You

You
D-14



“Ini bukan gaun yang kau tunjukkan tempo hari” Ucap Alex.


“Memangnya gaun yang mana lagi ha? Ya ini Alex” Jawab Efira.


“Tidak Efira, aku tidak mau pemberkatan nanti kau menggunakan ini, apa-apaan seperti ini ha? Lihat, dadanya terlalu ke bawah bisa-bisanya kau mau memanjakan para lelaki disana” Omel Alex lagi dan lagi.


Pasalnya mereka sekarang sudah berada di butik Efira, gadis itu dengan senang hati menunjukkan gaunnya pada Alex tapi, respon lelaki itu malah berbeda dengan harapannya.


Gaun putih bersih yang ditunjukkan Efira terlihat tidak begitu cocok di mata Alex, dikarenakan modelnya yang sedikit press body dan dinilainya bagian dada terlalu kebawah.


“Alex, yang benar saja. Aku sudah menunjukkan desain ini sejak dia belum di kerjakan, kenapa protesnya baru sekarang?” Sahut Efira.


“Tidak Efira, aku tidak setuju kau menggunakan ini baik di acara pemberkatan ataupun di acara resepsi. Aku tidak mau berbagi apapun dengan lelaki-lelaki di luar sana”


Efira mangacak rambutnya kasar, “Lalu ini bagaimana? Kau tega ha? Ini gaun impian di pernikahanku, Aleex” Rengeknya.


“Tidak, kita ganti saja. Aku akan menyediakan yang lebih sopan dari ini. Pokoknya tidak boleh, tidak ada pembantahan” Ucap Alex final.


Efira tertunduk lesu, langsung menghempaskan tubuhnya di sofa, memijat keningnya, merasakan pusing luar biasa dengan tunangannya itu.


Tidak lama, Efira memandang gaunnya. Sungguh indah dipandang, melihat setiap detailnya lalu, “Alex, bisakah aku mengubahnya? Aku akan memberikan furing di bagian dadanya agar tidak begitu terlihat dan menambahkan mungkin ekor untuk menutup bagian bawahnya” Ucapnya.


“Apa bisa begitu?” Tanya Alex.


“Aku janji itu tidak akan terbuka lagi tapi, jangan membuatku harus hanya melihat gaun ini tanpa memakainya” Ucap Efira.


Alex terlihat berpikir, “Tidak, jangan mencoba bernegoisasi denganku Efira. Ini bukan desain yang kau tunjukkan untukku, apa menurutmu aku tidak ingat ha? Salahmu sendiri malah mengerjakan gaun lain” Jawabnya.


Efira bersandar lesu, “Baiklah, terserah dirimu. Urus saja semuanya atas pendapatmu, aku tidak akan ikut campur”


“Sayang, aku tidak melarangmu menggunakan gaun buatanmu sendiri bukan sejak awal? Tapi, lihatlah ini hmm. Kenapa mengubahnya tanpa membicarakannya dulu denganku?” Ucap Alex, mengusap surai kekasihnya.


“Aku kira kau akan menyetujui bagaimana keputusanku juga” Ucap Efira.


Ya, dia memang sedikit mengubah beberapa hal dari apa yang sudah ia sepakati dengan Alex.


“Gunakan ini di lain waktu, aku tidak mau menunjukkan keindahanmu terlalu jauh pada tamu undangan” Jawab Alex, terdengar begitu lembut.


Sedangkan gadis itu hanya mampu menganggukkan kepala pasrah.


...***...


“Pilih beberapa desain undangan di dalamnya” Ucap Alex, menunjukkan laptopnya yang berisi beberapa desain undangan cantik.


“Jika kau tidak cocok dengan itu, kau bisa katakan undangan seperti apa yang kau inginkan” Lanjut lelaki itu.


Baiklah, Efira langsung mengembalikan laptopnya pada Alex.


“Aku tidak butuh itu, aku menginginkan undangannya ditulis dengan warna gold di atas akrilik lalu diberikan amplop putih dengan aksen timbul sebagai formalitasnya” Ucap Efira singkat.


Kekasihnya memang berbeda, undangan akrilik? Itu terdengar unik memang.


“Baiklah, seperti yang kau mau sayang” Ucap Alex.


“Kau menginginkan souvenir apa hmm?” lanjutnya.


“Bagaimana dengan parfum?” Tanya Efira.


“Boleh, kau mau yang apa? Chanel? Calvin Klein? Dolce & Gabbana? Marc Jacobs? Hermes? Yves saint laurent? Kau tinggal katakan saja merk apa yang kau inginkan” Cerocos Alex.


Efira hanya mampu meneguk ludahnya sendiri, ini gila pikirnya.


“Stop it. Kita tidak butuh yang setara dengan itu. Apa kau baik-baik saja akan memberikan souvenir seperti itu kepada tamu undangan ha? Apa tidak sekalian kau memberikan mereka satu unit mobil per orangnya?” Ucap Efira.


“Why? Apa yang salah sayang?”


“Baiklah, ayo ganti. Bagaimana dengan jam tangan saja?” Ucap Efira, memberikan opsi yang berbeda yang sekiranya itu tidak begitu mahal tapi tetap terlihat elegan.


“Kau mau yang merk apa? Rolex? Zenith? Audemars Piguet? Richard Mille? Atau…”


“Stop!” Belum sempat Alex melanjutkan list brand-nya, Efira sudah terlebih dahulu menghentikannya.


Gadis itu mengacak rambutnya frustasi, entah sudah seberantakan apa dirinya saat ini, kekasihnya itu benar-benar membuat gemas. Saking gemasnya, sampai ingin sekali ia menghajar lelaki di depannya itu.


“Bagaimana dengan Eiger dan Laux Perfume? Itu adalah brand lokal yang menurutku tidak buruk” Ucap Efira.


“Boleh. Aku akan menambahkan logam mulia di dalamnya”


Efira tentu saja diuat tercengang dengan hal itu, “Apa kau gila?” Tanyanya.


“Tidak, itu hanya sebuah hadiah kecil atas kebahagiaanku bisa bersamamu” jawabnya.


Efira sedikit ngeri dengan kekasihnya itu, bagaimana mungkin konsepnya jadi sangat mewah begini?


“Terserah dirimu saja, Alex” Ucap Efira pasrah, dia sudah lelah dengan segala drama hari ini.