika ditanya alasannya, ya karena
“Aulia, menurutmu apa yang kurang dari gaun ini?” Tanya Efira pada sahabat sekaligus manager butiknya itu.
“Sangat elegan, meskipun baru menjadi mentahan, sudah bisa dibayangkan nantinya gaun ini akan menjadi seindah apa” Jawab Aulia, hiperbola.
“Kau terlalu menyanjung” Ucap Efira.
Ceklek
“Hello everyone, Bella on here”
Bella membuat suasana jam makan siang hari itu sedikit rusuh dengan kedatangannya yang mengagetkan kedua insan di dalam ruangan tersebut.
“Bisa tidak untuk setidaknya turunkan nada bicaramu itu, gendang telingaku bisa pecah dan kau bisa aku tuntut atas dasar undang-undang penganiayaan disengaja” Ucap Aulia.
“Ampun, itu karena kekasihmu mungkin seorang pengacara?” Balas Bella.
Tuk
“By the way, apa baru aku saja yang sudah disini? Apa yang lain belum datang?” Tanya Bella, menoleh ke kanan dan ke kiri mencari teman-temannya yang lain.
“Jika yang kau lihat hanya kami, lalu kau mau mencari siapa lagi?” Ucap Efira.
“Baiklah, ini sudah waktunya makan siang bukan? Aku bawakan beberapa roti dengan resep baru ala chef Bella dan juga beberapa bungkus makanan untuk kita makan siang hari ini” Ucap Bella meletakkan satu plastik besar makanan di dekat meja.
“Lihatlah dulu beberapa model yang bisa kau pilih untuk acara nanti”
Efira memberikan katalog desainnya agar Bella dapat memilih model mana yang ingin ia kenakan saat acara pernikahan Efira nantinya.
“Wow, jika biasanya bridges maid akan menjaitkan sendiri bajunya maka kali ini bridges maidnya hanya perlu memilih desain untuk dikenakan. Sangat menyenangkan berteman dengan seorang CEO muda Javonte’s Group yang juga merupakan desainer ternama” Cerosos Bella sambil membuka-buka katalognya.
Tok
Tok
Tok
“Masuk” Ucap Efira dari dalam rumahnya.
Ceklek
Terlihat di luar pintu sana terdapat teman-temannya yang lain rupanya sudah datang.
“Pas sekali, ayo makan siang dulu lalu kita lanjutkan kegiatan kita nanti” Ucap Bella, menaruh katalognya di meja.
Bella mulai membuka satu per satu makanan yang ia bawa, membagikannya dengan teman-temannya tidak lupa dengan beberapa karyawan Efira di hutik tersebut.
“Apa yang kau bawa ini?” Tanya Gio, membuka kotak makanannya.
“Aku akan membuka restoran khas sunda dan itu adalah Nasi tutug oncom, salah satu menu yang mungkin ada disana, kalian bisa mencobanya dulu dan mungkin bisa memberikan masukan dan saran untuk makanan ini nantinya” Ucap Bella.
Biar sedikit pecicilan, Bella tentu saja ahli dalam berbisnis apalagi jika itu menyangkut tentang makanan.
“Wow, good idea Bella. Jika membutuhkan bantuan menyicipi menu-menu barumu mungkin kami bisa bantu” Ucap Nando, bercanda.
“Tentu saja” Jawab Bella.
Siang itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh canda tawa, tidak ada yang istimewa, seperti rencana awal, mereka hanya akan mengukur badan untuk seragam bridgesmaid dan broomsman di acara pernikahan Efira dan Alex nanti.