You

You
Menu Makan Siang



Setelah Devan di umumkan sebagai direktur baru perusahaan Javonte’s Group, tentu saja hal itu menjadi sebuah tanda tanya besar untuk semua orang, mereka tentu saja tau perihal Devan tapi Julio Gevandri?


Baiklah, lupakan saja hal itu. Saat ini, Efira sedang berada di ruang kerjanya yang sudah menjadi ruang kerja Devan bersama dengan Mira.


“Nona, saya diminta tuan Alex untuk menemani anda bukan untuk dia” Ucap Mira tidak terima saat Efira mengatakan untuk meneruskan tugasnya sebagai asisten pribadi Devan.


“Tapi, aku tidak membutuhkan dirimu lagi Mira. Aku sudah tidak se-sibuk dulu, setidaknya kau harus mengatur semua jadwalnya dan menyeimbangkannya dengan jadwal proyek kita yang belum selesai” Ucap Efira.


“Aku akan mengatakan hal ini dengan Alex, pasti dia akan mengerti” Ucap Efira final, membuat Mira akhirnya menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat Devan dengan tatapan tajam.


“Itu keputusannya sendiri, aku tidak memintanya” Ucap Devan santai, mengerti dengan arti tatapan yang di layangkan untuknya dari Mira.


“Baiklah, habiskan saja waktu kalian. Aku akan pulang dan menyiapkan makan siang untuk Alex, daaaah” Seru Efira lalu pergi meninggalkan dua sejoli itu.


...***...


Siang itu, Alex sedang melakukan meeting dengan Cyntia. Dia sudah dikabari bahwa kekasihnya akan datang siang itu jadi, sebelum meeting di mulai lelaki itu mengabari Efira untuk langsung masuk ke ruangannya jika tidak menemukan siapapun berjaga di meja sekretarisnya yang artinya meeting mereka belum selesai.


“Aku akan memasak apa yaaa” Gumam Efira melihat isi kulkasnya.


“Daging sapi dalam dan beberapa sayuran, hmm sepertinya Selat Solo terdengar bagus untuk makan siang. Aku akan membuatkan untuk ayah bunda, Devan dan tuan Pyton. Aku akan masak besar hari ini” Ucap Efira senang, seperti terbebas dari segala beban.


Gadis itu mulai berkutat dengan alat-alat masaknya, meski lama tinggal di luar negeri gadis itu terlihat mahir-mahir saja membuat makanan khas negaranya.


“Aku harus banyak belajar memasak agar setelah menikah nanti aku bisa mengganti-ganti menu setiap harinya, ah terdengar menyenangkan” Gumamnya sambil melakukan pekerjaannya.


“Nona, apa butuh bantuan?” Ucap bi Inah.


Efira berfikir sebentar lalu, “Tidak bi, aku akan mengurusnya sendiri. Hari ini bi Inah cukup memasak untuk maid saja, keluarga inti biar aku yang urus” Ucap Efira yang segera di angguki oleh bi Inah.


“Baik nona, saya permisi dulu” Pamit kepala pelayan itu.


Efira hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.


...***...


Efira langsung masuk ke ruangan kekasihnya saat mendapati tidak ada siapapun di meja sekretaris.


“Sepertinya dia harus memiliki sekretaris baru” Gumam Efira.


Gadis itu terdiam di sofa ruangan itu, menunggu kekasihnya selesai meeting.


Rasanya begitu membosankan.


“Aku akan menghubungi Mira saja” Ucap Efira, mengeluarkan ponselnya lalu menyambungkan panggilan video kepada mantan asisten pribadinya?


Sambungan mereka terhubung, terlihat Mira sedang berada di meja kerjanya.


“Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Mira dari seberang sana.


“Sudah, tuan Devan sedang ada pertemuan dengan tamu, Keisha bersamanya” Jawabnya.


“Lalu kau?” Tanya Efira ketika merasa aneh dengan hubungan kakaknya dan juga Mira.


“Saya bekerja seperti biasa” Sahutnya.


“Bukankah biasanya kau yang menemaniku? Lalu kenapa sekarang jadi Keisha yang menemaninya?”


Mira terdiam sejenak, mencari jawaban yang tepat?


“Ayolah, kau biasanya selalu profesional dalam bekerja. Setelah ini lakukan semuanya seperti biasa kau dan aku, dia tidak akan mengganggumu di jam kerja, percayalah” Ucap Efira. Gadis itu mengerti jika Mira mungkin sedang menghindari kakaknya.


Mira hanya mengangguk mengerti.


Tidak lama, terdengar pintu terbuka dari seberang sana.


“Mira, kau tidak makan siang?” Terdengar suara Devan disana.


“Nona Efira menghubungiku, bicaralah dengannya” Ucap Mira memberikan ponselnya.


“Ada apa? Tumben sekali?” Tanya Devan pada Efira.


“Aku mengirimkan makan siang untukmu dan dua sekretarismu, makanlah dengan baik dan jangan terus menggoda Mira” Ucap Efira.


“Memangnya aku menganggumu?” Tanya Devan kepada Mira, tidak langsung menjawab ucapan adiknya.


Sedangkan Mira hanya menundukkan kepala sambil geleng-geleng.


“Aku tidak mengganggunya di jam kerja, dia sendiri yang menghindariku sebagai atasannya. Apa dia juga begini kepadamu dulu?” Tanya Devan.


Mira tentu saja langsung mengangkat kepalanya, melihat Devan dengan sinis. Kenapa jadi mengadu begitu kepada nona Efiranya?


“Ya ya, baiklah. Makanlah dengan benar. Aku tutup dulu panggilannya, Alex sudah selesai meeting sepertinya” Ucap Efira langsung menutup panggilan mereka.


Ya, dia melihat Alex keluar dari ruang meeting baru saja, diikuti dengan beberapa orang di belakangnya.


Efira melambaikan tangan dari dalam ruangan saat Alex berjalan ke arahnya. Lelaki itu tersenyum senang. Bagaimana tidak? Dia begitu suka dengan kehadiran kekasihnya di saat dia di kantor, seperti lelahnya tidak akan pernah muncul jika di temani oleh kekasihnya itu.


“Sudah lama?” Tanya Alex saat sudah tiba di hadapan Efira.


Gadis itu langsung berdiri dan memeluk Alex.


“Tidak lama, makanlah dulu, aku membawakan Selat Solo untukmu” Ucap Efira, membuka kotak makanan untuk Alex.


“Terdengar begitu lokal” Sahut Alex lalu duduk menunggu Efira menyiapkan makanannya.