You

You
Penjelasan Devan dan Mira



Plak


Efira berhasil mengayunkan tangannya pada bahu besar Devan.


“Kenapa mendadak?” Ucap Efira. Ia baru saja sampai di rumah dan langsung mencari keberadaan Devan, mengintrogasi lelaki itu sebenarnya adalah tujuan utamanya dulu.


Devan menggaruk tengkuknya bingung. “Darimana aku menjelaskannya?” Jawabnya.


“Katakan cepat!” Efira terus mendesak Devan.


“Mira hamil”


“Sh*t. Kenapa melakukan hal bodoh itu ha?” Efira rasanya ingin menampar kakaknya.


Huh, Efira menghembuskan nafasnya kasar.


“Why? You have a younger sister but, why you doing such stupid thing ha?”


“That’s all I can do” Jawab Devan singkat.


“Berapa lama?” Tanya Efira tentang kehamilan Mira.


“5 months”


Plak


Kali ini ia benar-benar menampar kakaknya.


“5 months? And you just married her now? What a ******* you’re”


“Orang tuanya baru mengetahui hal itu dan dia di usir dari rumah. Itu kenapa aku menikahinya dengan cepat” Jawab Devan.


“Cih, alasan tidak masuk akal. Mereka sangat setuju denganmu dan Mira, mereka mungkin bisa memintamu untuk segera menikahinya. Mira yang selalu menolakmu lalu sekarang apa? Kau bahkan bisa menidurinya. Apa kau yakin tidak mau menceritakan yang sesungguhnya ha? Aku tidak bodoh, jawabanmu yang ini membuatku janggal” Ucap Efira.


1 detik


2 detik


3 detik


Hingga 3 menit berlalu, Devan masih diam, tidak mau memberikan jawaban apapun.


...***...


Di kamar Mira, Efira melihat calon kakak iparnya itu terdiam, melihat ke arah luar jendela.


“Tidak mau menceritakan sesuatu?” Tanya Efira, membuat fokus Mira beralih menuju sumber suara.


“Nona?” Gumam Mira.


“Just Efira, aku calon adik iparmu bukan?” Ucap Efira.


Mira terlihat diam, menatap Efira dalam, entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


“Apa kakakku melakukannya dengan memaksamu?” Tanya Efira, kali ini auranya yang biasa terlihat ramah tampak berubah sedikit lebih dingin.


“Eee A-anu nona, ini sebuah kesalahan. Kami sempat minum bersama di club beberapa waktu yang lalu”


“Minum bersama? Kurasa kau tidak begitu menyukai alkohol” Ucap Efira, mencoba menelisik apa yang sedang terjadi. Semuanya serba mendadak bahkan dengan kabar Mira hamil? 5 bulan? Itu terlalu lama.


“Saat itu saya memiliki jadwal meeting dengan Devan, di ruang VIP club lantai dua. Bukankah tidak sopan jika saya tidak meminum apa yang sudah di sediakan?” Jawab Mira, terlihat sedikit gugup tapi, Efira berakhir menganggukkan kepala.


“Sebenarnya aku yakin kau tidak sebodoh itu tapi, ya sudahlah. Aku tururt bahagia dengan pernikahan kalian, meskipun terkesan menadadak, aku juga turut bahagia dengan kehamilan keponakanku, jaga kandunganmu baik-baik yaa” Ucap Efira lalu pergi meninggalkan calon mempelai wanita itu sendirian.


Sebenarnya dia tidak menentang pernikahan ini terjadi tapi, menurutnya cukup brengs*k juga kakaknya sampai menghamili wanita sebelum menikah. Apa tidak ada cara lain? Apa tidak ada jalan keluar lain? Ya, katakanlah mereka memang bebas tapi, ini adalah negara yang budaya timurnya kental.


Isi kepala Efira dipenuhi dengan kejutan-kejutan yang diberikan oleh kakaknya hari ini.


“Sayang?”


Alex memeluk Efira dari belakang, berada di kamar wanita itu berdua.


“Sudahlah, tidak usah terlalu di pikirkan. Mereka pasti akan memiliki kehidupan yang cukup baik nantinya. Pasti ada alasan lain yang tidak bisa mereka sampaikan, entah malu atau itu hanya akan menjado privasi mereka hm”


“Tapi, bukankah ini terlalu mendadak Lex? Kenapa tidak dari awal-awal kehamilan dulu saja menikahnya?” Sahut Efira.


“Kau ingat bukan beberapa bulan terakhir kita begitu banyak masalah, mungkin Devan masih fokus dengan hal itu sampai mengesampingkan urusan pribadinya. Kau tau bukan bagaimna royalitasnya di pekerjaan?”


Ya, benar sekali memang. Efira menganggukkan kepalanya mengerti. Dirinya lupa jika selama ini Devan hidup untuk bekerja. Sedikit menyesal juga tadi sempat menampar kakaknya itu.


“Ayo istirahat, kau pasti lelah setelah memiliki perjalanan yang panjang”